Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8732

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلَا تَكَنَّوْا بِكُنْيَتِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Namailah diri kalian dengan namaku dan jangan kalian membuat julukan dengan julukanku.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8733

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِيَ آدَمَ مُوسَى فَقَالَ أَنْتَ آدَمُ الَّذِي خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ وَأَسْكَنَكَ جَنَّتَهُ وَأَسْجَدَ لَكَ مَلَائِكَتَهُ ثُمَّ صَنَعْتَ مَا صَنَعْتَ فَقَالَ آدَمُ لِمُوسَى أَنْتَ الَّذِي كَلَّمَكَ اللَّهُ وَأَنْزَلَ عَلَيْكَ التَّوْرَاةَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَهَلْ تَجِدُهُ مَكْتُوبًا عَلَيَّ قَبْلَ أَنْ أُخْلَقَ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَحَجَّ آدَمُ مُوسَى عَلَيْهِمَا السَّلَام
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Muhammad} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Musa bertemu dengan Adam, lalu Musa berkata ‘Engkau Adam yang Allah telah ciptakan dengan tangan-Nya, memasukkanmu ke dalam surga-Nya dan menjadikan para malaikat bersujud kepadamu, lalu engkau melakukan apa yang telah engkau lakukan! ‘ lalu Adam berkata kepada Musa ‘Engkau yang Allah telah ajak bicara (langsung), dan menurunkan kepadamu kitab Taurat? ‘ Musa menjawab ‘Ya, ‘ Adam melanjutkan perkataannya “Maka apakah engkau dapatkan apa yang aku lakukan telah tertulis di dalamnya sebelum aku dicipta?” Musa Menjawab ‘Ya.’ Beliau bersabda: “Maka Adam mengalahkan argumentasi Musa ‘Alaihimas Salam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8734

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ دَاوُدَ أَبِي يَزِيدَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَكْثَرُ مَا يَلِجُ بِهِ الْإِنْسَانُ النَّارَ الْأَجْوَفَانِ الْفَمُ وَالْفَرْجُ وَأَكْثَرُ مَا يَلِجُ بِهِ الْإِنْسَانُ الْجَنَّةَ تَقْوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ وَحُسْنُ الْخُلُقِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Al Mas’udi} dari {Dawud Abi Yazid} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Kebanyakkan yang menjadikan manusia masuk ke dalam neraka adalah dua lubang mulut dan kemaluan. Dan kebanyakkan yang menjadikan manusia masuk ke dalam surga adalah taqwa kepada Allah ‘azza wajalla dan akhlaq yang baik.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8735

حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا الْمَسْتُورُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي عَبَّادٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْمَخْزُومِيُّ قَالَلَقِيَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَجُلٌ وَهُوَ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ فَقَالَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْتَ نَهَيْتَ النَّاسَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْجُمُعَةِ قَالَ لَا وَرَبِّ الْكَعْبَةِ وَلَكِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Al Mastur} -yaitu Ibnu Abi ‘Abbad berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far Al Makhzumi} berkata seorang laki-laki bertemu dengan {Abu Hurairah} ketika dia sedang thawaf di Baitul Haram, lalu dia bertanya “Wahai Abu Hurairah, apakah kamu yang telah melarang manusia dari berpuasa pada hari jum’at?” maka Abu Hurairah menjawab “Tidak, demi Rabb Ka’bah, akan tetapi Rasulullah saw. yang melarangnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8736

حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ الْمُخْتَارِ الْأَنْصَارِيَّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ فَيْرُوزَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو رَافِعٍ الصَّائِغُ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَثَلَاثَةٌ حَفِظْتُهُنَّ عَنْ خَلِيلِي أَبِي الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوَتْرُ قَبْلَ النَّوْمِ وَصَوْمُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz} -yaitu Ibnul Mukhtar Al Anshari dari {Abdullah} – yaitu Ibnu Fairuz- berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Rafi’ Ash Sha`igh} berkata {Abu Hurairah} berkata Ada tiga hal yang aku hafal dari kekasihku Abul Qasim saw. witir sebelum tidur, puasa tiga hari dalam setiap bulan dan dua raka’at dhuha.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8737

