Sisa Musnad Sahabat yang Banyak Meriwayatkan Hadits

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 7322

وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ
Terjemahan: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya -dari {Abu Hurairah} -) Dan Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya mimpinya seorang mukmin itu adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 7323

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Ibnul Musayyab} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya mimpinya seorang mukmin itu adalah satu dari empat puluh enam bagian kenabian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 7324

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِأَنَّ حَسَّانَ قَالَ فِي حَلْقَةٍ فِيهِمْ أَبُو هُرَيْرَةَ أَنْشُدُكَ اللَّهَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ هَلْ سَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَجِبْ عَنِّي أَيَّدَكَ اللَّهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ فَقَالَ اللَّهُمَّ نَعَمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id bin Al Musayyib} bahwa {Hassaan} pernah berkata pada sebuah majlis yang di dalamnya terdapat {Abu Hurairah} “wahai Abu Hurairah saya bersumpah dengan nama Allah kepadamu, apakah kamu pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Terimalah saya maka Allah akan menguatkanmu dengan Ruhul Qudus (malaikat Jibril).” Abu Hurairah berkata “Ya Allah, benar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 7325

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah memuliakan tamunya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 7326

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَأُرْسِلَ مَلَكُ الْمَوْتِ إِلَى مُوسَى فَلَمَّا جَاءَهُ صَكَّهُ فَفَقَأَ عَيْنَهُ فَرَجَعَ إِلَى رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَقَالَ أَرْسَلْتَنِي إِلَى عَبْدٍ لَا يُرِيدُ الْمَوْتَ قَالَ فَرَدَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَيْهِ عَيْنَهُ وَقَالَ ارْجِعْ إِلَيْهِ فَقُلْ لَهُ يَضَعُ يَدَهُ عَلَى مَتْنِ ثَوْرٍ فَلَهُ بِمَا غَطَّتْ يَدُهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ سَنَةٌ فَقَالَ أَيْ رَبِّ ثُمَّ مَهْ قَالَ ثُمَّ الْمَوْتُ قَالَ فَالْآنَ فَسَأَلَ اللَّهَ أَنْ يُدْنِيَهُ مِنْ الْأَرْضِ الْمُقَدَّسَةِ رَمْيَةً بِحَجَرٍ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَوْ كُنْتُ ثَمَّ لَأَرَيْتُكُمْ قَبْرَهُ إِلَى جَانِبِ الطَّرِيقِ تَحْتَ الْكَثِيبِ الْأَحْمَرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Ibnu Thawus} dari {bapaknya} dari {Abu Hurairah}, dia berkata “Malaikat kematian diutus (oleh Allah Allah Azza Wa Jalla) kepada Musa, maka ketika ia tiba dihadapannya, Musa langsung memukulnya hingga dia mencongkel matanya, lalu ia kembali kepada Tuhannya Allah Azza Wa Jalla seraya berkata ‘Engkau telah mengutusku kepada seorang hamba yang tidak manginginkan (disegerakan) kematian.'” Abu Hurairah berkata “maka Allah Azza Wa Jalla mengembalikan matanya dan berfirman: ‘Kembalilah dan katakan padanya agar ia meletakkan tangannya di atas punggung sapi, maka pada setiap bulu yang ia sentuh dengan tangannya akan ditangguhkan satu tahun dari umurnya, ‘ maka Musa berkata ‘Wahai Tuhanku kemudian apa lagi setelah itu? ‘ Allah Azza Wa Jalla berfirman: ‘Kemudian akan datang kematian.’ Musa berkata ‘Kalau begitu sekarang saja.’ Lalu iapun memohon kepada Allah agar (kuburnya) didekatkan dengan bumi Qudus dengan jarak jauhnya lemparan batu.” Abu Hurairah berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika saya ada di sana niscaya akan saya beritahuan kepada kalian letak kuburnya, yaitu pada sisi jalan di bawah pasir yang merah.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 7327

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ قَالَ قَالَ لِي الزُّهْرِيُّ أَلَا أُحَدِّثُكَ بِحَدِيثَيْنِ عَجِيبَيْنِ قَالَ الزُّهْرِيُّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَسْرَفَ رَجُلٌ عَلَى نَفْسِهِ فَلَمَّا حَضَرَهُ الْمَوْتُ أَوْصَى بَنِيهِ فَقَالَ إِذَا أَنَا مِتُّ فَأَحْرِقُونِي ثُمَّ اسْحَقُونِي ثُمَّ اذْرُونِي فِي الرِّيحِ فِي الْبَحْرِ فَوَاللَّهِ لَئِنْ قَدَرَ عَلَيَّ رَبِّي لَيُعَذِّبَنِّي عَذَابًا مَا عُذِّبَهُ أَحَدٌ قَالَ فَفَعَلُوا ذَلِكَ بِهِ فَقَالَ اللَّهُ لِلْأَرْضِ أَدِّي مَا أَخَذْتِ فَإِذَا هُوَ قَائِمٌ فَقَالَ مَا حَمَلَكَ عَلَى مَا صَنَعْتَ قَالَ خَشْيَتُكَ يَا رَبِّ أَوْ مَخَافَتُكَ فَغَفَرَ لَهُ بِذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} berkata {Az Zuhri} berkata kepadaku maukah engkah aku bacakan dua hadits yang menakjubkan. Az Zuhri berkata dari {Humaid bin Abdurrahman bin ‘Auf} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Seorang laki-laki telah berlaku lalim kepada dirinya sendiri, maka ketika ajal datang kepadanya ia mewasiatkan kepada anaknya seraya berkata ‘Jika aku nanti meninggal maka bakarlah mayatku, ambil abu mayatku dan buanglah ke udara dan lautan luas, demi Allah sekiranya Ia mampu pasti Ia akan membangkitkan aku dan menyiksaku dengan siksaaan yang tidak pernah ditimpakan kepada seorang pun.'” Beliau bersabda: “lalu anak-anaknya mengerjakan wasiat tersebut, lalu Allah berfirman kepada bumi: ‘Kumpulkanlah debu yang bersamamu’ kemudian perlahan orang itu bangun, lalu Allah bertanya: ‘Apa yang menjadikan kamu melakukan ini? ‘ dia menjawab ‘Aku takut kepadamu wahai Rabb, ‘ atau dia mengatakan: ‘ketakutanku kepada-Mu.’ Kemuidan Allah pun mengampuninya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 7328

