Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8822
وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يُجْرَحُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُجْرَحُ فِي سَبِيلِهِ إِلَّا لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ جُرِحَ لَوْنُهُ لَوْنُ دَمٍ وَرِيحُهُ رِيحُ مِسْكٍحَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ هَذَا الْحَدِيثِ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Abu Hurairah} Dan Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah salah seorang dari kalian terluka di jalan Allah, dan Allah lebih tahu siapa yang terluka di jalan-Nya, kecuali ia akan bertemu dengan Allah ‘azza wajalla dalam kondisi sebagaimana ia terluka, warnanya warna darah dan baunya bau kesturi.” Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Al A’masy} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. sebagaimana hadits di atas.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8823
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرٍ يَعْنِي ابْنَ عَيَّاشٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَكَانَ يُعْرَضُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْقُرْآنَ فِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ عُرِضَ عَلَيْهِ مَرَّتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah mengabarkan kepadaku {Abu Bakr} -yaitu Ibnu ‘Ayyasy- berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Hashin} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} ia berkata “Al Qur`an dibacakan kepada Nabi saw. sekali dalam setiap tahun, dan di tahun menjelang beliau meninggal Al Qur`an dibacakan kepadanya dua kali.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8824
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنِيهِ أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَجْهَلْ فَإِنْ جُهِلَ عَلَيْهِ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah mengabarkannya kepada kami {Abu Bakr bin ‘Ayyasy} dari {Abu Hashin} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian berada pada hari dimana kalian sedang berpuasa maka janganlah berkata kotor dan jangan berbuat bodoh, maka jika ia dibodohi hendaknya ia berkata ‘Aku sedang berpuasa.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8825
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْرِدُوا بِالصَّلَاةِ فَإِنَّ فَيْحَهَا مِنْ حَرِّ جَهَنَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah menceritakan kepada kami {Abu Bakr} dari {‘Ashim} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Dinginkanlah waktu shalat, karena sesungguhnya hembusan panas itu dari panas neraka Jahannam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8826
حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ حَسَّانَ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنْ ذَكْوَانَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُكْلَمُ عَبْدٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَنْ يُكْلَمُ فِي سَبِيلِهِ يَجِيءُ جُرْحُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَوْنُهُ لَوْنُ دَمٍ وَرِيحُهُ رِيحُ مِسْكٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdush Shamad bin Hassan} berkata telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Al A’masy} dari {Dzakwan} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang hamba terluka, dan Allah lebih tahu siapa yang terluka di jalan-Nya, pada hari kiamat akan datang lukanya dengan berwarna darah dan baunya bau kesturi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8827
حَدَّثَنَا أَبُو الْعَلَاءِ الْحَسَنُ بْنُ سَوَّارٍ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنْ كَانَ قَالَهُ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ مَعَ الْوُضُوءِو قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ لَقَدْ كُنْتُ أَسْتَنُّ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ وَبَعْدَ مَا أَسْتَيْقِظُ وَقَبْلَ مَا آكُلُ وَبَعْدَ مَا آكُلُ حِينَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا قَالَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al ‘Ala` Al Hasan bin Sawwar} berkata telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Khalid bin Yazid} dari {Sa’id bin Abi Hilal} dari {Abdurrahman Al A’raj} dari {Abu Hurairah} berkata: Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Sekiranya tidak memberatkan umatku, sungguh akan aku perintahkan kepada umatku untuk bersiwak setiap kali wudhu.” Dan Abu Hurairah berkata Setelah aku mendengar Rasulullah saw. mengatakan sebagaimana yang ia katakan, aku selalu gosok gigi sebelum dan sesudah tidur, juga sebelum dan sesudah makan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8828
حَدَّثَنَا أَبُو الْعَلَاءِ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ خَالِدِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي هِلَالٍ عَنْ نُعَيْمٍ الْمُجْمِرِ أَنَّهُ قَالَرَقِيتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ عَلَى ظَهْرِ الْمَسْجِدِ وَعَلَيْهِ سَرَاوِيلُ مِنْ تَحْتِ قَمِيصِهِ فَنَزَعَ سَرَاوِيلَهُ ثُمَّ تَوَضَّأَ وَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَرَفَعَ فِي عَضُدَيْهِ الْوُضُوءَ وَرِجْلَيْهِ فَرَفَعَ فِي سَاقَيْهِ ثُمَّ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أُمَّتِي يَأْتُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الْوُضُوءِ فَمَنْ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيلَ غُرَّتَهُ فَلْيَفْعَلْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al ‘Ala`} berkata telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Khalid bin Yazid} dari {Sa’id bin Abi Hilal} dari {Nu’aim Al Mujmir} bahwasanya ia berkata Aku pernah naik ke atas masjid bersama {Abu Hurairah}, dan di balik gamisnya ia memakai celana panjang, lalu ia menaikan celananya kemudian berwudhu, dan membasuh wajah dan kedua tangannya, dan mengataskan wudhu`nya sampai melebihi lengannya dan mengataskan wudhu`nya pada bagian kedua kaki hingga kedua betisnya. Lalu ia berkata “Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya umatku pada hari kiamat akan datang dengan berseri-seri (bersinar) karena bekas wudhunya, maka barangsiapa mampu memanjangkan sinarnya hendaklah ia lakukan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8829
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الرَّازِيُّ خَتَنُ سَلَمَةَ الْأَبْرَشِ قَالَ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ عَمِّهِ مُوسَى بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ فَإِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ مَا يَكُونُ فِي ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim Ar Razi} saudara Salamah Al Abrasy berkata telah menceritakan kepada kami {Salamah bin Al Fadhl} berkata telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Ishaq} dari pamannya {Musa bin Yasar} dari {Abu Hurairah}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian mengharap bertemu musuh karena sesungguhnya kalian tidak tahu apa yang terjadi di dalamnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8830
حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو صَخْرٍ حُمَيْدُ بْنُ زِيَادٍ أَنَّ عُمَرَ بْنَ إِسْحَاقَ مَوْلَى زَائِدَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ مَا اجْتُنِبَتْ الْكَبَائِرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Shakhr Humaid bin Ziyad} bahwa {Umar bin Ishaq pelayan Za`idah} menceritakan kepadanya dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Shalat lima waktu, jum’at sampai jum’at dan ramadhan sampai ramadhan berikutnya adalah penghapus dosa di antara keduanya selama dosa-dosa besar di jauhi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8831
حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ هَارُونَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو صَخْرٍ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُؤْمِنُ مُؤْلَفٌ وَلَا خَيْرَ فِيمَنْ لَا يَأْلَفُ وَلَا يُؤْلَفُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf. Abdullah berkata dan aku mendengarnya dari {Harun} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} berkata telah mengabarkan kepadaku {Abu Shakhr} dari {Abu Hazim} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Seorang mukmin adalah lembut, maka tidak ada kebaikan bagi seseorang yang tidak lembut atau tidak bisa dilembuti.”