Sumpah dan Nadzar
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6198
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا فُلَيْحُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ الْحَارِثِ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا يَقُولُأَوَلَمْ يُنْهَوْا عَنْ النَّذْرِ إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ النَّذْرَ لَا يُقَدِّمُ شَيْئًا وَلَا يُؤَخِّرُ وَإِنَّمَا يُسْتَخْرَجُ بِالنَّذْرِ مِنْ الْبَخِيلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Shalih} telah menceritakan kepada kami {Fulaih bin Sulaiman} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Al Harits}, bahwasanya ia mendengar {Ibnu Umar} ra.ma berkata ‘Bukankah mereka dilarang dari nadzar? Sebab Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya nadzar tidak bisa menyegerakan sesuatu dan tidak pula bisa menangguhkannya, hanyasanya nadzar dikeluarkan dari orang bakhil.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6199
حَدَّثَنَا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَنَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّذْرِ وَقَالَ إِنَّهُ لَا يَرُدُّ شَيْئًا وَلَكِنَّهُ يُسْتَخْرَجُ بِهِ مِنْ الْبَخِيلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Khallad bin Yahya} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Murrah} dari {Abdullah bin Umar}, Nabi saw. melarang nadzar dan bersabda: “Nadzar tidak bisa menolak sesuatu, hanyasanya ia dikeluarkan dari orang bakhil.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6200
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَأْتِي ابْنَ آدَمَ النَّذْرُ بِشَيْءٍ لَمْ يَكُنْ قُدِّرَ لَهُ وَلَكِنْ يُلْقِيهِ النَّذْرُ إِلَى الْقَدَرِ قَدْ قُدِّرَ لَهُ فَيَسْتَخْرِجُ اللَّهُ بِهِ مِنْ الْبَخِيلِ فَيُؤْتِي عَلَيْهِ مَا لَمْ يَكُنْ يُؤْتِي عَلَيْهِ مِنْ قَبْلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Yaman} telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} telah menceritakan kepada kami {Abu Az zanad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} menuturkan Nabi saw. bersabda: “Nadzar tidak akan menghantarkan anak adam kepada sesuatu yang tidak ditakdirkan baginya, namun nadzar menghantarkannya kepada takdir yang ditakdirkan baginya, Allah mengeluarkan nadzar dari orang bakhil, sehingga menghantarkannya kepada sesuatu yang belum ia dapatkan sebelumnya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6201
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو جَمْرَةَ حَدَّثَنَا زَهْدَمُ بْنُ مُضَرِّبٍ قَالَ سَمِعْتُ عِمْرَانَ بْنَ حُصَيْنٍ يُحَدِّثُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَيْرُكُمْ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ قَالَ عِمْرَانُ لَا أَدْرِي ذَكَرَ ثِنْتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا بَعْدَ قَرْنِهِ ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ يَنْذِرُونَ وَلَا يَفُونَ وَيَخُونُونَ وَلَا يُؤْتَمَنُونَ وَيَشْهَدُونَ وَلَا يُسْتَشْهَدُونَ وَيَظْهَرُ فِيهِمْ السِّمَنُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Syu’bah} mengatakan, Telah menceritakan kepadaku {Abu Jamrah} telah menceritakan kepada kami {Zahdam bin Mudharrib} mengatakan, aku mendengar {Imran bin Hushain} menceritakan dari Nabi saw. bersabda “Sebaik-baik kalian adalah generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” -Imran berkata ‘Aku tidak tahu penyebutan dua atau tiga kali setelah generasi beliau’, – “kemudian datang suatu kaum yang mereka bernadzar namun tidak mereka penuhi, mereka berkhianat dan tidak dapat dipercaya, mereka bersaksi padahal tidak di minta menjadi saksi, dan nampak tanda mereka adalah kegemukan.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6202
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَاعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلَا يَعْصِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Thalhah bin Abdul Malik} dari {Al Qasim} dari {‘Aisyah} ra., dari Nabi saw., beliau bersabda: “Barangsiapa bernadzar untuk menaati Allah, hendaknya ia menaati-NYA, dan barangsiapa bernadzar untuk bermaksiat kepadaNya, maka janganlah ia perturutkan untuk bermaksiat kepadaNYA.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6203
