Musnad Penduduk Makkah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15138

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّ مُتَابَعَةً بَيْنَهُمَا تَنْفِي الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Iringkanlah olehmu sekalian antara haji dan umrah, karena mengiringkan antara keduanya bisa menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana tungku yang menghilangkan karat-karat besi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15139

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ أَنَّ عَامِرَ بْنَ رَبِيعَةَ قَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَبِّحُ وَهُوَ عَلَى الرَّاحِلَةِ وَيُومِئُ بِرَأْسِهِ قِبَلَ أَيِّ وَجْهٍ تَوَجَّهَ وَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Laits} telah menceritakan kepadaku {‘Uqail} dari {Ibnu Syihab} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} {‘Amir bin Rabi’ah} berkata saya melihat Rasulullah saw. mengucapkan tasbih saat berada di atas kendaraan dan memberi isyarat dengan kepalanya, menghadap kearah manasaja, dan beliau tidak melakukan hal itu dalam shalat wajib.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15140

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ وَحُسَيْنٌ قَالَا حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ يَعْنِي ابْنَ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَلَيْسَتْ عَلَيْهِ طَاعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً فَإِنْ خَلَعَهَا مِنْ بَعْدِ عَقْدِهَا فِي عُنُقِهِ لَقِيَ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَلَيْسَتْ لَهُ حُجَّةٌ أَلَا لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لَا تَحِلُّ لَهُ فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ إِلَّا مَحْرَمٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنْ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ مَنْ سَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ وَسَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ قَالَ حُسَيْنٌ بَعْدَ عَقْدِهِ إِيَّاهَا فِي عُنُقِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} dan {Husain} berkata telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} dari {Abdullah bin ‘Amir} yaitu Ibnu Rabi’ah, dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang meninggal dan dia tidak dalam ketaatan maka meninggal sebagaimana matinya orang Jahiliyah. Jika dia melepas setelah mengikrarkan perjanjian itu pada lehernya, niscaya dia bertemu Allah Tabaraka Wa Ta’ala dalam keadaan tidak punya alasan. Janganlah seorang laki-laki menyendiri bersama seorang wanita yang tidak halal baginya kecuali mahramnya, karena yang ketiganya adalah setan. Ketahuilah bahwa setan bersama orang yang sendiri, jika ada dua orang maka dia lebih jauh. Siapa yang kejelekannya menjadikannya susah dan kebaikannya menyenangkannya maka dia adalah seorang mukmin. Husain berkata setelah dia mengikrarkannya pada lehernya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15141

حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَسْوَدُ وَرُبَّمَا ذَكَرَ شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّ مُتَابَعَةً بَيْنَهُمَا تَزِيدُ فِي الْعُمُرِ وَالرِّزْقِ وَتَنْفِيَانِ الذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin ‘Amir} telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {‘Ashim} dari {Bapaknya} dari Nabi saw. bersabda. {Aswad} berkata terkadang {Syarik} menyebutnya dari {‘Ashim} dari {Abdullah bin ‘Amir} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Iringkanlah olehmu sekalian antara haji dan umrah, sebab mengiringkan antara keduanya bisa menambah umur dan rizki, serta menghilangkan dosa-dosa sebagaimana tungku yang menghilangkan kotoran pada besi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15142

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ يَبْلُغُ بِهِ وَقَالَ مَرَّةً عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّ مُتَابَعَةً بَيْنَهُمَا يَنْفِيَانِ الذُّنُوبَ وَالْفَقْرَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ الْخَبَثَقَالَ سُفْيَانُ لَيْسَ فِيهِ أَبُوهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Ashim} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} menceritakan dari {‘Umar Radhiyallahu’anhu} yang sampai kepadanya –pada kesempatan lain berkata dari Nabi saw.- bersabda: “Iringkanlah olehmu sekalian antara haji dan umrah. Sebab mengiringkan antara keduanya bisa menghilangkan dosa-dosa dan kefakiran sebagaimana tungku yang menghilangkan kotoran.” Sufyan berkata di dalam sanadnya tidak ada redaksi bapaknya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15143

حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَخِي ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَمِّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ أَخْبَرَنِي عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ أَحَدُ بَنِي عَدِيِّ بْنِ كَعْبٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ الْجِنَازَةَ فَقُومُوا لَهَا حَتَّى تُخَلِّفَكُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {anak saudara Ibnu Syihab} dari {pamannya} berkata telah mengabarkan kepadaku {Salim bin Abdullah} {Abdullah bin ‘Umar} berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Amir bin Rabi’ah} salah seorang dari Bani ‘Adi bin Ka’ab Rasulullah saw. bersabda: “Jika kalian melihat jenazah maka berdirilah kalian karenanya sampai jenazah tersebut meninggalkan kalian.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15144

