Musnad Penduduk Makkah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15168

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ حَدَّثَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ حَدَّثَنِي السَّائِبُ بْنُ يَزِيدَ ابْنُ أُخْتِ نَمِرٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا عَدْوَى وَلَا صَفَرَ وَلَا هَامَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Al Yaman} telah menceritakan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhri} berkata telah menceritakan kepadaku {As Sa’ib bin Yazid, anak saudara perempuan Namir} Nabi saw. bersabda: “Tidak ada ‘adwa (keyakinan bahwa penyakit itu menular dengan sendirinya bukan karena taqdir dari Allah AzzaWaJalla), tidak ada shafar (keyakinan pada saat Jahiliyah bahwa terjadinya kematian semata-mata karena cacing perut), dan tidak ada haamah (keyakinan Jahiliyah bahwa tulang mayat itu akan berubah menjadi burung).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15169

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ قَالَكَانَ الْأَذَانُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُمَا أَذَانَيْنِ حَتَّى كَانَ زَمَنُ عُثْمَانَ فَكَثُرَ النَّاسُ فَأَمَرَ بِالْأَذَانِ الْأَوَّلِ بِالزَّوْرَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzib} dari {Az Zuhri} dari {As Sa’ib bin Yazid} berkata adzan pada masa Rasulullah saw., masa Abu Bakar dan ‘Umar Radhiyallahu’anhuma adalah dua kali, lalu sampai ada masa ‘Utsman orang menjadi semakin banyak lalu dia menyuruh agar menyerukan adzan pertama di Zaura’.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15170

حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ الْهَادِ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَعْفَرٍ قَالَ بَلَغَنِيأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا مِنْ إِنْسَانٍ يَكُونُ فِي مَجْلِسٍ فَيَقُولُ حِينَ يُرِيدُ أَنْ يَقُومَ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ إِلَّا غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي ذَلِكَ الْمَجْلِسِفَحَدَّثْتُ هَذَا الْحَدِيثَ يَزِيدَ بْنَ خُصَيْفَةَ قَالَ هَكَذَا حَدَّثَنِي السَّائِبُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Yazid} yaitu Ibnu Al Had, dari {Isma’il bin Abdullah bin Ja’far} berkata sampai kepadaku Rasulullah saw. bersabda: “Tidaklah seorang yang berada pada sebuah majlis lalu membaca ketika hendak berdiri, ‘Maha Suci Engkau ya Allah, dan pujianmu, tidak ada ilah kecuali engkau. Saya memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu’ kecuali akan diampuni, apa yang telah dilakukan dalam majlis tersebut. Saya sampaikan hadits ini pada {Yazid bin Khushaifah}. Dia berkata beginilah {As Sa’ib bin Yazid} telah menceritakan kepada kami dari Rasulullah saw.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15171

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ خُبَيْبِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ حَفْصِ بْنِ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي سَعِيدِ بْنِ الْمُعَلَّى قَالَكُنْتُ أُصَلِّي فَمَرَّ بِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَعَانِي فَلَمْ آتِهِ حَتَّى صَلَّيْتُ ثُمَّ أَتَيْتُهُ فَقَالَ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَأْتِيَنِي فَقَالَ إِنِّي كُنْتُ أُصَلِّي قَالَ أَلَمْ يَقُلْ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ }ثُمَّ قَالَ أَلَا أُعَلِّمُكُمْ أَعْظَمَ سُورَةٍ فِي الْقُرْآنِ قَبْلَ أَنْ أَخْرُجَ مِنْ الْمَسْجِدِ قَالَ فَذَهَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَخْرُجَ فَذَكَّرْتُهُ فَقَالَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ هِيَ السَّبْعُ الْمَثَانِي وَالْقُرْآنُ الْعَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Khubaib bin Abdurrahman} dari {Hafs bin ‘Ashim} dari {Abu Sa’id bin Al Mu’alla} berkata ketika saya sedang shalat lalu Rasulullah saw. melewatiku, lalu beliau memanggilku namun saya tidak mendatanginya sehingga shalat saya selesai. Beliau bertanya, apa yang mengahalangimu untuk datang kepadaku? (Abu Sa’id bin Al Mu’alla Radhiyallahu’anhuma) berkata saya sedang shalat. Beliau bersabda: “Bukankah Allah Tabaraka Wa Ta’ala telah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu” Lalu beliau bersabda: “Maukah saya ajarkan surat yang paling agung dalam alqur’an sebelum saya meninggalkan masjid ini?. (Abu Sa’id bin Al Mu’alla Radhiyallahu’anhuma) berkata Rasulullah saw. pergi lalu saya mengingatkan beliau, lalu beliau bersabda: “Segala puji bagi Allah rabb semesta alam” itu adalah termasuk Assabu’ Al Matsani (tujuh ayat yang terulang-ulang) dan Al quran yang agung yang diberikan kepadaku?.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15172

