Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9082

حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ التَّيْمِيُّ أَنَّ جَعْفَرَ بْنَ رَبِيعَةَ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا هَامَ لَا هَامَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Amru Ibnul Harits At Taimi} bahwa {Ja’far bin Rabi’ah} menceritakan kepadanya, bahwa {Abdurrahman Al A’raj} telah menceritakan kepadanya dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada ham, tidak ada ham.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9083

حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ هَارُونَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا صَالِحٍ ذَكْوَانَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Harun, Abdullah berkata dan aku mendengarnya dari {Harun} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} dari {‘Amru} dan {Umarah bin Ghaziyah} dari {Sumay pelayan Abu Bakr} Bahwasanya ia mendengar {Abu Shalih Dzakwan} menceritakan dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabbnya adalah pada saat ia sujud, maka perbanyaklah membaca doa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9084

حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنِ ابْنِ هُرْمُزَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ أَحَدَكُمْ مَا قَعَدَ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ فِي صَلَاةٍ مَا لَمْ يُحْدِثْ تَدْعُو لَهُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} berkata telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dan {Ibnu Syihab} dari {Ibnu Hurmuz} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah salah seorang dari kalian duduk menunggu untuk shalat berikutnya dan selama belum berhadats, kecuali para malaikat akan selalu berdoa ‘Ya Allah ampunilah ia, ya Allah sayangilah ia.'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9085

حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ أَبَا يُونُسَ مَوْلَى أَبِي هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ السَّمَاءِ بَرَكَةً إِلَّا أَصْبَحَ كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ بِهَا كَافِرِينَ يُنَزِّلُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الْغَيْثَ فَيَقُولُونَ بِكَوْكَبِ كَذَا وَكَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} berkata telah menceritakan kepada kami {‘Amru bin Al Harits} bahwa {Abu Yunus pelayan Abu Hurairah} menceritakan kepadanya dari {Abu Hurairah}, dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Tidaklah Allah ‘azza wajalla menurunkan berkah dari langit kecuali pada pagi harinya banyak orang-orang yang mengingkari terhadap berkah-Nya, Allah ‘azza wajalla menurunkan hujan, namun mereka berkata ‘Hujan ini turun karena sebab bintang ini dan ini.'”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9086

حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ يَعْنِي ابْنَ بَهْرَامَ قَالَ حَدَّثَنَا شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ قَالَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَبَيْنَمَا رَجُلٌ وَامْرَأَةٌ لَهُ فِي السَّلَفِ الْخَالِي لَا يَقْدِرَانِ عَلَى شَيْءٍ فَجَاءَ الرَّجُلُ مِنْ سَفَرِهِ فَدَخَلَ عَلَى امْرَأَتِهِ جَائِعًا قَدْ أَصَابَتْهُ مَسْغَبَةٌ شَدِيدَةٌ فَقَالَ لِامْرَأَتِهِ أَعِنْدَكِ شَيْءٌ قَالَتْ نَعَمْ أَبْشِرْ أَتَاكَ رِزْقُ اللَّهِ فَاسْتَحَثَّهَا فَقَالَ وَيْحَكِ ابْتَغِي إِنْ كَانَ عِنْدَكِ شَيْءٌ قَالَتْ نَعَمْ هُنَيَّةً نَرْجُو رَحْمَةَ اللَّهِ حَتَّى إِذَا طَالَ عَلَيْهِ الطَّوَى قَالَ وَيْحَكِ قُومِي فَابْتَغِي إِنْ كَانَ عِنْدَكِ خُبْزٌ فَأْتِينِي بِهِ فَإِنِّي قَدْ بَلَغْتُ وَجَهِدْتُ فَقَالَتْ نَعَمْ الْآنَ يَنْضَجُ التَّنُّورُ فَلَا تَعْجَلْ فَلَمَّا أَنْ سَكَتَ عَنْهَا سَاعَةً وَتَحَيَّنَتْ أَيْضًا أَنْ يَقُولَ لَهَا قَالَتْ هِيَ مِنْ عِنْدِ نَفْسِهَا لَوْ قُمْتُ فَنَظَرْتُ إِلَى تَنُّورِي فَقَامَتْ فَوَجَدَتْ تَنُّورَهَا مَلْآنَ جُنُوبَ الْغَنَمِ وَرَحْيَيْهَا تَطْحَنَانِ فَقَامَتْ إِلَى الرَّحَى فَنَفَضَتْهَا وَأَخْرَجَتْ مَا فِي تَنُّورِهَا مِنْ جُنُوبِ الْغَنَمِ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَوَالَّذِي نَفْسُ أَبِي الْقَاسِمِ بِيَدِهِ عَنْ قَوْلِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ أَخَذَتْ مَا فِي رَحْيَيْهَا وَلَمْ تَنْفُضْهَا لَطَحَنَتْهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim Ibnul Qasim} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid} -yaitu Ibnu Bahram- berkata telah menceritakan kepada kami {Syahr bin Hausyab} berkata {Abu Hurairah} berkata Pada zaman dahulu ada seorang suami istri yang tidak mampu, maka ketika sang suami pulang dari safar, ia menemui istrinya dalam keadaan sangat lapar, lalu ia berkata pada istrinya “Apakah kamu memiliki sedikit makanan?” sang istri menjawab “Tenanglah, akan datang rizki Allah kepadamu, ” namun ia mendesak isterinya seraya berkata “Celaka kamu, carilah jika memang kamu masih mempunyai sedikit makanan, ” sang istri berkata “Sebentar! kita berharap rahmat Allah akan datang, ” hingga ketika sang suami sudah begitu lama menahan lapar yang menyerang, ia berkata “Celaka kamu, bawakanlah aku makanan, karena aku sudah tidak kuat lagi dan hampir mati, ” maka sang istri menjawab “Iya, janganlah terburu-buru, sekarang panggang rotinya sedang menyala.” Maka ketika suaminya diam beberapa saat, ia berbicara dalam hatinya, “Mungkin lebih baik jika aku melihat ke komporku (panggang roti), ” lalu ia pun berdiri dan melihat panggang rotinya, namun tiba-tiba ia mendapatkan panggang rotinya telah penuh dengan rusuk kambing dan gilingannya dalam keadaan berputar membuat roti, maka iapun menuju gilingannya mengibas-ngibaskan seraya mengeluarkan rusuk-rusuk kambing dari tempatnya.” Abu Hurairah berkata “Demi Dzat yang jiwa Abul Qasim berada dalam genggaman-Nya, dari sabda Muhammad Rasulullah saw., andai saja ia hanya mengambil roti dan tidak mengibas-ngibasnya, tentu gilingan itu akan memasakkan roti untuknya hingga hari kiamat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9087

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ قَتَادَةَ وَجَعْفَرِ بْنِ أَبِي وَحْشِيَّةَ وَعَبَّادِ بْنِ مَنْصُورٍ عَنْ شَهْرِ بْنِ حَوْشَبٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَى أَصْحَابِهِ وَهُمْ يَتَنَازَعُونَ فِي الشَّجَرَةِ الَّتِي اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ فَقَالَ بَعْضُهُمْ أَحْسَبُهَا الْكَمْأَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْكَمْأَةُ مِنْ الْمَنِّ وَمَاؤُهَا شِفَاءٌ لِلْعَيْنِ وَالْعَجْوَةُ مِنْ الْجَنَّةِ وَهِيَ شِفَاءٌ لِلسُّمِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Qatadah} dan {Ja’far bin Abi Wahsyiah} dan {‘Abbad bin Manshur} dari {Syahr bin Hausyab} dari {Abu Hurairah} berkata Bahwasanya Rasulullah saw. keluar menemui para sahabatnya, dan mereka sedang memperdebatkan masalah pohon yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. Sebagian mereka berkata “Menurutku adalah pohon Al kam`ah (sejenis tanaman), ” maka Rasulullah saw. bersabda: “Al Kam`ah dari manna, airnya obat bagi mata, sedangkan Al Ajwah (kurma Nabi) adalah pohon dari surga, ia obat penawar racun.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9088