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُقَاتِلٍ أَبُو الْحَسَنِ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ قَالَيَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي نَذَرْتُ فِي الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ قَالَ أَوْفِ بِنَذْرِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Muqatil Abul Hasan} telah mengabarkan kepada kami {Abdullah} Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Umar} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar}, bahwasanya {Umar} mengatakan ‘wahai Rasulullah, saya bernadzar semasa jahiliyah untuk beri’tikaf dimasjidil haram! ‘ Nabi saw. bersabda: “penuhi nadzarmu!”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6204
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُأَنَّ سَعْدَ بْنَ عُبَادَةَ الْأَنْصَارِيَّ اسْتَفْتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَذْرٍ كَانَ عَلَى أُمِّهِ فَتُوُفِّيَتْ قَبْلَ أَنْ تَقْضِيَهُ فَأَفْتَاهُ أَنْ يَقْضِيَهُ عَنْهَا فَكَانَتْ سُنَّةً بَعْدُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Yaman} Telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhri} mengatakan, telah mengabarkan kepadaku {Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah}, bahwasanya {Abdullah bin Abbas} mengabarkan kepadanya bahwa Sa’d bin Ubadah Al Anshari meminta fatwa kepada Nabi saw. tentang nadzar yang ditanggung ibunya, kemudian ibunya meninggal sebelum memenuhi nadzarnya. Nabi saw. memberinya fatwa agar ia melaksanakan nadzarnya, kemudian hal itu menjadi sunnah.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6205
حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي بِشْرٍ قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَأَتَى رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ إِنَّ أُخْتِي قَدْ نَذَرَتْ أَنْ تَحُجَّ وَإِنَّهَا مَاتَتْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَ عَلَيْهَا دَيْنٌ أَكُنْتَ قَاضِيَهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَاقْضِ اللَّهَ فَهُوَ أَحَقُّ بِالْقَضَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Adam} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Bisyr} mengatakan, aku mendengar {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu ‘Abbas} ra.ma mengatakan Seorang laki-laki mendatangi Nabi saw. dan berujar “Saudariku bernadzar untuk menunaikan haji, namun terburu meninggal.” Maka Nabi saw. bertanya: “Kalaulah dia mempunyai hutang, apakah kamu berkewajiban melunasinya?” ‘iya’ jawabnya. Nabi saw. melanjutkan: “maka Lunasilah (hutang) kepada Allah, karena ia lebih berhak untuk dipenuhi.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6206
حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ مَالِكٍ عَنْ طَلْحَةَ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ وَمَنْ نَذَرَ أَنْ يَعْصِيَهُ فَلَا يَعْصِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Malik} dari {Thalhah bin Abdul Malik} dari {Al Qasim} dari {‘Aisyah} ra. mengatakan, Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa bernadzar untuk menaati Allah, taatilah DIA, dan barangsiapa bernadzar untuk berma’siat kepada-NYA, janganlah berma’siat kepada-NYA.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6207
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ حُمَيْدٍ حَدَّثَنِي ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنْ تَعْذِيبِ هَذَا نَفْسَهُ وَرَآهُ يَمْشِي بَيْنَ ابْنَيْهِوَقَالَ الْفَزَارِيُّ عَنْ حُمَيْدٍ حَدَّثَنِي ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Humaid} telah menceritakan kepadaku {Tsabit} dari {Anas} dari Nabi saw. bersabda: “Allah tidak membutuhkan penyiksaan orang ini terhadap dirinya.” ketika beliau menyaksikan seseorang yang berjalan dengan dipapah diantara kedua anaknya. {Al Fazzari} mengatakan dari {Humaid} telah menceritakan kepadaku {Tsabit} dari {Anas}.