Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9232

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُنْكَحُ الْأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلَا تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ إِذْنُهَا قَالَ أَنْ تَسْكُتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin ‘Amru} berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Yahya} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Seorang janda tidak boleh dinikahkan sebelum diminta pendapatnya, dan seorang gadis tidak boleh dinikahkan sebelum diminta izinnya, ” maka ditanyakan kepada beliau “Wahai Rasulullah, bagaimana izinnya?” beliau bersabda: “Ia akan diam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9233

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ هِشَامٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَالْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Hisyam} dari {Yahya} dari {Abu Ja’far} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Tiga doa yang tidak ada keraguan lagi akan pengkabulannya doa seorang musafir, orang yang terzhalimi dan doa orang tua kepada anaknya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9234

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَرَأَيْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ سَجَدَ فِي إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ قُلْتُ تَسْجُدُ فِيهَا قَالَ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَجَدَ فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Hisyam} berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Abu Salamah} berkata Aku melihat {Abu Hurairah} sujud ketika membaca: IDZAS SAMA`UN SYAQQAT (apabila langit terbelah), maka aku bertanya “Engkau sujud di surat ini?” ia menjawab “Sesungguhnya Nabi saw. sujud ketika membacanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9235

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ الْمَعْنَى قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سَمْعَانَ قَالَأَتَانَا أَبُو هُرَيْرَةَ فِي مَسْجِدِ بَنِي زُرَيْقٍ قَالَ ثَلَاثٌ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَعْمَلُ بِهِنَّ قَدْ تَرَكَهُنَّ النَّاسُ كَانَ يَرْفَعُ يَدَيْهِ مَدًّا إِذَا دَخَلَ فِي الصَّلَاةِ وَيُكَبِّرُ كُلَّمَا رَكَعَ وَرَفَعَ وَالسُّكُوتُ قَبْلَ الْقِرَاءَةِ يَسْأَلُ اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ قَالَ يَزِيدُ يَدْعُو وَيَسْأَلُ اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Ibnu Abu Dzi`b} dan {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Abi Dzi`b} secara makna, ia berkata telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Sam’an} berkata {Abu Hurairah} mendatangi kami di masjid bani Zuraiq, ia berkata “Tiga perkara yang Rasulullah saw. selalu mengamalkannya dan ditinggalkan oleh banyak orang jika masuk shalat beliau mengangkat tangannya lebar lebar, membaca takbir setiap kali ruku’ dan bangun darinya, serta diam sebelum membaca (surat) meminta kepada Allah akan karunia-Nya.” (Sedang menurut riwayat) Yazid, dia berkata “Berdoa dan meminta karunia-Nya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9236

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلَّهِ مِائَةُ رَحْمَةٍ أَنْزَلَ مِنْهَا رَحْمَةً وَاحِدَةً بَيْنَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ وَالْهَوَامِّ فَبِهَا يَتَعَاطَفُونَ وَبِهَا يَتَرَاحَمُونَ وَبِهَا تَعْطِفُ الْوَحْشُ عَلَى أَوْلَادِهَا وَأَخَّرَ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ يَرْحَمُ بِهَا عِبَادَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Abdul Malik} dari {‘Atho`} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Allah memiliki seratus rahmat, dan Dia menurunkan satu rahmat-Nya untuk manusia, jin dan serangga. Dengan rahmat tersebut mereka bisa saling berlemah lembut dan berkasih sayang, dan dengannya pula binatang buas dapat bersikap lembut kepada anak-anaknya. Dan Allah menyisakan sembilan puluh sembilan pada hari kiamat, dengannya Allah akan menyayangi hamba-hamba-Nya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9237

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ كَيْسَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِعَمِّهِ قُلْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ أَشْهَدْ لَكَ بِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ لَوْلَا أَنْ تُعَيِّرَنِي قُرَيْشٌ يَقُولُونَ إِنَّمَا حَمَلَهُ عَلَى ذَلِكَ الْجَزَعُ لَأَقْرَرْتُ بِهَا عَيْنَكَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Yazid} -yaitu Ibnu Kaisan- berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Hazim} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda kepada pamannya “Ucapkanlah LAA ILAAHA ILLAALLAH, dengannya aku akan bersaksi untukmu pada hari kiamat.” Beliau bersabda: “Sekiranya orang-orang Quraisy tidak mencelaku, dengan mengatakan ‘yang menjadikan ia masuk Islam adalah rasa takut semata, ‘ sungguh aku akan mengakui syahadatmu dengan matamu.'” Lalu Allah ‘azza wajalla menurunkan ayat “Sesungguhnya engkau tidak bisa memberi petunjuk keada siapasaja yang engkau sukai.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9238

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ كَيْسَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَازِمٍ قَالَرَأَيْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يُشِيرُ بِأُصْبُعِهِ مِرَارًا وَالَّذِي نَفْسُ أَبِي هُرَيْرَةَ بِيَدِهِ مَا شَبِعَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَهْلُهُ ثَلَاثَةَ أَيَّامٍ تِبَاعًا مِنْ خُبْزِ حِنْطَةٍ حَتَّى فَارَقَ الدُّنْيَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Yazid bin Kaisan} berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Hazim} berkata Aku melihat {Abu Hurairah} berisyarat dengan jarinya seraya berkata “Demi yang jiwa Abu Hurairah ada dalam genggaman-Nya, Nabiyullah saw. dan keluarganya tidak pernah merasa kenyang selama tiga hari berturut-turut hanya dengan makan roti dan tepung hingga beliau meninggal dunia.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9239

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُورِدُ الْمُمْرِضُ عَلَى الْمُصِحِّ وَقَالَ لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ فَمَنْ أَعْدَى الْأَوَّلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Muhammad bin ‘Amru} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Janganlah yang sakit lewat di depan yang sehat, ” beliau bersabda lagi: “Tidak ada penyakit menular, tidak ada Thiyarah, dan tidak ada Hammah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9240

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ حَدَّثَنَا عَطَاءٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى وَالْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنْ الْيَدِ السُّفْلَى وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ وَقَالَ يَحْيَى مَرَّةً لَا صَدَقَةَ إِلَّا مِنْ ظَهْرِ غِنًى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Abdul Malik} berkata telah menceritakan kepada kami {‘Atho`} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sebaik-baik sedekah adalah setelah tercukupinya kebutuhan, dan tangan di atas itu lebih baik dari tangan di bawah, dan mulilah dari orang-orang yang menjadi tanggunganmu.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 9241

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سُهَيْلِ بْنِ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا وُضُوءَ إِلَّا مِنْ حَدَثٍ أَوْ رِيحٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Syu’bah} dari {Suhail bin Abu Shalih} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau beliau bersabda: “Tidak ada wudhu kecuali karena hadats atau kentut.”