Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15373
حَدَّثَنَا مَكِّيُّ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ أَنَّ هِشَامَ بْنَ يَحْيَى أَخْبَرَهُ أَنَّ عِكْرِمَةَ بْنَ سَلَمَةَ بْنِ رَبِيعَةَأَخْبَرَهُ أَنَّ أَخَوَيْنِ مِنْ بَنِي الْمُغِيرَةِ لَقِيَا مُجَمِّعَ بْنَ يَزِيدَ الْأَنْصَارِيَّ فَقَالَ إِنِّي أَشْهَدُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ أَنْ لَا يَمْنَعَ جَارٌ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبَةً فِي جِدَارِهِ فَقَالَ الْحَالِفُ أَيْ أَخِي قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكَ مَقْضِيٌّ لَكَ وَقَدْ حَلَفْتُ فَاجْعَلْ أُسْطُوَانًا دُونَ جِدَارِي فَفَعَلَ الْآخَرُ فَغَرَزَ فِي الْأُسْطُوَانِ خَشَبَةًقَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ عَمْرٌو وَأَنَا نَظَرْتُ إِلَى ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Maki bin Ibrahim} berkata telah mengabarkan kepada kami {Abdul Malik bin Juraij} dari {‘Amr bin Dinar} Sesunguhnya {Hisyam bin Yahya} Mengabarinya sesungguhnya {‘Ikrimah bin Salamah bin Rabi’ah} mengabarinya, sesungguhnya dua saudara dari Bani Mughirah bertemu dengan {Mujamma’ bin Yazid Al Anshori} lalu berkata “Saya bersumpah, sesungguhnya Nabi saw. memerintahkan tetangga untuk tidak melarang para tetangganya yang lain menyandarkan kayu di dinding rumah”, Orang yang tadi bersumpah, yaitu saudaraku sendiri berkata “Aku tahu bahwa keputusan jatuh di tanganmu, dan saya telah bersumpah, maka buatlah sandaran pada selain dindingku”, Maka saudaranya itu pun berbuat yang sama untuk tidak menancapkan paku pada dinding tetangganya, dan ia sandarkan kayu pada sebuah tiang. Ibnu Juraij berkata ‘Amr berkata saya melihat kejadian tersebut.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15374
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ يَحْيَى أَخْبَرَهُ أَنَّ عِكْرِمَةَ بْنَ سَلَمَةَ بْنِ رَبِيعَةَأَخْبَرَهُ أَنَّ أَخَوَيْنِ مِنْ بَنِي الْمُغِيرَةِ أَعْتَقَ أَحَدُهُمَا أَنْ لَا يَغْرِزَ خَشَبًا فِي جِدَارِهِ فَلَقِيَا مُجَمِّعَ بْنَ يَزِيدَ الْأَنْصَارِيَّ وَرِجَالًا كَثِيرًا فَقَالُوا نَشْهَدُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَمْنَعْ جَارٌ جَارَهُ أَنْ يَغْرِزَ خَشَبًا فِي جِدَارِهِ فَقَالَ الْحَالِفُ أَيْ أَخِي قَدْ عَلِمْتُ أَنَّكَ مَقْضِيٌّ لَكَ عَلَيَّ وَقَدْ حَلَفْتُ فَاجْعَلْ أُسْطُوَانًا دُونَ جِدَارِي فَفَعَلَ الْآخَرُ فَغَرَزَ فِي الْأُسْطُوَانِ خَشَبَةًفَقَالَ لِي عَمْرٌو فَأَنَا نَظَرْتُ إِلَى ذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} {Ibnu Juraij} berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Amr bin Dinar} dari {Hisyam bin Yahya} menghabarinya, sesungguhnya {‘Ikrimah bin Salamah bin Rabi’ah} menghabarinya, sesungguhnya dua saudara dari Bani Mughirah membebaskan salah satunya untuk tidak meletakkan kayu pada dindingnya, lalu bertemu dengan {Mujamma’ bin Yazid Al Anshori} dan beberapa orang. Mereka berkata kami menyaksikan Rasulullah saw. bersabda: “Tidak boleh seseorang melarang tetangganya menyandarkan kayu di dinding rumah”, Orang yang bersumpah, yaitu saudaraku berkata “Aku tahu bahwa keputusan jatuh di tanganmu, dan saya wajib (untuk taat), namun saya telah bersumpah, maka buatlah sandaran pada selain dindingku”, lalu saudaranya pun berbuat yang sama yaitu tidak menyandarkan kayu di dinding tetangganya, dan menyandarkannya pada sebuah tiang. Lalu ‘Amr berkata kepadaku, saya melihat kejadian tersebut.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15375
حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يَزِيدُ بْنُ عِيَاضٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ رُقَيْشٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَارِيَةَ عَنْ مُجَمِّعِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَارِيَةَأَنَّهُ رَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي نَعْلَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahab} berkata telah mengabarkan kepadaku {Yazid bin ‘Iyadl} dari {Yazid bin Abdurrahman bin Ruqaisy} dari {Abdurrahman bin Yazid bin Jariyah} dari {Mujamma’ bin Yazid bin Jariyah}, pernah dia melihat Nabi saw. shalat dengan memakai kedua sandal.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15376
حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ مَوْلَى بَنِي هَاشِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا زَائِدَةُ قَالَ حَدَّثَنَا السَّائِبُ بْنُ حُبَيْشٍ عَنْ أَبِي الشَّمَّاخِ الْأَزْدِيِّ عَنِ ابْنِ عَمٍّ لَهُ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّهُ أَتَى مُعَاوِيَةَ فَدَخَلَ عَلَيْهِ وَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ وَلِيَ أَمْرَ النَّاسِ ثُمَّ أَغْلَقَ بَابَهُ دُونَ الْمِسْكِينِ أَوْ الْمَظْلُومِ أَوْ ذِي الْحَاجَةِ أَغْلَقَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ دُونَهُ أَبْوَابَ رَحْمَتِهِ عِنْدَ حَاجَتِهِ وَفَقْرِهِ أَفْقَرَ مَا يَكُونُ إِلَيْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Sa’id} Budak Bani Hasyim, berkata telah menceritakan kepada kami {Za’idah} berkata telah menceritakan kepada kami {As-Sa’ib bin Hubaits} dari {Abu Asy-Syamah Al Azdi} dari {anak pamannya}, yaitu termasuk sahabat Nabi saw., dia menemui Mu’awiyah, dan berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang mengurus urusan manusia lalu menutup pintu-pintunya untuk orang-orang miskin atau orang yang teraniaya atau orang sedang sangat butuh, niscaya Allah Azzawajalla menutup pintu-pintu rahmAt Nya ketika dia butuh dan terdesak, lebih dari pada yang dia sangat butuhkan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15377
حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَرِيكٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى قَالَنَادَى رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ يَوْمَ صِفِّينَ أَفِيكُمْ أُوَيْسٌ الْقَرَنِيُّ قَالُوا نَعَمْ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِنْ خَيْرِ التَّابِعِينَ أُوَيْسًا الْقَرَنِيَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nua’im} berkata telah menceritakan kepada kami {Syarik} dari {Yazid bin Abu Ziyad} dari {Abdurrahman bin Abu Laila} berkata ada {seorang laki-laki} dari penduduk Syam berseru pada Perang Shiffin, Apakah di antara kalian ada yang bernama Uwais Al Qarny?. mereka berkata benar. (Abdurrahman bin Abu Laila Radhiyallahu’anhu) berkata saya mendengar Rasulullah saw., di antara para tabiin yang terbaik adalah Uwais Al Qarny.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15378
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ قَالَأُتِيَ عَبْدُ اللَّهِ فِي امْرَأَةٍ تَزَوَّجَهَا رَجُلٌ ثُمَّ مَاتَ عَنْهَا وَلَمْ يَفْرِضْ لَهَا صَدَاقًا وَلَمْ يَكُنْ دَخَلَ بِهَا قَالَ فَاخْتَلَفُوا إِلَيْهِ فَقَالَ أَرَى لَهَا مِثْلَ صَدَاقِ نِسَائِهَا وَلَهَا الْمِيرَاثُ وَعَلَيْهَا الْعِدَّةُ فَشَهِدَ مَعْقِلُ بْنُ سِنَانٍ الْأَشْجَعِيُّ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى فِي بِرْوَعَ ابْنَةِ وَاشِقٍ بِمِثْلِ مَا قَضَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} berkata telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} dari {Ibrahim} dari {‘AlQamah} berkata {Abdullah} dibawa kepada seorang perempuan yang dinikahi seorang laki-laki, lantas si laki-laki meninggal, ternyata si laki-laki belum memberinya maskawin namun belum pula mencampurinya. (Ibrahim bin ‘AlQamah Radhiyallahu’anhu) berkata orang-orang pun berselisih dan menyerahkan urusan kepadanya, lalu dia berkata menurutku wanita itu berhak mendapatkan mahar seperti isteri-isteri yang lainnya. Dia juga termasuk dari ahli waris dan juga wajib ber’iddah. {Ma’qil bin Sinan Al Asyja’i} bersaksi, sesungguhnya Nabi saw. memberi keputusan kepada Birwa’ binti Wasyiq sebagaimana keputusan yang diambil (Abdullah).