قَالَ الزُّهْرِيُّ وَحَدَّثَنِي حُمَيْدٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ دَخَلَتْ امْرَأَةٌ النَّارَ فِي هِرَّةٍ رَبَطَتْهَا فَلَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا هِيَ أَرْسَلَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ حَتَّى مَاتَتْقَالَ الزُّهْرِيُّ ذَلِكَ أَنْ لَا يَتَّكِلَ رَجُلٌ وَلَا يَيْأَسَ رَجُلٌ
Terjemahan: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya) {Az Zuhri} berkata dan telah menceritakan kepadaku {Humaid} dari {Abu Hurairah} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Ada seorang wanita yang masuk ke dalam neraka karena seekor kucing yang diikatnya, ia tidak memberinya makan dan tidak juga melepaskannya agar bisa makan tetumbuhan atau binatang bumi hingga kucing tersebut meninggal.” Az Zuhri berkata: “yang demikan itu agar seseorang tidak berlepas diri (dengan amalannya) dan tidak juga berputus asa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 7329

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ حَدَّثَنِي أَبُو سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبَّلَ الْحُسَيْنَ بْنَ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا وَالْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ التَّمِيمِيُّ جَالِسٌ فَقَالَ الْأَقْرَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لِي عَشَرَةً مِنْ الْوَلَدِ مَا قَبَّلْتُ إِنْسَانًا مِنْهُمْ قَطُّ قَالَ فَنَظَرَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} telah menceritakan kepadaku {Abu Salamah} dari {Abu Hurairah}, dia berkata bahwa Rasulullah saw. mencium Al Husain bin Ali radliallahu ‘anhuma, sedang Al Aqro` bin Habis At Tamimi yang waktu itu duduk langsung berkata “Wahai Rasulullah, Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak dan aku tidak penah mencium salah seorang dari mereka.” Berkata lalu Rasulullah saw. memandang kearahnya seraya bersabda: “Sesungguhnya orang yang tidak menyayangi tidak akan disayangi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 7330

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ أُمَّ هَانِئٍ بِنْتَ أَبِي طَالِبٍ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ كَبِرْتُ وَلِي عِيَالٌ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ نِسَاءٍ رَكِبْنَ نِسَاءُ قُرَيْشٍ أَحْنَاهُ عَلَى وَلَدٍ فِي صِغَرِهِ وَأَرْعَاهُ عَلَى زَوْجٍ فِي ذَاتِ يَدِهِقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ وَلَمْ تَرْكَبْ مَرْيَمُ بِنْتُ عِمْرَانَ بَعِيرًا حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ ابْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ إِلَّا قَوْلَهُ وَلَمْ تَرْكَبْ مَرْيَمُ بَعِيرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Ibnul Musayyab} dari {Abu Hurairah}, dia berkata bahwa Nabi saw. pernah meminang Ummu Hani` binti Abu Thalib, maka ia berkata “Wahai Rasulullah sesungguhnya saya telah tua dan saya memiliki anak-anak.” Maka Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baik wanita yang berkendara adalah para wanita Quraisy, mereka sangat sayang anak ketika kecilnya dan sangat menjaga amanat dalam menjaga harta suaminya.” Abu Hurairah berkata “dan Maryam binti Imron tidak pernah mengendarai unta.” Telah berbicara kepada kami {Abdurrazzaq}, telah berbicara kepada kami {Ma’mar} dari {Ibnu Thawus} dari {ayahnya} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. sebagaimana dalam hadits diatas, kecuali perkataan Abu Hurairah “dan Maryam tidak pernah mengendarai seekor unta.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 7331

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ ابْنِ الْمُسَيَّبِ وَأَبِي سَلَمَةَ أَوْ أَحَدِهِمَا عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْفَخْرُ وَالْخُيَلَاءُ فِي الْفَدَّادِينَ مِنْ أَهْلِ الْوَبَرِ وَالسَّكِينَةُ فِي أَهْلِ الْغَنَمِ وَالْإِيمَانُ يَمَانٍ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Ibnul Musayyab} dan {Abu Salamah} atau salah satu dari keduanya, dari {Abu Hurairah}, dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sombong dan angkuh ada pada orang-orang yang bersuara kasar dari penduduk badui, ketenangan ada pada para penggembala kambing, iman dari Yaman, dan hikmah juga dari Yaman.”