Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15173
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي الْفَيْضِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ مُرَّةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الزُّرَقِيِّأَنَّ رَجُلًا مِنْ أَشْجَعَ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْعَزْلِ فَقَالَ إِنَّ امْرَأَتِي تُرْضِعُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مَا يُقَدَّرُ فِي الرَّحِمِ فَسَيَكُونُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Al Faidl} berkata saya telah mendengar {Abdullah bin Murrah} menceritakan dari {Abu Sa’id Az Zuraqi} ada seorang laki-laki dan Asyja’ bertanya kepada Nabi saw. tentang ‘azl. Berkata istriku sedang menyusui. Nabi saw. bersabda: ” Apa yang telah ditentukan di dalam rahim niscaya akan terjadi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15174
حَدَّثَنَا يَحْيَى حَدَّثَنَا هِشَامٌ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ حَجَّاجِ بْنِ حَجَّاجٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا يُذْهِبُ عَنِّي مَذَمَّةَ الرَّضَاعِ قَالَ غُرَّةٌ عَبْدٌ أَوْ أَمَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dan {Ibnu Numair} berkata telah menceritakan kepada kami {Hisyam} berkata telah mengabarkan kepadaku {bapakku} dari {Hajjaj bin Hajjaj} dari {Bapaknya} berkata saya berkata Wahai Rasulullah, apakah yang bisa menghilangkan dariku hubungan persusuan? Beliau menjawab, budak laki-laki atau budak perempuan.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15175
قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ وَإِسْحَاقَ عَنْ سُفْيَانَ قَالَ سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ الْجَزَرِيِّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي عَمْرَةَ عَنْ عَمِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَجْمَعُوا اسْمِي وَكُنْيَتِي
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dari {Sufyan} dan {Ishaq} dari {Sufyan} Sufyan berkata dari {Abdul Karim Al Jazari} dari {Abdurrahman bin Abu ‘Amrah} dari {pamannya} Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian mengumpulkan antara namaku dan kuniyahku (nama yang disandarkan pada nama anaknya).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15176
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي بَكْرٍ وَسَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حُذَافَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُ أَنْ يُنَادِيَ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dari {Sufyan} dari {Abdullah} yaitu Ibnu Abu Karim dan {Salim Abu Nadlr} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Abdullah bin Hudzafah} Nabi saw. menyuruhnya agar mengumumkan pada Hari Tasyriq bahwa hari-hari tersebut adalah hari untuk makan dan minum.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15177
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ حُمَيْدٍ الْأَعْرَجِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ رَوَاحَةَأَنَّهُ قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ لَيْلًا فَتَعَجَّلَ إِلَى امْرَأَتِهِ فَإِذَا فِي بَيْتِهِ مِصْبَاحٌ وَإِذَا مَعَ امْرَأَتِهِ شَيْءٌ فَأَخَذَ السَّيْفَ فَقَالَتْ امْرَأَتُهُ إِلَيْكَ إِلَيْكَ عَنِّي فُلَانَةُ تُمَشِّطُنِي فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَنَهَى أَنْ يَطْرُقَ الرَّجُلُ أَهْلَهُ لَيْلًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Humaid Al A’raj} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Abu Salamah} dari {Abdullah bin Rawahah} dia baru datang dari perjalanan pada malam hari, lalu dia tergesa-gesa menuju istrinya, yang ternyata di rumahnya ada lampu. Istrinya di sana sedang bersama bayang-bayang yang mencurigakan. Kontan Abdullah bin Rawahah mengambil pedang. Maka istrinya berkata ‘Maaf, menjauhlah dariku, menjauhlah dariku, ini adalah seorang wanita yang sedang menyisiri rambutku.’ Lalu dia (Abdullah bin Rawahah Radhiyallahu’anhu) menemui Nabi saw. dan menceritakannya. Lalu Nabi saw.melarang seseorang mendatangi keluarganya secara mendadak pada malam hari.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15178
