Fara’idh
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6248
حَدَّثَنَا مَحْمُودٌ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي حَصِينٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ فَمَنْ مَاتَ وَتَرَكَ مَالًا فَمَالُهُ لِمَوَالِي الْعَصَبَةِ وَمَنْ تَرَكَ كَلًّا أَوْ ضَيَاعًا فَأَنَا وَلِيُّهُ فَلِأُدْعَى لَهُ الْكَلُّ الْعِيَالُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mahmud} telah mengabarkan kepada kami {Ubaidullah} dari {Israil} dari {Abu Hushain} dari {Abu Shalih} dari {Abu Hurairah} ra. mengatakan Rasulullah saw. bersabda: “Saya lebih berhak menanggung urusan orang-orang mukmin daripada mereka sendiri, maka siapa mati dan meninggalkanharta maka hartanya untuk ahliwarisnya yang ashabah, dan barangsiapa meninggalkan hutang atau anak yang terlantar, saya walinya, maka hendaknya memanggil saya untuk menanggung hutangnya dan anak-anaknya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6249
حَدَّثَنَا أُمَيَّةُ بْنُ بِسْطَامٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ عَنْ رَوْحٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ طَاوُسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَلْحِقُوا الْفَرَائِضَ بِأَهْلِهَا فَمَا تَرَكَتْ الْفَرَائِضُ فَلِأَوْلَى رَجُلٍ ذَكَرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Umayyah bin Bistham} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} dari {Rauh} dari {Abdullah bin Thawus} dari {ayahnya} dari {Ibnu ‘Abbas} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Berikanlah bagian fara`idh (warisan yang telah ditetapkan) kepada yang berhak, maka bagian yang tersisa bagi pewaris lelaki yang paling dekat (nasabnya).”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6250
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ قُلْتُ لِأَبِي أُسَامَةَ حَدَّثَكُمْ إِدْرِيسُ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ{ وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَالِيَ }{ وَالَّذِينَ عَاقَدَتْ أَيْمَانُكُمْ }قَالَ كَانَ الْمُهَاجِرُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَرِثُ الْأَنْصَارِيُّ الْمُهَاجِرِيَّ دُونَ ذَوِي رَحِمِهِ لِلْأُخُوَّةِ الَّتِي آخَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَهُمْ فَلَمَّا نَزَلَتْ{ وَلِكُلٍّ جَعَلْنَا مَوَالِيَ }قَالَ نَسَخَتْهَا{ وَالَّذِينَ عَاقَدَتْ أَيْمَانُكُمْ }
Terjemahan: telah menceritakan kepadaku {Ishaq bin Ibrahim} mengatakan, aku berkata kepada {Abu Usamah}, telah menceritakan kepadamu {Idris}, telah menceritakan kepada kami {Thalhah} dari {Sa’id bin Jubair} dari {Ibnu ‘Abbas}, mengenai ayat: “WALIKULLIN JA’ALNAA MAWAALIYA (bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya” (QS. ANnisa’ 33) “WALLADZIINA ‘AAQADAT AIMAANAKUM (Dan jika ada orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka, maka berilah kepada mereka bagiannya” (QS. ANnisa 33) dia berkata ‘Dahulu orang-orang muhajirin ketika datang ke Madinah, orang anshar mewarisi orang muhajirin yang bukan kerabatnya, dengan pertimbangan ukhuwah yang dibangun oleh Nabi saw. diantara mereka, maka tatkala turun ayat: “WALIKULLIN JA’ALNAA MAWAALIYA (bagi tiap-tiap harta peninggalan dari harta yang ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, Kami jadikan pewaris-pewarisnya” (QS. Annisa’ 33), Allah menghapusnya dengan ayat: “WALLADZIINA ‘AAQADAT AIMAANAKUM (Dan jika ada orang-orang yang kamu telah bersumpah setia dengan mereka” (QS. ANnisa 33).
