Diyat
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6374
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ حَدَّثَنَا نَافِعُ بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبْغَضُ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ ثَلَاثَةٌ مُلْحِدٌ فِي الْحَرَمِ وَمُبْتَغٍ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ وَمُطَّلِبُ دَمِ امْرِئٍ بِغَيْرِ حَقٍّ لِيُهَرِيقَ دَمَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Yaman} Telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} dari {‘Abdullah bin Abu Husain} telah menceritakan kepada kami {Nafi’ bin Jubair} dari {Ibnu Abbas}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Manusia yang paling dimurkai Allah ada tiga, Orang yang melakukan pelanggaran di tanah haram, orang yang mencari-cari perilaku jahiliyah padahal telah masuk Islam, dan memburu darah seseorang tanpa alasan yang dibenarkan untuk menumpahkan darahnya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6375
حَدَّثَنَا فَرْوَةُ بْنُ أَبِي الْمَغْرَاءِ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ هُزِمَ الْمُشْرِكُونَ يَوْمَ أُحُدٍ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مَرْوَانَ يَحْيَى بْنُ أَبِي زَكَرِيَّاءَ يَعْنِي الْوَاسِطِيَّ عَنْ هِشَامٍ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْصَرَخَ إِبْلِيسُ يَوْمَ أُحُدٍ فِي النَّاسِ يَا عِبَادَ اللَّهِ أُخْرَاكُمْ فَرَجَعَتْ أُولَاهُمْ عَلَى أُخْرَاهُمْ حَتَّى قَتَلُوا الْيَمَانِ فَقَالَ حُذَيْفَةُ أَبِي أَبِي فَقَتَلُوهُ فَقَالَ حُذَيْفَةُ غَفَرَ اللَّهُ لَكُمْ قَالَ وَقَدْ كَانَ انْهَزَمَ مِنْهُمْ قَوْمٌ حَتَّى لَحِقُوا بِالطَّائِفِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Farwah bin Abil Maghra’} telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Mushir} dari {Hisyam} dari {Ayahnya} dari {Aisyah} kaum musyrikin lari tunggang langgang dalam perang Uhud -lewat jalur periwayatan lain– telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin harb} telah menceritakan kepada kami {Abu marwan Yahya bin Abi Zakariya alias Al Wasthi} dari {Hisyam} dari {‘Urwah} dari {Aisyah} ra.ma mengatakan Pada hari Uhud Iblis berteriak ditengah-tengah pasukan musuh seraya mengatakan ‘wahai hanba-hamba Allah, awas barisan belakang kalian, ‘ sehingga pasukan depan berbalik ke belakang sehingga mereka membunuh Al Yaman, dan Khudzaifah berteriak-teriak ‘itu ayahku, itu ayahku! ‘ lantas Khudzaifah mengatakan ‘Kiranya Allah mengampuni kalian.’ kaum musyrikin lari tunggang langgang hingga diantara mereka ada yang lari ke Thaif.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6376
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ أَخْبَرَنَا حَبَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ حَدَّثَنَا أَنَسُ بْنُ مَالِكٍأَنَّ يَهُودِيًّا رَضَّ رَأْسَ جَارِيَةٍ بَيْنَ حَجَرَيْنِ فَقِيلَ لَهَا مَنْ فَعَلَ بِكِ هَذَا أَفُلَانٌ أَفُلَانٌ حَتَّى سُمِّيَ الْيَهُودِيُّ فَأَوْمَأَتْ بِرَأْسِهَا فَجِيءَ بِالْيَهُودِيِّ فَاعْتَرَفَ فَأَمَرَ بِهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرُضَّ رَأْسُهُ بِالْحِجَارَةِ وَقَدْ قَالَ هَمَّامٌ بِحَجَرَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ishaq} telah mengabarkan kepada kami {Habban} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah mengabarkan kepada kami {Qatadah} telah menceritakan kepada kami {Anas bin Malik}, ada seorang yahudi meretakkan hamba sahaya dengan menjepit diantara dua batu. Si hamba sahaya ditanya ‘sebutkan siapa yang membunuhmu, apakah fulan dan fulan, ‘ hingga disebutlah nama seorang yahudi, dan si hamba sahaya mengiyakan dengan mengisyaratkan kepalanya. Si yahudi ditahan dan mengakui perbuatannya. Nabi saw. memerintahkan agar si yahudi diseret kepadanya dan beliau memecah kepalanya dengan batu. Sedang Hamam mengatakan dengan redaksi ‘dengan dua batu’.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6377
