Kafarat Sumpah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sahih Bukhari | Hadits No. : 6214

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ حَدَّثَنَا أَبُو شِهَابٍ عَنْ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَأَتَيْتُهُ يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ادْنُ فَدَنَوْتُ فَقَالَ أَيُؤْذِيكَ هَوَامُّكَ قُلْتُ نَعَمْ قَالَ فِدْيَةٌ مِنْ صِيَامٍ أَوْ صَدَقَةٍ أَوْ نُسُكٍوَأَخْبَرَنِي ابْنُ عَوْنٍ عَنْ أَيُّوبَ قَالَ صِيَامُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَالنُّسُكُ شَاةٌ وَالْمَسَاكِينُ سِتَّةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Yunus} telah menceritakan kepada kami {Abu Syihab} dari {Ibnu ‘Aun} dari {Mujahid} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} dari {Ka’b bin Ujrah} mengatakan, aku mendatangi Nabi saw. dan beliau berkata: “Mendekatlah kesini!” Aku pun mendekat. Nabi bertanya: “Apa kamu merasa terganggu oleh kutumu?” “Iya” jawabku. Nabi bersabda: “Kalau begitu kamu bayar fidyahmu berupa puasa, sedekah atau binatang kurban.” Dan telah mengabarkan kepadaku Ibnu ‘Aun dari Ayyub dengan redaksi “Puasa tiga hari, binatang kurban berupa kambing, atau memberi makan enam orang miskin.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 6215

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُهُ مِنْ فِيهِ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلَكْتُ قَالَ وَمَا شَأْنُكَ قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ قَالَ تَسْتَطِيعُ تُعْتِقُ رَقَبَةً قَالَ لَا قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لَا قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تُطْعِمَ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لَا قَالَ اجْلِسْ فَجَلَسَ فَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ الضَّخْمُ قَالَ خُذْ هَذَا فَتَصَدَّقْ بِهِ قَالَ أَعَلَى أَفْقَرَ مِنَّا فَضَحِكَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ قَالَ أَطْعِمْهُ عِيَالَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri}, Sufyan berkata aku mendengarnya dari mulutnya, dari {Humaid bin Abdurrahman} dari {Abu Hurairah} mengatakan, Seorang lelaki menemui Nabi saw. dan berujar ‘celaka aku! ‘ “kenapa denganmu?” Tanya Nabi, dia Jawab ‘Aku menyetubuhi istriku di bulan Ramadhan.’ Nabi bertanya “mampukah kamu membebaskan seorang budak?” ‘Tidak, ‘ Jawabnya. Tanya Nabi: “Apakah kamu bisa berpuasa dua bulan secara berturut-turut?” ‘Tidak’ jawabnya. Tanya Nabi: “Apakah kamu bisa memberi makan enam puluh orang miskin?” ‘Tidak, ‘ Jawabnya. Nabi bersabda: “Kalau begitu duduklah.” Orang itu pun duduk, dan Nabi membawakan segantang penuh kurma dan berujar: “Ambillah kurma ini dan pergunakanlah untuk bersedekah!” Orang tadi menjawab ‘Apakah kepada orang yang lebih miskin dari kami? ‘ Nabi saw. pun tertawa hingga terlihat gigi serinya dan bersabda: “berilah makan keluargamu dengannya!”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 6216

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَحْبُوبٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلَكْتُ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالَ وَقَعْتُ بِأَهْلِي فِي رَمَضَانَ قَالَ تَجِدُ رَقَبَةً قَالَ لَا قَالَ هَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لَا قَالَ فَتَسْتَطِيعُ أَنْ تُطْعِمَ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لَا قَالَ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ بِعَرَقٍ وَالْعَرَقُ الْمِكْتَلُ فِيهِ تَمْرٌ فَقَالَ اذْهَبْ بِهَذَا فَتَصَدَّقْ بِهِ قَالَ أَعَلَى أَحْوَجَ مِنَّا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَالَّذِي بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَهْلُ بَيْتٍ أَحْوَجُ مِنَّا ثُمَّ قَالَ اذْهَبْ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Mahbub} telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Humaid bin Abdurrahman} dari {Abu Hurairah} ra. menuturkan “Seorang lelaki mendatangi Rasulullah saw. dan berujar ‘celaka aku! ‘ Nabi bertanya “sebab apa itu? ‘ laki-laki itu menjawab: ‘Aku telah menggauli isteriku di bulan ramadhan! ‘ Nabi bertanya: “mampukah kamu memerdekakan budak?” ‘Tidak’ jawabnya. Nabi bertanya lagi: “mampukah kamu berpuasa dua bulan secara berturut-turut?” ‘tidak’ jawabnya. Nabi bertanya lagi: “mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?” ‘Tidak’ jawabnya. (Datanglah) seorang sahabat anshar membawa segantang kurma. -Dan maksud istilah ‘arq adalah rantang yang berisi kurma.- Maka Nabi berkata kepadanya: “Bawalah makanan ini, dan sedekahkanlah!” Lelaki tersebut menjawab ‘Apakah kepada orang yang lebih membutuhkan daripada aku ya Rasulullah? Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, diantara dua lembah ini tidak ada penghuni rumah yang lebih membutuhkan daripada aku.’ Lantas Nabi berujar “Pergilah dan berilah makan keluargamu dengan kurma ini”.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 6217