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6251
حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ قَزَعَةَ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَاأَنَّ رَجُلًا لَاعَنَ امْرَأَتَهُ فِي زَمَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَانْتَفَى مِنْ وَلَدِهَا فَفَرَّقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَهُمَا وَأَلْحَقَ الْوَلَدَ بِالْمَرْأَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Qoza’ah} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} ra.ma ada seorang lelaki meli’an isterinya di zaman Rasulullah saw. dan tidak mengakui anaknya, maka Nabi saw. memisah keduanya dan memasrahkan anak kepada si wanita (ibu bayi).
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6252
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْكَانَ عُتْبَةُ عَهِدَ إِلَى أَخِيهِ سَعْدٍ أَنَّ ابْنَ وَلِيدَةِ زَمْعَةَ مِنِّي فَاقْبِضْهُ إِلَيْكَ فَلَمَّا كَانَ عَامَ الْفَتْحِ أَخَذَهُ سَعْدٌ فَقَالَ ابْنُ أَخِي عَهِدَ إِلَيَّ فِيهِ فَقَامَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ فَقَالَ أَخِي وَابْنُ وَلِيدَةِ أَبِي وُلِدَ عَلَى فِرَاشِهِ فَتَسَاوَقَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَعْدٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ ابْنُ أَخِي قَدْ كَانَ عَهِدَ إِلَيَّ فِيهِ فَقَالَ عَبْدُ بْنُ زَمْعَةَ أَخِي وَابْنُ وَلِيدَةِ أَبِي وُلِدَ عَلَى فِرَاشِهِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هُوَ لَكَ يَا عَبْدُ بْنَ زَمْعَةَ الْوَلَدُ لِلْفِرَاشِ وَلِلْعَاهِرِ الْحَجَرُ ثُمَّ قَالَ لِسَوْدَةَ بِنْتِ زَمْعَةَ احْتَجِبِي مِنْهُ لِمَا رَأَى مِنْ شَبَهِهِ بِعُتْبَةَ فَمَا رَآهَا حَتَّى لَقِيَ اللَّهَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yusuf} Telah mengabarkan kepada kami {Malik} dari {Ibnu Syihab} dari {Urwah} dari {Aisyah} ra. mengatakan ‘Utbah berpesan kepada saudaranya Sa’d, bahwa ‘putra dari hamba sahaya Zam’ah adalah dariku, maka ambilah dia.’ Di hari penaklukan Makkah, Sa’d mengambilnya dengan mengatakan ‘Ini adalah putra saudaraku, ia berpesan kepadaku tentangnya.’ Maka berdirilah Abd bin Zam’ah seraya mengatakan ‘(dia) saudaraku, dan putra dari hamba sahaya ayahku, dilahirkan diatas ranjangnya.’ Maka Nabi saw. bersabda: “Dia bagimu wahai Abd bin Zam’ah, anak bagi pemilik ranjang dan bagi pezinah adalah batu (rajam).” Kemudian Nabi bersabda kepada Saudah binti Zam’ah: “hendaklah engkau berhijab darinya, ” beliau melihat kemiripannya dengan ‘Utbah, sehingga anak laki-laki itu tak pernah lagi melihat Saudah hingga ia meninggal.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6253
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْوَلَدُ لِصَاحِبِ الْفِرَاشِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} dari {Yahya} dari {Syu’bah} dari {Muhamad bin Ziyad} bahwasanya ia mendengar {Abu Hurairah} dari Nabi saw. bersabda: “Anak adalah bagi pemilik ranjang.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6254
حَدَّثَنَا حَفْصُ بْنُ عُمَرَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْاشْتَرَيْتُ بَرِيرَةَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْتَرِيهَا فَإِنَّ الْوَلَاءَ لِمَنْ أَعْتَقَ وَأُهْدِيَ لَهَا شَاةٌ فَقَالَ هُوَ لَهَا صَدَقَةٌ وَلَنَا هَدِيَّةٌقَالَ الْحَكَمُ وَكَانَ زَوْجُهَا حُرًّا وَقَوْلُ الْحَكَمِ مُرْسَلٌ وَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ رَأَيْتُهُ عَبْدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hafsh bin Umar} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Hakam} dari {Ibrahim} dari {Al Aswad} dari {Aisyah} mengatakan aku membeli Barirah, Nabi saw. bersabda: “belilah ia, dan wala` milik orang yang memerdekakannya.” kemudian Barirah diberi hadiah seekor kambing, dan Nabi bersabda: “Kambing itu baginya sedekah dan bagi kita sebagai hadiah.” Al Hakam mengatakan ‘Ketika itu suami Barirah orang merdeka.’ Ucapan Al Hakam ini mursal, dan Ibnu Abbas mengatakan ‘setahu saya dia budak.’
