Musnad Penduduk Makkah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15077

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي أَيُّوبَ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو مَرْحُومٍ عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ مَيْمُونٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ نَهَى عَنْ الْحُبْوَةِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Abdurrahman, Abdullah bin Yazid} telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Abu Ayyub} berkata telah mengabarkan kepadaku {Abu Marhum, Abdurrahim bin Maimun} dari {Sahl bin Mu’adz Al Juhani} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw., beliau melarang duduk dengan menaruh kedua pahanya pada dadanya pada hari jum’at ketika imam sedang berkhutbah.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15078

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو مَرْحُومٍ عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنِ مَيْمُونٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَرَكَ اللِّبَاسَ وَهُوَ يَقْدِرُ عَلَيْهِ تَوَاضُعًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى دَعَاهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ فِي حُلَلِ الْإِيمَانِ أَيَّهَا شَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Abdurrahman} telah menceritakan kepada kami {Sa’id} berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Marhum, Abdurrahim bin Maimun} dari {Sahl bin Mu’adz bin Anas Al Juhani} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa meninggalkan pakaian mewah yang dia mampu membelinya, karena dorongan rendah diri kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala, Allah memanggilnya pada Hari Kiamat ditengah keramaian orang sampai Dia memberinya tawaran untuk memilih pakaian dan perhiasan keimanan di surga seperti yang dikehendakinya”.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15079

حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو مَرْحُومٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ أَكَلَ طَعَامًا ثُمَّ قَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Abdurrahman} telah menceritakan kepada kami {Sa’id} berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Marhum} dari {Sahl bin Mu’adz bin Anas Al Juhani} dari {Bapaknya} Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menyantap makanan lalu membaca ‘Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makan ini dan memberi rizqi tanpa ada daya dan upaya dariku, niscaya Allah mengampuni dosanya yang telah lampau”.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15080

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ عَنْ زَبَّانَ عَنْ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ امْرَأَةً أَتَتْهُ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ انْطَلَقَ زَوْجِي غَازِيًا وَكُنْتُ أَقْتَدِي بِصَلَاتِهِ إِذَا صَلَّى وَبِفِعْلِهِ كُلِّهِ فَأَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ يُبْلِغُنِي عَمَلَهُ حَتَّى يَرْجِعَ فَقَالَ لَهَا أَتَسْتَطِيعِينَ أَنْ تَقُومِي وَلَا تَقْعُدِي وَتَصُومِي وَلَا تُفْطِرِي وَتَذْكُرِي اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَلَا تَفْتُرِي حَتَّى يَرْجِعَ قَالَتْ مَا أُطِيقُ هَذَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ طُوِّقْتِيهِ مَا بَلَغْتِ الْعُشْرَ مِنْ عَمَلِهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ghailan} telah menceritakan kepada kami {Risydin} dari {Zabban} dari {Sahl} dari {Bapaknya} dari Nabi saw. ada seorang wanita yang mendatangi beliau, lalu berkata Wahai Rasulullah, suamiku berangkat berperang lalu saya mengikuti Shalatnya jika dia Shalat dan dengan segala perbuatan baiknya lainnya. Beritahukanlah kepadaku suatu amalan yang bisa menyamainya sampai dia kembali!. (Rasulullah saw.) bersabda: “Mampukah kau berdiri Shalat dan tidak duduk, kamu selalu berpuasa dan tidak berbuka, kamu berdzikir kepada Allah Tabaraka Wa Ta’ala tanpa beristirahat sampai dia pulang?”. wanita itu menjawab, tidak saya tidak akan mampu begitu Wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, toh seandainya kamu mampu melakukannya, hal itu tidak sampai sepersepuluh amalnya”.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15081

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ عَنْ زَبَّانَ عَنْ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ آيَةُ الْعِزِّ{ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا }الْآيَةَ كُلَّهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ghoilan} telah menceritakan kepada kami {Risydin} dari {Zabban} dari {Sahl} dari {Bapaknya} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Ayat kemuliaan adalah ‘Dan Katakanlah: “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak.. sampai akhir ayat.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15082

