Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8922
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا حَكِيمٌ الْأَثْرَمُ عَنْ أَبِي تَمِيمَةَ الْهُجَيْمِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَتَى حَائِضًا أَوْ امْرَأَةً فِي دُبُرِهَا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فَقَدْ بَرِئَ مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى مُحَمَّدٍ عَلَيْهِ الصَّلَاة وَالسَّلَامُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} berkata telah mengabarkan kepada kami {Hakim Al Atsram} dari {Abu Tamimah Al Juhaimi} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa mendatangi (mensetubuhi) wanita yang sedang haid, -atau beliau mengatakan – seorang wanita melalui duburnya, -atau beliau mengatakan – mendatangi seorang dukun kemudian membenarkan apa yang ia katakan, maka ia telah berlepas diri dari apa yang diturunkan oleh Allah kepada Muhammad ‘Alaihish Shalatu wassalam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8923
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ حَمَّادٌ وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا رَفَعَهُ ثُمَّ قَالَ حَمَّادٌ أُرَاهُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ رَجُلًا زَارَ أَخًا لَهُ فِي قَرْيَةٍ أُخْرَى فَأَرْصَدَ اللَّهُ عَلَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قَالَ الْمَلَكُ أَيْنَ تُرِيدُ قَالَ أَزُورُ أَخًا لِي فِي هَذِهِ الْقَرْيَةِ قَالَ هَلْ لَهُ عَلَيْكَ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا قَالَ لَا إِلَّا أَنِّي أَحْبَبْتُهُ فِي اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ فَإِنِّي يَعْنِي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} berkata telah menceritakan kepada kami {Tsabit} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah}, berkata -Hammad berkata dan aku tidak mengetahuinya kecuali bahwa ia telah memarfu’kannya, kemudian Hammad berkata menurutku itu dari Nabi saw., – “Bahwasanya seorang laki-laki mengunjungi saudaranya pada sebuah kampung, lalu Allah mengamati langkahnya dengan perantara seorang malaikat. Maka ketika ia telah mendatanginya, malaikat bertanya kepadanya ‘Kemana kamu pergi?” ia menjawab ‘Aku ingin mengunjungi saudaraku di kampung ini, ‘ malaikat bertanya lagi ‘Apakah karena nikmat (harta) nya yang ada pada kamu?” ia menjawab ‘Tidak, hanya saja karena aku mencintainya karena Allah ‘azza wajalla, ‘ maka malaikat berkata ‘Sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepadamu, dan sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai saudaramu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8924
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ حَدَّثَنَا الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمَقْبَرَةِ فَسَلَّمَ عَلَى أَهْلِهَا قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ وَدِدْتُ أَنَّا قَدْ رَأَيْنَا إِخْوَانَنَا قَالُوا أَوَلَسْنَا إِخْوَانَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ أَصْحَابِي وَإِخْوَانِي الَّذِينَ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ وَأَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ قَالُوا وَكَيْفَ تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتِ بَعْدُ مِنْ أُمَّتِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا لَهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحَجَّلَةٌ بَيْنَ ظَهْرَيْ خَيْلٍ دُهْمٍ بُهْمٍ أَلَا يَعْرِفُ خَيْلَهُ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ فَإِنَّهُمْ يَأْتُونَ غُرًّا مُحَجَّلِينَ مِنْ الْوُضُوءِ يَقُولُهَا ثَلَاثًا وَأَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ أَلَا لَيُذَادَنَّ رِجَالٌ عَنْ حَوْضِي كَمَا يُذَادُ الْبَعِيرُ الضَّالُّ أُنَادِيهِمْ أَلَا هَلُمَّ أَلَا هَلُمَّ فَيُقَالُ إِنَّهُمْ قَدْ بَدَّلُوا بَعْدَكَ فَأَقُولُ سُحْقًا سُحْقًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Ibrahim} berkata telah menceritakan kepada kami {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. keluar menuju areal pekuburan, lalu beliau memberi salam kepada para penghuninya seraya bersabda: “Keselamatan atas kalian semua wahai kaum muslimin, dan sungguh insyaallah kami akan menyusul kalian, aku senang kita telah berjumpa dengan saudara-saudara kita.” Para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, bukankah kami ini saudara-saudaramu?” maka beliau bersabda: “Bahkan kalian adalah sahabat dan saudara-saudaraku yang tidak ada lagi orang-orang seperti kalian setelahnya, dan aku akan mendahului kalian menuju telaga.” Maka para sahabat bertanya “Wahai Rasulullah, bagaimana engkau tahu bahwa kelak akan ada