Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15428
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا عَلِيُّ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَمَّارِ بْنِ أَبِي عَمَّارٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا حَبَّةَ الْبَدْرِيَّ قَالَلَمَّا نَزَلَتْ لَمْ يَكُنْ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَى آخِرِهَا قَالَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ رَبَّكَ يَأْمُرُكَ أَنْ تُقْرِئَهَا أُبَيًّا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأُبَيٍّ إِنَّ جِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَام أَمَرَنِي أَنْ أُقْرِئَكَ هَذِهِ السُّورَةَ قَالَ أُبَيٌّ وَقَدْ ذُكِرْتُ ثَمَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَبَكَى أُبَيٌّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} telah mengabarkan kepada kami {‘Ali bin Zaid} dari {‘Amar bin Abu Amar} berkata saya mendengar {Abu Habbah Al Badry} berkata Ketika turun ayat LAMYAKUNIL LADZINA KAFARU MIN AHLIL KITABI, sampai akhir, Jibril ‘alaihissalam berkata “Wahai Rasulullah, Rab-mu menyuruhmu untuk membacakannya kepada Ubbay”. Lalu Nabi saw. bersabda kepada Ubay ‘Jibril ‘alaihissalam menyuruhku untuk membacakan surat ini kepadamu”, maka Ubay berkata Apakah namaku disebut-sebut di sana Wahai Rasulullah?. (Rasulullah saw.) bersabda: “Ya”. Lalu Ubay menangis.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15429
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا مَعْرُوفٌ يَعْنِي ابْنَ وَاصِلٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي حَفْصَةُ ابْنَةُ طَلْقٍ امْرَأَةٌ مِنْ الْحَيِّ سَنَةَ تِسْعِينَ عَنْ أَبِي عُمَيْرَةَ قَالَكُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا فَجَاءَ رَجُلٌ بِطَبَقٍ عَلَيْهِ تَمْرٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا هَذَا أَصَدَقَةٌ أَمْ هَدِيَّةٌ قَالَ صَدَقَةٌ قَالَ فَقَدِّمْهُ إِلَى الْقَوْمِ وَحَسَنٌ صَلَوَاتُ اللَّهِ وَسَلَامُهُ عَلَيْهِ يَتَعَفَّرُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَأَخَذَ الصَّبِيُّ تَمْرَةً فَجَعَلَهَا فِي فِيهِ فَأَدْخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُصْبُعَهُ فِي فِي الصَّبِيِّ فَنَزَعَ التَّمْرَةَ فَقَذَفَ بِهَا ثُمَّ قَالَ إِنَّا آلَ مُحَمَّدٍ لَا تَحِلُّ لَنَا الصَّدَقَةُفَقُلْتُ لِمَعْرُوفٍ أَبُو عُمَيْرٍ جَدُّكَ قَالَ جَدُّ أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا مَعْرُوفٌ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ طَلْقٍ عَنْ أَبِي عَمِيرَةَ أُسَيْدِ بْنِ مَالِكٍ جَدِّ مَعْرُوفٍ قَالَ كُنَّا جُلُوسًا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Adam} telah menceritakan kepada kami {Ma’ruf} yaitu Ibnu Wasil, berkata telah menceritakan kepadaku {Hafshah}, anak Thalq, seorang wanita dari suatu desa tahun sembilan puluh, dari {Abu ‘Umairah} berkata kami sedang duduk di samping Rasulullah saw. pada suatu hari, selanjutnya seorang laki-laki membawa periuk berisi kurma. Rasulullah saw. bersabda: “Apakah ini sedekah ataukah hadiah?” laki-laki tersebut menjawab, “Itu adalah sedekah”. beliau bersabda: “Berikanlah untuk orang-orang”. Lantas Hasan memasukkan jarinya, mengambil kurma lalu meletakkanya di mulutnya. Kontan Nabi saw. memasukkan jarinya pada mulut bayi dan mengeluarkan kurma dan membuangnya. Beliau bersabda: “Sesungguhnya keluarga Muhammad, tidak halal sedekah bagi kita”. Saya berkata kepada Ma’ruf bahwa Abu ‘Umair adalah kakekmu, maka (Ma’ruf) berkata dia adalah kakek bapakku. (Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’ruf} dari {Hafshah binti Thalq} dari {Abu ‘Amirah, Usaid bin Malik, kakek Ma’ruf} berkata kami sedang duduk bersama Rasulullah saw., lalu menyebutkan hadisnya secara lengkap
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15430
قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي الْعَبَّاسِ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ الْخَوْلَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عُمَرُ بْنُ رُؤْبَةَ التَّغْلِبِيُّ عَنْ عَبْدِ الْوَاحِدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ النَّصْرِيِّ عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ اللَّيْثِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَرْأَةُ تَحُوزُ ثَلَاثَ مَوَارِيثَ عَتِيقَهَا وَلَقِيطَهَا وَوَلَدَهَا الَّذِي لَاعَنَتْ عَلَيْهِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Abu Al ‘Abbas} berkata telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Harb Al Khaulani} berkata telah menceritakan kepadaku {‘Umar bin Ru’bah At-Taghlibi} dari {Abdul Wahid bin Abdullah An Nashri} dari {Watsilah bin Al Asyqa’ Al Laitsi} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Wanita itu berhak mendapatkan tiga warisan, warisan orang yang dia bebaskan (yaitu dengan wala’ jika dia tidak ada ahli warisnya). Warisan dari orang yang dia temukan dan warisan anaknya yang dia di li’an karena anak tersebut”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15431
قَالَ حَدَّثَنَا هَيْثَمُ بْنُ خَارِجَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو عَبْدِ الْمَلِكِ الْحَسَنُ بْنُ يَحْيَى الْخُشَنِيُّ عَنْ بِشْرِ بْنِ حَيَّانَ قَالَجَاءَ وَاثِلَةُ بْنُ الْأَسْقَعِ وَنَحْنُ نَبْنِي مَسْجِدَنَا قَالَ فَوَقَفَ عَلَيْنَا فَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يُصَلَّى فِيهِ بَنَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُ فِي الْجَنَّةِ أَفْضَلَ مِنْهُقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَقَدْ سَمِعْتُهُ مِنْ هَيْثَمِ بْنِ خَارِجَةَ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Hutsaim bin Kharijah} berkata telah mengabarkan kepada kami {Abu Abdul Malik Al Hasan bin Yahya Al Khusyni} dari {Bisyr bin Hayyan} berkata {Watsilah bin Al Asyqa’} datang ketika kami membangun masjid kami. Dia berdiri dan mengucapkan salam kepada kami, dan berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa membangun masjid dan digunakan untuk shalat, Allah Azzawajalla membangunkan sesuatu yang jauh lebih baik baginya di surga”. Abu Abdurrahman berkata demikian dan saya juga mendengarnya dari Haitsam bin Kharijah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15432
قَالَ حَدَّثَنَا عَتَّابٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنِي يَزِيدُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ رَبِيعَةَ بْنَ يَزِيدَ الدِّمَشْقِيَّ أَخْبَرَهُ عَنْ وَاثِلَةَ يَعْنِي ابْنَ الْأَسْقَعِ قَالَكُنْتُ مِنْ أَهْلِ الصُّفَّةِ فَدَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا بِقُرْصٍ فَكَسَرَهُ فِي الْقَصْعَةِ وَصَنَعَ فِيهَا مَاءً سُخْنًا ثُمَّ صَنَعَ فِيهَا وَدَكًا ثُمَّ سَفْسَفَهَا ثُمَّ لَبَّقَهَا ثُمَّ صَعْنَبَهَا ثُمَّ قَالَ اذْهَبْ فَأْتِنِي بِعَشَرَةٍ أَنْتَ عَاشِرُهُمْ فَجِئْتُ بِهِمْ فَقَالَ كُلُوا وَكُلُوا مِنْ أَسْفَلِهَا وَلَا تَأْكُلُوا مِنْ أَعْلَاهَا فَإِنَّ الْبَرَكَةَ تَنْزِلُ مِنْ أَعْلَاهَا فَأَكَلُوا مِنْهَا حَتَّى شَبِعُوا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {‘Attab} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Al Mubarak} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} berkata telah menceritakan kepadaku {Yazid} yaitu Ibnu Abu Habib, {Rabi’ah bin Yazid Ad-Dimasyki} mengabarinya, dari {Watsilah} yaitu Ibnu Al Asyqa’, saya termasuk dari Ahli Shuffah, pada suatu hari Rasulullah saw. memanggil-manggil dengan membawa roti yang berbentuk bulat pipih, lantas beliau memecahnya dalam bejana yang berisi air hangat. Beliau buat bubur roti dalam bejana tersebut, beliau saring dengan saringan, dan beliau campur sedemikian rupa, kemudian beliau bersabda: “Undanglah sepuluh orang, sekaligus kamu”. Saya membawa mereka, lalu beliau bersabda: “Makanlah, makanlah kalian dari bawahnya dan jangan kalian makan dari atasnya, sebab keberkahan itu turun dari atas” lalu mereka memakannya sampai kenyang.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15433
قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مَلِيحِ بْنِ أُسَامَةَ عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُمِرْتُ بِالسِّوَاكِ حَتَّى خَشِيتُ أَنْ يُكْتَبَ عَلَيَّ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Isma’il} berkata telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Abu Burdah} dari {Abu Mulaih bin Usamah} dari {Watsilah bin Al Ayqa’} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Saya diperintah untuk bersiwak hingga saya khawatir jangAn jangan hal itu diwajibkan atasku”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15434