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلَكْتُ قَالَ وَمَا شَأْنُكَ قَالَ وَقَعْتُ عَلَى امْرَأَتِي فِي رَمَضَانَ قَالَ هَلْ تَجِدُ مَا تُعْتِقُ رَقَبَةً قَالَ لَا قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تَصُومَ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ قَالَ لَا قَالَ فَهَلْ تَسْتَطِيعُ أَنْ تُطْعِمَ سِتِّينَ مِسْكِينًا قَالَ لَا أَجِدُ فَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَرَقٍ فِيهِ تَمْرٌ فَقَالَ خُذْ هَذَا فَتَصَدَّقْ بِهِ فَقَالَ أَعَلَى أَفْقَرَ مِنَّا مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا أَفْقَرُ مِنَّا ثُمَّ قَالَ خُذْهُ فَأَطْعِمْهُ أَهْلَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Maslamah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Humaid} dari {Abu Hurairah} mengatakan seorang lelaki menemui Nabi saw. dan berujar ‘celaka aku! ‘ Nabi bertanya: “ada apa dengan kamu?” jawabnya ‘Aku menggauli isteriku di bulan ramadhan.’ Nabi saw. bertanya: “Apakah engkau mempunyai seorang budak yang bisa kau bebaskan?” ‘tidak’ jawabnya. Nabi bertanya lagi: “Apakah kamu bisa berpuasa selama dua bulan berturut-turut?” ‘Tidak’ Jawabnya. Nabi bertanya lagi: “mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?” ‘tidak’ jawabnya. Kemudian Nabi saw. diberi segantang kurma dan berujar: “Ambilah kurma ini dan bersedekah dengannya!” ia menjawab ‘Apakah kepada orang yang lebih fakir daripada saya? Sungguh diantara dua gunung ini tidak ada orang yang lebih fakir daripada aku!” maka Nabi berujar: “Ambillah dan berilah makan keluargamu dengannya!”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 6218

حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ مَالِكٍ الْمُزَنِيُّ حَدَّثَنَا الْجُعَيْدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ قَالَكَانَ الصَّاعُ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُدًّا وَثُلُثًا بِمُدِّكُمْ الْيَوْمَ فَزِيدَ فِيهِ فِي زَمَنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abi Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Al Qasim bin Malik Al Muzanni} telah menceritakan kepada kami {Al Ju’aid bin Abdurrahman} dari {As Sa`ib bin Yazid} mengatakan Satu sha’ di jaman Nabi saw. adalah setara satu mud ditambah sepertiga mud kalian sekarang, kemudian di jaman Umar bin Abdul ‘Aziz ditambah lagi.

