Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15067
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا سَمِعْتُمْ الْمُنَادِيَ يُثَوِّبُ بِالصَّلَاةِ فَقُولُوا كَمَا يَقُولُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Zabban} dari {Sahl bin Mu’adz} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Jika kalian mendengar seorang muadzin mengucapkan bacaan tatswib maka ucapkanlah sebagaimana yang dia ucapkan”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15068
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ زَبَّانَ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ الضَّاحِكُ فِي الصَّلَاةِ وَالْمُلْتَفِتُ وَالْمُفَقِّعُ أَصَابِعَهُ بِمَنْزِلَةٍ وَاحِدَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Zabban} dari {Sahl bin Mu’adz} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Orang yang tertawa, menoleh, dan meraba-raba dengan jari-jarinya ketika shalat, kesemuanya adalah sama”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15069
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ حَدَّثَنَا سَهْلٌ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ أَمَرَ أَصْحَابَهُ بِالْغَزْوِ وَأَنَّ رَجُلًا تَخَلَّفَ وَقَالَ لِأَهْلِهِ أَتَخَلَّفُ حَتَّى أُصَلِّيَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الظُّهْرَ ثُمَّ أُسَلِّمَ عَلَيْهِ وَأُوَدِّعَهُ فَيَدْعُوَ لِي بِدَعْوَةٍ تَكُونُ شَافِعَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَلَمَّا صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَقْبَلَ الرَّجُلُ مُسَلِّمًا عَلَيْهِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَدْرِي بِكَمْ سَبَقَكَ أَصْحَابُكَ قَالَ نَعَمْ سَبَقُونِي بِغَدْوَتِهِمْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ سَبَقُوكَ بِأَبْعَدِ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقَيْنِ وَالْمَغْرِبَيْنِ فِي الْفَضِيلَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Zabban} telah menceritakan kepada kami {Sahl} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw. beliau menyuruh kepada para sahabatnya untuk berperang. Namun ada seseorang yang berbalik kebelakang dan berkata kepada keluarganya, saya akan berangkat di belakang hingga saya dapat Shalat dhuhur bersama Rasulullah saw. Lalu saya mengucapkan salam kepada beliau, dan saya menitipkan pesan agar beliau mendo’akan dengan do’a yang akan menjadi syafaat pada hari kiamat. Tatkala Nabi saw. Shalat, maka orang itu menemui Rasulullah saw. dan mengucapkan salam kepada beliau. Lalu (Rasulullah saw.) bersabda kepadanya, “Apakah kau tahu berapa banyakkah sahabatmu mendahuluimu pahalamu”. Dia menjawab, “Ya, mereka mendahuluiku dengan keberangkatan mereka menuju peperangan” Rasulullah saw. bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, mereka telah mendahuluimu dengan keutamakan yang jaraknya lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15070
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَعَدَ فِي مُصَلَّاهُ حِينَ يُصَلِّي الصُّبْحَ حَتَّى يُسَبِّحَ الضُّحَى لَا يَقُولُ إِلَّا خَيْرًا غُفِرَتْ لَهُ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ أَكْثَرَ مِنْ زَبَدِ الْبَحْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Zabban} dari {Sahl bin Mu’adz} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Barangsiapa yang duduk di tempat shalatnya ketika shalat subuh sampai waktu dhuha, dia tidak mengucapkan kecuali perkataan yang baik, niscaya kesalahannya diampuni walaupun jumlahnya lebih banyak daripada buih di lautan”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15071
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ بْنُ فَائِدٍ عَنْ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ لِمَ سَمَّى اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِبْرَاهِيمَ خَلِيلَهُ الَّذِي وَفَّى لِأَنَّهُ كَانَ يَقُولُ كُلَّمَا أَصْبَحَ وَأَمْسَى{ فَسُبْحَانَ اللَّهِ حِينَ تُمْسُونَ وَحِينَ تُصْبِحُونَ }حَتَّى يَخْتِمَ الْآيَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Zabban bin Fa’id} dari {Sahl} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw. beliau bersabda: maukah saya beritahukan kepada kalian, kenapa Allah Tabaraka Wa Ta’ala memberi nama Ibrahim sebagai kekasih-Nya yang memenuhi (perintah-Nya)?. Karena setiap pagi atau sore dia memanjatkan doa ‘Maha Suci Allah di waktu kamu berada di petang hari dan waktu kamu berada di waktu pagi’ sampai akhir ayat.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15072
