Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14806
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ رَبِّهِ بْنَ سَعِيدٍ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عُمَرَ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ يُقَالُ لَهُ السَّبْرِيُّعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ أَمَرَهُمْ بِالْمُتْعَةِ قَالَ فَخَطَبْتُ أَنَا وَرَجُلٌ امْرَأَةً قَالَ فَلَقِيتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ ثَلَاثٍ فَإِذَا هُوَ يُحَرِّمُهَا أَشَدَّ التَّحْرِيمِ وَيَقُولُ فِيهَا أَشَدَّ الْقَوْلِ وَيَنْهَى عَنْهَا أَشَدَّ النَّهْيِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata saya telah mendengar {‘Abdu rabbihi bin Sa’id} menceritakan dari {Abdul Aziz bin ‘Umar bin Abdul Aziz} dari {Rabi’ bin Sabrah} dari {Bapaknya} yang bernama As-Sabri dari Nabi saw. beliau menyuruh mereka nikah Mut’ah. (Bapak Rabi’) berkata lantas saya dan seorang temanku melamar seorang wanita. Lalu saya bertemu Nabi saw. setelah tiga hari, ternyata beliau telah mengharamkannya dengan sangat, mengatakannya dengan sangat serius dan melarangnya dengan larangan yang keras.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14807
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يُصَلَّى فِي أَعْطَانِ الْإِبِلِ وَرَخَّصَ أَنْ يُصَلَّى فِي مُرَاحِ الْغَنَمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} telah menceritakan kepada kami {Abdul Malik bin Rabi’ bin Sabrah} dari {Bapaknya} dari {kakeknya} Rasulullah saw. melarang Shalat di kandang unta dan memberi keringanan Shalat di kandang kambing.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14808
حَدَّثَنَا يُونُسُ حَدَّثَنَا لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي الرَّبِيعُ بْنُ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ سَبْرَةَ الْجُهَنِيِّ أَنَّهُ قَالَأَذِنَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمُتْعَةِ قَالَ فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَرَجُلٌ هُوَ أَكْبَرُ مِنِّي سِنًّا مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَقِينَا فَتَاةً مِنْ بَنِي عَامِرٍ كَأَنَّهَا بَكْرَةٌ عَيْطَاءُ فَعَرَضْنَا عَلَيْهَا أَنْفُسَنَا فَقَالَتْ مَا تَبْذُلَانِ قَالَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنَّا رِدَائِي قَالَ وَكَانَ رِدَاءُ صَاحِبِي أَجْوَدَ مِنْ رِدَائِي وَكُنْتُ أَشَبَّ مِنْهُ قَالَتْ فَجَعَلَتْ تَنْظُرُ إِلَى رِدَاءِ صَاحِبِي ثُمَّ قَالَتْ أَنْتَ وَرِدَاؤُكَ تَكْفِينِي قَالَ فَأَقَمْتُ مَعَهَا ثَلَاثًا قَالَ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَ عِنْدَهُ مِنْ النِّسَاءِ الَّتِي تَمَتَّعَ بِهِنَّ شَيْءٌ فَلْيُخَلِّ سَبِيلَهَا قَالَ فَفَارَقْتُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus} telah menceritakan kepada kami {Laits} yaitu Ibnu Sa’d berkata telah menceritakan kepadaku {Rabi’ bin Sabrah} dari {Bapaknya, Sabrah Al Juhani} dia berkata Dahulu Rasulullah saw. mengijinkan kami nikah mut’ah. Lalu saya bersama seorang laki-laki yang lebih tua dariku dari sahabat Nabi saw. berangkat dan kami bertemu dengan seorang gadis dari Bani ‘Amir, seolah-olah dia adalah unta yang bagus dan berleher panjang (maksudnya gadis belia dan menawan tubuhnya), lalu kami menawarkan diri kami kepadanya. (wanita itu) berkata apa yang akan kalian persembahkan?. Kami masing-masing mempunyai mantel. mantel sahabatku lebih bagus daripada mantelku, tapi saya lebih muda darinya. (wanita itu) melihat ke mantel sahabatku, lalu berkata ‘Kamu dan mantelmu cukup bagiku.’ (Sabrah Al Juhani Radhiyallahu’anhuma) berkata saya tinggal bersamanya selama tiga hari. Lalu Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang telah memiliki istri dengan cara nikah mut’ah, maka lepaskanlah dia.” Lalu saya meninggalkan dia.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14809
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ سَبْرَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نِكَاحِ الْمُتْعَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Az-Zuhri} dari {Rabi’ bin Sabrah} dari {Bapaknya} berkata Rasulullah saw. melarang nikah Mut’ah (menikahi wanita untuk jangka waktu tertentu).
