Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15133
حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِقَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَاكُ مَا لَا أَعُدُّ وَلَا أُحْصِي وَهُوَ صَائِمٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Sufyan} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidulloh} dari {Abdullah ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} berkata saya melihat Rasulullah saw. bersiwak dalam jumlah yang saya tidak bisa menghitungnya sedang beliau dalam keadaan puasa.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15134
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا صَلَّى عَلَيَّ أَحَدٌ صَلَاةً إِلَّا صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ مَا دَامَ يُصَلِّي عَلَيَّ فَلْيُقِلَّ عَبْدٌ مِنْ ذَلِكَ أَوْ لِيُكْثِرْحَدَّثَنَا شُعَيْبُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَاصِمُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَ بَدْرِيًّا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً فَذَكَرَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Syu’bah} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidulloh} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, melainkan Malaikat mendo’akannya selama dia mengucapkan shalawat tersebut. Maka terserah saudara, mau mempersedikit dalam membacanya atau memperbanyak.” Telah menceritakan kepada kami {Syu’aib bin Harb} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata telah mengabarkan kepada kami {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} berkata Muhammad {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} menceritakan dari {Bapaknya} dan dia adalah veteran Perang Badar, dari Nabi saw. bersabda: “Barangsiapa yang bershalawat atasku satu kali”, lalu dia menyebutkannya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15135
حَدَّثَنَا أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ عَبْد اللَّهِ بْن أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ حَنْبَلِ بْنِ هِلَالِ بْنِ أَسَدٍ الشَّيْبَانِي قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي رَحْمَةُ اللَّهِ عَلَيْهِ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَجُلًا مِنْ بَنِي فَزَارَةَ تَزَوَّجَ امْرَأَةً عَلَى نَعْلَيْنِ فَأَجَازَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abu Abdurrahman Abdullah bin Ahmad bin Muhammad bin Hanbal bin Hilal bin Asad Asy-Syaibani berkata telah menceritakan kepadaku bapakku semoga Allah merahmatinya. Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} ada seorang laki-laki dari Bani Fazarah menikahi seorang wanita dengan maskawin sepasang sandal, dan Nabi saw. membolehkan pernikahannya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15136
حَدَّثَنَا يَزِيدُ أَخْبَرَنَا الْمَسْعُودِيُّ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَفْصِ بْنِ عُمَرَ بْنِ سَعْدِ بْنِ أَبِي وَقَّاصٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَ بَدْرِيًّا قَالَلَقَدْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبْعَثُنَا فِي السَّرِيَّةِ يَا بُنَيَّ مَا لَنَا زَادٌ إِلَّا السَّلْفُ مِنْ التَّمْرِ فَيَقْسِمُهُ قَبْضَةً قَبْضَةً حَتَّى يَصِيرَ إِلَى تَمْرَةٍ تَمْرَةٍ قَالَ فَقُلْتُ لَهُ يَا أَبَتِ وَمَا عَسَى أَنْ تُغْنِيَ التَّمْرَةُ عَنْكُمْ قَالَ لَا تَقُلْ ذَلِكَ يَا بُنَيَّ فَبَعْدَ أَنْ فَقَدْنَاهَا فَاخْتَلَلْنَا إِلَيْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah mengabarkan kepada kami {Al Mas’udi} dari {Abu Bakar bin Hafs bin ‘Umar bin Sa’d bin Abu Waqqash} dari {Abdullah ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} salah satu veteran perang Badar, berkata sungguh Rasulullah saw. pernah mengutus kami pada satuan perang, Wahai anakku, kami tidak mempunyai bekal kecuali hanya sekarung besar kurma, lalu beliau membaginya satu kantung- satu kantung sampai satu kurma-satu kurma. (‘Amir bin Rabi’ah Radhiyallahu’anhu) berkata saya bertanya Wahai bapakku kenapa kurma itu bisa cukup bagi kalian?. Beliau menjawab, ‘Janganlah kamu mengatakan hal itu Wahai anakku!. Setelah kami kehilangan dia, kami mencarinya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15137
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَاصِمُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَيَكُونُ أُمَرَاءُ بَعْدِي يُصَلُّونَ الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا وَيُؤَخِّرُونَهَا فَصَلُّوهَا مَعَهُمْ فَإِنْ صَلَّوْهَا لِوَقْتِهَا وَصَلَّيْتُمُوهَا مَعَهُمْ فَلَكُمْ وَلَهُمْ وَإِنْ أَخَّرُوهَا عَنْ وَقْتِهَا وَصَلَّيْتُمُوهَا مَعَهُمْ فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً وَمَنْ نَكَثَ الْعَهْدَ فَمَاتَ نَاكِثًا لِلْعَهْدِ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَا حُجَّةَ لَهُقُلْتُ مَنْ أَخْبَرَكَ هَذَا الْخَبَرَ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يُخْبِرُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakr} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} Nabi saw. bersabda: “Akan datang setelahku para pemimpin, mereka melaksanakan shalat tepat pada waktunya namun terkadang mengakhirkannya. Shalatlah bersama mereka jika mereka shalat pada waktunya. Jika kamu shalat bersama mereka, kalian mendapatkan pahala dan juga mereka. Jika mereka mengakhirkan waktunya lalu kalian shalat bersama mereka, kalian tidak berdosa dan mereka berdosa. Barangsiapa yang memisahkan diri dari jamaah, maka mati seperti matinya Jahiliyyah. Siapa yang merusak perjanjian dan dalam keadaan tersebut, ia datang pada Hari Kiamat dengan tidak ada alasan baginya.” Saya (Muhammad bin Bakr) bertanya kepada (Ibnu Juraij Radhiyallahu’anhu), siapa yang mengabarimu? Dia menjawab, yang mengabariku adalah {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari Bapaknya, {‘Amir bin Rabi’ah}. Ia menghabari dari Nabi saw.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15138