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ رَبِيعَةَ بْنِ يَزِيدَ قَالَ سَمِعْتُ وَاثِلَةَ بْنَ الْأَسْقَعِ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ أَعْظَمَ الْفِرَى ثَلَاثَةٌ أَنْ يَفْتَرِيَ الرَّجُلُ عَلَى عَيْنَيْهِ يَقُولُ رَأَيْتُ وَلَمْ يَرَ وَأَنْ يَفْتَرِيَ عَلَى وَالِدَيْهِ فَيُدْعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ يَقُولُ سَمِعَنِي وَلَمْ يَسْمَعْ مِنِّي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrohman bin Mahdi} berkata telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Rabi’ah bin Yazid} berkata saya mendengar {Watsilah bin Al Asyqa’} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sebesar-besarnya kebohongan ada tiga, kebohongan seorang dengan kedua matanya, ia berkata ‘saya melihat’ padahal ia tidak melihat. Kebohongan seorang dengan menasabkan diri kepada selain kedua orang tuanya, lalu ia dipanggil dengan nasab selain nama bapaknya, dan perkataan seorang bahwa ia mendengar dariku (Rasulullah saw.) padahal ia tidak mendengar dariku”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15435
قَالَ حَدَّثَنَا هَاشِمٌ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو فَضَالَةَ الْفَرَجُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَعْدٍ قَالَرَأَيْتُ وَاثِلَةَ بْنَ الْأَسْقَعِ يُصَلِّي فِي مَسْجِدِ دِمَشْقَ فَبَزَقَ تَحْتَ رِجْلِهِ الْيُسْرَى ثُمَّ عَرَكَهَا بِرِجْلِهِ فَلَمَّا انْصَرَفَ قُلْتُ أَنْتَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبْزُقُ فِي الْمَسْجِدِ قَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Hasyim} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Fadlalah bin Al Faraj} berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’d} berkata Saya melihat {Watsilah bin Asyqa’} shalat di masjid Damaskus, lalu dia meludah di bawah kaki kirinya kemudian mengubur bekas ludahnya dengan kakinya. Selesai shalat, saya bertanya, “Apa kamu termasuk sahabat Rasulullah saw., berludah di masjid?”, maka dia berkata “Begitulah saya melihat Rasulullah saw. berbuat”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15436
قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ هَاشِمٌ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ عُلَاثَةَ قَالَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ أَبِي عَبْلَةَ عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ قَالَجَاءَ نَفَرٌ مِنْ بَنِي سُلَيْمٍ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ صَاحِبًا لَنَا قَدْ أَوْجَبَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَعْتِقْ رَقَبَةً مُسْلِمَةً يَفُكَّ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ بِكُلِّ عُضْوٍ مِنْهَا عُضْوًا مِنْهُ مِنْ النَّارِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallhu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr, Hasyim} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu ‘Ulatsah} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Abu ‘Ablah} dari {Watsilah bin Al Asyqa’} berkata telah datang beberapa laki-laki dari Bani Sulaim kepada Rasulullah saw. lalu mereka berkata “Wahai Rasulullah, ada salah seorang teman kami yang melakukan dosa besar”, Rasulullah saw. bersabda: “Hendaklah dia membebaskan seorang budak muslim, niscaya Allah Azzawajalla akan membebaskan anggota tubuhnya dari api neraka dengan perantaraan masing-masing anggota tubuh budak yang dimerdekakannya”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15437
حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ قَالَ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ الْحِمْصِيُّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ الْحِمْصِيِّ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ رُؤْبَةَ التَّغْلِبِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ النَّصْرِيُّ عَنْ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَرْأَةُ تَحُوزُ ثَلَاثَ مَوَارِيثَ عَتِيقَهَا وَلَقِيطَهَا وَوَلَدَهَا الَّذِي تُلَاعِنُ عَلَيْهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} berkata telah menceritakan kepada kami {Baqiyah bin Al Walid Al Himshi} dari {Abu Salamah Al Himshi} berkata telah menceritakan kepada kami {‘Umar bin Ru`bah At-Taghlibi} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid bin Abdullah An Nashri} dari {Watsilah bin Al Asyqa’} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Wanita itu berhak mendapatkan tiga warisan, warisan orang yang dia bebaskan (yaitu dengan wala’ jika dia tidak ada ahli warisnya). Warisan dari orang yang dia temukan dan warisan anaknya yang dia di li’an karena anak tersebut”.