Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15178
حَدَّثَنَا يَعْمَرُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ سِنَانَ بْنَ أَبِي سِنَانٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَائِمًا فِي قَصَصِهِإِنَّ أَخًا لَكُمْ كَانَ لَا يَقُولُ الرَّفَثَ يَعْنِي ابْنَ رَوَاحَةَ قَالَ وَفِينَا رَسُولُ اللَّهِ يَتْلُو كِتَابَهُإِذَا انْشَقَّ مَعْرُوفٌ مِنْ اللَّيْلِ سَاطِعُيَبِيتُ يُجَافِي جَنْبَهُ عَنْ فِرَاشِهِإِذَا اسْتَثْقَلَتْ بِالْكَافِرِينَ الْمَضَاجِعُأَرَانَا الْهُدَى بَعْدَ الْعَمَى فَقُلُوبُنَابِهِ مُوقِنَاتٌ أَنَّ مَا قَالَ وَاقِعُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’mar bin Bisyr} telah menceritakan kepada kami {Abdullah} berkata telah mengabarkan kepada kami {Yunus} dari {Az Zuhri} berkata saya telah mendengar {Sinan bin Abu Sinan} berkata saya telah mendengar {Abu Hurairah} menceritakan kisahnya sambil berdiri ‘Sudara kalian (Ibnu rawahah maksudnya) tidak mengucapkan rafats (perkataan jelek). Bahkan dia berkata ‘Di antara kita ada Rasulullah saw. yang membaca kitabnya, saat malam merekah terang. Ia bermalam dengan menjauhkan punggungnya dari tempat tidurnya, saat tempat tidur terasa berat bagi orang-orang kafir. (Rasulullah saw.) memperlihatkan petunjuk kepada kita. Yang karenanya hati kita menjadi yakin, setelah nyata apa yang diucapkannya musti terjadi.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15179
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ عَنِ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الصَّلْتِ عَنْ سُهَيْلِ ابْنِ الْبَيْضَاءِ قَالَبَيْنَمَا نَحْنُ فِي سَفَرٍ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا رَدِيفُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا سُهَيْلُ ابْنَ الْبَيْضَاءِ وَرَفَعَ صَوْتَهُ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا كُلُّ ذَلِكَ يُجِيبُهُ سُهَيْلٌ فَسَمِعَ النَّاسُ صَوْتَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَظَنُّوا أَنَّهُ يُرِيدُهُمْ فَحُبِسَ مَنْ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلَحِقَهُ مَنْ كَانَ خَلْفَهُ حَتَّى إِذَا اجْتَمَعُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ وَأَوْجَبَ لَهُ الْجَنَّةَحَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَيْوَةُ حَدَّثَنِي ابْنُ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ إِبْرَاهِيمَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الصَّلْتِ عَنْ سُهَيْلِ ابْنِ الْبَيْضَاءِ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} berkata telah mengabarkan kepada kami {Bakr bin Mudlar} dari {Ibnu Al Had} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Sa’id bin As Shalt} dari {Suhail bin Al Baidla} berkata tatkala kami sedang dalam perjalanan bersama Rasulullah saw., saya membonceng beliau. Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Suhail bin Al Baidla!” beliau mengangkat suaranya dua atau tiga kali, semuanya Suhail menjawabnya. Orang-orang mendengar suara Rasulullah saw. dan mereka menyangka menginginkan mereka, lalu orang yang berada di hadapan beliau berhenti dan orang yang berada di belakang beliau mengejarnya. Setelah mereka terkumpul, Rasulullah saw. bersabda: ” Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah, niscaya Allah mengharamkan neraka atasnya dan wajib baginya surga.” Telah menceritakan kepada kami {Harun} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb}, {Haiwah} berkata telah menceritakan kepadaku {Ibnu Al Had} dari {Muhammad} yaitu Ibnu Ibrahim dari {Sa’id bin As Shalt} dari {Suhail bin Al Baidla} dari Bani Abdul Dar berkata tatkala kami bersama Rasulullah saw. dalam sebuah perjalanan, lalu menyebutkan secara makna.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15180
حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ قَالَتَزَوَّجَ عَقِيلُ بْنُ أَبِي طَالِبٍ فَخَرَجَ عَلَيْنَا فَقُلْنَا بِالرَّفَاءِ وَالْبَنِينَ فَقَالَ مَهْ لَا تَقُولُوا ذَلِكَ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ نَهَانَا عَنْ ذَلِكَ وَقَالَ قُولُوا بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَبَارَكَ لَكَ فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} berkata telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ayyasy} dari {Salim bin Abdullah} dari {Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil} berkata {‘Aqil bin Abu Thalib} menikah, lalu dia keluar menemui kami. Kami berkata BIR ROFA`’I WA AL BANIN (semoga kamu mendapat berbarakah, menyatu dan banyak anak). Lalu dia berkata jangan! Jangan kalian mengatakan hal itu. Nabi saw. telah melarang kami dengan hal itu, namun beliau bersabda: “Katakanlah ‘Semoga Allah memberi barakah kepada kalian berdua baik saat suka maupun duka, dan memberi barakah kepadamu di alam pernikahan’.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15181
