Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14896
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ حَدِيدٍ عَنْ صَخْرٍ الْغَامِدِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لِأُمَّتِي فِي بُكُورِهَا قَالَ فَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِقَالَ فَكَانَ صَخْرٌ رَجُلًا تَاجِرًا وَكَانَ يَبْعَثُ تِجَارَتَهُ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ قَالَ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah menceritakan kepada kami {Ya’la bin ‘Atha’} dari {‘Umarah bin Hadid} dari {Shakhr Al Ghamidi} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Ya Allah, berilah barakah kepada umatku pada pagi harinya.” (Shakhr Al Ghamidi Radhiyallahu’anhu) berkata jika beliau mengutus suatu pasukan atau kelompok tentara, mengutus mereka dari permulaan siang. (‘Umarah bin Hadid Radhiyallahu’anhu) berkata Shakhr adalah seorang pedagang, jika dia mengirimkan dagangannya maka pada permulaan siang, maka hal itu hartanya menjadi banyak dan melimpah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14897
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ أَنَّ أَبَا الْمِنْهَالِ أَخْبَرَهُ أَنَّ إِيَاسَ بْنَ عَبْدٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَلَا تَبِيعُوا فَضْلَ الْمَاءِ فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الْمَاءِقَالَ وَالنَّاسُ يَبِيعُونَ مَاءَ الْفُرَاتِ فَنَهَاهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Juraij} berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Amr bin Dinar} {Abu Al Minhal} mengabarinya {Iyas bin Abd} salah seorang sahabat Nabi saw. berkata janganlah kalian menjual air yang lebih, karena Nabi saw. melarang untuk menjual air yang lebih. (Abu Minhal Radhiyallahu’anhu) berkata ketika itu orang-orang menjual air sungai Eufrat, lalu (Iyas bin Abd Radhiyallahu’anhu) melarangnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14898
حَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ كَثِيرٍ الْمَكِّيُّ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ كَيْسَانَ مَوْلَى خَالِدِ بْنِ أُسَيْدٍ قُلْتُ أَلَا تُحَدِّثُنِي عَنْ أَبِيكَ فَقَالَ مَا سَأَلْتَنِي فَقَالَ حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُرَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ الْمَطَابِخِ حَتَّى أَتَى الْبِئْرَ وَهُوَ مُتَّزِرٌ بِإِزَارٍ لَيْسَ عَلَيْهِ رِدَاءٌ فَرَأَى عِنْدَ الْبِئْرِ عَبِيدًا يُصَلُّونَ فَحَلَّ الْإِزَارَ وَتَوَشَّحَ بِهِ وَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ لَا أَدْرِي الظُّهْرَ أَوْ الْعَصْرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} telah mengabarkan kepada kami {‘Amr bin Katsir Al Makki} berkata saya bertanya kepada {Abdurrahman bin Kaisan} budak Khalid bin Usaid, saya berkata maukah kamu menceritakan kepadaku dari bapakmu, Dia berkata apa yang kamu tanyakan? Dia berkata telah menceritakan kepadaku {bapakku}, dia telah melihat Rasulullah saw. keluar dari dapur menuju ke sumur dalam kedaan memakai sarung dengan tidak memakai selendang. ketika di sumur, beliau melihat budak-budak yang sedang Shalat, lalu beliau melepas sarungnya lalu menyandangnya dan Shalat dua rekaat, saya tidak tahu zhuhur atau asar.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14899
حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ الْخَيَّاطُ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ كَثِيرِ بْنِ أَفْلَحَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ كَيْسَانَ قَالَ سَأَلْتُ أَبِي كَيْسَانَمَا أَدْرَكْتَ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَأَيْتُهُ يُصَلِّي عِنْدَ الْبِئْرِ الْعُلْيَا بِبِئْرِ بَنِي مُطِيعٍ مُلَبَّبًا فِي ثَوْبٍ الظُّهْرَ أَوْ الْعَصْرَ فَصَلَّاهَا رَكْعَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Khalid Al Khoyyath} telah menceritakan kepada kami {‘Amr bin Katsir bin Aflah} dari {Abdurrahman bin Kaisan} berkata saya bertanya kepada {Abu Kaisan} apa yang kamu dapatkan dari Nabi saw.?. Dia menjawab, saya melihat beliau Shalat zhuhur atau ashar di samping sumur yang tinggi yang terletak pada Bani Muthi’, dengan mengikatkan satu kain dua rekaat.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14900
