Musnad Penduduk Makkah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15118

حَدَّثَنَا سَكَنُ بْنُ نَافِعٍ حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ أَبِي الْأَخْضَرِ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ أَنَّ أَبَاهُأَخْبَرَهُ أَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّ فِي السُّبْحَةِ بِاللَّيْلِ فِي السَّفَرِ عَلَى ظَهْرِ رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sakan bin Nafi’} telah menceritakan kepada kami {Shalih bin Abu Al Ahdlor} dari {Az Zuhri} berkata telah mengabarkan kepadaku {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} {Bapaknya} mengabarinya dia telah melihat Rasulullah saw. shalat sunah pada suatu malam dalam perjalanan di atas kendaraannya kearah manasaja kendaraan itu menghadap.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15119

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ الدَّرَاوَرْدِيَّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ التَّيْمِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِقَالَ مَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِقَبْرٍ فَقَالَ مَا هَذَا الْقَبْرُ قَالُوا قَبْرُ فُلَانَةَ قَالَ أَفَلَا آذَنْتُمُونِي قَالُوا كُنْتَ نَائِمًا فَكَرِهْنَا أَنْ نُوقِظَكَ قَالَ فَلَا تَفْعَلُوا فَادْعُونِي لِجَنَائِزِكُمْ فَصَفَّ عَلَيْهَا فَصَلَّى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz} yaitu Ibnu Muhammad Ad-Darawardi dari {Muhammad bin Zaid At-Taimi} dari {Abdullah bin ‘Amir} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. melewati suatu kuburan lalu bertanya, “Kuburan siapa ini? Mereka menjawab, kuburan fulanah. Beliau bersabda: “Kenapa kalian tidak memberitahuku?.” Mereka berkata ‘Anda sedang tidur dan kami tidak enak kalau harus membangunkan anda.’ Beliau bersabda: “Jangan kalian seperti itu, panggillah saya untuk jenazah kalian.” Lalu beliau mengajak berbaris sahabatnya di atas kuburan tersebut lalu beliau shalat.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15120

حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا ابْنُ عَوْنٍ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتَ جَنَازَةً فَقُمْ حَتَّى تُجَاوِزَكَ أَوْ قَالَ قِفْ حَتَّى تُجَاوِزَكَقَالَ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا رَأَى جَنَازَةً قَامَ حَتَّى تُجَاوِزَهُ وَكَانَ إِذَا خَرَجَ مَعَ جَنَازَةٍ وَلَّى ظَهْرَهُ الْمَقَابِرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu ‘Aun} dari {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} dari {‘Amir bin Rabi’ah} dari Nabi saw. bersabda: “Jika kalian melihat jenazah maka berdirilah sehingga jenazah itu melewatimu.” Atau bersabda: “Berhentilah sampai jenazah tersebut lewat.” (Nafi’ Radhiyallahu’anhu) berkata Ibnu ‘Umar jika melihat jenazah, dia berdiri sampai melewatinya, dan jika selesai menyertai jenazah, dia memalingkan punggungnya dari kuburan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15121

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الْجَنَازَةَ وَلَمْ يَكُنْ مَاشِيًا مَعَهَا فَلْيَقُمْ حَتَّى تُجَاوِزَهُ أَوْ تُوضَعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {‘Ubaidullah} berkata telah mengabarkan kepadaku {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} dari {‘Amir bin Rabi’ah} dari Nabi saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melihat jenazah, dan tidak berjalan bersamanya, maka berdirilah sampai jenazah itu melewatinya atau sampai diletakkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15122

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِي فَزَارَةَ تَزَوَّجَ امْرَأَةً عَلَى نَعْلَيْنِ فَأَجَازَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِكَاحَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidulloh} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} ada seorang laki-laki dari Bani Fazarah menikahi seorang wanita dengan mahar sepasang sandal, dan Nabi saw. membolehkan pernikahannya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15123

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَابْنُ بَكْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ سَمِعْتُ نَافِعًا يَقُولُ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يَأْثُرُ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ أَنَّهُكَانَ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الْجِنَازَةَ فَلْيَقُمْ حِينَ يَرَاهَا حَتَّى تُخَلِّفَهُ إِذَا كَانَ غَيْرَ مُتَّبِعِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} dan {Ibnu Bakr} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata saya telah mendengar {Nafi’} berkata {Abdullah bin ‘Umar} mendapatkan kabar dari {‘Amir bin Rabi’ah} dia berkata Nabi saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melihat jenazah, berdirilah ketika melihatnya sampai jenazah itu meninggalkannya, jika ia tidak ikut mengiringinya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15124