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّ مُتَابَعَةً بَيْنَهُمَا تَنْفِي الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Iringkanlah olehmu sekalian antara haji dan umrah, karena mengiringkan antara keduanya bisa menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa sebagaimana tungku yang menghilangkan karat-karat besi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15139
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثٌ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ أَنَّ عَامِرَ بْنَ رَبِيعَةَ قَالَرَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَبِّحُ وَهُوَ عَلَى الرَّاحِلَةِ وَيُومِئُ بِرَأْسِهِ قِبَلَ أَيِّ وَجْهٍ تَوَجَّهَ وَلَمْ يَكُنْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصْنَعُ ذَلِكَ فِي الصَّلَاةِ الْمَكْتُوبَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Laits} telah menceritakan kepadaku {‘Uqail} dari {Ibnu Syihab} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} {‘Amir bin Rabi’ah} berkata saya melihat Rasulullah saw. mengucapkan tasbih saat berada di atas kendaraan dan memberi isyarat dengan kepalanya, menghadap kearah manasaja, dan beliau tidak melakukan hal itu dalam shalat wajib.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15140
حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ وَحُسَيْنٌ قَالَا حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ يَعْنِي ابْنَ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ مَاتَ وَلَيْسَتْ عَلَيْهِ طَاعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً فَإِنْ خَلَعَهَا مِنْ بَعْدِ عَقْدِهَا فِي عُنُقِهِ لَقِيَ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى وَلَيْسَتْ لَهُ حُجَّةٌ أَلَا لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ لَا تَحِلُّ لَهُ فَإِنَّ ثَالِثَهُمَا الشَّيْطَانُ إِلَّا مَحْرَمٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ وَهُوَ مِنْ الِاثْنَيْنِ أَبْعَدُ مَنْ سَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ وَسَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ قَالَ حُسَيْنٌ بَعْدَ عَقْدِهِ إِيَّاهَا فِي عُنُقِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlr} dan {Husain} berkata telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {‘Ashim bin ‘Ubaidullah} dari {Abdullah bin ‘Amir} yaitu Ibnu Rabi’ah, dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang meninggal dan dia tidak dalam ketaatan maka meninggal sebagaimana matinya orang Jahiliyah. Jika dia melepas setelah mengikrarkan perjanjian itu pada lehernya, niscaya dia bertemu Allah Tabaraka Wa Ta’ala dalam keadaan tidak punya alasan. Janganlah seorang laki-laki menyendiri bersama seorang wanita yang tidak halal baginya kecuali mahramnya, karena yang ketiganya adalah setan. Ketahuilah bahwa setan bersama orang yang sendiri, jika ada dua orang maka dia lebih jauh. Siapa yang kejelekannya menjadikannya susah dan kebaikannya menyenangkannya maka dia adalah seorang mukmin. Husain berkata setelah dia mengikrarkannya pada lehernya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15141
حَدَّثَنَا أَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَسْوَدُ وَرُبَّمَا ذَكَرَ شَرِيكٌ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّ مُتَابَعَةً بَيْنَهُمَا تَزِيدُ فِي الْعُمُرِ وَالرِّزْقِ وَتَنْفِيَانِ الذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Aswad bin ‘Amir} telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {‘Ashim} dari {Bapaknya} dari Nabi saw. bersabda. {Aswad} berkata terkadang {Syarik} menyebutnya dari {‘Ashim} dari {Abdullah bin ‘Amir} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Iringkanlah olehmu sekalian antara haji dan umrah, sebab mengiringkan antara keduanya bisa menambah umur dan rizki, serta menghilangkan dosa-dosa sebagaimana tungku yang menghilangkan kotoran pada besi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15142
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ يَبْلُغُ بِهِ وَقَالَ مَرَّةً عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَقَالَ تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّ مُتَابَعَةً بَيْنَهُمَا يَنْفِيَانِ الذُّنُوبَ وَالْفَقْرَ كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ الْخَبَثَقَالَ سُفْيَانُ لَيْسَ فِيهِ أَبُوهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Ashim} dari {Abdullah bin ‘Amir bin Rabi’ah} menceritakan dari {‘Umar Radhiyallahu’anhu} yang sampai kepadanya –pada kesempatan lain berkata dari Nabi saw.- bersabda: “Iringkanlah olehmu sekalian antara haji dan umrah. Sebab mengiringkan antara keduanya bisa menghilangkan dosa-dosa dan kefakiran sebagaimana tungku yang menghilangkan kotoran.” Sufyan berkata di dalam sanadnya tidak ada redaksi bapaknya.