Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15123
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ وَابْنُ بَكْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ سَمِعْتُ نَافِعًا يَقُولُ كَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ يَأْثُرُ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ أَنَّهُكَانَ يَقُولُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الْجِنَازَةَ فَلْيَقُمْ حِينَ يَرَاهَا حَتَّى تُخَلِّفَهُ إِذَا كَانَ غَيْرَ مُتَّبِعِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} dan {Ibnu Bakr} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata saya telah mendengar {Nafi’} berkata {Abdullah bin ‘Umar} mendapatkan kabar dari {‘Amir bin Rabi’ah} dia berkata Nabi saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melihat jenazah, berdirilah ketika melihatnya sampai jenazah itu meninggalkannya, jika ia tidak ikut mengiringinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15124
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَا أَعُدُّ وَمَا لَا أُحْصِي يَسْتَاكُ وَهُوَ صَائِمٌ وَقَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ مَا لَا أُحْصِي يَتَسَوَّكُ وَهُوَ صَائِمٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dan {Abdurrahman} dari {Sufyan} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} berkata saya melihat Rasulullah saw. hingga jumlah yang saya tidak bisa menghitungnya, yaitu beliau bersiwak sedang beliau dalam keadaan puasa. Sedang ‘Abdurrahman berkata dengan redaksi ‘Saya tidak bisa menghitungya, yaitu beliau selalu menjaga bersiwak dalam keadaan berpuasa.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15125
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ سَمِعْتُ شُعْبَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَجُلًا تَزَوَّجَ امْرَأَةً عَلَى نَعْلَيْنِ قَالَ فَأَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ ذَاكَ لَهُ فَقَالَ أَرَضِيتِ مِنْ نَفْسِكِ وَمَالِكِ بِنَعْلَيْنِ قَالَتْ نَعَمْ قَالَ شُعْبَةُ فَقُلْتُ لَهُ كَأَنَّهُ أَجَازَ ذَلِكَ قَالَ كَأَنَّهُ أَجَازَهُ قَالَ شُعْبَةُ ثُمَّ لَقِيتُهُ فَقَالَ أَرَضِيتِ مِنْ نَفْسِكِ وَمَالِكِ بِنَعْلَيْنِ فَقَالَتْ رَأَيْتُ ذَاكَ فَقَالَ وَأَنَا أَرَى ذَاكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} berkata saya telah mendengar {Syu’bah} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} berkata saya mendengar {Abdullah bin ‘Amir} menceritakan dari {Bapaknya} ada seorang laki-laki menikahi seorang wanita dengan (maskawin) dua sandal, maka wanita itu berkata ‘Ya.’ Syu’bah berkata saya berkata kepada (‘Ashim bin ‘Ubaidullah Radhiyallahu’anhu) sepertinya (Rasulullah saw.) membolehkannya. (‘Ashim bin ‘Ubaidullah Radhiyallahu’anhu) berkata sepertinya (Rasulullah saw.) membolehkannya. Syu’bah berkata kemudian saya menemuinya. (‘Amir Radhiyallahu’anhu) berkata apakah kamu rela dengan dirimu dan hartamu dengan maskawin dua sandal?, wanita itu menjawab. ‘Saya pikir nggak masalah.’ Maka (‘Amir radliallahu ‘anhu) berkata ‘Saya pikir juga nggak masalah.’