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ إِذَا نَفَرَ{ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ }إِلَى آخِرِ السُّورَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Zabban} dari {Sahl bin Mu’adz} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw., jika beliau hendak berangkat berperang beliau membaca doa ‘Dan Katakanlah: “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya..” sampai akhir ayat.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15073
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ قَرَأَ أَوَّلَ سُورَةِ الْكَهْفِ وَآخِرَهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا مِنْ قَدَمِهِ إِلَى رَأْسِهِ وَمَنْ قَرَأَهَا كُلَّهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا مَا بَيْنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Zabban} dari {Sahl bin Mu’adz} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw. beliau bersabda: “Barangsiapa membaca awal surat Al Kahfi dan akhirnya, dia mendapatkan cahaya dari kaki sampai kepalanya. Barangsiapa membaca semuanya, dia mendapatkan cahaya antara langit dan bumi”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15074
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ حَدَّثَنَا سَهْلٌ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الْجَفَاءُ كُلُّ الْجَفَاءِ وَالْكُفْرُ وَالنِّفَاقُ مَنْ سَمِعَ مُنَادِيَ اللَّهِ يُنَادِي بِالصَّلَاةِ يَدْعُو إِلَى الْفَلَاحِ وَلَا يُجِيبُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Zabban} telah menceritakan kepada kami {Sahl} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw. beliau bersabda: ” Yang dianggap sekasar-kasarnya orang, sekufur-kufurnya orang, senifak-nifaknya orang adalah yang mendengar penyeru Allah menyerukan adzan untuk shalat, namun ia tak mau mendatanginya.’
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15075
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ عَنْ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزَالُ الْأُمَّةُ عَلَى الشَّرِيعَةِ مَا لَمْ يَظْهَرْ فِيهَا ثَلَاثٌ مَا لَمْ يُقْبَضْ الْعِلْمُ مِنْهُمْ وَيَكْثُرْ فِيهِمْ وَلَدُ الْحِنْثِ وَيَظْهَرْ فِيهِمْ الصَّقَّارُونَ قَالَ وَمَا الصَّقَّارُونَ أَوْ الصَّقْلَاوُونَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بَشَرٌ يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ تَحِيَّتُهُمْ بَيْنَهُمْ التَّلَاعُنُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Zabban} dari {Sahl} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw., “Umat Islam akan tetap berada di atas syariat selama tidak muncul tiga hal di kalangan mereka: Selama ilmu belum dicabut, banyak dijumpai pada mereka anak-anak orang banci, dan muncul shoqqorun. Ada yang bertanya ‘Apa maksud shoqqorun atau shoqlawun itu Wahai Rasulullah?. Beliau menjawab, manusia yang hidup di akhir zaman sedang kata sapaan di antara mereka saling melaknat”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15076
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا زَبَّانُ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ مَرَّ عَلَى قَوْمٍ وَهُمْ وُقُوفٌ عَلَى دَوَابَّ لَهُمْ وَرَوَاحِلَ فَقَالَ لَهُمْ ارْكَبُوهَا سَالِمَةً وَدَعُوهَا سَالِمَةً وَلَا تَتَّخِذُوهَا كَرَاسِيَّ لِأَحَادِيثِكُمْ فِي الطُّرُقِ وَالْأَسْوَاقِ فَرُبَّ مَرْكُوبَةٍ خَيْرٌ مِنْ رَاكِبِهَا وَأَكْثَرُ ذِكْرًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} telah menceritakan kepada kami {Zabban} dari {Sahl bin Mu’adz} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw. pernah melewati suatu kaum yang mereka sedang berhenti pada hewan kendaraan atau hewan tunggangan. Lalu beliau bersabda kepada mereka, “Naikilah hewanmu dengan nyaman, atau biarkan dengan nyaman, dan janganlkah kau jadikan hewanmu sebagai kursi untuk pembicaraan kalian (maksudnya dijadikan tunggangan untuk ngobrol tanpa menuju arah tertentu) di jalan-jalan dan pasar-pasar, berapa banyak hewan tunggangan yang lebih baik daripada penunggangnya dan lebih banyak berdzikir kepada Allah Ta’ala’ala.”.