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُوَيْسٍ حَدَّثَنَا صَفْوَانُ بْنُ سُلَيْمٍ مَوْلَى حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ سَلَمَةَ بْنِ الْأَزْرَقِ الْمَخْزُومِيِّ عَنْ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ أَحَدِ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ بْنِ قُصَيٍّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ جَاءَهُ نَاسٌ صَيَّادُونَ فِي الْبَحْرِ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا أَهْلُ أَرْمَاثٍ وَإِنَّا نَتَزَوَّدُ مَاءً يَسِيرًا إِنْ شَرِبْنَا مِنْهُ لَمْ يَكُنْ فِيهِ مَا نَتَوَضَّأُ بِهِ وَإِنْ تَوَضَّأْنَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ مَا نَشْرَبُ أَفَنَتَوَضَّأُ مِنْ مَاءِ الْبَحْرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَمْ فَهُوَ الطَّهُورُ مَاؤُهُ الْحِلُّ مَيْتَتُهُحَدَّثَنَا ابْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مَالِكٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Abu Uwais} berkata telah menceritakan kepada kami {Shafwan bin Muslim pelayan Humaid bin Abdurrahman bin ‘Auf} dari {Sa’id bin Salamah bin Al Azraq Al Makhzumi} dari {Al Mughirah bin Abu Burdah} salah seorang bani Abduddar bin Qushay, dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., bahwasannya beliau didatangi oleh para nelayan di lautan, mereka berkata “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang dikapal (pelaut), kami hanya membawa sedikit air, jika kami meminumnya maka kami tidak bisa berwudhu, dan jika kami berwudhu dengannya maka kami tidak bisa minum, maka apakah boleh jika kami berwudhu dengan air laut?” maka Nabi saw. pun bersabda: “Ya, karena laut itu suci airnya dan halal bangkainya.” Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Mahdi} dari {Malik} dari {Al Mughirah bin Abu Burdah}.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8738

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ أَنْصِتْ فَقَدْ لَغَوْتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {Az Zuhri} dari {Ibnul Musayyab} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika engkau berkata kepada temanmu diam, dan imam sedang berkhutbah maka engkau telah sia-sia.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8739

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ وَيُنَصِّرَانِهِ وَيُمَجِّسَانِهِ كَمَثَلِ الْبَهِيمَةِ تُنْتِجُ الْبَهِيمَةَ هَلْ تَكُونُ فِيهَا جَدْعَاءُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {Az Zuhri} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Setiap bayi terlahir dalam keadaan suci di atas fitrahnya, maka bapaknyalah yang menjadikan mereka Yahudi, Nasrani atau Majusi, sebagaimana kalian mendapatkan kelahiran binatang ternak, apakah binatang binatang itu telah cacat?”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8740

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَزِيدَ اللَّيْثِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سُئِلَ عَنْ أَوْلَادِ الْمُشْرِكِينَ فَقَالَ اللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا كَانُوا عَامِلِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {Az Zuhri} dari {Atho` bin Yazid Al Laitsi} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., Bahwasanya beliau ditanya tetang anak-anak kaum msuyrikin, maka beliau bersabda: “Allah lebih tahu dengan yang mereka kerjakan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 8741

حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ أَبِي الْوَلِيدِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا أَمَمْتُمْ النَّاسَ فَخَفِّفُوا فَإِنَّ فِيهِمْ الْكَبِيرَ وَالضَّعِيفَ وَالصَّغِيرَ وَقَالَ فِي حَدِيثٍ آخَرَ عَنْ أَبِي الْوَلِيدِ عَمْرِو بْنِ خِدَاشٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} dari {Abul Walid} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Jika kalian mengimami orang-orang maka ringankanlah, karena di antara mereka ada orang tua, orang lemah dan anak kecil.” Dan dia berkata dalam hadits yang lain dari Abu Al Walid ‘Amru bin Khidasy.