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ عَنْ زَبَّانَ عَنْ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ النَّاسُ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ghoilan} telah menceritakan kepada kami {Risydin} dari {Zabban} dari {Sahl} dari {Bapaknya} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Seorang muslim sejati adalah orang yang manusia lainnya selamat dari lidah dan tangannya”.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15083

حَدَّثَنَا يَحْيَى قَالَ حَدَّثَنَا رِشْدِينُ عَنْ زَبَّانَ عَنْ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِنَّ لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عِبَادًا لَا يُكَلِّمُهُمْ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ قِيلَ لَهُ مَنْ أُولَئِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مُتَبَرٍّ مِنْ وَالِدَيْهِ رَاغِبٌ عَنْهُمَا وَمُتَبَرٍّ مِنْ وَلَدِهِ وَرَجُلٌ أَنْعَمَ عَلَيْهِ قَوْمٌ فَكَفَرَ نِعْمَتَهُمْ وَتَبَرَّأَ مِنْهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} berkata telah menceritakan kepada kami {Risydin} dari {Zabban} dari {Sahl} dari {Bapaknya} dari Nabi saw. beliau bersabda: ” Allah Tabaraka Wa Ta’ala memiliki hamba-hamba, yang Allah tidak mengajak berbicara kepada mereka, tidak mensucikan dan tidak melihat kepada mereka.” Ditanyakan kepada beliau, siapakah mereka itu Wahai Rasulullah? Beliau bersabda: “Seseorang yang berlepas diri dari kedua orangtuanya dan membenci keduanya, seseorang yang berlepas diri dari anaknya, dan seseorang yang pernah diberi kenikmatan oleh suatu kaum, lantas ia mengufurinya dan berlepas diri dari kebaikan-kebaikan mereka.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15084

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ حَدَّثَنَا أَبُو مَرْحُومٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ كَظَمَ غَيْظًا وَهُوَ قَادِرٌ عَلَى أَنْ يُنْفِذَهُ دَعَاهُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَلَى رُءُوسِ الْخَلَائِقِ حَتَّى يُخَيِّرَهُ مِنْ أَيِّ الْحُورِ شَاءَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yazid} telah menceritakan kepada kami {Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Abu Marhum} dari {Sahl bin Mu’adz} dari {Bapaknya} Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang menahan marah padahal dia mampu untuk melampiaskannya, niscaya Allah Tabaraka Wa Ta’ala memanggilnya di tengah kerumunan manusia sehingga dia bebas memilih bidadari yang dia sukai”.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15086

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ أَخْبَرَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنِ ابْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّهُ ذَكَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ارْكَبُوا هَذِهِ الدَّوَابَّ سَالِمَةً وَابْتَدِعُوهَا سَالِمَةً وَلَا تَتَّخِذُوهَا كَرَاسِيَّحَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ قَالَ حَدَّثَنِي زَبَّانُ بْنُ فَائِدٍ عَنِ ابْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah mengabarkan kepada kami {Laits bin Sa’d} berkata telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Ibnu Mu’adz bin Anas} dari {Bapaknya} dia adalah salah satu sahabat Nabi saw. Dia menyebutkan Rasulullah saw. bersabda: “Naikilah kendaraan ini dengan nyaman, dan tinggalkanlah dalam keadaan nyaman. Janganlah kalian menjadikannya tempat duduk”. Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Laits} berkata telah menceritakan kepadaku {Zabban bin Fa’id} dari {Ibnu Mu’adz bin Anas} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw., seperti di atas.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15087

قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو الْوَلِيدِ الطَّيَالِسِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنِ ابْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْكَبُوا هَذِهِ الدَّوَابَّ سَالِمَةً وَابْتَدِعُوهَا سَالِمَةً وَلَا تَتَّخِذُوهَا كَرَاسِيَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Walid Ath-Thayalisi} berkata telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Ibnu Mu’adz bin Anas} dari {Bapaknya} dia adalah salah seorang sahabat, berkata Rasulullah saw. bersabda: “Naikilah kendaraan ini dengan nyaman, dan tinggalkanlah dalam keadaan nyaman. Janganlah kalian menjadikannya tempat duduk”.