orang-orang yang tidak datang dari umatmu?” beliau bersabda: “Tidakkah kau tahu sekiranya ada orang yang memiliki seekor kuda putih bersih kemudian pada bulunya ada bercak warna hitam yang pekat, tidak bisakah diketahui?” maka mereka menjawab, “Tentu wahai Rasulullah.” Beliau bersabda: “Sesungguhnya mereka pada hari kiamat kelak akan datang dengan keadaan putih bersih karena bekas air wudhu, dan aku akan mendahului kalian menuju telaga. Ketahuilah, sungguh akan ada orang yang terusir dari talagaku seperti unta tersesat yang diusir, aku panggil mereka ‘kemarilah, kemarilah, ‘ namun dikatakan kepadaku ‘Sesungguhnya mereka telah murtad sepeninggalmu, ‘ maka akupun berkata ‘Menjauhlah, menjauhlah.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8925
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ عَنْ وَهْبِ بْنِ كَيْسَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْأَزْرَقِ أَنَّهُكَانَ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ جَالِسًا ذَاتَ يَوْمٍ بِالسُّوقِ فَمُرَّ بِجِنَازَةٍ يُبْكَى عَلَيْهَا فَعَابَ ذَلِكَ ابْنُ عُمَرَ وَانْتَهَرَهُمْ فَقَالَ لَهُ سَلَمَةُ بْنُ الْأَزْرَقِ لَا تَقُلْ ذَلِكَ يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ فَأَشْهَدُ عَلَى أَبِي هُرَيْرَةَ لَسَمِعْتُهُ وَتُوُفِّيَتْ امْرَأَةٌ مِنْ كَنَائِنِ مَرْوَانَ فَشَهِدَهَا مَرْوَانُ فَأَمَرَ بِالنِّسَاءِ اللَّاتِي يَبْكِينَ فَضُرِبْنَ فَقَالَ لَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ دَعْهُنَّ يَا أَبَا عَبْدِ الْمَلِكِ فَإِنَّهُ مُرَّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِجِنَازَةٍ يُبْكَى عَلَيْهَا وَأَنَا مَعَهُ وَمَعَهُ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَحِمَهُ اللَّهُ فَانْتَهَرَ عُمَرُ اللَّاتِي يَبْكِينَ مَعَ الْجِنَازَةِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْهُنَّ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ فَإِنَّ النَّفْسَ مُصَابَةٌ وَإِنَّ الْعَيْنَ دَامِعَةٌ وَإِنَّ الْعَهْدَ لَحَدِيثٌقَالَ أَنْتَ سَمِعْتَهُ فَقَالَ نَعَمْ قَالَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Wahb bin Kaisan} dari {Muhammad bin ‘Amru bin ‘Atho`} dari {Salamah bin Al Azraq}, bahwasanya pada suatu hari ia bersama Abdullah bin Umar sedang duduk-duduk di pasar, lalu lewatlah jenazah yang diiringi dengan isak tangis, maka Ibnu Umar mencela dan menghardik mereka. Salamah bin Al Azraq kemudian berkata kepada Ibnu Umar “Janganlah engkau katakan yang demikian itu wahai Abu Abdurrahman, karena sesungguhnya saya bersaksi kepada {Abu Hurairah} bahwa saya mendengarnya suatu ketika istri marwan meninggal dunia dan ia menghadirinya, lalu ia memerintahkan para wanita yang menangis itu untuk diam, sehingga mereka dipukuli. Maka Abu Hurairah berkata kepada Marwan “Biarkanlah mereka wahai Abu Abdul Malik, karena sesungguhnya telah lewat di hadapan Rasulullah saw. jenazah yang diiringi dengan isak tangis, aku serta Umar Bin Al Khaththab juga bersamanya, lalu Umar Ibnul Khaththab menghardik para wanita yang mengiringi jenazah sambil menangis, Rasulullah saw. lalu bersabda kepadanya: “Biarkan mereka wahai Ibnul Khatthab, karena sesungguhnya jiwa sedang diuji dan air matapun meleleh, dan kejadian menyedihkan baru saja terjadi.” Abdullah bin Umar berkata “Kamu mendengarnya?” Salamah bin Al Arzaq menjawab “Iya, ” maka Abdullah bin Umar berkata “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8926
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبَانُ الْعَطَّارُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو كَثِيرٍ الْعَنْبَرِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ الْخَمْرُ مِنْ هَاتَيْنِ الشَّجَرَتَيْنِ مِنْ النَّخْلَةِ وَالْعِنَبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Aban Al ‘Aththar} berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Katsir Al ‘Anbari} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Khamer itu berasal dari dua pohon ini kurma dan anggur.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8927
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ صَاحِبُ الزِّيَادِيِّ عَنْ شَيْخٍ مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَشْهَدُ لَهُ ثَلَاثَةُ أَهْلِ أَبْيَاتٍ مِنْ جِيرَانِهِ الْأَدْنَيْنَ بِخَيْرٍ إِلَّا قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَدْ قَبِلْتُ شَهَادَةَ عِبَادِي عَلَى مَا عَلِمُوا وَغَفَرْتُ لَهُ مَا أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Mahdi bin Maimun} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid} murid Az Ziyadi, dari {syaikh kalangan ahli ilmu}, dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasanya Nabi saw. bersabda: “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lalu bersaksi atas kebaikannya tiga rumah dari tetangga dekatnya, kecuali Allah Tabaraka wa Ta’ala akan berfirman ‘Aku telah menerima persaksian hamba-hamba-Ku atas apa yang mereka ketahui, dan Aku mengampuni atas apa yang Aku ketahui.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8928
