Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15268
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَارِظٍ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Ibrahim bin Abdullah bin Qarizh} dari {Sa’ib bin Yazid} dari {Rafi’ bin Khadij} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang membekam dan dibekam berarti telah batal puasanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15269
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَقْلِقَالَ الْحَكَمُ وَالْحَقْلُ الثُّلُثُ وَالرُّبُعُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Hakam} dari {Mujahid} dari {Rafi’ bin Khadij} berkata Rasulullah saw. melarang Al Haql (menjual makanan yang masih di dalam tangkainya dengan gandum). Al Hakam berkata adalah sepertiga atau seperempat.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15270
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نِيَارٍأَنَّهُ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يَذْبَحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ أَنْ يُعِيدَ قَالَ إِنِّي لَا أَجِدُ إِلَّا جَذَعَةً فَأَمَرَهُ أَنْ يَذْبَحَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Busyair bin Yasar} dari {Abu Burdah bin Niyar} dia menyembelih sebelum Nabi saw. menyembelih, maka beliau menyuruhnya mengulanginya. Dia berkata “Saya tidak mendapatkannya lagi selain jadza’ah (unta yang berumur antara enam bulan sampai satu tahun) ” lalu (Rasulullah saw.) menyuruhnya agar menyembelihnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15271
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُمَيْعٍ عَنِ الْجَهْمِ بْنِ أَبِي الْجَهْمِ عَنِ ابْنِ نِيَارٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى تَكُونَ لِلُكَعِ ابْنِ لُكَعٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Abdullah bin Jumai’} dari {Al Jahm bin Abu Al Jahm} dari {Ibnu Niyar} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Dunia tidak akan lenyap kecuali setelah muncul orang yang tercela, bodoh, lagi tak berilmu”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15272
حَدَّثَنَا هَاشِمٌ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي بُرْدَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُجْلَدُ فَوْقَ عَشْرِ جَلَدَاتٍ إِلَّا فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ تَعَالَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} dan {Hajjaj} berkata telah menceritakan kepada kami {Laits} yaitu Ibnu Sa’d berkata telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Habib} dari {Bukair bin Abdullah bin Al Assyaj} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Abdurrahman bin Jabir bin Abdullah} dari {Abu Burdah} Rasulullah saw. bersabda: “Tidak diperkenankan seseorang dicambuk lebih dari sepuluh kali kecuali pada hukuman syara’ dari Allah Ta’ala”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15273
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عِيسَى عَنْ جُمَيْعِ بْنِ عُمَيْرٍ وَلَمْ يَشُكَّ عَنْ خَالِهِ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نِيَارٍ قَالَانْطَلَقْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى نَقِيعِ الْمُصَلَّى فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِي طَعَامٍ ثُمَّ أَخْرَجَهَا فَإِذَا هُوَ مَغْشُوشٌ أَوْ مُخْتَلِفٌ فَقَالَ لَيْسَ مِنَّا مَنْ غَشَّنَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Abdullah bin ‘Isa} dari {Jumai’ bin ‘Umair} dan tidak ragu dari {pamannya, Abu Burdah bin Niyar} berkata saya berangkat bersama Nabi saw. ke suatu pasar, lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam makanan dan mengeluarkannya. Ternyata makanan tersebut yang baik hanya di bagian luar atau permukaan (tidak sesuai antara sifat makanan yang tampak diatas dengan yang dibawah) lalu beliau berkomentar, “Bukan termasuk dari golongan kita orang yang menipu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15274
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ سُلَيْمَانُ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جَابِرٍ حَدِّثْ فَحَدَّثَ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نِيَارٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا جَلْدَ فَوْقَ عَشْرِ جَلَدَاتٍ إِلَّا فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Bukair bin Abdullah} berkata {Sulaiman} berkata kepada {Abdurrahman bin Jabir} ceritakan! Lalu dia menceritakan dari {Abu Burdah bin Niyar} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada hukuman cambuk lebih dari sepuluh kali kecuali pada hukuman syara’ dari Allah Azzawajalla”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15275
حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ الْخُزَاعِيُّ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جَابِرٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نِيَارٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يُجْلَدُ فَوْقَ عَشْرِ جَلَدَاتٍ إِلَّا فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّوَكَانَ لَيْثٌ حَدَّثَنَاهُ بِبَغْدَادَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ بُكَيْرٍ عَنْ سُلَيْمَانَ فَلَمَّا كُنَّا بِمِصْرَ أَخْبَرَنَا بُكَيْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Salamah Al Khuza’i} telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Bukair bin Abdullah bin Al Asyaj} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Abdurrahman bin Jabir} dari {Abu Burdah bin Niyar} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh seseorang dicambuk lebih dari sepuluh kali kecuali pada hukuman syara’ dari Allah Azzawajalla”. {Laits} menceritakannya di Baghdad, dari {Yazid bin Habib} dari {Bukair} dari {Sulaiman} tatkala kami di Mesir, telah mengabarkan kepada kami Bukair bin Abdullah bin Al Asyaj
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15276
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ وَائِلٍ عَنْ جُمَيْعِ بْنِ عُمَيْرٍ عَنْ خَالِهِ قَالَسُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَفْضَلِ الْكَسْبِ فَقَالَ بَيْعٌ مَبْرُورٌ وَعَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin ‘Amir} berkata telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Wa’il} dari {Jumai’ bin ‘Umair} dari {pamannya} Nabi saw. ditanya tentang penghasilan yang paling utama. Beliau bersabda: “Sebaik-baik penghasilan adalah juAl beli yang sah, tidak terdapat unsur penipuan dan usaha seseorang dengan tangannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15277
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُمَيْعٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي الْجَهْمِ قَالَأَقْبَلْتُ أَنَا وَزَيْدُ بْنُ حَسَنٍ بَيْنَنَا ابْنُ رُمَّانَةَ مَوْلَى عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مَرْوَانَ قَدْ نَصَبْنَا لَهُ أَيْدِيَنَا فَهُوَ مُتَّكِئٌ عَلَيْهَا دَاخِلَ الْمَسْجِدِ مَسْجِدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَهَى ابْنَ نِيَارٍ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَرْسَلَ إِلَى أَبِي بَكْرٍ ائْتِنِي فَأَتَاهُ فَقَالَ رَأَيْتُ ابْنَ رُمَّانَةَ بَيْنَكُمَا يَتَوَكَّأُ عَلَيْكَ وَعَلَى زَيْدِ بْنِ حَسَنٍ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَنْ تَذْهَبَ الدُّنْيَا حَتَّى تَكُونَ عِنْدَ لُكَعِ ابْنِ لُكَعٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nua’im} telah menceritakan kepada kami {Al Walid} yaitu Ibnu Abdullah bin Jumai’, berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Bakar bin Abu Al Jahm} berkata saya menemui Ibnu Rumanah mantan budak Abdul Aziz bin Marwan sedang Zaid bin Hasan ada diantara kami, kami menegakkan tangan kami, selanjutnya (Ibnu Rumanah) sedang bersandar pada tangan kami dalam masjid, yaitu masjid Rasulullah saw. Lantas ada seseorang dari kalangan sahabat yang bernama {Ibnu Niyar} melarang, lalu dia mengutus seseorang kepada Abu Bakar dengan mengatakan ‘Datangilah aku.’ Abu Bakar pun mendatangi Ibnu Niyar, lalu Ibnu Niyar berkata ‘Saya melihat Ibnu Rumanah ada di antara kalian berdua, bersandar padamu dan pada Zaid bin Hasan, padahal saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Dunia tidak akan sirna kecuali setelah berada pada orang yang tercela, bodoh lagi tak berilmu”.