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَا أَعُدُّ وَمَا لَا أُحْصِي يَسْتَاكُ وَهُوَ صَائِمٌ وَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ مَا لَا أُحْصِي يَتَسَوَّكُ وَهُوَ صَائِمٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dan {Abdurrahman} dari {Sufyan} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} berkata saya melihat Rasulullah saw. hingga jumlah yang saya tidak bisa menghitungnya, yaitu beliau bersiwak sedang beliau dalam keadaan puasa. Sedang ‘Abdurrahman berkata dengan redaksi ‘Saya tidak bisa menghitungya, yaitu beliau selalu menjaga bersiwak dalam keadaan berpuasa.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15125

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ سَمِعْتُ شُعْبَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَجُلًا تَزَوَّجَ امْرَأَةً عَلَى نَعْلَيْنِ قَالَ فَأَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ ذَاكَ لَهُ فَقَالَ أَرَضِيتِ مِنْ نَفْسِكِ وَمَالِكِ بِنَعْلَيْنِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ شُعْبَةُ فَقُلْتُ لَهُ كَأَنَّهُ أَجَازَ ذَلِكَ قَالَ كَأَنَّهُ أَجَازَهُ قَالَ شُعْبَةُ ثُمَّ لَقِيتُهُ فَقَالَ أَرَضِيتِ مِنْ نَفْسِكِ وَمَالِكِ بِنَعْلَيْنِ فَقَالَتْ رَأَيْتُ ذَاكَ فَقَالَ وَأَنَا أَرَى ذَاكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} berkata saya telah mendengar {Syu’bah} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} berkata saya mendengar {Abdullah bin ‘Amir} menceritakan dari {Bapaknya} ada seorang laki-laki menikahi seorang wanita dengan (maskawin) dua sandal, maka wanita itu berkata ‘Ya.’ Syu’bah berkata saya berkata kepada (‘Ashim bin ‘Ubaidullah Radhiyallahu’anhu) sepertinya (Rasulullah saw.) membolehkannya. (‘Ashim bin ‘Ubaidullah Radhiyallahu’anhu) berkata sepertinya (Rasulullah saw.) membolehkannya. Syu’bah berkata kemudian saya menemuinya. (‘Amir Radhiyallahu’anhu) berkata apakah kamu rela dengan dirimu dan hartamu dengan maskawin dua sandal?, wanita itu menjawab. ‘Saya pikir nggak masalah.’ Maka (‘Amir radliallahu ‘anhu) berkata ‘Saya pikir juga nggak masalah.’

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15126

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَقُولُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا صَلَّى عَلَيَّ فَلْيُقِلَّ عَبْدٌ مِنْ ذَلِكَ أَوْ لِيُكْثِرْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata telah mengabarkan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} berkata telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} berkata saya telah mendengar {Abdullah bin ‘Amir} menceritakan dari {Bapaknya} berkata saya mendengar Rasulullah saw. berkhutbah dengan mengatakan, “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Malaikat mendo’akannya selama dia mengucapkan shalawat tersebut. Sekarang tergantung anda, mau mempersedikit membacanya atau memperbanyak.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15127

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَاصِمُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا سَتَكُونُ مِنْ بَعْدِي أُمَرَاءُ يُصَلُّونَ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا وَيُؤَخِّرُونَهَا عَنْ وَقْتِهَا فَصَلُّوهَا مَعَهُمْ فَإِنْ صَلَّوْهَا لِوَقْتِهَا وَصَلَّيْتُمُوهَا مَعَهُمْ فَلَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ أَخَّرُوهَا عَنْ وَقْتِهَا فَصَلَّيْتُمُوهَا مَعَهُمْ فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً وَمَنْ نَكَثَ الْعَهْدَ وَمَاتَ نَاكِثًا لِلْعَهْدِ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُقُلْتُ لَهُ مَنْ أَخْبَرَكَ هَذَا الْخَبَرَ قَالَ أَخْبَرَنِيهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يُخْبِرُ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} Nabi saw. bersabda: “Akan datang setelahku para pemimpin, mereka melaksanakan shalat pada waktunya dan mengakhirkan dari waktunya. Shalatlah bersama mereka, jika mereka shalat pada waktunya. Kamu akan beruntung, dan mereka juga beruntung. Jika mereka mengakhirkan dari waktunya lantas kalian sholat bersama mereka, kamu memperoleh pahala dan mereka berdosa. Barangsiapa yang memisahkan diri dari jamaah, maka mati seperti matinya Jahiliyyah. Siapa yang merusak perjanjian dan dalam keadaan tersebut, datang pada Hari Kiamat, tidak ada alasan baginya.” Saya (Abdurrazzaq RH) bertanya kepada (Ibnu Juraij RH), siapa yang menghabarimu? Dia menjawab, yang menghabariku adalah {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari Bapaknya, {‘Amir bin Rabi’ah}. ‘Amir bin Rabi’ah menghabarinya dari Nabi saw.