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ قَالَ مَعْمَرٌ وَزَادَنِي غَيْرُ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْذَبُ النَّاسِ الصُّنَّاعُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata {Ma’mar} berkata dan telah menambahikan kepadaku {selain} Hammam dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Manusia yang paling pendusta adalah para pekerja buruh”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8929
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ أَبِي كَثِيرٍ الْغُبَرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْخَمْرُ مِنْ هَاتَيْنِ الشَّجَرَتَيْنِ النَّخْلَةِ وَالْعِنَبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Mush’ab} berkata telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {Abu Katsir Al Ghubari} berkata aku mendengar {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Khamer terbuat dari dua pohon ini kurma dan anggur.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8930
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَجُلًا أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ امْرَأَتِي وَلَدَتْ غُلَامًا أَسْوَدَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ إِبِلٍ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَمَا أَلْوَانُهَا قَالَ رُمْكٌ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرُبَّمَا لَيْسَ جَاءَتْ بِالْبَعِيرِ الْأَوْرَقِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ نَعَمْ قَالَ فَأَنَّى تَرَى ذَلِكَ قَالَ أُرَاهُ نَزَعَهُ عِرْقٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهَذَا نَزَعَهُ عِرْقٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Mush’ab} berkata telah menceritakan kepada kami {Malik bin Anas} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id Ibnul Musayyab} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Bahwasanya seorang laki-laki mendatangi Nabi saw. seraya berkata “Sesungguhnya istriku telah melahirkan seorang anak laki-laki yang berkulit hitam, ” maka beliau bertanya: “Apakah kamu mempunyai unta?” ia menjawab “Ya, ” beliau bertanya kembali: “Lalu apa saja warnanya?” ia menjawab “Kelabu, ” Nabi saw. bersabda: “Sepertinya ia bukan turunan dari unta yang berbulu hitam?” ia berkata “Wahai Rasulullah, mungkin iya, ” beliau bersabda: “Lalu dari mana kira-kira?” ia berkata “Mungkin dari turunan nenek moyangnya, ” maka Nabi saw. bersabda: “Mungkin anakmu juga demikian.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 8931
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُصْعَبٍ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ ثَابِتٍ الزُّرَقِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَكُنَّا مَعَ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ بِطَرِيقِ مَكَّةَ إِذْ هَاجَتْ رِيحٌ فَقَالَ لِمَنْ حَوْلَهُ الرِّيحَ قَالَ فَلَمْ يَرُدُّوا عَلَيْهِ شَيْئًا قَالَ فَبَلَغَنِي الَّذِي سَأَلَ عَنْهُ مِنْ ذَلِكَ فَاسْتَحْثَثْتُ رَاحِلَتِي حَتَّى أَدْرَكْتُهُ فَقُلْتُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ بَلَغَنِي أَنَّكَ سَأَلْتَ عَنْ الرِّيحِ وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الرِّيحُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ فَلَا تَسُبُّوهَا وَسَلُوا خَيْرَهَا وَاسْتَعِيذُوا بِهِ مِنْ شَرِّهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Mush’ab} berkata telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} dari {A Zuhri} dari {Tsabit Az Zuraqi} dari {Abu Hurairah}, dia berkata “Ketika angin menerpa dengan kencang, kami bersama-sama Umar bin Al Khaththab sedang berada di jalanan Makkah, maka ia pun bertanya kepada orang-orang yang berada disekitarnya tentang angin.” Abu Hurairah berkata “Namun mereka tidak memberikan jawaban apapun.” Abu Hurairah berkata “Hingga akhirnya sampailah kepadaku tentang sesuatu yang ditanyakannya, lalu aku percepat laju untaku sehingga aku dapat mengejarnya, aku lalu berkata “Wahai amirul mukminin, telah sampai kepadaku kabar bahwa engkau bertanya tentang angin, sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya angin itu dari rahmat Allah, janganlah kalian mencelanya, tapi mintalah kepada Allah dari kebaikannya dan berlindunglah kepada-Nya dari kejelekannya.”