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15126
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ يَقُولُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً لَمْ تَزَلْ الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَيْهِ مَا صَلَّى عَلَيَّ فَلْيُقِلَّ عَبْدٌ مِنْ ذَلِكَ أَوْ لِيُكْثِرْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata telah mengabarkan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} berkata telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} berkata saya telah mendengar {Abdullah bin ‘Amir} menceritakan dari {Bapaknya} berkata saya mendengar Rasulullah saw. berkhutbah dengan mengatakan, “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, Malaikat mendo’akannya selama dia mengucapkan shalawat tersebut. Sekarang tergantung anda, mau mempersedikit membacanya atau memperbanyak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15127
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَاصِمُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّهَا سَتَكُونُ مِنْ بَعْدِي أُمَرَاءُ يُصَلُّونَ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا وَيُؤَخِّرُونَهَا عَنْ وَقْتِهَا فَصَلُّوهَا مَعَهُمْ فَإِنْ صَلَّوْهَا لِوَقْتِهَا وَصَلَّيْتُمُوهَا مَعَهُمْ فَلَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ أَخَّرُوهَا عَنْ وَقْتِهَا فَصَلَّيْتُمُوهَا مَعَهُمْ فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً وَمَنْ نَكَثَ الْعَهْدَ وَمَاتَ نَاكِثًا لِلْعَهْدِ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُقُلْتُ لَهُ مَنْ أَخْبَرَكَ هَذَا الْخَبَرَ قَالَ أَخْبَرَنِيهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يُخْبِرُ عَامِرُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} Nabi saw. bersabda: “Akan datang setelahku para pemimpin, mereka melaksanakan shalat pada waktunya dan mengakhirkan dari waktunya. Shalatlah bersama mereka, jika mereka shalat pada waktunya. Kamu akan beruntung, dan mereka juga beruntung. Jika mereka mengakhirkan dari waktunya lantas kalian sholat bersama mereka, kamu memperoleh pahala dan mereka berdosa. Barangsiapa yang memisahkan diri dari jamaah, maka mati seperti matinya Jahiliyyah. Siapa yang merusak perjanjian dan dalam keadaan tersebut, datang pada Hari Kiamat, tidak ada alasan baginya.” Saya (Abdurrazzaq RH) bertanya kepada (Ibnu Juraij RH), siapa yang menghabarimu? Dia menjawab, yang menghabariku adalah {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari Bapaknya, {‘Amir bin Rabi’ah}. ‘Amir bin Rabi’ah menghabarinya dari Nabi saw.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15128
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَى أَحَدُكُمْ الْجِنَازَةَ فَلْيَقُمْ حَتَّى تُخَلِّفَهُ أَوْ تُوضَعَحَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Salim} dari {Ibnu ‘Umar} dari {‘Amir bin Rabi’ah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang dari kalian melihat jenazah, maka berdirilah sampai kamu telah berada di belakang jenazah itu atau sampai jenazah itu diletakkan.” Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} dari {‘Amir bin Rabi’ah} dari Nabi saw. sama dengan hadis di atas.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15129
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِقَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عَلَى ظَهْرِ رَاحِلَتِهِ النَّوَافِلَ فِي كُلِّ جِهَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} berkata saya melihat Rasulullah saw. shalat sunnah di atas kendaraannya dengan menghadap semua arah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15130
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتَ جَنَازَةً فَإِنْ لَمْ تَكُ مَاشِيًا مَعَهَا فَقُمْ لَهَا حَتَّى تُخَلِّفَكَ أَوْ تُوضَعَقَالَ فَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رُبَّمَا تَقَدَّمَ الْجِنَازَةَ فَقَعَدَ حَتَّى إِذَا رَآهَا قَدْ أَشْرَفَتْ قَامَ حَتَّى تُوضَعَ وَرُبَّمَا سَتَرَتْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah mengabarkan kepada kami {Ayyub} dari {Nafi’} dari {Ibnu ‘Umar} dari {‘Amir bin Rabi’ah} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika kamu melihat jenazah, sedang kamu tidak mengiringi jenazah tersebut, maka berdirilah karenanya sampai jenazah tersebut menjauh atau diletakkan.” (Nafi’ Radhiyallahu’anhu) berkata Kebiasaan Ibnu ‘Umar jika ada jenazah yang dibawa, dia duduk. Namun begitu dia melihatnya dan jenazah telah dekat, maka dia berdiri sampai jenazah itu diletakkan atau tidak kelihatan lagi.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15131
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ بِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Al A’la} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {Abdullah ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} dia melihat Rasulullah saw. shalat di atas kendaraanya kearah manasaja kendaraan itu menghadap.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15132
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَيَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا رَأَيْتُمْ الْجِنَازَةَ فَقُومُوا لَهَا حَتَّى تُخَلِّفَكُمْ أَوْ تُوضَعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Ibnu Syihab} dari {Salim} dari {Bapaknya} dari {‘Amir bin Rabi’ah} sampai kepadanya Nabi saw. bersabda: “Jika kalian melihat jenazah, maka berdirilah kalian karenanya sampai jenazah tersebut meninggalkan kalian atau diletakkan.”