Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14876
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَزَّاقِ وَرَوْحٍ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي حَسَنُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ طَاوُسٍ عَنْ رَجُلٍ قَدْ أَدْرَكَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الطَّوَافُ صَلَاةٌ فَإِذَا طُفْتُمْ فَأَقِلُّوا الْكَلَامَوَلَمْ يَرْفَعْهُ مُحَمَّدُ بْنُ بَكْرٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} dan {Rauh} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata telah mengabarkan kepadaku {Hasan bin Muslim} dari {Thawus} dari {seorang laki-laki yang mendapatkan masa Nabi saw.}, Nabi saw. bersabda: ” thawaf adalah Shalat maka jika kalian thawaf sedikitkan dari berbicara” Muhammad bin Bakr tidak memarfu’kan hadits ini.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14877
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ يُقَالُ لَهُ يُوسُفُ قَالَكُنْتُ أَنَا وَرَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ نَلِي مَالَ أَيْتَامٍ قَالَ وَكَانَ رَجُلٌ قَدْ ذَهَبَ مِنِّي بِأَلْفِ دِرْهَمٍ قَالَ فَوَقَعَتْ لَهُ فِي يَدِي أَلْفُ دِرْهَمٍ قَالَ فَقُلْتُ لِلْقُرَشِيِّ إِنَّهُ قَدْ ذَهَبَ لِي بِأَلْفِ دِرْهَمٍ وَقَدْ أَصَبْتُ لَهُ أَلْفَ دِرْهَمٍ قَالَ فَقَالَ الْقُرَشِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَدِّ الْأَمَانَةَ إِلَى مَنْ ائْتَمَنَكَ وَلَا تَخُنْ مَنْ خَانَكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu ‘Adi} dari {Humaid} dari seorang laki-laki penduduk Makkah yang bernama {Yusuf} berkata saya bersama seorang laki-laki dari Quraisy mengurus harta anak-anak yatim. (Yusuf) berkata laki-laki tersebut kabur membawa pergi seribu dirham. (Yusuf) berkata lalu uang seribu dirham miliknya terjatuh di tanganku. (Yusuf) berkata saya berkata kepada Al Qurosyi, ada yang membawa pergi uangku seribu dirham dan saya menemukan seribu dirham miliknya. (Yusuf) berkata lalu {Al Qurasyi} berkata telah menceritakan kepadaku {bapakku} telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tunaikanlah amanat kepada orang yang memberimu amanat, dan janganlah kamu berkhianat kepada orang yang telah menghianati dirimu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14878
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ وَالضَّحَّاكُ بْنُ مَخْلَدٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ جُرَيْجٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ قَالَ عَرَضَ عَلَيَّ ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي سُفْيَانَ أَنَّ عَمْرَو بْنَ أَبِي صَفْوَانَ أَخْبَرَهُ قَالَ الضَّحَّاكُ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ أَنَّ عَمْرَو بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ صَفْوَانَ أَخْبَرَهُ أَنَّ كَلَدَةَ بْنَ الْحَنْبَلِأَخْبَرَهُ أَنَّ صَفْوَانَ بْنَ أُمَيَّةَ بَعَثَهُ فِي الْفَتْحِ بِلِبَإٍ وَجَدَايَةٍ وَضَغَابِيسَ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَعْلَى الْوَادِي قَالَ فَدَخَلْتُ عَلَيْهِ وَلَمْ أُسَلِّمْ وَلَمْ أَسْتَأْذِنْ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْجِعْ فَقُلْ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَدْخُلُ بَعْدَ مَا أَسْلَمَ صَفْوَانُ قَالَ عَمْرٌو أَخْبَرَنِي هَذَا الْخَبَرَ أُمَيَّةُ بْنُ صَفْوَانَ وَلَمْ يَقُلْ سَمِعْتُهُ مِنْ كَلَدَةَ قَالَ الضَّحَّاكُ وَابْنُ الْحَارِثِ وَذَلِكَ بَعْدَمَا أَسْلَمَ وَقَالَ الضَّحَّاكُ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْحَارِثِ بِلَبَنٍ وَجَدَايَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} Dan {Adl Dlahhak bin Makhlad} berkata telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Juraij} Dan {Abdullah bin Al Harits} berkata {Ibnu Juraij} menunjukan kepadaku, berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Amar bin Abu Sufyan} {‘Amr bin Abu Shafwan} mengabarinya. {Adl Dlahhak} dan {Abdullah Al Harits} berkata {‘Amr bin Abdullah bin Shafwan} mengabarinya, {Kaldah bin Hanbal} mengabarinya, Shafwan bin Umayyah pada hari Penaklukan Makkah mengutusnya untuk membawa susu yang baru diperah dari hewan ternak yang baru melahirkan, serta anak biawak yang berumur enam bulan dan rempah rempah kepada Nabi saw. Nabi saw. berada pada ketinggian bukit. (Kaldah) berkata saya menemui beliau tanpa salam dan memohon ijin, lalu Nabi saw. bersabda: “Kembalilah dan ucapkan: ‘Assalamu ‘alaikum’, saya masuk Islam setelah Islamnya Shafwan. {‘Amr} berkata Umayyah bin Shafwan mengabariku kabar ini hanya dia tidak berkata ‘Saya mendengarnya dari Kaldah.’ {Adl Dlahhak} dan {Ibnu Harits} berkata yang demikian itu setelah keIslaman (Kaldah). {Adl Dlahhak} dan {Abdullah bin Harits} berkata “Membawa susu dan anak biawak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14879
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ إِسْحَاقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ أَبِي سُفْيَانَ سَمِعَهُ مِنْ مُسْلِمِ بْنِ ثَفِنَةَ قَالَاسْتَعْمَلَ ابْنُ عَلْقَمَةَ أَبِي عَلَى عِرَافَةِ قَوْمِهِ وَأَمَرَهُ أَنْ يُصَدِّقَهُمْ قَالَ فَبَعَثَنِي أَبِي فِي طَائِفَةٍ لِآتِيَهُ بِصَدَقَتِهِمْ قَالَ فَخَرَجْتُ حَتَّى أَتَيْتُ شَيْخًا كَبِيرًا يُقَالُ لَهُ سِعْرٌ فَقُلْتُ إِنَّ أَبِي بَعَثَنِي إِلَيْكَ لِتُؤَدِّيَ صَدَقَةَ غَنَمِكَ قَالَ يَا ابْنَ أَخِي وَأَيُّ نَحْوٍ تَأْخُذُونَ قُلْتُ نَخْتَارُ حَتَّى إِنَّا لَنَشْبُرُ ضُرُوعَ الْغَنَمِ قَالَ ابْنَ أَخِي فَإِنِّي أُحَدِّثُكَ أَنِّي كُنْتُ فِي شِعْبٍ مِنْ هَذِهِ الشِّعَابِ فِي غَنَمٍ لِي عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَنِي رَجُلَانِ عَلَى بَعِيرٍ فَقَالَا نَحْنُ رَسُولَا النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْكَ لِتُؤَدِّيَ صَدَقَةَ غَنَمِكَ قُلْتُ مَا عَلَيَّ فِيهَا قَالَا شَاةٌ فَأَعْمِدُ إِلَى شَاةٍ قَدْ عَلِمْتُ مَكَانَهَا مُمْتَلِئَةٍ مَحْضًا وَشَحْمًا فَأَخْرَجْتُهَا إِلَيْهِمَا فَقَالَا هَذِهِ الشَّافِعُ الْحَائِلُ وَقَدْ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَأْخُذَ شَافِعًا قُلْتُ فَأَيُّ شَيْءٍ قَالَا عَنَاقًا جَذَعَةً أَوْ ثَنِيَّةً قَالَ فَأَعْمِدُ إِلَى عَنَاقٍ مُعْتَاطٍ قَالَ وَالْمُعْتَاطُ الَّتِي لَمْ تَلِدْ وَلَدًا وَقَدْ حَانَ وِلَادُهَا فَأَخْرَجْتُهَا إِلَيْهِمَا فَقَالَا نَاوِلْنَاهَا فَدَفَعْتُهَا إِلَيْهِمَا فَجَعَلَاهَا مَعَهُمَا عَلَى بَعِيرِهِمَا ثُمَّ انْطَلَقَاقَالَ عَبْد اللَّهِ سَمِعْتُ أَبِي يَقُولُ كَذَا قَالَ وَكِيعٌ مُسْلِمُ بْنُ ثَفِنَةَ صُحِّفَ و قَالَ رَوْحٌ ابْنُ شُعْبَةَ وَهُوَ الصَّوَابُ و قَالَ أَبِي و قَالَ بِشْرُ بْنُ السَّرِيِّ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ هُوَ ذَا وَلَدُهُ هَاهُنَا يَعْنِي مُسْلِمَ بْنَ شُعْبَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Zakariya bin Ishaq} dari {‘Amr bin Abu Sufyan} telah mendengarnya dari {Muslim bin Tsafinah} berkata Ibnu Al Qomah menugaskan bapakku untuk menjadi pemimpin kaumnya dan menyuruhnya untuk mengambil zakat mereka. (Muslim Radhiyallahu’anhu) berkata lalu ayahku mengutusku kepada sebuah kaum agar saya mengambil zakat mereka. Lalu saya keluar hingga menemui seorang yang telah tua yang bernama {Si’ir}, lalu saya katakan, ‘Ayahku mengutusku kepadamu agar kamu menunaikan zakat kambingmu.’ (orang tua itu) berkata ‘Wahai anak saudaraku! kambing seperti apa yang akan kalian ambil? saya berkata biarkan saya memilih sampai saya bisa mengukur susu kambingmu. Dia berkata wahai anak saudaraku, saya akan memberitahumu bahwa ketika saya berada di sebuah bukit bersama kambing-kambingku pada masa Nabi saw., tiba-tiba datang kepadaku {dua orang laki-laki} yang mengendarai unta dan berkata kami adalah utusan Nabi saw. yang datang kepadamu agar kamu menunaikan zakat kambingmu, saya berkata apa yang wajib saya keluarkan darinya? (Keduanya) berkata seekor kambing. Lalu saya pergi menuju seekor kambing, yang saya melihatnya telah mengandung dan gemuk, lalu saya mengeluarkannya kepada mereka. Lalu keduanya berkata ‘Ini adalah kambing yang sedang hamil, padahal Rasulullah saw. melarang kami untuk mengambil kambing yang hamil’, saya bertanya ‘Kalau begitu kambing yang bagaimana? ‘ Keduanya berkata ‘Anak kambing betina yang berumur enam hingga satu tahun, atau yang baru berumur tiga tahun’, (orang tua itu) berkata lalu saya menuju ‘anaq (kambing betina yang berumur enam bulan hingga satu tahun) yang mu’tath, dia berkata mu’tath adalah kambing yang tidak bisa melahirkan anak (karena gemuk) padahal sudah masanya untuk bisa melahirkan anak, lalu saya mengeluarkannya kepada keduanya dan keduanya berkata ‘Berikan kepada kami, maka saya memberikannya kepada mereka hingga keduanya menaikkannya ke atas unta mereka lalu pergi.’ Abdullah berkata ‘Saya telah mendengar ayahku berkata seperti ini.’ Waki’ berkata nama Muslim bin Tsafinah adalah salah baca. Rauh berkata yang benar adalah Ibnu Syu’bah. Bapakku dan Bisyr bin As-Sari berkata LAA ILAAHA ILLA ALLAH, dalam hadits ini dia itu adalah anaknya, yaitu Muslim bin Syu’bah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14880
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ أَبِي سُفْيَانَ قَالَ حَدَّثَنِي مُسْلِمُ بْنُ شُعْبَةَأَنَّ ابْنَ عَلْقَمَةَ اسْتَعْمَلَ أَبَاهُ عَلَى عِرَافَةِ قَوْمِهِ قَالَ مُسْلِمٌ فَبَعَثَنِي إِلَى مُصَدِّقَةٍ فِي طَائِفَةٍ مِنْ قَوْمِي قَالَ فَخَرَجْتُ حَتَّى آتِيَ شَيْخًا يُقَالُ لَهُ سِعْرٌ فِي شِعْبٍ مِنْ الشِّعَابِ فَقُلْتُ إِنَّ أَبِي بَعَثَنِي إِلَيْكَ لِتُعْطِيَنِي صَدَقَةَ غَنَمِكَ فَقَالَ أَيْ ابْنَ أَخِي وَأَيَّ نَحْوٍ تَأْخُذُونَ فَقُلْتُ نَأْخُذُ أَفْضَلَ مَا نَجِدُ فَقَالَ الشَّيْخُ إِنِّي لَفِي شِعْبٍ مِنْ هَذِهِ الشِّعَابِ فِي غَنَمٍ لِي إِذْ جَاءَنِي رَجُلَانِ مُرْتَدِفَانِ بَعِيرًا فَقَالَا إِنَّا رَسُولَا رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَنَا إِلَيْكَ لِتُؤْتِيَنَا صَدَقَةَ غَنَمِكَ قُلْتُ وَمَا هِيَ قَالَا شَاةٌ فَعَمِدْتُ إِلَى شَاةٍ قَدْ عَلِمْتُ مَكَانَهَا مُمْتَلِئَةً مَحْضًا أَوْ مَحْضًا وَشَحْمًا فَأَخْرَجْتُهَا إِلَيْهِمَا فَقَالَا هَذِهِ شَافِعٌ وَقَدْ نَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَأْخُذَ شَافِعًا وَالشَّافِعُ الَّتِي فِي بَطْنِهَا وَلَدُهَا قَالَ فَقُلْتُ فَأَيَّ شَيْءٍ تَأْخُذَانِ قَالَا عَنَاقًا أَوْ جَذَعَةً أَوْ ثَنِيَّةً قَالَ فَأَخْرَجَ لَهُمَا عَنَاقًا قَالَ فَقَالَا ادْفَعْهَا إِلَيْنَا فَتَنَاوَلَاهَا وَجَعَلَاهَا مَعَهُمَا عَلَى بَعِيرِهِمَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Zakariya bin Ishaq} berkata telah menceritakan kepadaku {‘Amr bin Abu Sufyan} berkata telah menceritakan kepadaku {Muslim bin Syu’bah} Ibnu Al Qomah menugaskan bapaknya untuk menjadi pemimpin kaumnya. Muslim berkata lalu ayahku mengutusku kepada sebuah kelompok dari kaumku agar saya mengambil zakat. (Muslim Radhiyallahu’anhu) berkata Lalu saya keluar hingga menemui seorang yang telah tua yang bernama {Si’ir}, di sebuah bukit. lalu saya katakan ‘Ayahku mengutusku kepadamu agar kamu memberikan zakat kambingmu.’ (orang tua itu) berkata ‘Wahai anak saudaraku! kambing seperti apa yang akan kalian ambil? saya berkata biarkan saya memilih sampai saya bisa mengukur susu kambingmu.’ Orang tua itu berkata ketika saya berada di sebuah bukit bersama kambing-kambingku, tiba-tiba datang kepadaku {dua orang laki-laki} yang mengendarai unta berboncengan dan berkata kami adalah utusan Rasulullah saw. yang telah mengutus kami agar kamu memberikan zakat kambingmu, saya berkata ‘Apa yang wajib saya keluarkan darinya? (Keduanya) berkata seekor kambing. Lalu saya pergi menuju seekor kambing, yang saya melihatnya telah mengandung dan gemuk atau mengandung dan berlemak, lalu saya mengeluarkannya kepada mereka. Lalu keduanya berkata ‘Ini adalah kambing syafi’, padahal Rasulullah saw. melarang kami untuk mengambil kambing syafi’, syafi’ adalah kambing yang sedang hamil.’ Saya bertanya, ‘Kalau begitu kambing yang bagaimana yang akan kalian berdua ambil? ‘ Keduanya berkata ‘Anak kambing betina yang berumur belum sampai satu tahun, atau yang baru berumur satu tahun, atau yang telah masuk umur tiga tahun.’ (Muslim Radhiyallahu’anhu) berkata lalu orang itu mengeluarkan ‘anaq (kambing betina yang berumur enam bulan hingga satu tahun). (Muslim Radhiyallahu’anhu) berkata keduanya berkata ‘Berikan kepada kami’, lalu keduanya menerimanya lalu menaikkannya ke atas unta.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14881
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبِ بْنِ أَبِي ثَابِتٍ قَالَ وَقَالَ نَافِعُ بْنُ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ بِشْرِ بْنِ سُحَيْمٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ فِي يَوْمِ التَّشْرِيقِ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ فِي أَيَّامِ الْحَجِّ فَقَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسٌ مُسْلِمَةٌ وَإِنَّ هَذِهِ الْأَيَّامَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} berkata telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dan {Abdurrahman} dari {Sufyan} dari {Habib bin Abu Tsabit} berkata dan {Nafi’ bin Jubair bin Muthim} berkata dari {Bisyr bin Suhaim} Nabi saw. berkhutbah pada Hari Tasyriq. Abdur Rahman berkata di sekitar Hari Haji, bersabda: “Tidak akan masuk surga melainkan orang Islam dan hari-hari ini adalah hari makan dan minum.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14882
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ بَعَثَ بِشْرَ بْنَ سُحَيْمٍ فَأَمَرَهُ أَنْ يُنَادِيَ أَلَا إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا نَفْسُ مُؤْمِنٍ وَإِنَّهَا أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ يَعْنِي أَيَّامَ التَّشْرِيقِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amr bin Dinar} dari {Nafi’ Bin Jubair Bin Muth’im} dari {salah seorang sahabat Nabi saw.} dari Nabi saw. beliau mengutus Bisyr bin Suhaim, lalu beliau menyuruhnya untuk menyiarkan bahwa tidak masuk surga kecuali seorang mukmin, dan hari itu yaitu hari makan dan minum, yaitu Hari Tasyriq.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14883
