Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14796
حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ رَبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ مُتْعَةِ النِّسَاءِ يَوْمَ الْفَتْحِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Isma’il Bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az-Zuhri} dari {Rabi’ bin Sabrah} dari {Bapaknya} Rasulullah saw. melarang menikahi wanita secara Mut’ah pada peristiwa Fathu Makkah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14797
حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ قَالَ تَذَاكَرْنَا عِنْدَ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْمُتْعَةَ مُتْعَةَ النِّسَاءِ فَقَالَ رَبِيعُ بْنُ سَبْرَةَ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ يَنْهَى عَنْ نِكَاحِ الْمُتْعَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdushomad} telah menceritakan kepada kami {bapakku} telah menceritakan kepada kami {Isma’il bin Umayyah} dari {Az-Zuhri} berkata kami saling menyebutkan di hadapan ‘Umar bin Abdul Aziz tentang menikah mut’ah maka {Rabi’ bin Sabrah} berkata saya telah mendengar {bapakku} berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. pada Haji Wada’ melarang Nikah Mut’ah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14798
حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ الْجُهَنِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا بَلَغَ الْغُلَامُ سَبْعَ سِنِينَ أُمِرَ بِالصَّلَاةِ فَإِذَا بَلَغَ عَشْرًا ضُرِبَ عَلَيْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Habhab} telah menceritakan kepadaku {Abdul Malik bin Rabi’ bin Sabrah Al Juhani} dari {bapaknya} dari {kakeknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Apabila seorang anak telah mencapai tujuh tahun, maka ia diperintahkan untuk shalat, dan apabila ia telah mencapai sepuluh tahun, maka ia dipukul untuk shalat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14799
حَدَّثَنَا زَيْدٌ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ لِصَلَاتِهِ وَلَوْ بِسَهْمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zaid} telah mengabarkan kepadaku {Abdul Malik bin Rabi’ bin Sabrah} dari {bapaknya} dari {kakeknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah satu dari kalian shalat, ambillah pembatas di depannya walau dengan anak panah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14800
حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ الْحُبَابِ حَدَّثَنِي عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ الْجُهَنِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُصَلَّى فِي أَعْطَانِ الْإِبِلِ وَرَخَّصَ أَنْ يُصَلَّى فِي مُرَاحِ الْغَنَمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Al Habhab} telah menceritakan kepadaku {Abdul Malik bin Rabi’ bin Sabrah Al Juhani} dari {Bapaknya} dari {kakeknya} Rasulullah saw. melarang shalat di kandang unta dan memberi keringanan di kandang kambing.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14801
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُتْرَةُ الرَّجُلِ فِي الصَّلَاةِ السَّهْمُ وَإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَتِرْ بِسَهْمٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub bin Ibrahim} telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Rabi’ bin Sabrah} dari {Bapaknya} dari {kakeknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Pembatas laki-laki dalam shalatnya adalah anak panah, jika salah seorang diantara kalian shalat, ambillah anak panah sebagai pembatas.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14802
قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّهُ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نُصَلِّيَ فِي أَعْطَانِ الْإِبِلِ وَرَخَّصَ أَنْ نُصَلِّيَ فِي مُرَاحِ الْغَنَمِ وَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْمُتْعَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Rabi’ bin Sabrah} dari {Bapaknya} dari {Kakeknya} dia berkata Rasulullah saw. melarang kita shalat di kandang unta dan memberi keringanan untuk Shalat di kandang kambing. Rasulullah saw. juga melarang nikah Mut’ah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14803
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَرَّمَ مُتْعَةَ النِّسَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Az-Zuhri} dari {Rabi’ bin Sabrah} dari {Bapaknya} Nabi saw. mengharamkan menikahi wanita secara Mut’ah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14804
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عُمَرَ عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَخَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْمَدِينَةِ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِعُسْفَانَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْعُمْرَةَ قَدْ دَخَلَتْ فِي الْحَجِّ فَقَالَ لَهُ سُرَاقَةُ بْنُ مَالِكٍ أَوْ مَالِكُ بْنُ سُرَاقَةَ شَكَّ عَبْدُ الْعَزِيزِ أَيْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلِّمْنَا تَعْلِيمَ قَوْمٍ كَأَنَّمَا وُلِدُوا الْيَوْمَ عُمْرَتُنَا هَذِهِ لِعَامِنَا هَذَا أَمْ لِلْأَبَدِ قَالَ لَا بَلْ لِلْأَبَدِ فَلَمَّا قَدِمْنَا مَكَّةَ طُفْنَا بِالْبَيْتِ وَبَيْنَ الصَّفَا وَالْمَرْوَةِ ثُمَّ أَمَرَنَا بِمُتْعَةِ النِّسَاءِ فَرَجَعْنَا إِلَيْهِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُنَّ قَدْ أَبَيْنَ إِلَّا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى قَالَ فَافْعَلُوا قَالَ فَخَرَجْتُ أَنَا وَصَاحِبٌ لِي عَلَيَّ بُرْدٌ وَعَلَيْهِ بُرْدٌ فَدَخَلْنَا عَلَى امْرَأَةٍ فَعَرَضْنَا عَلَيْهَا أَنْفُسَنَا فَجَعَلَتْ تَنْظُرُ إِلَى بُرْدِ صَاحِبِي فَتَرَاهُ أَجْوَدَ مِنْ بُرْدِي وَتَنْظُرُ إِلَيَّ فَتَرَانِي أَشَبَّ مِنْهُ فَقَالَتْ بُرْدٌ مَكَانَ بُرْدٍ وَاخْتَارَتْنِي فَتَزَوَّجْتُهَا عَشْرًا بِبُرْدِي فَبِتُّ مَعَهَا تِلْكَ اللَّيْلَةَ فَلَمَّا أَصْبَحْتُ غَدَوْتُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَخْطُبُ يَقُولُ مَنْ كَانَ مِنْكُمْ تَزَوَّجَ امْرَأَةً إِلَى أَجَلٍ فَلْيُعْطِهَا مَا سَمَّى لَهَا وَلَا يَسْتَرْجِعْ مِمَّا أَعْطَاهَا شَيْئًا وَلْيُفَارِقْهَا فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَدْ حَرَّمَهَا عَلَيْكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} telah mengabarkan kepadaku {Abdul Aziz bin ‘Umar} dari {Rabi’ bin Sabrah} dari {Bapaknya} berkata Kami berangkat bersama Rasulullah saw. dari Madinah pada Haji Wada’. Ketika kami sampai di ‘Usfan, Rasulullah saw. bersabda: “Umrah telah masuk dalam haji.” Suraqah bin Malik atau Malik bin Suraqah berkata kepada beliau. Abdul Aziz ragu, “Wahai Rasulullah, beritahukan kami, kaum yang seolah-olah mereka baru dilahirkan hari ini. Umrah kita ini hanya khusus untuk tahun ini atau untuk selamanya?. (Rasulullah saw.) bersabda: “Untuk selamanya.” Tatkala kami sampai di Makkah, kami thawaf di Baitullah, shafa dan Marwa, lalu beliau menyuruh menikahi wanita secara mut’ah, lalu kami kembali menemui beliau, dan kami bertanya Wahai Rasulullah, mereka menolak kecuali jika telah ditetapkan