Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6862
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَمَا وَأَبِيكَ لَتُنَبَّأَنَّهُ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْبَقَاءَ وَلَا تَمَهَّلْ حَتَّى{ إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ }قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} dari {Umaroh} dari {Abu Zur’ah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata ada seorang lelaki datang kepada Rasulullah saw. dan berkata: “Wahai Rasulullah, sedekah bagaimanakah yang paling besar pahalanya?” Beliau menjawab: “Bila kamu bersedekah sedang kamu masih dalam keadaan sehat, takut miskin dan sangat menginginkan kelanggengan. Dan janganlah kamu menundanya hingga jika (ruh) telah sampai di tenggorokan sehingga kamu berkata ini untuk si fulan, ini untuk si fulan, dan ia memang untuk si fulan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6863
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ قَالَ وَلَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَجَلَسَ جِبْرِيلُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَظَرَ إِلَى السَّمَاءِ فَإِذَا مَلَكٌ يَنْزِلُ فَقَالَ جِبْرِيلُ إِنَّ هَذَا الْمَلَكَ مَا نَزَلَ مُنْذُ يَوْمِ خُلِقَ قَبْلَ السَّاعَةِ فَلَمَّا نَزَلَ قَالَ يَا مُحَمَّدُ أَرْسَلَنِي إِلَيْكَ رَبُّكَ قَالَ أَفَمَلِكًا نَبِيًّا يَجْعَلُكَ أَوْ عَبْدًا رَسُولًا قَالَ جِبْرِيلُ تَوَاضَعْ لِرَبِّكَ يَا مُحَمَّدُ قَالَ بَلْ عَبْدًا رَسُولًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} dari {Umaroh} dari {Abu Zur’ah} ia berkata aku tidak mengetahuinya kecuali dari {Abu Hurairah}, dia berkata Jibril pernah duduk di samping Nabi saw. lalu ia melihat ke langit dan mendadak ada malaikat yang turun dari langit. Maka Jibrilpun berkata: “Sesungguhnya malaikat ini belum pernah turun sejak diciptakan beberapa sa’at yang lalu”, kemudian ketika ia turun, dia berkata “Wahai Muhammad, Rabbmu telah mengutusku kepadamu.” Dia berkata “Apakah kamu ingin Rabbmu menjadikanmu seorang raja dan seorang Nabi ataukah seorang hamba dan seorang utusan.” Lalu Jibril menyela: “Bertawadhu’lah kamu kepada Rabbmu wahai Muhammad.” Beliau berkata: “Seorang hamba dan seorang utusan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6864
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا فَإِذَا طَلَعَتْ وَرَآهَا النَّاسُ آمَنَ مَنْ عَلَيْهَا فَذَلِكَ حِينَ{ لَا يَنْفَعُ نَفْسًا إِيمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِي إِيمَانِهَا خَيْرًا }
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} telah menceritakan kepada kami {Umaroh} dari {Abu Zur’ah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak akan terjadi hari kiamat hingga matahari terbit dari barat. Dan jika matahari telah terbit dari barat dan semua manusia yang berada di atas bumi melihatnya, merekapun akan beriman. Dan pada saat itu “Tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang kepada dirinya sendiri yang belum beriman sebelum itu, atau dia (belum) mengusahakan kebaikan dalam masa imannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6865
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِيَّاكُمْ وَالْوِصَالَ قَالَهَا ثَلَاثَ مِرَارٍ قَالُوا فَإِنَّكَ تُوَاصِلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِنَّكُمْ لَسْتُمْ فِي ذَلِكَ مِثْلِي إِنِّي أَبِيتُ يُطْعِمُنِي رَبِّي وَيَسْقِينِي فَاكْلَفُوا مِنْ الْعَمَلِ مَا تُطِيقُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} telah menceritakan kepada kami {Umaroh} dari {Abu Zur’ah} dari {Abi Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian melakukan puasa wishal -beliau mengatakannya hingga tiga kali-.” Para sahabat berkata: “Wahai Rasulullah, tapi engkau juga melakukan puasa wishal?” Beliau menjawab: “Sesungguhnya kalian dalam hal ini bukanlah seperti aku, sebab sesungguhnya di waktu malam Rabbku memberi makan dan minum kepadaku, maka gemarilah oleh kalian amalan-amalan yang mampu kalian kerjakan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6866
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَأَلَ النَّاسَ أَمْوَالَهُمْ تَكَثُّرًا فَإِنَّمَا يَسْأَلُ جَمْرًا فَلْيَسْتَقِلَّ مِنْهُ أَوْ لِيَسْتَكْثِرْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} telah menceritakan kepada kami {Umaroh} dari {Abu Zur’ah} dari {Abi Hurairah}, dia berkata: Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang meminta harta kepada manusia karena ingin lebih memperbanyak (hartanya) maka pada hakekatnya ia sedang meminta bara api neraka. Maka hendaklah ia mempersedikit atau memperbanyak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6867