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14810
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ قَالَ أَخْبَرَنِي الرَّبِيعُ بْنُ سَبْرَةَ الْجُهَنِيُّ عَنْ أَبِيهِ قَالَخَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا قَضَيْنَا عُمْرَتَنَا قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَمْتِعُوا مِنْ هَذِهِ النِّسَاءِ قَالَ وَالِاسْتِمْتَاعُ عِنْدَنَا يَوْمُ التَّزْوِيجِ قَالَ فَعَرَضْنَا ذَلِكَ عَلَى النِّسَاءِ فَأَبَيْنَ إِلَّا أَنْ يُضْرَبَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُنَّ أَجَلًا قَالَ فَذَكَرْنَا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ افْعَلُوا فَانْطَلَقْتُ أَنَا وَابْنُ عَمٍّ لِي وَمَعَهُ بُرْدَةٌ وَمَعِي بُرْدَةٌ وَبُرْدَتُهُ أَجْوَدُ مِنْ بُرْدَتِي وَأَنَا أَشَبُّ مِنْهُ فَأَتَيْنَا امْرَأَةً فَعَرَضْنَا ذَلِكَ عَلَيْهَا فَأَعْجَبَهَا شَبَابِي وَأَعْجَبَهَا بُرْدُ ابْنِ عَمِّي فَقَالَتْ بُرْدٌ كَبُرْدٍ قَالَ فَتَزَوَّجْتُهَا فَكَانَ الْأَجَلُ بَيْنِي وَبَيْنَهَا عَشْرًا قَالَ فَبِتُّ عِنْدَهَا تِلْكَ اللَّيْلَةَ ثُمَّ أَصْبَحْتُ غَادِيًا إِلَى الْمَسْجِدِ فَإِذَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ الْبَابِ وَالْحَجَرِ يَخْطُبُ النَّاسَ يَقُولُ أَلَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ كُنْتُ أَذِنْتُ لَكُمْ فِي الِاسْتِمْتَاعِ مِنْ هَذِهِ النِّسَاءِ أَلَا وَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَدْ حَرَّمَ ذَلِكَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ فَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ مِنْهُنَّ شَيْءٌ فَلْيُخَلِّ سَبِيلَهَا وَلَا تَأْخُذُوا مِمَّا آتَيْتُمُوهُنَّ شَيْئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz} berkata telah mengabarkan kepadaku {Rabi’ bin Sabrah Al Juhani} dari {Bapaknya} berkata kami keluar bersama Rasulullah saw. Setelah kami melaksanakan Umrah, Rasulullah saw. bersabda kepada kami, “Nikahilah para wanita itu dengan cara mut’ah (nikah dalam jangka waktu tertentu).” (Sabrah Al Juhani Radhiyallahu’anhu) berkata istimta’ menurut kami adalah hari pernikahan. Lalu kami menawarkan hal itu kepada para wanita, namun mereka menolaknya kecuali ditentukan jangka waktunya. Lalu hal ltu kami sampaikan kepada Nabi saw. Beliau bersabda: “Lakukanlah”, lalu saya berangkat bersama dengan anak pamanku dengan membawa mantel, namun mantelnya lebih baik daripada mantelku, hanya saya lebih muda darinya. Kami menemui wanita dan menawarkan diri kami, ternyata dia suka dengan kemudaanku namun dia juga suka dengan mantel temanku. (wanita itu) berkata mantel itu sebagaimana mantel yang lainnya. Lalu saya menikahinya, dengan masa waku sepuluh hari. Saya tinggal bersama dengannya pada malam itu, lalu pada pagi hari saya berangkat ke masjid, ternyata Rasulullah saw. sedang berada di antara pintu dan kamar, beliau berkhutbah dan bersabda: “Ketahuilah wahai manusia, dahulu saya mengijinkan kepada kalian nikah mut’ah. Namun sekarang Allah subhanahu wata’ala telah mengharamkannya sampai Hari Kiamat. Siapa yang telah memilikinya maka lepaskanlah dan jangan kalian ambil apa yang telah kalian berikan kepada mereka sedikitpun.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14811
حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عُمْرَانَ رَجُلٌ كَانَ بِوَاسِطٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُصَلَّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ لَا يُتِمُّ التَّكْبِيرَ يَعْنِي إِذَا خَفَضَ وَإِذَا رَفَعَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh bin ‘Ubadah} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin ‘Umran} {seorang yang tinggal di Wasith}. Berkata saya telah mendengar {Abdullah bin Abdurrahman bin Abza} menceritakan dari {Bapaknya} dia pernah shalat bersama Rasulullah saw., maka beliau tidak menyempurnakan takbir yakni pada waktu turun sujud dan bangkit dari sujud.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14812