حَدَّثَنَا بَهْزٌ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي حَبِيبُ بْنُ أَبِي ثَابِتٍ أَنَّهُ سَمِعَ نَافِعَ بْنَ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ يُحَدِّثُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَالُ لَهُ بِشْرُ بْنُ سُحَيْمٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطَبَ فَقَالَ إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ إِلَّا مُؤْمِنٌ وَإِنَّ هَذِهِ الْأَيَّامَ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata telah mengabarkan kepadaku {Habib bin Abu Tsabit} telah mendengar {Nafi’ Bin Jubair Bin Muth’im} menceritakan dari salah seorang sahabat Nabi saw. yang bernama {Bisyr bin Suhaim}, Nabi saw. berkhutbah lalu beliau bersabda: “Tidak masuk surga kecuali seorang mukmin, dan hari-hari ini adalah hari makan dan minum.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14884
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ الْأَسْوَدِ بْنِ خَلَفٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَاهُ الْأَسْوَدَرَأَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَايِعُ النَّاسَ يَوْمَ الْفَتْحِ قَالَ جَلَسَ عِنْدَ قَرْنِ مَسْقَلَةَ فَبَايَعَ النَّاسَ عَلَى الْإِسْلَامِ وَالشَّهَادَةِ قَالَ قُلْتُ وَمَا الشَّهَادَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْأَسْوَدِ بْنِ خَلَفٍ أَنَّهُ بَايَعَهُمْ عَلَى الْإِيمَانِ بِاللَّهِ وَشَهَادَةِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrozaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata telah mengabarkan kepadaku {Abdullah bin ‘Utsman bin khutsaim} {Muhammad bin Al ‘Aswad bin Khalaf} mengabarinya, ayahnya yaitu {Al Aswad} melihat Nabi saw. membaiat manusia pada hari Penaklukan Makkah. Dia berkata (Rasulullah saw.) duduk di Qarn Masqalah, beliau membaiat orang-orang atas Islam dan syahadat. (Ibnu Juraij Radhiyallahu’anhu) berkata saya bertanya, apa itu syahadah? (Abdullah bin ‘Utsman bin Khutsaim Radhiyallahu’anhu) berkata Muhammad bin Al Aswad bin Khalaf mengabariku (Rasulullah saw.) membaiat mereka atas Iman kepada Allah dan syahadat LAA ILAAHA ILLA ALLAH WA ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASULUH saw.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14885
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَنْ عُثَيْمِ بْنِ كُلَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّهُ جَاءَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ قَدْ أَسْلَمْتُ فَقَالَ أَلْقِ عَنْكَ شَعَرَ الْكُفْرِ يَقُولُ أَحْلِقْ قَالَ وَأَخْبَرَنِي آخَرُ مَعَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِآخَرَ أَلْقِ عَنْكَ شَعَرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdurrozaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata telah mengabarkan kepadaku, dari {‘Utsaim bin Kulaib} dari {Bapaknya} dari {kakeknya} dia datang kepada Nabi saw. dan berkata saya telah masuk Islam. (Rasulullah saw.) bersabda: “Buanglah bulu-bulu kekafiran darimu” Dan bersabda: “Cukurlah.” (‘Utsaim Radhiyallahu’anhu) berkata telah mengabarinya orang lain yang bersamanya, Nabi saw. bersabda kepada orang lain itu, “Buanglah bulu-bulu kekafiran darimu dan berkhitanlah.”