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ وَجَرِيرٌ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَبَّرَ فِي الصَّلَاةِ سَكَتَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ فَقُلْتُ بِأَبِي أَنْتَ وَأُمِّي أَرَأَيْتَ إِسْكَاتَكَ بَيْنَ التَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةِ أَخْبِرْنِي مَا هُوَ قَالَ أَقُولُ اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَالثَّوْبِ الْأَبْيَضِ مِنْ الدَّنَسِ قَالَ جَرِيرٌ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالثَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِقَالَ أَبِي كُلُّهَا عَنْ أَبِي زُرْعَةَ إِلَّا هَذَا عَنْ أَبِي صَالِحٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} telah menceritakan kepada kami {Umaroh} dari {Abu Zur’ah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata bahwasanya bila Rasulullah saw. telah bertakbiratul ihram dalam shalat, beliau diam antara takbir dan bacaan. Maka aku katakan: “Demi anda bapak dan ibuku sebagai tebusannya, kenapa engkau diam antara takbir dan bacaan? Kabarkanlah kepadaku sebenarnya apa yang engkau baca di dalamnya?” Beliau menjawab: “Aku membaca ALLAAHUMMA BAA’ID BAINII WABAINA KHATHAYAAYA KAMAA BA’ADTA BAINAL MASYRIQI WAL MAGHRIB. ALLAAHUMMA NAQQINII MIN KHATHAAYAAYA KATSTSAUBIL ABYADH MINAD DANAS. Jarir berkata: KAMAA YUNAQQATSTSAUBU. ALLAHUMMAGHSILNI MIN KHATHAAYAAYA BITSTSALJI WAL MAA-I WAL BARODI. (Ya Allah, jauhkanlah jarak antara diriku dan kesalahan-kesalahanku seperti Engkau telah menjauhkan jarak antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku sebagaimana baju putih (yang bersih) dari noda.” Menurut (riwayat) {Jarir}, beliau berkata: “Sebagaimana baju putih dibersihkan dari noda. Ya Allah, bersihkanlah diriku dari kesalahan-kesalahanku dengan es, air, dan embun).” Bapakku berkata: Semuanya berasal dari riwayat Abu Zur’ah, kecuali ini berasal dari Abu Shalih.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6868
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ تَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ ضَوْءِ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً لَا يَبُولُونَ وَلَا يَتَغَوَّطُونَ وَلَا يَتْفُلُونَ وَلَا يَمْتَخِطُونَ أَمْشَاطُهُمْ الذَّهَبُ وَرَشْحُهُمْ الْمِسْكُ وَمَجَامِرُهُمْ الْأَلُوَّةُ وَأَزْوَاجُهُمْ الْحُورُ الْعِينُ أَخْلَاقُهُمْ عَلَى خَلْقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمْ آدَمَ فِي طُولِ سِتِّينَ ذِرَاعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} dari {Umaroh} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya jama’ah yang pertama kali masuk surga adalah seperti rembulan di malam purnama, kemudian setelah mereka seperti cahaya bintang yang cahayanya paling terang di langit. Mereka tidak buang air kecil dan juga tidak buang air besar, tidak meludah, dan tidak mengeluarkan ingus. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka seperti wangi misik, wewangian mereka dari kayu cendana, istri-istri mereka bidadari surga, ukuran tubuh mereka sama yakni seperti ukuran bapak mereka Adam Alaihis Salam, enam puluh hasta.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6869
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ قَالَدَخَلْتُ مَعَ أَبِي هُرَيْرَةَ دَارَ مَرْوَانَ بْنِ الْحَكَمِ فَرَأَى فِيهَا تَصَاوِيرَ وَهِيَ تُبْنَى فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ ذَهَبَ يَخْلُقُ خَلْقًا كَخَلْقِي فَلْيَخْلُقُوا ذَرَّةً أَوْ فَلْيَخْلُقُوا حَبَّةً أَوْ لِيَخْلُقُوا شَعِيرَةً ثُمَّ دَعَا بِوَضُوءٍ فَتَوَضَّأَ وَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ حَتَّى جَاوَزَ الْمِرْفَقَيْنِ فَلَمَّا غَسَلَ رِجْلَيْهِ جَاوَزَ الْكَعْبَيْنِ إِلَى السَّاقَيْنِ فَقُلْتُ مَا هَذَا فَقَالَ هَذَا مَبْلَغُ الْحِلْيَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} dari {Umaroh} dari {Abu Zur’ah}, dia berkata aku masuk ke rumah Marwan bin Al Hakam bersama dengan {Abu Hurairah}, lalu ia melihat lukisan-lukisan yang dibuat patung. Lalu dia berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Allah Ta’ala berfirman: ‘Dan siapakah yang lebih lalim daripada orang-orang yang pergi untuk membuat ciptaan seperti halnya ciptaan-Ku. Maka hendaklah mereka menciptakan jagung, atau biji-bijian atau biji gandum'”!. Kemudian beliau meminta air wudhu dan beliaupun berwudhu, mencuci kedua tangannya hingga sikunya, dan ketika mencuci kedua kakinya, beliau mencucinya dari dua mata kaki hingga betis. Akupun bertanya: “apakah ini?” Beliau menjawab: “inilah yang akan menjadi cahaya di hari kiamat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6870
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عُمَارَةَ عَنْ أَبِي زُرْعَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} dari {Umaraoh} dari {Abu Zur’ah} dari {Abi Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Ada dua kalimat yang ringan diucapkan dengan lisan, berat di timbangan dan amat dicintai oleh Ar Rahman (Allah): SUBHAANALLAH WABIHAMDIH SUBHAANALLAHIL ‘ADZIM.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 6871
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ فُضَيْلٍ حَدَّثَنَا عَاصِمُ بْنُ كُلَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَقَدْ رَآنِي فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَتَمَثَّلُ بِي وَقَالَ ابْنُ فُضَيْلٍ مَرَّةً يَتَخَيَّلُ بِي فَإِنَّ رُؤْيَا الْعَبْدِ الْمُؤْمِنِ الصَّادِقَةَ الصَّالِحَةَ جُزْءٌ مِنْ سَبْعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Fudhail} telah menceritakan kepada kami {‘Ashim bin Kulaib} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa melihatku di dalam mimpi sungguh dia telah melihatku (yang sebenarnya), karena sesungguhnya setan tidak bisa menyerupai aku” -Ibnu fidloil berkata: “menghayalkan aku-, Sesungguhnya mimpi seorang mukmin yang benar adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian kenabian.”