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ الْحَسَنِأَنَّ عَقِيلَ بْنَ أَبِي طَالِبٍ تَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنْ بَنِي جُشَمٍ فَدَخَلَ عَلَيْهِ الْقَوْمُ فَقَالُوا بِالرَّفَاءِ وَالْبَنِينَ فَقَالَ لَا تَقُولُوا ذَاكُمْ قَالُوا فَمَا نَقُولُ يَا أَبَا يَزِيدَ قَالَ قُولُوا بَارَكَ اللَّهُ لَكُمْ وَبَارَكَ عَلَيْكُمْ إِنَّا كَذَلِكَ كُنَّا نُؤْمَرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Yunus} dari {Al Hasan} {‘Aqil bin Abu Thalib} menikahi seorang wanita dari Jusyam, lalu kaumnya menemuinya dan berkata BIR ROFA’I WA AL BANIN (Semoga kamu mendapat barakah, menyatu dan mendapat banyak anak). Lalu beliau berkata ‘Jangan kalian mengatakan hal itu!. Mereka berkata bagaimana kami harus mengatakannya, Wahai Abu Yazid? Dia berkata “Katakanlah ‘Semoga Allah memberi barakah kepada kalian baik saat suka maupun duka’ demikianlah kami diperintah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15182
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَحِيرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مَنْ سَمِعَ فَرْوَةَ بْنَ مُسَيْكٍ الْمُرَادِيَّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَرْضًا عِنْدَنَا يُقَالُ لَهَا أَرْضُ أَبْيَنَ هِيَ أَرْضُ رُفْقَتِنَا وَمِيرَتِنَا وَإِنَّهَا وَبِئَةٌ أَوْ قَالَ إِنَّ بِهَا وَبَاءً شَدِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْهَا عَنْكَ فَإِنَّ مِنْ الْقَرَفِ التَّلَفَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya bin Abdullah bin Bahir} berkata telah mengabarkan kepadaku {seseorang} yang telah mendengar {Farwah bin Musaik Al Muradi}, berkata saya bertanya Wahai Rasulullah, tanah yang di tempat kami yang bernama ‘Abyan’ itu adalah tempat kesayangan kami dan harta pusaka yang kami dapatkan dari negeri lain, namun sekarang terjangkiti wabah, atau berkata di dalamnya ada wabah yang sangat dahsyat. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Tinggalkan saja, karena mendekati lokasi yang terkena penyakit sama artinya dengan kehancuran.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15183
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ رَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِأَنَّهُ جَاءَ بِأَمَةٍ سَوْدَاءَ وَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ عَلَيَّ رَقَبَةً مُؤْمِنَةً فَإِنْ كُنْتَ تَرَى هَذِهِ مُؤْمِنَةً أَعْتَقْتُهَا فَقَالَ لَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَشْهَدِينَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ أَتَشْهَدِينَ أَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ أَتُؤْمِنِينَ بِالْبَعْثِ بَعْدَ الْمَوْتِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ أَعْتِقْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {‘Ubaidullah bin Abdullah} dari {seseorang dari Anshar}, dia datang dengan membawa seorang budak perempuan yang hitam dan berkata Wahai Rasulullah, saya memiliki seorang budak mukmin, jika menurut anda ini adalah orang yang beriman maka saya akan membebaskannya. Rasulullah saw. bertanya kepada budak tersebut, apakah kau bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah?. Dia menjawab, ‘Ya.’ (Rasulullah saw.) bertanya, apakah kau bersaksi bahwa saya adalah Rasulullah?. Dia menjawab ‘Ya.’ Beliau bertanya, apakah kau percaya dengan kebangkitan setelah mati?. Dia menjawab, ‘ya.’ (Rasulullah saw.) bersabda: “Bebaskanlah dia.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15184
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ إِبْرَاهِيمَ التَّيْمِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ عِيسَى بْنَ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ أَخْبَرَهُ أَنَّ عُمَيْرَ بْنَ سَلَمَةَ الضَّمْرِيَّ أَخْبَرَهُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ بَهْزٍأَنَّهُ خَرَجَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرِيدُ مَكَّةَ حَتَّى إِذَا كَانُوا فِي بَعْضِ وَادِي الرَّوْحَاءِ وَجَدَ النَّاسُ حِمَارَ وَحْشٍ عَقِيرًا فَذَكَرُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَقِرُّوهُ حَتَّى يَأْتِيَ صَاحِبُهُ فَأَتَى الْبَهْزِيُّ وَكَانَ صَاحِبَهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ شَأْنَكُمْ بِهَذَا الْحِمَارِ فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَا بَكْرٍ فَقَسَمَهُ فِي الرِّفَاقِ وَهُمْ مُحْرِمُونَ قَالَ ثُمَّ مَرَرْنَا حَتَّى إِذَا كُنَّا بِالْأُثَايَةِ إِذَا نَحْنُ بِظَبْيٍ حَاقِفٍ فِي ظِلٍّ فِيهِ سَهْمٌ فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا أَنْ يَقِفَ عِنْدَهُ حَتَّى يُجِيزَ النَّاسُ عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} berkata telah mengabarkan kepada kami, {Yahya} bahwa {Muhammad bin Ibrahim At-Taimi} mengabarinya {‘Isa bin Thalhah bin ‘Ubaidullah} menghabarinya dari {‘Umair bin Salamah Adl-Dlamri} menghabarinya, dari {seorang laki-laki dari Bahz} dia keluar bersama Rasulullah saw. menuju Makah. Sampai ketika mereka telah sampai pada sebagian bukit Rauha’, orang-orang mendapatkan keledai Wahsy dalam keadaan terlepas. Mereka sampaikan kasus itu kepada Nabi saw., lalu beliau bersabda: “Lepaskanlah kalian sampai datang pemiliknya.” lalu Al Bahzi datang dan dia adalah sahabatnya, lalu bertanya Wahai Rasulullah, bagaimana menurut anda keledai ini?. Rasulullah saw. menyuruh Abu Bakar lalu membaginya kepada orang-orang, sedang mereka dalam keadaan ihram. (Al Bahzi) berkata lalu kami melewati sampai di Utsayah, kami melewati rusa yang tertidur, di bawah mulutnya ada anak panah. Nabi saw. memerintahkan seorang laki-laki mendatanginya sehingga orang-orang melewatinya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15185
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِأَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ قَالَ مَا أَرَى الدِّيَةَ إِلَّا لِلْعَصَبَةِ لِأَنَّهُمْ يَعْقِلُونَ عَنْهُ فَهَلْ سَمِعَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي ذَلِكَ شَيْئًا فَقَالَ الضَّحَّاكُ بْنُ سُفْيَانَ الْكِلَابِيُّ وَكَانَ اسْتَعْمَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْأَعْرَابِ كَتَبَ إِلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أُوَرِّثَ امْرَأَةَ أَشْيَمَ الضَّبَابِيِّ مِنْ دِيَةِ زَوْجِهَا فَأَخَذَ بِذَلِكَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id bin Musayyab} ‘Umar bin Al Khottob RA berkata Saya tidak melihat diat kecuali bagi ashobah (kerabat dari pihak ayah) karena mereka mendapatkan sisa harta secara syar’i. Apakah ada seseorang yang telah mendengar dari Rasulullah saw. dalam masalah itu?. Lalu {Al Dhahak bin Sufyan Al Kilabi} berkata dia adalah salah satu pegawai Rasulullah saw. untuk memimpin orang-orang Arab pedesaan. Rasulullah saw. menulis surat kepadaku agar aku memberi warisan istri Asyyam Adl-Dlababi dari diyat suaminya. Lalu ‘Umar bin Al Khattab mengambil hal itu sebagai ketetapan.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15186
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ سَمِعْتُهُ مِنَ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدٍأَنَّ عُمَرَ قَالَ الدِّيَةُ لِلْعَاقِلَةِ وَلَا تَرِثُ الْمَرْأَةُ مِنْ دِيَةِ زَوْجِهَا حَتَّى أَخْبَرَهُ الضَّحَّاكُ بْنُ سُفْيَانَ الْكِلَابِيُّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ إِلَيَّ أَنْ أُوَرِّثَ امْرَأَةَ أَشْيَمَ الضَّبَابِيِّ مِنْ دِيَةِ زَوْجِهَا فَرَجَعَ عُمَرُ عَنْ قَوْلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} berkata saya telah mendengarnya dari {Az Zuhri} dari {Sa’id} ‘Umar berkata diyat itu untuk wanita yang berakal, dan seorang istri tidak mewarisi diyat suaminya sampai {Al Dhahak bin Sufyan Al Kalbi} mengabarinya bahwa Rasulullah saw. menulis surat kepadaku agar aku memberi warisan istri Asyyam Adl-Dlababi dari diyat suaminya, lalu ‘Umar menarik kembali perkataannya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15187
حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ جُدْعَانَ عَنِ الْحَسَنِ عَنِ الضَّحَّاكِ بْنِ سُفْيَانَ الْكِلَابِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ يَا ضَحَّاكُ مَا طَعَامُكَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اللَّحْمُ وَاللَّبَنُ قَالَ ثُمَّ يَصِيرُ إِلَى مَاذَا قَالَ إِلَى مَا قَدْ عَلِمْتَ قَالَ فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى ضَرَبَ مَا يَخْرُجُ مِنْ ابْنِ آدَمَ مَثَلًا لِلدُّنْيَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami hamad bin {Abdul Malik} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {‘Ali bin Jud’an} dari {Al Hasan} dari {Adl-Dhahak bin Sufyan Al Kilabi} Rasulullah saw. bersabda kepadanya, “Wahai Dhahak, apakah makananmu?.” Dia menjawab, Wahai Rasulullah, daging dan susu!. Beliau bertanya, lantas yang kau makan itu menjadi apa?. Dia menjawab ‘Sebagaimana yang anda ketahui.’ Beliau bersabda: ” Allah Tabaroka Wa Ta’ala membuat contoh apa yang telah keluar dari anak Adam sebagai pemisalan di dunia.”