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَتَلَ يَهُودِيًّا بِجَارِيَةٍ قَتَلَهَا عَلَى أَوْضَاحٍ لَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Zurai’} telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik} ra. bahwasanya Nabi saw. pernah membunuh seorang yahudi karena membunuh hamba sahaya yang ingin ia rampas anting-antingnya.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6378
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَلِيِّ بْنِ بَحْرٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ أَبِي عَائِشَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْلَدَدْنَا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَرَضِهِ فَقَالَ لَا تُلِدُّونِي فَقُلْنَا كَرَاهِيَةُ الْمَرِيضِ لِلدَّوَاءِ فَلَمَّا أَفَاقَ قَالَ لَا يَبْقَى أَحَدٌ مِنْكُمْ إِلَّا لُدَّ غَيْرَ الْعَبَّاسِ فَإِنَّهُ لَمْ يَشْهَدْكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Amru bin Ali bin Bahr} telah menceritakan kepada kami {Yahya} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {Musa bin Abi Aisyah} dari {Ubaidullah bin Abdillah} dari {Aisyah} ra., mengatakan Pernah kami memasukkan obat di mulut Nabi saw. ketika sakitnya, namun beliau berpesan: “Janganlah kalian memasukkan obat dalam mulutku!” Kami hanya saling mengatakan ‘Itu hanyalah kebiasaan orang sakit yang enggan minum obat’. Ketika beliau sadar, beliau bersabda: “Tidak ada diantara kalian kecuali mulutnya harus diminumi obat, kecuali Abbas, sebab ia tidak ikut serta bersama kalian.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6379
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ أَنَّ الْأَعْرَجَ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ إِنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ نَحْنُ الْآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul yaman} telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zanad}, bahwasanya {Al A’raj} menceritakan kepadanya, bahwa {Abu Hurairah} berkata dirinya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Kami adalah orang-orang terkemudian (generasi pungkasan) di dunia, namun menjadi orang-orang pemula (angkatan pemula) yang masuk surga di hari kiamat.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6380
وَبِإِسْنَادِهِ لَوْ اطَّلَعَ فِي بَيْتِكَ أَحَدٌ وَلَمْ تَأْذَنْ لَهُ خَذَفْتَهُ بِحَصَاةٍ فَفَقَأْتَ عَيْنَهُ مَا كَانَ عَلَيْكَ مِنْ جُنَاحٍ
Terjemahan: (Masih dari jalur periwayatan yang sama dengan hadits sebelumnya -dari {Abu Hurairah}-) “Jika seseorang mengintip rumahmu padahal kamu tidak mengijinkannya, lalu kamu melemparnya dengan batu sehingga membutakan matanya, kamu tidak mendapat dosa karenanya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6381
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ حُمَيْدٍأَنَّ رَجُلًا اطَّلَعَ فِي بَيْتِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَدَّدَ إِلَيْهِ مِشْقَصًا فَقُلْتُ مَنْ حَدَّثَكَ قَالَ أَنَسُ بْنُ مَالِكٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Humaid}, ada seorang laki-laki mengintip rumah Nabi saw., maka beliau memperlihatkan anak panahnya kepadanya. Saya (Yahya Al Qaththan) bertanya ‘Siapa yang menceritakan hadits ini kepadamu? ‘ Humaid menjawab {Anas bin Malik}.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6382
حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا أَبُو أُسَامَةَ قَالَ هِشَامٌ أَخْبَرَنَا عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْلَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ هُزِمَ الْمُشْرِكُونَ فَصَاحَ إِبْلِيسُ أَيْ عِبَادَ اللَّهِ أُخْرَاكُمْ فَرَجَعَتْ أُولَاهُمْ فَاجْتَلَدَتْ هِيَ وَأُخْرَاهُمْ فَنَظَرَ حُذَيْفَةُ فَإِذَا هُوَ بِأَبِيهِ الْيَمَانِ فَقَالَ أَيْ عِبَادَ اللَّهِ أَبِي أَبِي قَالَتْ فَوَاللَّهِ مَا احْتَجَزُوا حَتَّى قَتَلُوهُ قَالَ حُذَيْفَةُ غَفَرَ اللَّهُ لَكُمْقَالَ عُرْوَةُ فَمَا زَالَتْ فِي حُذَيْفَةَ مِنْهُ بَقِيَّةُ خَيْرٍ حَتَّى لَحِقَ بِاللَّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Ishaq bin manshur} telah mengabarkan kepada kami {Abu Usamah}, {Hisyam} mengatakan, ia mengabarkan kepada kami dari {Ayahnya} dari {‘Aisyah}, mengatakan, Dalam perang Uhud kaum musyrikin kocar kacir dan Iblis berseru ‘hai hamba Allah, awas barisan belakang kalian! ‘ Maka pasukan depan kaum musyrikin berbalik kearah belakang sehingga tubrukan sesama mereka tak terelakkan. Lantas Hudzaifah melihat anggota pasukan satu persatu, dan dia dapatkan ayahnya, Al Yaman. Maka ia berseru: ‘hai hamba Allah, awas itu ayahku, awas itu ayahku! ‘ Aisyah berkata Demi Allah, kaum muslimin tak sabar menahan diri hingga mereka membunuh ayahnya. Khudzaifah kemudian mengatakan ‘Semoga Allah mengampuni kalian.’ ‘Urwah berkomentar pada diri Khudzaifah tiada henti tertanam sifat-sifat kebaikan hingga ia menjumpai Allah.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6383
حَدَّثَنَا الْمَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي عُبَيْدٍ عَنْ سَلَمَةَ قَالَخَرَجْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى خَيْبَرَ فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ أَسْمِعْنَا يَا عَامِرُ مِنْ هُنَيْهَاتِكَ فَحَدَا بِهِمْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ السَّائِقُ قَالُوا عَامِرٌ فَقَالَ رَحِمَهُ اللَّهُ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلَّا أَمْتَعْتَنَا بِهِ فَأُصِيبَ صَبِيحَةَ لَيْلَتِهِ فَقَالَ الْقَوْمُ حَبِطَ عَمَلُهُ قَتَلَ نَفْسَهُ فَلَمَّا رَجَعْتُ وَهُمْ يَتَحَدَّثُونَ أَنَّ عَامِرًا حَبِطَ عَمَلُهُ فَجِئْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا نَبِيَّ اللَّهِ فَدَاكَ أَبِي وَأُمِّي زَعَمُوا أَنَّ عَامِرًا حَبِطَ عَمَلُهُ فَقَالَ كَذَبَ مَنْ قَالَهَا إِنَّ لَهُ لَأَجْرَيْنِ اثْنَيْنِ إِنَّهُ لَجَاهِدٌ مُجَاهِدٌ وَأَيُّ قَتْلٍ يَزِيدُهُ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Makki bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abi ‘Ubaid} dari {Salamah bin Al Akwa’} mengatakan, Dahulu kami berangkat bersama Nabi saw. ke Khaibar. Salah seorang pasukan berujar ‘Wahai Amir, perdengarkan syair-syairmu kepada kami! ‘ Lantas Amir Ibn Al Akwa’ memperdengarkan bait-bait syairnya sehingga terdengar oleh mereka. Selanjutnya Nabi saw. bertanya “Siapa yang menggiring unta-unta kita?” ‘Sahabat kita, Amir bin Al akwa’ Jawab para sahabat. Nabi Terus memanjatkan doa: “Semoga Allah merahmati dia!” Para sahabat berujar ‘Ya Rasulullah, apakah engkau memberi kami kenyamanan lewat perantaraannya’ pagi harinya ia meninggal, selanjutnya para sahabat berkomentar (mengenai peristiwa ‘Amir) ‘Sungguh amir sia-sia amalnya, ia telah membunuh dirinya.’ Ketika aku pulang, para sahabat berbincang-bincang dengan mengatakan bahwa Amir bin Al Akwa’ sia-sia amalnya karena telah membunuh dirinya sendiri. Maka kudatangi Nabi saw. dan aku berkata ‘ya Nabiyullah, demi ayahku dan ibuku menjadi tebusanmu, orang-orang beranggapan bahwa saudaraku, Amir, sia-sia amalnya! ‘ maka Beliau bersabda: “Bohong semua yang mengatakan seperti itu, bahkan ia memperoleh dua pahala, sungguh ia orang yang bersungguh-sungguh sekaligus menjadi mujahid, mana ada pembunuhan yang lebih sadis dari seperti yang dialaminya?”