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ يَعْنِي الصَّوَّافَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ الْحَجَّاجِ بْنِ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَإِسْمَاعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنِي الْحَجَّاجُ بْنُ أَبِي عُثْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ أَنَّ عِكْرِمَةَ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ حَدَّثَهُ قَالَ حَدَّثَنِي الْحَجَّاجُ بْنُ عَمْرٍو الْأَنْصَارِيُّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كُسِرَ أَوْ عَرَجَ فَقَدْ حَلَّ وَعَلَيْهِ حَجَّةٌ أُخْرَىقَالَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِابْنِ عَبَّاسٍ وَأَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَا صَدَقَ قَالَ إِسْمَاعِيلُ فَحَدَّثْتُ بِذَاكَ ابْنَ عَبَّاسٍ وَأَبَا هُرَيْرَةَ فَقَالَا صَدَقَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} yaitu Ash-Shawaf, dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Ikrimah} dari {Al Hajjaj bin ‘Amr Al Anshari} berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda. {Isma’il} berkata telah menceritakan kepadaku {Al Hajjaj bin Abu ‘Utsman} berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Katsir} {‘Ikrimah} budak Ibnu ‘Abbas menceritakannya berkata telah menceritakan kepadaku {Al Hajjaj bin ‘Amr Al Anshari} berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa terluka pada kakinya maka dia telah masuk pada tahallul, dan dia wajib haji yang lainnya.” (Al Hajjaj bin ‘Amr Al Anshari Radhiyallahu’anhu) berkata saya sebutkan hal itu kepada {Ibnu ‘Abbas} dan {Abu Hurairah}, lalu keduanya berkata benar. {Isma’il} berkata lalu saya menceritakan hal itu kepada {Ibnu ‘Abbas} dan {Abu Hurairah} lalu keduanya berkata benar.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15173

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْفَيْضِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُرَّةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الزُّرَقِيِّأَنَّ رَجُلًا مِنْ أَشْجَعَ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ إِنَّ امْرَأَتِي تُرْضِعُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مَا يُقَدَّرُ فِي الرَّحِمِ فَسَيَكُونُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Al Faidl} berkata saya telah mendengar {Abdullah bin Murrah} menceritakan dari {Abu Sa’id Az Zuraqi} ada seorang laki-laki dan Asyja’ bertanya kepada Nabi saw. tentang ‘azl. Berkata istriku sedang menyusui. Nabi saw. bersabda: ” Apa yang telah ditentukan di dalam rahim niscaya akan terjadi.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15174

حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا هِشَامٌ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ حَجَّاجِ بْنِ حَجَّاجٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا يُذْهِبُ عَنِّي مَذَمَّةَ الرَّضَاعِ قَالَ غُرَّةٌ عَبْدٌ أَوْ أَمَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dan {Ibnu Numair} berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam} berkata telah mengabarkan kepadaku {bapakku} dari {Hajjaj bin Hajjaj} dari {Bapaknya} berkata saya berkata Wahai Rasulullah, apakah yang bisa menghilangkan dariku hubungan persusuan? Beliau menjawab, budak laki-laki atau budak perempuan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15175

قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ وَإِسْحَاقَ عَنْ سُفْيَانَ قَالَ سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ عَمِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْمَعُوا اسْمِي وَكُنْيَتِي
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dari {Sufyan} dan {Ishaq} dari {Sufyan} Sufyan berkata dari {Abdul Karim Al Jazari} dari {Abdurrahman bin Abu ‘Amrah} dari {pamannya} Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian mengumpulkan antara namaku dan kuniyahku (nama yang disandarkan pada nama anaknya).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15176

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي بَكْرٍ وَسَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُذَافَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يُنَادِيَ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dari {Sufyan} dari {Abdullah} yaitu Ibnu Abu Karim dan {Salim Abu Nadlr} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Abdullah bin Hudzafah} Nabi saw. menyuruhnya agar mengumumkan pada Hari Tasyriq bahwa hari-hari tersebut adalah hari untuk makan dan minum.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15177

حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حُمَيْدٍ الْأَعْرَجِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَوَاحَةَأَنَّهُ قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ لَيْلًا فَتَعَجَّلَ إِلَى امْرَأَتِهِ فَإِذَا فِي بَيْتِهِ مِصْبَاحٌ وَإِذَا مَعَ امْرَأَتِهِ شَيْءٌ فَأَخَذَ السَّيْفَ فَقَالَتْ امْرَأَتُهُ إِلَيْكَ إِلَيْكَ عَنِّي فُلَانَةُ تُمَشِّطُنِي فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَنَهَى أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ لَيْلًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Humaid Al A’raj} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Abu Salamah} dari {Abdullah bin Rawahah} dia baru datang dari perjalanan pada malam hari, lalu dia tergesa-gesa menuju istrinya, yang ternyata di rumahnya ada lampu. Istrinya di sana sedang bersama bayang-bayang yang mencurigakan. Kontan Abdullah bin Rawahah mengambil pedang. Maka istrinya berkata ‘Maaf, menjauhlah dariku, menjauhlah dariku, ini adalah seorang wanita yang sedang menyisiri rambutku.’ Lalu dia (Abdullah bin Rawahah Radhiyallahu’anhu) menemui Nabi saw. dan menceritakannya. Lalu Nabi saw.melarang seseorang mendatangi keluarganya secara mendadak pada malam hari.