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى عَنْ أُمَيَّةَ بْنِ هِنْدِ بْنِ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍقَالَ انْطَلَقَ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ وَسَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ يُرِيدَانِ الْغُسْلَ قَالَ فَانْطَلَقَا يَلْتَمِسَانِ الْخَمَرَ قَالَ فَوَضَعَ عَامِرٌ جُبَّةً كَانَتْ عَلَيْهِ مِنْ صُوفٍ فَنَظَرْتُ إِلَيْهِ فَأَصَبْتُهُ بِعَيْنِي فَنَزَلَ الْمَاءَ يَغْتَسِلُ قَالَ فَسَمِعْتُ لَهُ فِي الْمَاءِ قَرْقَعَةً فَأَتَيْتُهُ فَنَادَيْتُهُ ثَلَاثًا فَلَمْ يُجِبْنِي فَأَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ قَالَ فَجَاءَ يَمْشِي فَخَاضَ الْمَاءَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَى بَيَاضِ سَاقَيْهِ قَالَ فَضَرَبَ صَدْرَهُ بِيَدِهِ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ أَذْهِبْ عَنْهُ حَرَّهَا وَبَرْدَهَا وَوَصَبَهَا قَالَ فَقَامَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ مِنْ أَخِيهِ أَوْ مِنْ نَفْسِهِ أَوْ مِنْ مَالِهِ مَا يُعْجِبُهُ فَلْيُبَرِّكْهُ فَإِنَّ الْعَيْنَ حَقٌّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {bapakku} dari {Abdullah bin ‘Isa} dari {‘Umayyah bin Hind bin Sahl bin Hunaif} dari {Abdullah bin ‘Amir} berkata ‘Amir bin Rabi’ah dan Sahl bin Hunaif berangkat hendak mandi. Keduanya berangkat mencari tempat sembunyi. ‘Amir meletakkan jubahnya yang dia pakai yang terbuat dari wol. Lalu saya melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, lalu dia menurunkan air dan dia mandi. Saya mendengar pada air tersebut suara lalu saya mendatanginya dan saya memanggilnya tiga kali, namun dia (‘Amir Radhiyallahu’anhu) tidak menjawabku. Lalu saya mendatangi Nabi saw. dan saya beritahukan mengenai hal itu. (Abdullah bin ‘Amir Radhiyallahu’anhu) berkata lalu dia datang dengan berjalan lalu menceburkan ke dalam air sampai saya bisa melihat warna putih pada kedua betisnya.Lalu dia memukul dadanya dengan tangannya lalu berkata Ya Allah hilangkanlah panasnya, dinginnya dan sakitnya. Lalu dia berdiri dan Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang melihat dari saudaranya, dirinya atau dari hartanya, hal yang menyenangkannya maka mintalah agar memperoleh keberkahan, sesungguhnya ‘ain (sorotan mata jahata karena kedengkian) benar-benar ada.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15145

قَالَ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ جُرْجَةَ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرٍ قَالَرَأَى عَامِرٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عَلَى ظَهْرِ رَاحِلَتِهِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} berkata {Ibnu Juraij} telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Jur’ah} dari {Ibnu Syihab} berkata telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin ‘Amir} berkata ‘Amir pernah melihat Rasulullah saw. shalat di atas kendaraannya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15146

قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ وَسُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ قَالَا حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سُرَيْجٌ ابْنِ رَبِيعَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا مِنْ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةَ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} dan {Suraij bin An-Nu’man} berkata telah menceritakan kepada kami {Fulaih} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} dari {Abdullah bin ‘Amir} dari {Bapaknya} {Suraij Ibnu Rabi’ah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Umrah satu ke umrah yang lainnya adalah kafarat dosa dan kesalahan yang terjadi diantara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15147

حَدَّثَنَا هَاشِمٌ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ عَنْ مَوْلًى لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ الْعَدَوِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَأَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَيْتِنَا وَأَنَا صَبِيٌّ قَالَ فَذَهَبْتُ أَخْرُجُ لِأَلْعَبَ فَقَالَتْ أُمِّي يَا عَبْدَ اللَّهِ تَعَالَ أُعْطِكَ فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَا أَرَدْتِ أَنْ تُعْطِيَهُ قَالَتْ أُعْطِيهِ تَمْرًا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّكِ لَوْ لَمْ تَفْعَلِي كُتِبَتْ عَلَيْكِ كَذْبَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Muhammad bin ‘Ajlan} dari {budak Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah Al ‘Adawi} dari {Abdullah bin ‘Amir} dia berkata Rasulullah saw. mendatangi kami di rumah kami, waktu itu saya masih kecil. (Abdullah bin ‘Amir RA) berkata saya berangkat dan pergi untuk bermain. Lalu ibuku berkata Wahai Abdullah, kesinilah saya akan memberikan sesuatu. Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya, apakah yang hendak kau berikan kepadanya? Dia menjawab, saya akan memberikan kurma. (Abdullah bin ‘Amir RA) berkata lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya, jika kau tidak melakukannya maka itu akan dicatat sebagai kedustaan.