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ زُرَارَةَ قَالَ حَجَّاجٌ فِي حَدِيثِهِ قَالَ سَمِعْتُ زُرَارَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَىعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} berkata telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} berkata saya telah mendengar {Qatadah} menceritakan dari {Zurarah} {Hajjaj} berkata dalam haditsnya. Berkata saya telah mendengar {Zurarah} dari {Abdurrahman bin Abza} dari Nabi saw. berwitir dengan surat, SABBIHISMA ROBBIKAL A’LA.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14813
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ وَزُبَيْدٍ الْإِيَامِيِّ عَنْ ذَرٍّ عَنِ ابْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ وَرَفَعَ بِهَا صَوْتَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Salamah bin Kuhail} dan {Zubaid Al Iyami} dari {Dzar} dari {Abu Abdurrahman bin Abza} dari {Bapaknya} dari Nabi saw. beliau membaca dalam witir dengan surat, Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tingi, dan Katakanlah: “Hai orang-orang kafir dan Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. jika telah selesai salam beliau bersabda: “Maha Suci Raja Yang Maha Suci, Maha Suci Raja Yang Maha Suci Maha Suci Raja Yang Maha Suci” dan mengangkat suaranya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14814
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ عَنْ عَزْرَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْوِتْرِ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ وَكَانَ إِذَا سَلَّمَ قَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ يُطَوِّلُهَا ثَلَاثًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Hammam} telah mengabarkan kepada kami {Qatadah} dari {‘Azroh} dari {Sa’id bin Abdurrahman bin Abza} dari {Bapaknya} dari Nabi saw., beliau membaca dalam Shalat witirnya, dengan Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tingi, dan Katakanlah: “Hai orang-orang kafir dan Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. jika telah selesai salam beliau bersabda: “Maha Suci Raja Yang Maha Suci” dan memanjangkannya tiga kali.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14815
حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ قَالَ سَمِعْتُ زُرَارَةَ يُحَدِّثُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَىأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُوتِرُ بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى وَقُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ وَقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ يَقُولُهَا ثَلَاثًاحَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عَزْرَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ هَذَا قَالَ أَخْبَرَنِي زُبَيْدٌ وَسَلَمَةُ بْنُ كُهَيْلٍ سَمِعَا ذَرًّا يُحَدِّثُ عَنِ ابْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ هَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Daud} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah mengabarkan kepada kami {Qatadah} berkata saya telah mendengar {Zurarah} menceritakan dari {Abdurrahman bin Abza} Rasulullah saw. membaca dalam Shalat witirnya dengan Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi, dan Katakanlah: “Hai orang-orang kafir dan Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. jika telah selesai salam beliau bersabda: “Maha Suci Raja Yang Maha Suci” membacanya tiga kali. Telah menceritakan kepada kami {Abu Daud At Thayalisi} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {‘Azrah} dari {Sa’id bin Abdurrahman} dari {Bapaknya} dari Nabi saw. semisalnya. Berkata telah mengabarkan kepadaku {Zubaid} dan {Salamah bin Kuhail} telah mendengar {Dzar} menceritakan dari {Ibnu Abdurrahman bin Abaz} dari {Bapaknya} dari Nabi saw. sama dengan di atas.