حَدَّثَنَا عَبَّادُ بْنُ عَبَّادٍ الْمُهَلَّبِيُّ عَنْ هِشَامِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ الْأَرْقَمِ بْنِ أَبِي الْأَرْقَمِ الْمَخْزُومِيِّ عَنْ أَبِيهِ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الَّذِي يَتَخَطَّى رِقَابَ النَّاسِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَيُفَرِّقُ بَيْنَ الِاثْنَيْنِ بَعْدَ خُرُوجِ الْإِمَامِ كَالْجَارِّ قُصْبَهُ فِي النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Abbad bin ‘Abbad Al Muhallabi} dari {Hisyam bin Ziyad} dari {‘Utsman bin Al Arqam bin Abu Al Arqam Al Mahzumi} dari {Bapaknya}, dia adalah salah seorang sahabat Nabi saw., Nabi saw. bersabda: “Orang yang melangkahi leher orang-orang pada Hari Jum’at atau, menyela antara dua orang setelah datangnya seorang khatib, seperti orang yang menarik ususnya di neraka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14901
حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ يَعْنِي شَيْبَانَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ أَنَّ ابْنَ عَابِسٍ الْجُهَنِيَّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا ابْنَ عَابِسٍ أَلَا أُخْبِرُكَ بِأَفْضَلِ مَا تَعَوَّذَ بِهِ الْمُتَعَوِّذُونَ قُلْتُ بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ وَقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} telah menceritakan kepada kami {Abu Mu’awiyah} yaitu Syaiban dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Muhammad bin Ibrahim}, {Ibnu ‘Abis Al Juhani} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Wahai Ibnu ‘Abbas, maukah kamu kuberitahu tentang bacaan yang paling utama, yang dibaca oleh orang yang memohon perlindungan?” Dia berkata Ya wahai Rasulullah! (Rasulullah saw.) bersabda: “Bacalah, QUL A’UDZU BIROBBIL FALAQ dan QUL A’UDZU BIROBBIN NAAS ”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14902
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مُبَارَكٍ قَالَ أَخْبَرَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي الْمُطَّلِبُ بْنُ حَنْطَبٍ الْمَخْزُومِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي عَمْرَةَ الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَكُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي غَزَاةٍ فَأَصَابَ النَّاسَ مَخْمَصَةٌ فَاسْتَأْذَنَ النَّاسُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي نَحْرِ بَعْضِ ظُهُورِهِمْ وَقَالُوا يُبَلِّغُنَا اللَّهُ بِهِ فَلَمَّا رَأَى عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ هَمَّ أَنْ يَأْذَنَ لَهُمْ فِي نَحْرِ بَعْضِ ظَهْرِهِمْ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِنَا إِذَا نَحْنُ لَقِينَا الْقَوْمَ غَدًا جِيَاعًا أَرْجَالًا وَلَكِنْ إِنْ رَأَيْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ تَدْعُوَ لَنَا بِبَقَايَا أَزْوَادِهِمْ فَتَجْمَعَهَا ثُمَّ تَدْعُوَ اللَّهَ فِيهَا بِالْبَرَكَةِ فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى سَيُبَلِّغُنَا بِدَعْوَتِكَ أَوْ قَالَ سَيُبَارِكُ لَنَا فِي دَعْوَتِكَ فَدَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِبَقَايَا أَزْوَادِهِمْ فَجَعَلَ النَّاسُ يُجِيئُونَ بِالْحَثْيَةِ مِنْ الطَّعَامِ وَفَوْقَ ذَلِكَ وَكَانَ أَعْلَاهُمْ مَنْ جَاءَ بِصَاعٍ مِنْ تَمْرٍ فَجَمَعَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَامَ فَدَعَا مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَدْعُوَ ثُمَّ دَعَا الْجَيْشَ بِأَوْعِيَتِهِمْ فَأَمَرَهُمْ أَنْ يَحْتَثُوا فَمَا بَقِيَ فِي الْجَيْشِ وِعَاءٌ إِلَّا مَلَئُوهُ وَبَقِيَ مِثْلُهُ فَضَحِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ لَا يَلْقَى اللَّهَ عَبْدٌ مُؤْمِنٌ بِهِمَا إِلَّا حُجِبَتْ عَنْهُ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Ishaq} telah mengabarkan kepada kami {Abdullah} yaitu Ibnu Mubarak, berkata telah mengabarkan kepada kami {Al Auza’i} berkata telah menceritakan kepadaku {Al Muthalib bin Hanthab Al Mahzumi} berkata telah menceritakan kepadaku {Abdurrahman bin Abu ‘Amrah Al Anshari} telah menceritakan kepadaku {Bapakku} berkata kami bersama Rasulullah saw. dalam sebuah peperangan, lalu para pasukan tertimpa kelaparan hingga mereka meminta ijin kepada Rasulullah saw. untuk menyembelih sebagian kendaraan mereka, dan mereka berkata ‘Semoga Allah membuat kita cukup dengannya.’ Tatkala ‘Umar bin Khattab mengetahui Rasulullah saw. hendak mengijinkan mereka untuk menyembelih sebagian kendaraan mereka, ia berkata ‘Wahai Rasulullah bagaimana jika besok kita bertemu dengan musuh dalam keadaan lapar dan berjalan kaki. namun jika anda mau, suruhlah kami untuk mengumpulkan sisa-sisa bekal mereka, lalu anda mengumpulkannya dan berdoa kepada Allah memohon barokah kepada-Nya, niscaya Allah akan mencukupkan kita dengan doa anda. atau berkata Allah akan memberi barokah kita dengan doa anda.’ Nabi saw. menyuruh untuk mengumpulkan perbekalan mereka, hingga orang-orang mengumpulkan perbekalan mereka. Ada yang menyerahkan satu cakupan makanan, ada yang lebih dari itu, dan paling banyak dari mereka adalah yang datang dengan membawa dengan satu sho’ kurma. Nabi saw. mengumpulkannya, lalu berdoa dengan do’anya, lalu menyuruh para pasukan untuk membawa tempat makanan dan menyuruh mereka untuk mencakup perbekalan makanan yang telah dikumpulkan, maka tak ada seorang pun yang membawa tempat makanan mereka melainkan mereka telah mengisinya dengan makanan tersebut dan ternyata masih tetap utuh seperti sedia kala. Nabi saw. tersenyum hingga terlihat gerahamnya, lalu bersabda: “ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLA ALLAH WA ANNI ROSULULLOH, tidak seorang hamba yang mukmin yang bertemu Allah dengan kedua kalimat ini melainkan neraka ditutup darinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14903
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ قَالَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَخْبَرَنِي عِيسَى بْنُ طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ عُمَيْرِ بْنِ سَلَمَةَ الضَّمْرِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِالْعَرْجِ فَإِذَا هُوَ بِحِمَارٍ عَقِيرٍ فَلَمْ يَلْبَثْ أَنْ جَاءَ رَجُلٌ مِنْ بَهْزٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَذِهِ رَمْيَتِي فَشَأْنُكُمْ بِهَا فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبَا بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ فَقَسَمَهُ بَيْنَ الرِّفَاقِ ثُمَّ سَارَ حَتَّى أَتَى عَقَبَةَ أُثَايَةَ فَإِذَا هُوَ بِظَبْيٍ فِيهِ سَهْمٌ وَهُوَ حَاقِفٌ فِي ظِلِّ صَخْرَةٍ فَأَمَرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلًا مِنْ أَصْحَابِهِ فَقَالَ قِفْ هَاهُنَا حَتَّى يَمُرَّ الرِّفَاقُ لَا يَرْمِيهِ أَحَدٌ بِشَيْءٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} berkata telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Muhammad bin Ibrahim} berkata telah menceritakan kepadaku {‘Isa bin Thalhah bin ‘Ubaidullah} dari {‘Umair bin Salamah Adl Dlamri} Rasulullah saw. melewati ‘Aroj (dalam keadaan ihram), lantas ada seekor keledai yang terbunuh dan Rasulullah saw. membiarkannya hingga datang seorang laki-laki dari Bahzi dan berkata ‘Wahai Rasulullah ini adalah buruanku, maka terserah apa yang anda perbuat.’ Lalu Rasulullah saw. menyuruh Abu Bakar Radhiyallahu’anhu hingga dia membagikannya kepada para sahabat yang menyertainya. Lalu Rasulullah saw. pergi berjalan hingga ketika sampai di Utsayah maka ada seekor rusa yang terkena anak panah dan terbaring melingkar pada lubang batu besar, Nabi saw. memerintahkan salah seorang dari sahabatnya seraya bersabda: “Berhentilah disini”, hingga para sahabat yang mengikuti Nabi saw. melewati rusa tersebut begitu saja tanpa ada seorangpun yang melemparnya dengan sesuatu.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14904
حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا أَبُو بَلْجٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ حَاطِبٍ الْجُمَحِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصْلٌ بَيْنَ الْحَلَالِ وَالْحَرَامِ الدُّفُّ وَالصَّوْتُ فِي النِّكَاحِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} telah mengabarkan kepada kami {Abu Balj} dari {Muhammad bin Hathib Al Jumahi} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Yang memisahkan antara halal dan haram adalah rebana dan suara nyanyian dalam acara pernikahan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14905
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سِمَاكٍ قَالَ قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ حَاطِبٍانْصَبَّتْ عَلَى يَدِي مِنْ قِدْرٍ فَذَهَبَتْ بِي أُمِّي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي مَكَانٍ قَالَ فَقَالَ كَلَامًا فِيهِ أَذْهِبْ الْبَاسْ رَبَّ النَّاسْ وَأَحْسِبُهُ قَالَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي قَالَ وَكَانَ يَتْفُلُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Syu’bah} dari {Simak} berkata {Muhammad bin Hathib} berkata tanganku tertuang oleh air panas dari sebuah bejana, lalu ibuku membawaku kepada Rasulullah saw. yang berada pada sebuah tempat. (Hathib Radhiyallahu’anhu) berkata beliau mengucapkan sebuah perkataan di dalamnya, ADZHIBIL BA’SA ROBBAN NAS (Hilangkanlah sakitnya wahai Tuhan para manusia) “, saya mengira beliau juga bersabda: “ISYFI ANTAS SYAAFII” (Sembuhkanlah karena Engkaulah yang Maha Menyembuhkan). (Hathib Radhiyallahu’anhu) berkata beliau meludah.