Sahih Bukhari | Hadits No. : 6219

حَدَّثَنَا مُنْذِرُ بْنُ الْوَلِيدِ الْجَارُودِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو قُتَيْبَةَ وَهْوَ سَلْمٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ قَالَ كَانَ ابْنُ عُمَرَيُعْطِي زَكَاةَ رَمَضَانَ بِمُدِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُدِّ الْأَوَّلِ وَفِي كَفَّارَةِ الْيَمِينِ بِمُدِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ أَبُو قُتَيْبَةَ قَالَ لَنَا مَالِكٌ مُدُّنَا أَعْظَمُ مِنْ مُدِّكُمْ وَلَا نَرَى الْفَضْلَ إِلَّا فِي مُدِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ لِي مَالِكٌ لَوْ جَاءَكُمْ أَمِيرٌ فَضَرَبَ مُدًّا أَصْغَرَ مِنْ مُدِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَيِّ شَيْءٍ كُنْتُمْ تُعْطُونَ قُلْتُ كُنَّا نُعْطِي بِمُدِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَفَلَا تَرَى أَنَّ الْأَمْرَ إِنَّمَا يَعُودُ إِلَى مُدِّ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mundzir bin Walid Al Jarudi} telah menceritakan kepada kami {Abu Qutaibah yakni Salam} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Nafi’} mengatakan, {Ibnu Umar} membayar zakat Ramadhan dengan takaran mud Nabi saw., yaitu mud di masa permulaan, dan membayar kaffarat sumpah dengan ukuran mud Nabi saw. Abu Qutaibah berkata Malik mengatakan kepada kami ‘mud kami jauh lebih besar daripada mud kalian, dan kami sependapat tak ada tambahan selain pada mud Nabi saw.’ Sedang Malik mengatakan kepadaku ‘Kalau seorang amir datang kepada kalian, kemudian menetapkan ukuran mudd yang jauh lebih kecil daripada mudd Nabi saw., dengan takaran mana kalian membayarnya? ‘ aku menjawab ‘kami membayarnya dengan takaran mudd Nabi saw.’ ia mengatakan ‘Bukankah kamu sependapat bahwa urusan hanyasanya kembali kepada mudd Nabi saw.? ‘

Sahih Bukhari | Hadits No. : 6220

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ إِسْحَاقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مِكْيَالِهِمْ وَصَاعِهِمْ وَمُدِّهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yusuf} telah mengabarkan kepada kami {Malik} dari {Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah} dari {Anas bin Malik}, bahwasanya Rasulullah saw. pernah memanjatkan doa: “Ya Allah, berilah mereka barakah dalam takaran mereka, sha’ mereka, dan mud mereka.”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 6221

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ أَبِي غَسَّانَ مُحَمَّدِ بْنِ مُطَرِّفٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَلِيِّ بْنِ حُسَيْنٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ مَرْجَانَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَعْتَقَ رَقَبَةً مُسْلِمَةً أَعْتَقَ اللَّهُ بِكُلِّ عُضْوٍ مِنْهُ عُضْوًا مِنْ النَّارِ حَتَّى فَرْجَهُ بِفَرْجِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdurrahim} telah menceritakan kepada kami {Dawud bin Rasyid} telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Muslim} dari {Abu Ghassan Muhammad bin Mutharrif} dari {Zaid bin Aslam} dari {Ali bin Husain} dari {Sa’id bin Mirjanah} dari {Abu Hurairah}, dari Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa membebaskan budak muslim, Allah membebaskan setiap anggota tubuhnya karena anggota tubuh yang dibebaskannya dari neraka, hingga Allah membebaskan kemaluannya dari neraka, karena kemaluannya”

Sahih Bukhari | Hadits No. : 6222

حَدَّثَنَا أَبُو النُّعْمَانِ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَمْرٍو عَنْ جَابِرٍأَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ دَبَّرَ مَمْلُوكًا لَهُ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُ فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَنْ يَشْتَرِيهِ مِنِّي فَاشْتَرَاهُ نُعَيْمُ بْنُ النَّحَّامِ بِثَمَانِ مِائَةِ دِرْهَمٍ فَسَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ عَبْدًا قِبْطِيًّا مَاتَ عَامَ أَوَّلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nu’man} telah mengabarkan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {Amru} dari {Jabir}, ada seorang laki-laki Anshar menjanjikan kemerdekaan budaknya jika ia meninggal (mudabbar) padahal ia tidak mempunyai harta selainnya, hal itu sampai kepada Nabi saw., maka beliau bersabda: “Siapa yang mau membelinya dariku?” Budak itu kemudian dibeli oleh Nu’aim bin Nahham seharga delapan ratus dirham. Kemudian aku mendengar Jabir bin Abdullah mengatakan ‘budak qibthi yang meninggal pada tahun pertama.’

Sahih Bukhari | Hadits No. : 6223

حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّهَا أَرَادَتْ أَنْ تَشْتَرِيَ بَرِيرَةَ فَاشْتَرَطُوا عَلَيْهَا الْوَلَاءَ فَذَكَرَتْ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ اشْتَرِيهَا فَإِنَّمَا الْوَلَاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Hakam} dari {Ibrahim} dari {Al Aswad} dari {Aisyah}, bahwa dia ingin membeli Barirah, namun mereka mensyaratkan wala’ tetap ada pada mereka, maka Aisyah mengadukan kasus tersebut kepada Nabi saw., maka beliau bersabda: ‘Belilah dia, sedang wala’ adalah hak bagi yang membeli.”