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6255
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْوَلَاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Abdullah} mengatakan telah menceritakan kepadaku {Malik} dari {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} dari Nabi saw. bersabda: “Wala’ menjadi milik orang yang memerdekakan.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6256
حَدَّثَنَا قَبِيصَةُ بْنُ عُقْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي قَيْسٍ عَنْ هُزَيْلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَإِنَّ أَهْلَ الْإِسْلَامِ لَا يُسَيِّبُونَ وَإِنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ كَانُوا يُسَيِّبُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qabishah bin ‘Uqbah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abu Qais} dari {Huzail} dari {Abdullah} mengatakan ‘Pemeluk Islam tidak sepantasnya melakukan saibah, karena pemeluk jahiliyah melakukan saibah.’
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6257
حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَااشْتَرَتْ بَرِيرَةَ لِتُعْتِقَهَا وَاشْتَرَطَ أَهْلُهَا وَلَاءَهَا فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي اشْتَرَيْتُ بَرِيرَةَ لِأُعْتِقَهَا وَإِنَّ أَهْلَهَا يَشْتَرِطُونَ وَلَاءَهَا فَقَالَ أَعْتِقِيهَا فَإِنَّمَا الْوَلَاءُ لِمَنْ أَعْتَقَ أَوْ قَالَ أَعْطَى الثَّمَنَ قَالَ فَاشْتَرَتْهَا فَأَعْتَقَتْهَا قَالَ وَخُيِّرَتْ فَاخْتَارَتْ نَفْسَهَا وَقَالَتْ لَوْ أُعْطِيتُ كَذَا وَكَذَا مَا كُنْتُ مَعَهُ قَالَ الْأَسْوَدُ وَكَانَ زَوْجُهَا حُرًّاقَوْلُ الْأَسْوَدِ مُنْقَطِعٌ وَقَوْلُ ابْنِ عَبَّاسٍ رَأَيْتُهُ عَبْدًا أَصَحُّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Manshur} dari {Ibrahim} dari {Al Aswad} bahwasanya {‘Aisyah} ra. membeli Barirah untuk ia merdekakan, namun pemiliknya memberi syarat bahwa wala`nya tetap milik mereka. Maka Aisyah berkata ‘Wahai Rasulullah, saya ingin membeli Barirah untuk saya merdekakan, namun pemiliknya memberi syarat wala`nya tetap milik mereka! ‘ Maka Nabi bersabda: “Merdekakanlah dia, sesungguhnya wala` milik orang yang memerdekakan!” atau beliau bersabda dengan redaksi: “bagi orang yang membayar harganya.” Selanjutnya Aisyah membelinya dan memerdekakannya. Kata Aswad ‘Barirah disuruh memilih untuk tetap bersama suaminya atau bercerai, dan ia memilih merdeka dan berkata ‘Kalaulah aku diberi begini-begini, saya tidak ingin tetap bersamanya! ‘ Al Aswad mengatakan ‘suaminya merdeka.’ Ucapan Al Aswad terputus, dan Ucapan Ibnu Abbas ‘menurut saya suaminya budak’ adalah lebih sahih.