حَدَّثَنَا يَعْمَرُ بْنُ بِشْرٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ سَمِعْتُ سِنَانَ بْنَ أَبِي سِنَانٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ قَائِمًا فِي قَصَصِهِإِنَّ أَخًا لَكُمْ كَانَ لَا يَقُولُ الرَّفَثَ يَعْنِي ابْنَ رَوَاحَةَ قَالَ وَفِينَا رَسُولُ اللَّهِ يَتْلُو كِتَابَهُإِذَا انْشَقَّ مَعْرُوفٌ مِنْ اللَّيْلِ سَاطِعُيَبِيتُ يُجَافِي جَنْبَهُ عَنْ فِرَاشِهِإِذَا اسْتَثْقَلَتْ بِالْكَافِرِينَ الْمَضَاجِعُأَرَانَا الْهُدَى بَعْدَ الْعَمَى فَقُلُوبُنَابِهِ مُوقِنَاتٌ أَنَّ مَا قَالَ وَاقِعُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’mar bin Bisyr} telah menceritakan kepada kami {Abdullah} berkata telah mengabarkan kepada kami {Yunus} dari {Az Zuhri} berkata saya telah mendengar {Sinan bin Abu Sinan} berkata saya telah mendengar {Abu Hurairah} menceritakan kisahnya sambil berdiri ‘Sudara kalian (Ibnu rawahah maksudnya) tidak mengucapkan rafats (perkataan jelek). Bahkan dia berkata ‘Di antara kita ada Rasulullah saw. yang membaca kitabnya, saat malam merekah terang. Ia bermalam dengan menjauhkan punggungnya dari tempat tidurnya, saat tempat tidur terasa berat bagi orang-orang kafir. (Rasulullah saw.) memperlihatkan petunjuk kepada kita. Yang karenanya hati kita menjadi yakin, setelah nyata apa yang diucapkannya musti terjadi.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15179
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ أَخْبَرَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ عَنِ ابْنِ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الصَّلْتِ عَنْ سُهَيْلِ ابْنِ الْبَيْضَاءِ قَالَبَيْنَمَا نَحْنُ فِي سَفَرٍ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا رَدِيفُهُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا سُهَيْلُ ابْنَ الْبَيْضَاءِ وَرَفَعَ صَوْتَهُ مَرَّتَيْنِ أَوْ ثَلَاثًا كُلُّ ذَلِكَ يُجِيبُهُ سُهَيْلٌ فَسَمِعَ النَّاسُ صَوْتَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَظَنُّوا أَنَّهُ يُرِيدُهُمْ فَحُبِسَ مَنْ كَانَ بَيْنَ يَدَيْهِ وَلَحِقَهُ مَنْ كَانَ خَلْفَهُ حَتَّى إِذَا اجْتَمَعُوا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ مَنْ شَهِدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ وَأَوْجَبَ لَهُ الْجَنَّةَحَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ حَيْوَةُ حَدَّثَنِي ابْنُ الْهَادِ عَنْ مُحَمَّدٍ يَعْنِي ابْنَ إِبْرَاهِيمَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الصَّلْتِ عَنْ سُهَيْلِ ابْنِ الْبَيْضَاءِ مِنْ بَنِي عَبْدِ الدَّارِ قَالَ بَيْنَمَا نَحْنُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سَفَرٍ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} berkata telah mengabarkan kepada kami {Bakr bin Mudlar} dari {Ibnu Al Had} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Sa’id bin As Shalt} dari {Suhail bin Al Baidla} berkata tatkala kami sedang dalam perjalanan bersama Rasulullah saw., saya membonceng beliau. Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Suhail bin Al Baidla!” beliau mengangkat suaranya dua atau tiga kali, semuanya Suhail menjawabnya. Orang-orang mendengar suara Rasulullah saw. dan mereka menyangka menginginkan mereka, lalu orang yang berada di hadapan beliau berhenti dan orang yang berada di belakang beliau mengejarnya. Setelah mereka terkumpul, Rasulullah saw. bersabda: ” Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah, niscaya Allah mengharamkan neraka atasnya dan wajib baginya surga.” Telah menceritakan kepada kami {Harun} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb}, {Haiwah} berkata telah menceritakan kepadaku {Ibnu Al Had} dari {Muhammad} yaitu Ibnu Ibrahim dari {Sa’id bin As Shalt} dari {Suhail bin Al Baidla} dari Bani Abdul Dar berkata tatkala kami bersama Rasulullah saw. dalam sebuah perjalanan, lalu menyebutkan secara makna.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15180
حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ نَافِعٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ قَالَتَزَوَّجَ عَقِيلُ بْنُ أَبِي طَالِبٍ فَخَرَجَ عَلَيْنَا فَقُلْنَا بِالرَّفَاءِ وَالْبَنِينَ فَقَالَ مَهْ لَا تَقُولُوا ذَلِكَ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ نَهَانَا عَنْ ذَلِكَ وَقَالَ قُولُوا بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَبَارَكَ لَكَ فِيهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Nafi’} berkata telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin ‘Ayyasy} dari {Salim bin Abdullah} dari {Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil} berkata {‘Aqil bin Abu Thalib} menikah, lalu dia keluar menemui kami. Kami berkata BIR ROFA`’I WA AL BANIN (semoga kamu mendapat berbarakah, menyatu dan banyak anak). Lalu dia berkata jangan! Jangan kalian mengatakan hal itu. Nabi saw. telah melarang kami dengan hal itu, namun beliau bersabda: “Katakanlah ‘Semoga Allah memberi barakah kepada kalian berdua baik saat suka maupun duka, dan memberi barakah kepadamu di alam pernikahan’.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15181
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا يُونُسُ عَنْ الْحَسَنِأَنَّ عَقِيلَ بْنَ أَبِي طَالِبٍ تَزَوَّجَ امْرَأَةً مِنْ بَنِي جُشَمٍ فَدَخَلَ عَلَيْهِ الْقَوْمُ فَقَالُوا بِالرَّفَاءِ وَالْبَنِينَ فَقَالَ لَا تَقُولُوا ذَاكُمْ قَالُوا فَمَا نَقُولُ يَا أَبَا يَزِيدَ قَالَ قُولُوا بَارَكَ اللَّهُ لَكُمْ وَبَارَكَ عَلَيْكُمْ إِنَّا كَذَلِكَ كُنَّا نُؤْمَرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Yunus} dari {Al Hasan} {‘Aqil bin Abu Thalib} menikahi seorang wanita dari Jusyam, lalu kaumnya menemuinya dan berkata BIR ROFA’I WA AL BANIN (Semoga kamu mendapat barakah, menyatu dan mendapat banyak anak). Lalu beliau berkata ‘Jangan kalian mengatakan hal itu!. Mereka berkata bagaimana kami harus mengatakannya, Wahai Abu Yazid? Dia berkata “Katakanlah ‘Semoga Allah memberi barakah kepada kalian baik saat suka maupun duka’ demikianlah kami diperintah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15182
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَحِيرٍ قَالَ أَخْبَرَنِي مَنْ سَمِعَ فَرْوَةَ بْنَ مُسَيْكٍ الْمُرَادِيَّ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَرْضًا عِنْدَنَا يُقَالُ لَهَا أَرْضُ أَبْيَنَ هِيَ أَرْضُ رُفْقَتِنَا وَمِيرَتِنَا وَإِنَّهَا وَبِئَةٌ أَوْ قَالَ إِنَّ بِهَا وَبَاءً شَدِيدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْهَا عَنْكَ فَإِنَّ مِنْ الْقَرَفِ التَّلَفَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya bin Abdullah bin Bahir} berkata telah mengabarkan kepadaku {seseorang} yang telah mendengar {Farwah bin Musaik Al Muradi}, berkata saya bertanya Wahai Rasulullah, tanah yang di tempat kami yang bernama ‘Abyan’ itu adalah tempat kesayangan kami dan harta pusaka yang kami dapatkan dari negeri lain, namun sekarang terjangkiti wabah, atau berkata di dalamnya ada wabah yang sangat dahsyat. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Tinggalkan saja, karena mendekati lokasi yang terkena penyakit sama artinya dengan kehancuran.”