Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15263
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ يَعْلَى بْنِ حَكِيمٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَكُنَّا نُحَاقِلُ بِالْأَرْضِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنُكْرِيهَا بِالثُّلُثِ وَالرُّبُعِ وَالطَّعَامِ الْمُسَمَّى فَجَاءَنَا ذَاتَ يَوْمٍ رَجُلٌ مِنْ عُمُومَتِي فَقَالَ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ أَمْرٍ كَانَ لَنَا نَافِعًا وَطَاعَةُ اللَّهِ وَرَسُولِهِ أَنْفَعُ لَنَا نَهَانَا أَنْ نُحَاقِلَ بِالْأَرْضِ فَنُكْرِيَهَا عَلَى الثُّلُثِ وَالرُّبُعِ وَالطَّعَامِ الْمُسَمَّى وَأَمَرَ رَبَّ الْأَرْضِ أَنْ يَزْرَعَهَا أَوْ يُزْرِعَهَا وَكَرِهَ كِرَاءَهَا وَمَا سِوَى ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Ya’la bin Hakim} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Rafi’ bin Khadij} berkata kami menjual makanan yang masih terdapat di pohon pada masa Rasulullah saw., dan menukarnya dengan makanan dengan kadar sepertiga ataupun seperempat, hingga pada suatu hari {seorang laki-laki} dari garis pamanku yang berkata ‘Rasulullah saw. melarang kita suatu hal yang menurut kita mendatangkan suatu kemaslahatan, namun ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya jauh lebih mendatangkan kemaslahatan. Beliau melarang kita juAl beli produksi pertanian yang masih terdapat di pohon, lantas kita menyewakan ladang dengan syarat memperoleh bagian sepertiga, seperempat, dan makanan dalam jumlah tertentu. Beliau menyuruh kepada para pemilik lahan untuk bercocok tanam sendiri atau menyuruh orang lain untuk bekerja untuknya, beliau membenci sewa-menyewa ladang dengan cara seperti itu, dan yang lainnya”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15264
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ قَالَسَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ مَا كُنَّا نَرَى بِالْخَبْرِ بَأْسًا حَتَّى زَعَمَ ابْنُ خَدِيجٍ عَامَ أَوَّلٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} berkata telah mengabarkan kepada kami {Ayyub} dari {‘Amar bin Dinar} berkata saya telah mendengar {Ibnu ‘Umar} berkata Dahulu pendapat kami perihal mukhabarah tidak masalah sampai {Ibnu Khadij} yakin pada tahun pertama Rasulullah saw. melarangnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15265
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ عُقَيْلٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِأَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ يَا ابْنَ خَدِيجٍ مَاذَا تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي كِرَاءِ الْأَرْضِ قَالَ رَافِعٌ لَقَدْ سَمِعْتُ عَمَّيَّ وَكَانَا قَدْ شَهِدَا بَدْرًا يُحَدِّثَانِ أَهْلَ الدَّارِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ كِرَاءِ الْأَرْضِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} dari {‘Uqail} dari {Ibnu Syihab} dia berkata telah mengabarkan kepadaku {Salim bin Abdullah} Abdullah bin ‘Umar berkata Wahai Ibnu Khadij, apa yang dapat kau ceritakan dari Rasulullah saw. dalam masalah persewaan tanah?. {Rafi’} berkata sungguh saya mendengar {dua pamanku}, yang mereka berdua ikut Perang Badar, menceritakan kepada penghuni-penghuni perkampungan bahwa Rasulullah saw. melarang persewaan tanah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15266
حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ إِسْحَاقَ عَنْ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْعَامِلُ فِي الصَّدَقَةِ بِالْحَقِّ لِوَجْهِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ كَالْغَازِي فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى يَرْجِعَ إِلَى أَهْلِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’la bin ‘Ubaid} telah menceritakan kepada kami {Muhammad} yaitu Ibnu Ishaq dari {‘Ashim bin ‘Umar} dari {Rafi’ bin Khadij} berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang bekerja mengurusi zakat dengan benar dan tulus karena mencari wajah Allah Azzawajalla seperti orang yang berperang di jalan Allah Azzawajalla sampai pulang menemui keluarganya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15267
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَارِظٍ عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَسْبُ الْحَجَّامِ خَبِيثٌ وَمَهْرُ الْبَغِيِّ خَبِيثٌ وَثَمَنُ الْكَلْبِ خَبِيثٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Ibrahim bin Abdullah bin Qarizh} dari {Sa’ib bin Yazid} dari {Rafi’ bin Khadij} Rasulullah saw. bersabda: “Upah orang yang membekam adalah keji, penghasilan pezina adalah keji dan keuntungan dari juAl beli anjing juga keji.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15268
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ قَارِظٍ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Ibrahim bin Abdullah bin Qarizh} dari {Sa’ib bin Yazid} dari {Rafi’ bin Khadij} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang membekam dan dibekam berarti telah batal puasanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15269
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنِ الْحَكَمِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْحَقْلِقَالَ الْحَكَمُ وَالْحَقْلُ الثُّلُثُ وَالرُّبُعُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Al Hakam} dari {Mujahid} dari {Rafi’ bin Khadij} berkata Rasulullah saw. melarang Al Haql (menjual makanan yang masih di dalam tangkainya dengan gandum). Al Hakam berkata adalah sepertiga atau seperempat.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15270
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نِيَارٍأَنَّهُ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يَذْبَحَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ أَنْ يُعِيدَ قَالَ إِنِّي لَا أَجِدُ إِلَّا جَذَعَةً فَأَمَرَهُ أَنْ يَذْبَحَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Busyair bin Yasar} dari {Abu Burdah bin Niyar} dia menyembelih sebelum Nabi saw. menyembelih, maka beliau menyuruhnya mengulanginya. Dia berkata “Saya tidak mendapatkannya lagi selain jadza’ah (unta yang berumur antara enam bulan sampai satu tahun) ” lalu (Rasulullah saw.) menyuruhnya agar menyembelihnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15271
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جُمَيْعٍ عَنِ الْجَهْمِ بْنِ أَبِي الْجَهْمِ عَنِ ابْنِ نِيَارٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى تَكُونَ لِلُكَعِ ابْنِ لُكَعٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Abdullah bin Jumai’} dari {Al Jahm bin Abu Al Jahm} dari {Ibnu Niyar} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Dunia tidak akan lenyap kecuali setelah muncul orang yang tercela, bodoh, lagi tak berilmu”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15272
حَدَّثَنَا هَاشِمٌ وَحَجَّاجٌ قَالَا حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي بُرْدَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يُجْلَدُ فَوْقَ عَشْرِ جَلَدَاتٍ إِلَّا فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ تَعَالَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} dan {Hajjaj} berkata telah menceritakan kepada kami {Laits} yaitu Ibnu Sa’d berkata telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Abu Habib} dari {Bukair bin Abdullah bin Al Assyaj} dari {Sulaiman bin Yasar} dari {Abdurrahman bin Jabir bin Abdullah} dari {Abu Burdah} Rasulullah saw. bersabda: “Tidak diperkenankan seseorang dicambuk lebih dari sepuluh kali kecuali pada hukuman syara’ dari Allah Ta’ala”.