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15379
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ فُضَيْلٍ عَنْ عَطَاءِ بْنِ السَّائِبِ قَالَ شَهِدَ عِنْدِي نَفَرٌ مِنْ أَهْلِ الْبَصْرَةِ مِنْهُمْ الْحَسَنُ بْنُ أَبِي الْحَسَنِ عَنْ مَعْقِلِ بْنِ سِنَانٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِهِ وَهُوَ يَحْتَجِمُ لِثَمَانِ عَشْرَةَ قَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Muhammad bin Abu Syaibah} Abdullah berkata dan saya mendengarnya dari {Abdullah bin Muhammad bin Abu Syaibah} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Fudhail} dari {‘Atho’ bin As-Sa’ib} berkata ada beberapa orang Bashrah yang menyaksikan, diantaranya adalah {Al Hasan bin Abu Al Hasan} dari {Ma’qil bin Sinan}, Rasulullah saw. melewatinya, dia sedang membekam pada tanggal delapan belas. (Rasulullah saw.) kontan bersabda: “Orang yang membekam dan yang dibekam telah batal puasanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15380
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا كَهْمَسُ بْنُ الْحَسَنِ عَنْ سَيَّارِ بْنِ مَنْظُورٍ الْفَزَارِيِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ بُهَيْسَةَ عَنْ أَبِيهَا قَالَاسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَمِيصِهِ قَالَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الشَّيْءُ الَّذِي لَا يَحِلُّ مَنْعُهُ قَالَ الْمَاءُ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الشَّيْءُ الَّذِي لَا يَحِلُّ مَنْعُهُ قَالَ الْمَاءُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الشَّيْءُ الَّذِي لَا يَحِلُّ مَنْعُهُ قَالَ أَنْ تَفْعَلَ الْخَيْرَ خَيْرٌ لَكَحَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ قَالَ سَمِعْتُ سَيَّارَ بْنَ مَنْظُورٍ الْفَزَارِيَّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ بُهَيْسَةَ قَالَتِ اسْتَأْذَنَ أَبِي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَدَخَلَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَمِيصِهِ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} berkata telah menceritakan kepada kami {Kahmas bin Al Hasan} dari {Sayyar bin Mandzur Al Fazari} dari {bapaknya} dari {Buhaisah} dari {bapaknya} berkata saya meminta izin kepada Nabi saw. lalu saya masuk antara beliau dan bajunya. (bapaknya Buhaisah Radhiyallahu’anhu) berkata saya berkata “Wahai Rasulullah, apakah yang tidak diperbolehkan untuk ditolak”? (Rasulullah saw.) menjawab, “Air”. saya bertanya lagi “Wahai Rasulullah, apakah yang tidak diperbolehkan untuk ditolak”? (Rasulullah saw.) menjawab, “Air”. Saya bertanya “Wahai Rasulullah, apakah yang tidak diperbolehkan untuk ditolak”? beliau bersabda: “Kamu berbuat kebaikan itu lebih baik bagimu”. Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata telah menceritakan kepada kami {Kahmas} berkata saya telah mendengar {Sayyar bin Mandzur Al Fazari} berkata telah menceritakan kepadaku {bapakku} dari {Buhaisah} berkata bapakku meminta izin untuk menemui Nabi saw., maka dia masuk antara beliau dan bajunya. Lalu menyebutkan secara maknanya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15381
حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا كَهْمَسٌ قَالَ حَدَّثَنِي سَيَّارُ بْنُ مَنْظُورٍ الْفَزَارِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ بُهَيْسَةَ قَالَتِاسْتَأْذَنَ أَبِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَعَلَ يَدْنُو مِنْهُ وَيَلْتَزِمُهُ ثُمَّ قَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا الشَّيْءُ الَّذِي لَا يَحِلُّ مَنْعُهُ قَالَ الْمَاءُ ثُمَّ قَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا الشَّيْءُ الَّذِي لَا يَحِلُّ مَنْعُهُ قَالَ الْمِلْحُ ثُمَّ قَالَ يَا نَبِيَّ اللَّهِ مَا الشَّيْءُ الَّذِي لَا يَحِلُّ مَنْعُهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنْ تَفْعَلْ الْخَيْرَ خَيْرٌ لَكَقَالَ فَانْتَهَى قَوْلُهُ إِلَى الْمَاءِ وَالْمِلْحِ قَالَ وَكَانَ ذَلِكَ الرَّجُلُ لَا يَمْنَعُ شَيْئًا وَإِنْ قَلَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} telah menceritakan kepada kami {Kahmas} berkata telah menceritakan kepadaku {Sayar bin Mandlur Al Fazari} dari {Bapaknya} dari {Buhaitsah}, berkata bapakku meminta ijin kepada Nabi saw. lalu dia mendekatinya dan menemaninya, lalu berkata Wahai Nabiyullah apakah hal yang tidak boleh ditolak?. Beliau bersabda: “Air”. Lalu dia bertanya lagi, Wahai Nabiyullah apa yang tidak boleh ditolak?. Beliau menjawab, “Garam”. Lalu bertanya, Wahai Nabiyullah apa yang tidak boleh ditolak?. Beliau bersabda: “Jika kamu melakukan kebaikan itu lebih baik bagimu.” (Bapak Bukaitsah Radhiyallahu’anhu) berkata lalu perkataan sampai pada air dan garam. (Bapak Bukaitsah Radhiyallahu’anhu) berkata laki-laki tersebut tidak pernah menolak sesuatu apapun walaupun sedikit.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15382
قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ يَحْيَى بْنِ الْحَارِثِ التَّيْمِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ غَسَّانَ التَّيْمِيِّ عَنِ ابْنِ الرَّسِيمِ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُ قَالَوَفَدْنَا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَهَانَا عَنْ الظُّرُوفِ قَالَ ثُمَّ قَدِمْنَا عَلَيْهِ فَقُلْنَا إِنَّ أَرْضَنَا أَرْضٌ وَخِمَةٌ قَالَ فَقَالَ اشْرَبُوا فِيمَا شِئْتُمْ مَنْ شَاءَ أَوْكَأَ سِقَاءَهُ عَلَى إِثْمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami Abdullah dan saya telah mendengarnya dari {Abdullah bin Muhammad bin Syaibah} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrahim bin Sulaiman} dari {Yahya bin Al Harits At Taimi} dari {Yahya bin Ghassan At Taimi} dari {Abu Ar Rasim} dari {bapakku} sesungguhnya dia berkata kami mengutus utusan kepada Rasulullah saw., lalu beliau melarang kami menggunakan bejana yang terbuat dari kulit, lalu kami mendatangi beliau. (Abu Ar Rasim Radhiyallahu’anhu) berkata kami berkata “Sesungguhnya keadaan tanah kita tidak cocok dengan keadaan cuacanya”. maka beliau bersabda: “Minumlah kalian menggunakan apa saja yang kalian sukai, siapa saja yang mau, silahkan mengikat tutup minumnya dengan menanggung dosa”.