حَدَّثَنَا فَزَارَةُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ أَخْبَرَنَا فُلَيْحٌ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزْوَةٍ غَزَاهَا فَأَرْمَلَ فِيهَا الْمُسْلِمُونَ وَاحْتَاجُوا إِلَى الطَّعَامِ فَاسْتَأْذَنُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَحْرِ الْإِبِلِ فَأَذِنَ لَهُمْ فَبَلَغَ ذَلِكَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ قَالَ فَجَاءَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِبِلُهُمْ تَحْمِلُهُمْ وَتُبَلِّغُهُمْ عَدُوَّهُمْ يَنْحَرُونَهَا بَلْ ادْعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ بِغَبَرَاتِ الزَّادِ فَادْعُ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهَا بِالْبَرَكَةِ قَالَ أَجَلْ قَالَ فَدَعَا بِغَبَرَاتِ الزَّادِ فَجَاءَ النَّاسُ بِمَا بَقِيَ مَعَهُمْ فَجَمَعَهُ ثُمَّ دَعَا اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ فِيهِ بِالْبَرَكَةِ وَدَعَا بِأَوْعِيَتِهِمْ فَمَلَأَهَا وَفَضَلَ فَضْلٌ كَثِيرٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنِّي عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ وَمَنْ لَقِيَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ بِهِمَا غَيْرَ شَاكٍّ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Fazarah bin ‘Amru} berkata telah mengabarkan kepada kami {Fulaih} dan {Suhail bin Abu Shalih} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. keluar pada sebuah perang yang disertainya, lalu kaum muslimin kehabisan bekal dan butuh makanan, mereka lalu meminta izin pada Rasulullah saw. untuk menyembelih unta dan beliau pun mengizinkanya, maka berita itu sampai kepada Umar. Abu Hurairah berkata Umar akhirnya datang kepada Rasulullah dan berkata “Wahai Rasulullah, apakah mereka akan menyembelih unta yang membawa dan mengantar mereka untuk menyerang musuh?, akan tetapi serulah agar mereka mengumpulkan sisa perbekalan kemudian engkau berdoa kepada Allah agar memberikan keberkahan pada sisa makanan tersebut, ” maka beliau bersabda: “Iya, baiklah.” Abu Hurairah berkata “Maka Rasulullah saw. pun meminta agar mengumpulkan sisa-sisa perbekalan, lalu mereka berbondong-bondong mengumpulkan sesuatu yang tersisa dari perbekalan mereka, Rasulullah lalu berdoa dan memohon barakah perbekalan tersebut, beliau meminta kantong-kantong makanan mereka serta mengisinya, dan masih tersisa banyak. Maka seketika itu Rasulullah saw. bersabda bersabda: “ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLAH WA ASYHADU ANNI ABDULLAHI WA RASUULUH (aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah dan aku bersaksi bahwasanya aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya), maka barangsiapa bertemu dengan Allah ‘azza wajalla dengan keduanya tanpa ragu dan bimbang maka ia akan masuk surga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9089

حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عُمَيْرٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَنِي الْحَارِثِ بْنِ كَعْبٍ قَالَكُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ أَبِي هُرَيْرَةَ فَأَتَاهُ رَجُلٌ فَسَأَلَهُ فَقَالَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْتَ نَهَيْتَ النَّاسَ أَنْ يَصُومُوا يَوْمَ الْجُمُعَةِ قَالَ لَا لَعَمْرُ اللَّهِ غَيْرَ أَنِّي وَرَبِّ هَذِهِ الْحُرْمَةِ لَقَدْ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَصُومَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا فِي أَيَّامٍ يَصُومُهُ فِيهَا فَجَاءَ آخَرُ فَقَالَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْتَ نَهَيْتَ النَّاسَ أَنْ يُصَلُّوا فِي نِعَالِهِمْ قَالَ لَا لَعَمْرُ اللَّهِ غَيْرَ أَنِّي وَرَبِّ هَذِهِ الْحُرْمَةِ لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي إِلَى هَذَا الْمَقَامِ وَإِنَّ عَلَيْهِ نَعْلَيْهِ ثُمَّ انْصَرَفَ وَهُمَا عَلَيْهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Umair} dari {seorang laki-laki bani Al Harits bin Ka’ab} berkata Aku duduk di samping {Abu Hurairah}, lalu datanglah seorang laki-laki seraya bertanya “Wahai Abu Hurairah, apakah engkau telah melarang berpuasa pada hari jum’at?” Abu Hurairah berkata “Tidak, demi Allah, akan tetapi aku, demi Allah, telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sekali-kali janganlah kalian berpuasa pada hari jum’at kecuali jika itu adalah hari-hari yang ia harus berpuasa.” Lalu datang seseorang lagi dan bertanya “Wahai Abu Hurairah, apakah engkau telah melarang orang-orang shalat dengan mengenakan sandal?” Abu Hurairah berkata ” Tidak, demi Allah, akan tetapi aku, demi Allah, telah melihat Rasulullah saw. shalat di tempat ini, sedang beliau mengenakan sandalnya, lalu beliau pergi dan tetap memakainya, semoga Allah bershalawat atasnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9090

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ عَنِ الْعَلَاءِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ ثُمَّ جَلَسَ لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تَقُولُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ مَا لَمْ يُحْدِثْ أَوْ يَقُومْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Ubaid} berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad} -yaitu Ibnu Ishaq- dari {Al ‘Ala` bin Abdurrahman} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian shalat kemudian duduk, maka malaikat akan selalu berdoa ‘Ya Allah ampunilah ia, ya Allah sayangilah ia, ‘ sehingga ia berhadats atau bangun.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9091

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْأُمَوِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرِ بْنِ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ فِرَاشَهُ فَلْيَنْزِعْ دَاخِلَةَ إِزَارِهِ ثُمَّ لِيَنْفُضْ بِهَا فِرَاشَهُ فَإِنَّهُ لَا يَدْرِي مَا حَدَثَ عَلَيْهِ بَعْدَهُ ثُمَّ لِيَضْطَجِعْ عَلَى جَنْبِهِ الْأَيْمَنِ ثُمَّ لِيَقُلْ بِاسْمِكَ رَبِّي وَضَعْتُ جَنْبِي وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِي فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا حَفِظْتَ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id Al Umawi} berkata telah menceritakan kepada kami {Ubaidullah bin Umar bin Hafsh bin ‘Ashim} dari {Sa’id bin Abi Sa’id} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian ingin tidur hendaklah ia melepas sarungnya, lalu dengannya hendaklah ia kibas-kibaskan tempat peraduannya (kasur), karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya, setelah itu hendaklah ia rebahkan tubuhnya di atas rusuk sebelah kanan dengan membaca doa: BISMIKA RABBIY WADLA’TU JANBIY WA BIKA ARFA’UHU IN AMSAKTA NAFSIY FARHAMHA WA IN ARSALTAHA FAHFAZHHA BIMA HAFIZHTA BIHI ‘IBAADAKA ASH SHALIHIIN (dengan nama-Mu wahai Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu pula aku bangun daripadanya. Apabila Engkau menahan ruhku (mematikan), maka berilah rahmat padanya. Tapi apabila engkau melepasnya, maka peliharalah sebagaimana Engkau memelihara hamba-hamba-Mu yang shalih).”