waktunya!. (Rasulullah saw.) bersabda: “Lakukanlah.” (Bapak Rabi’ bin Sabrah Radhiyallahu’anhu) berkata saya keluar bersama sahabatku dengan membawa mantel, dia juga membawa mantel, lalu kami menemui seorang wanita, kami tunjukkan diri kami pada mereka. (wanita itu) melihat mantel temanku dan melihat orangnya. Mantelnya lebih baik daripada mantelku. Lalu (wanita itu) melihat ke mantelku lalu melihatku, ternyata lebih muda dari temanku. (wanita itu) berkata mantel adalah tempat mantel. Dia memilihku, lalu saya menikahinya selama sepuluh hari dengan mantelku. Saya bermalam dengannya malam itu. Pada pagi hari, saya pergi ke masjid, saya mendengar Rasulullah saw. sedang berkhutbah di mimbar, “Siapa diantara kalian yang telah menikahi wanita pada jangka waktu tertentu, maka berikanlah maskawinnya dan jangan meminta kembali apa yang diberikan kepadanya, lalu tinggalkanlah, Allah Taa’la telah mengharamkannya sampai Hari Kiamat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14805
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا عُمَارَةُ بْنُ غَزِيَّةَ الْأَنْصَارِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا الرَّبِيعُ بْنُ سَبْرَةَ الْجُهَنِيُّ عَنْ أَبِيهِ قَالَخَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْفَتْحِ فَأَقَمْنَا خَمْسَ عَشْرَةَ مِنْ بَيْنِ لَيْلَةٍ وَيَوْمٍ قَالَ قَالَ فَأَذِنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمُتْعَةِ قَالَ وَخَرَجْتُ أَنَا وَابْنُ عَمٍّ لِي فِي أَسْفَلِ مَكَّةَ أَوْ قَالَ فِي أَعْلَى مَكَّةَ فَلَقِينَا فَتَاةً مِنْ بَنِي عَامِرِ بْنِ صَعْصَعَةَ كَأَنَّهَا الْبَكْرَةُ الْعَنَطْنَطَةُ قَالَ وَأَنَا قَرِيبٌ مِنْ الدَّمَامَةِ وَعَلَيَّ بُرْدٌ جَدِيدٌ غَضٌّ وَعَلَى ابْنِ عَمِّي بُرْدٌ خَلَقٌ قَالَ فَقُلْنَا لَهَا هَلْ لَكِ أَنْ يَسْتَمْتِعَ مِنْكِ أَحَدُنَا قَالَتْ وَهَلْ يَصْلُحُ ذَلِكَ قَالَ قُلْنَا نَعَمْ قَالَ فَجَعَلَتْ تَنْظُرُ إِلَى ابْنِ عَمِّي فَقُلْتُ لَهَا إِنَّ بُرْدِي هَذَا جَدِيدٌ غَضٌّ وَبُرْدَ ابْنِ عَمِّي هَذَا خَلَقٌ مَحٌّ قَالَتْ بُرْدُ ابْنِ عَمِّكَ هَذَا لَا بَأْسَ بِهِ قَالَ فَاسْتَمْتَعَ مِنْهَا فَلَمْ نَخْرُجْ مِنْ مَكَّةَ حَتَّى حَرَّمَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} berkata telah menceritakan kepada kami {‘Umaroh bin Ghoziyyah Al Anshori} berkata telah menceritakan kepada kami {Rabi’ bin Sabrah Al Juhani} dari {Bapaknya} berkata Kami berangkat bersama Rasulullah saw. pada Fathu Makkah. Kami tinggal selama lima belas hari dan satu malam. (Rabi’ bin Sabrah Al Juhani Radhiyallahu’anhu) berkata (Bapaknya) berkata Rasulullah saw. mengijinkan nikah Mut’ah. Saya dan anak pamanku keluar ke daerah yang rendah di Makkah atau daerah yang tinggi, lalu kami bertemu seorang wanita muda dari Bani ‘Amir bin Sho’sho’ah, sepertinya dia adalah unta muda yang sangat bagus dan berleher panjang (maksudnya gadis belia yang berperawakan menarik). Saya orang termasuk orang buruk rupa, namun saya memakai mantel baru yang sangat bagus, sedang anak pamanku membawa mantel yang sudah usang. Kami mengatakan kepadanya, maukah kau menikah mut’ah dengan salah satu dari kami? Lalu wanita itu bertanya, apakah hal itu boleh? Ya, jawabku. Lalu dia melihat ke anak pamanku, lalu saya katakan kepadanya, mantelku ini baru dan bagus sedangkan mantel anak pamanku itu sudah usang dan lusuh. (wanita itu) berkata mantel anak pamanmu itu tidak masalah. Lalu (anak pamannya) menikahinya secara mut’ah. Kami tidak berangkat lagi ke Makkah sampai Rasulullah saw. mengharamkannya.