Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15363
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ وَقَالَ أَخْبَرَنِي آلُ جَرْهَدٍ عَنْ جَرْهَدٍ قَالَالْفَخِذُ عَوْرَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zanad} dan berkata telah mengabarkan kepadaku {keluarga Jarhad} dari {Jarhad} berkata paha adalah aurat.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15364
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنِ ابْنِ جَرْهَدٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَمَرَّ بِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا كَاشِفٌ فَخِذِي فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَطِّهَا فَإِنَّهَا مِنْ الْعَوْرَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Abu Ziyad} dari {Ibnu Jarhad} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. melewatiku dan saya dalam keadaan terbuka pahaku, lalu Nabi saw. bersabda: “Tutuplah, sesungguhnya itu adalah bagian dari aurat”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15365
حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَقِيلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ جَرْهَدٍ الْأَسْلَمِيِّ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَاهُ جَرْهَدًا يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ فَخِذُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ عَوْرَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Amir} berkata telah menceritakan kepada kami {Zuhair} yaitu Ibnu Muhammad, dari {Abdullah bin Muhammad bin ‘Aqil} dari {Abdullah bin Jarhad Al Aslami} sesungguhnya telah mendengar {Bapaknya} berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Paha seseorang muslim adalah aurat”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15366
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ أَخْبَرَنِي مَالِكٌ عَنْ أَبِي النَّضْرِ عَنْ زُرْعَةَ بْنِ جَرْهَدٍ الْأَسْلَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ الصُّفَّةِ قَالَجَلَسَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَأَى فَخِذِي مُنْكَشِفَةً فَقَالَ خَمِّرْ عَلَيْكَ أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ الْفَخِذَ عَوْرَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin ‘Isa} berkata telah mengabarkan kepadaku {Malik} dari {Abu Nadlr} dari {Zur’ah bin Jarhad Al Aslami} dari {Bapaknya} dia adalah seorang ahli shuffah berkata Rasulullah saw. duduk lalu beliau melihat paha saya tersingkap. Lalu beliau bersabda: “Tutuplah, tidakkah kau tahu, paha adalah aurat”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15367
حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ زُرْعَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جَرْهَدٍ عَنْ جَرْهَدٍ جَدِّهِ وَنَفَرٍ مِنْ أَسْلَمَ سِوَاهُ ذَوِي رِضًاأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ عَلَى جَرْهَدٍ وَفَخِذُ جَرْهَدٍ مَكْشُوفَةٌ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا جَرْهَدُ غَطِّ فَخِذَكَ فَإِنَّ يَا جَرْهَدُ الْفَخِذَ عَوْرَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Az Zanad} dari {Bapaknya} dari {Zur’ah bin Abdurrahman bin Jarhad} dari {Jarhad} kakeknya dan beberapa orang Aslam selainnya yang bisa dipertanggungjawabkan, Rasulullah saw. melewati Jarhad dan paha Jarhad tersingkap dalam masjid. Lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya, “Wahai Jarhad tutuplah pahamu. paha itu aurat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15368
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو الزِّنَادِ عَنْ زُرْعَةَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جَرْهَدٍ عَنْ جَدِّهِ جَرْهَدٍ قَالَمَرَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَيَّ بُرْدَةٌ وَقَدْ انْكَشَفَتْ فَخِذِي قَالَ غَطِّ فَإِنَّ الْفَخْذَ عَوْرَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Sufyan} berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Zinad} dari {Zur’ah bin Abdurrahman bin Jarhad} dari {kakeknya, Jarhad} berkata Rasulullah saw. melewati saya ketika saya memakai selendang yang tersingkap pahaku. Beliau bersabda: “Tutuplah, karena paha itu aurat”.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15369
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُلَاثَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ اللَّجْلَاجِ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ قَالَبَيْنَمَا نَحْنُ فِي السُّوقِ إِذْ مَرَّتْ امْرَأَةٌ تَحْمِلُ صَبِيًّا فَثَارَ النَّاسُ وَثُرْتُ مَعَهُمْ فَانْتَهَيْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ لَهَا مَنْ أَبُو هَذَا فَسَكَتَتْ فَقَالَ مَنْ أَبُو هَذَا فَسَكَتَتْ فَقَالَ شَابٌّ بِحِذَائِهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا حَدِيثَةُ السِّنِّ حَدِيثَةُ عَهْدٍ بِجِزْيَةٍ وَإِنَّهَا لَمْ تُخْبِرْكَ وَأَنَا أَبُوهُ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَالْتَفَتَ إِلَى مَنْ عِنْدَهُ كَأَنَّهُ يَسْأَلُهُمْ عَنْهُ فَقَالُوا مَا عَلِمْنَا إِلَّا خَيْرًا أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْصَنْتَ قَالَ نَعَمْ فَأَمَرَ بِرَجْمِهِ فَذَهَبْنَا فَحَفَرْنَا لَهُ حَتَّى أَمْكَنَّا وَرَمَيْنَاهُ بِالْحِجَارَةِ حَتَّى هَدَأَ ثُمَّ رَجَعْنَا إِلَى مَجَالِسِنَا فَبَيْنَمَا نَحْنُ كَذَلِكَ إِذْ أَنَا بِشَيْخٍ يَسْأَلُ عَنْ الْفَتَى فَقُمْنَا إِلَيْهِ فَأَخَذْنَا بِتَلَابِيبِهِ فَجِئْنَا بِهِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ هَذَا جَاءَ يَسْأَلُ عَنْ الْخَبِيثِ فَقَالَ مَهْ لَهُوَ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ رِيحًا مِنْ الْمِسْكِ قَالَ فَذَهَبْنَا فَأَعَنَّاهُ عَلَى غُسْلِهِ وَحَنُوطِهِ وَتَكْفِينِهِ وَحَفَرْنَا لَهُ وَلَا أَدْرِي أَذَكَرَ الصَّلَاةَ أَمْ لَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} budak Bani Hasyim, berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdullah bin ‘Ulatsah} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin ‘Umar bin Abdul Aziz} berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid bin Hallaj} sesungguhnya {bapaknya} menceritakannya, berkata ketika kami sedang berada di pasar, lewatlah seorang wanita yang membawa seorang bayi, lalu serentak orang-orang menyelidikinya, saya juga ikut dengan mereka. Saya laporkan perihal tersebut pada Rasulullah saw., lalu beliau bertanya kepada wanita tersebut, “Siapakah bapak dari bayi ini”? wanita tersebut terdiam. (Rasulullah saw.) bertanya, siapakah bapak bayi ini? lalu wanita itu tetap terdiam. lalu ada seorang laki-laki yang berdiri di sampingnya, “Wahai Rasulullah, sungguh perempuan ini masih belum cukup umur dan orang baru yang termasuk pembayar jizyah, dia belum bisa memberitahukan hal itu pada anda, Wahai Rasulullah. Saya bapak dari bayi tersebut”. Lalu (Rasulullah saw.) menoleh ke samping orang itu seolah-olah dia bertanya kepada mereka tentangnya. Mereka berkata sesungguhnya kami tidak mengenalnya kecuali dalam kebaikan, atau yang semisalnya. Maka Rasulullah saw. bertanya kepada laki-laki tersebut, “Apakah engkau sudah menikah?” dia menjawab, Ya. Maka (Rasulullah saw.) memerintahkan untuk merajamnya, lalu kami serentak pergi dan menggali lubang untuknya, sampai ketika kami telah memposisikan dia dalam lubang tersebut dan mulai melemparinya dengan batu. Ketika dia sudah tidak bergerak (bernyawa), kami pulang ke tempat kumpul kami. Ketika kami sedang berkumpul datanglah orang tua menanyakan tentang pemuda tersebut, maka kami berdiri dan mengambilkan untuknya bekas kain yang dipakai dalam prosesi rajam, dan kami membawa orang tua tersebut kepada Rasulullah saw., lalu kami berkata “Wahai Rasulullah, sesungguhnya orang tua ini datang untuk menanyakan pemuda yang berbuat buruk tadi”, Rasulullah saw. bersabda: “Tahan, Sungguh dia disisi Allah lebih wangi daripada minyak kasturi”. (Hallaj Radhiyallahu’anhu) berkata lalu kami pergi untuk mensucikan pemuda tersebut, memberi wewangian, mengafani dan menguburnya, tapi saya tidak ingat apakah dishalati atau tidak.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15370
حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مَسْلِمٍ قَالَ سَمِعْتُ يَزِيدَ بْنَ أَبِي مَرْيَمَ قَالَ لَحِقَنِي عَبَايَةُ بْنُ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ وَأَنَا رَائِحٌ إِلَى الْمَسْجِدِ إِلَى الْجُمُعَةِ مَاشِيًا وَهُوَ رَاكِبٌ قَالَ أَبْشِرْ فَإِنِّي سَمِعْتُ أَبَا عَبْسٍ يَقُولُقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اغْبَرَّتْ قَدَمَاهُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَهُمَا اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Muslim} berkata saya telah mendengar {Yazid bin Abu Maryam} berkata {‘Abayah bin Rafi’ bin Khadij} menyusulku, sedang saya sedang menuju ke masjid untuk (shalat) Jum’at dengan keadaan berjalan kaki, sedang dia berkendaraan. Dia berkata ‘Bergembiralah, saya mendengar {Abu Abbas} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang kedua kakinya terkena debu di jalan Allah Azzawajalla, Allah Azzawajalla mengharamkan keduanya untuk neraka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15371
حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ الْخُزَاعِيُّ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبُو هِلَالٍ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ الْعَدَوِيِّ سَمِعَهُ مِنْهُ عَنْ أَبِي قَتَادَةَ عَنِ الْأَعْرَابِيِّالَّذِي سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ إِنَّ خَيْرَ دِينِكُمْ أَيْسَرُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Salamah Al Khuza’i} berkata telah mengabarkan kepada kami {Abu Hilal} dari {Humaid bin Hilal Al ‘Adawi} sesungguhnya dia mendengarnya, dari {Abu Qatadah} dari {seorang Badui}, yang mendengar dari Rasulullah saw. bersabda: “Sebaik-baik perkara agama kalian adalah yang paling mudah urusannya, sungguh sebaik-baik perkara dien kalian adalah yang paling mudah urusannya”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15372
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو النَّضْرِ عَنْ رَجُلٍ كَانَ قَدِيمًا مِنْ بَنِي تَمِيمٍ كَانَ فِي عَهْدِ عُثْمَانَ رَجُلٌ يُخْبِرُ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ لَقِيَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اكْتُبْ لِي كِتَابًا أَنْ لَا أُؤَاخَذَ بِجَرِيرَةِ غَيْرِي فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ ذَلِكَ لَكَ وَلِكُلِّ مُسْلِمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepada kami {Musa bin ‘Uqbah} berkata telah menceritakan kepadaku {Abu Nadlr} dari {seorang laki-laki} dari Bani Tamim pada waktu kekhalifahan ‘Utsman menghabari dari bapaknya, dia bertemu Rasulullah saw. lalu berkata “Wahai Rasulullah, tulislah sebagai catatan, bahwa saya tidak menanggung dosa yang diperbuat orang lain” Lalu Rasulullah saw. berkata kepadanya, “Catatan itu adalah untukmu dan semua kaum muslimin”.