Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9002

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْعَجْمَاءُ جَرْحُهَا جُبَارٌ وَالْمَعْدِنُ جُبَارٌ وَالْبِئْرُ جُبَارٌ وَفِي الرِّكَازِ الْخُمْسُحَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ هَذَا غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ الرَّكَائِزُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Muhammad bin Ziyad} berkata aku mendengar {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Binatang yang mati tertanduk adalah mati sia-sia, binatang yang mati terjebur ke lubang penambangan adalah sia-sia, binatang yang mati karena tercebur ke sumur adalah sia-sia, dan pada harta yang terpendam zakatnya adalah seperlima.” Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Amru} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. sebagaimana dalam tersebut diatas, hanya saja ia menyebutkan dengan lafadz ‘raka`iz (harta harta terpendam) ‘.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9003

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ الْفَضْلِ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ مُعَاوِيَةَ الْمَهْرِيِّ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَيَا مَهْرِيُّ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ثَمَنِ الْكَلْبِ وَكَسْبِ الْمُومِسَةِ وَكَسْبِ الْحَجَّامِ وَكَسْبِ عَسِيبِ الْفَحْلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Al Qasim bin Al Fadhl} berkata telah menceritakan kepadaku {bapakku} dari {Mu’awiyah Al Mahri} berkata {Abu Hurairah} berkata “Wahai Mahri, Rasulullah saw. melarang uang hasil penjualan anjing, uang hasil pelacuran, uang hasil bekam dan uang hasil dari penjualan seperma.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9004

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ حَدَّثَنَا الْعَبَّاسُ الْجُرَيْرِيُّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عُثْمَانَ النَّهْدِيَّ يَقُولُتَضَيَّفْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ سَبْعًا قَالَ وَسَمِعْتُهُ يَقُولُ قَسَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ أَصْحَابِهِ تَمْرًا فَأَصَابَنِي سَبْعُ تَمَرَاتٍ إِحْدَاهُنَّ حَشَفَةٌ فَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ أَعْجَبَ إِلَيَّ مِنْهَا شَدَّتْ مَضَاغِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} berkata telah menceritakan kepada kami {Al ‘Abbas Al Jurairi} berkata aku mendengar {Abu Utsman An Nahdi} berkata “Aku bertamu kepada {Abu Hurairah} sebanyak tujuh kali, ” ia berkata Dan aku mendengar ia berkata “Rasulullah saw. membagi-bagikan kurma kepada para sahabatnya, lalu aku mendapatkan bagian tujuh butir yang di antaranya telah ada yang rusak, dan tidak heran bagiku ternyata di antara kurma itu ada yang susah untuk aku kunyah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9005

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي مُصَلَّاهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ تَقُولُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ قُلْتُ وَمَا يُحْدِثُ قَالَ يَفْسُو أَوْ يَضْرِطُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} berkata telah mengabarkan kepada kami {Tsabit} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Seorang hamba senantiasa dalam hitungan shalat selama ia masih dalam tempat shalatnya untuk menunggu shalat berikutnya, dan malaikat mendoakannya ‘Ya Allah ampunilah ia, ya Allah sayangilah ia, ‘ hal itu sehingga ia pergi, -atau beliau menyebutkan – sehingga ia berhadats.” aku bertanya “Berhadats bagaimana?” maka beliau bersabda: “Kentut yang tidak bersuara ataupun yang bersuara.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9006

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ مُرْدًا بِيضًا جِعَادًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلَاثٍ وَثَلَاثِينَ عَلَى خَلْقِ آدَمَ سَبْعِينَ ذِرَاعًا فِي سَبْعَةِ أَذْرُعٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ali bin Zaid} dari {Sa’id Ibnul Musayyab} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Penduduk surga akan masuk surga dalam keadaan tidak berjenggot, wajah mereka putih berseri-seri, kepala mereka berambut pendek serta mata mereka bercelak, mereka seperti anak muda yang berumur tiga puluh tiga tahun, ukuran tubuh mereka sebagaimana penciptaan Adam dengan tinggi tujuh puluh hasta dan lebar tujuh hasta.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9007

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُسَمِعْتُ أَبَا الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ صُومُوا الْهِلَالَ لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَعُدُّوا ثَلَاثِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} berkata telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Ziyad} berkata aku mendengar {Abu Hurairah} berkata Aku mendengar Abul Qasim saw. bersabda: “Puasalah kalian ketika telah melihat hilal, dan berbukalah ketika kalian telah melihatnya pula, jika terhalang (mendung) maka genapkanlah menjadi tiga puluh hari.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9008

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَدِيِّ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْمُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ وَالْكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Adi bin Tsabit} dari {Abu Hazim} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Seorang mukmin makan dengan satu lambung, sedangkan orang kafir makan dengan tujuh lambung.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9009

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ الْقَعْقَاعِ بْنِ شُبْرُمَةَ الضَّبِّيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو زُرْعَةَ بْنُ عَمْرِو بْنِ جَرِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ قَالَ أَنْ تَتَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْبَقَاءَ وَلَا تَمَهَّلْ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid bin Ziyad} berkata telah menceritakan kepada kami {Umarah bin Al Qa’qa’ bin Syubrumah Adh Dhabbi} berkata telah mengabarkan kepada kami {Abu Zur’ah bin ‘Amru bin Jarir} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Hurairah} berkata Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. dan bertanya “Wahai Rasulullah, sedekah bagaimanakah yang paling besar pahalanya?” beliau bersabda: ” (Yaitu) ketika engkau dalam keadaan sehat dan pelit, engkau takut miskin dan berharap kaya, maka janganlah menunda-nunda sehingga nyawamu telah sampai di tenggorokan, kemudian kamu berkata ‘Untuk si fulan sekian, untuk si fulan sekian, padahal itu telah menjadi miliknya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9010

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ قَالَ أَخْبَرَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَتْ شَجَرَةٌ تُؤْذِي أَهْلَ الطَّرِيقِ فَقَطَعَهَا رَجُلٌ فَنَحَّاهَا فَدَخَلَ الْجَنَّةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} berkata telah mengabarkan kepada kami {Tsabit} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Ada sebuah pohon yang mengganggu jalan kaum muslimin, lalu pohon tersebut ditebang oleh seorang laki-laki dan menyingkirkannya, maka iapun masuk surga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9011

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْكَرِيمَ ابْنَ الْكَرِيمِ ابْنِ الْكَرِيمِ ابْنِ الْكَرِيمِ يُوسُفُ بْنُ يَعْقُوبَ بْنِ إِسْحَقَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِمْ أَجْمَعِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Muhammad bin ‘Amru} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya orang yang mulia anak orang yang mulia anak orang yang mulia anak orang yang mulia adalah Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim semoga Allah bershalawat atas mereka semua.”