Musnad Penduduk Makkah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14926

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ حَدَّثَنَا بَقِيَّةُ بْنُ الْوَلِيدِ عَنِ الزُّبَيْدِيِّ مُحَمَّدِ بْنِ الْوَلِيدِ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ أَبِي خِزَامَةَ أَحَدِ بَنِي الْحَارِثِ عَنْ أَبِيهِأَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ دَوَاءً نَتَدَاوَى بِهِ وَرُقًى نَسْتَرْقِي بِهَا وَتُقًى نَتَّقِيهَا هَلْ تَرُدُّ ذَلِكَ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ شَيْئًا قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَلِكَ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin ‘Ayyasy} telah menceritakan kepada kami {Baqiyyah bin Al Walid} dari {Az-Zubadi, Muhammad bin Al Walid} dari {Az-Zuhri} dari {Ibnu Abu Khuzamah} salah satu Bani Al harits dari {Bapaknya} dia datang kepada Rasulullah saw. lalu berkata Wahai Rasulullah, Bagaimana menurut anda tentang obat yang kami gunakan untuk mengobati penyakit, ruqyah yang kami praktekkan, dan penjagaan yang kami buat, apakah bisa menolak dari takdir Allah? Rasulullah saw. bersabda: itu semua termasuk takdir Allah Tabaaroka wa Ta’ala.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14927

حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو عَنِ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ ابْنَ أَبِي خُزَامَةَ أَحَدَ بَنِي الْحَارِثِ بْنِ سَعْدِ بْنِ هُذَيْمٍ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُأَنَّهُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ دَوَاءً نَتَدَاوَى بِهِ وَرُقًى نَسْتَرْقِيهَا وَتُقًى نَتَّقِيهِ هَلْ تَرُدُّ ذَلِكَ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى مِنْ شَيْءٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّهُ مِنْ قَدَرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّحَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ وَيَحْيَى بْنِ أَبِي بُكَيْرٍ عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عُيَيْنَةَ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ ابْنِ أَبِي خُزَامَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَبِي وَهُوَ الصَّوَابُ كَذَا قَالَ الزُّبَيْدِيُّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Amr} dari {Ibnu Syihab} {Ibnu Abu Khuzamah} salah satu Bani Al Harits bin Sa’d bin Hudzaim menceritakannya, {Bapaknya} menceritakannya, dia berkata Wahai Rasulullah, bagaimana menurut anda tentang obat yang kami gunakan untuk mengobati penyakit, ruqyah yang kami praktekkan, dan penjagaan yang kami buat, apakah bisa menolak dari takdir Allah sama sekali? Rasulullah saw. bersabda: ” itu semua termasuk takdir Allah AzzaWaJalla.” Telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} dan {Yahya bin Abu Bukair} dari {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Az-Zuhri} dari {Ibnu Abu Khuzamah} dari {Bapaknya} berkata dan itulah yang benar, demikian yang dikatakan Az-Zubaidi.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14928

حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ أَبِي كَثِيرٍ يَقُولُ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَسْعَدَ بْنِ زُرَارَةَ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ قَالَزَارَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَنْزِلِنَا فَقَالَ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ قَالَ فَرَدَّ سَعْدٌ رَدًّا خَفِيًّا فَرَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاتَّبَعَهُ سَعْدٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ كُنْتُ أَسْمَعُ تَسْلِيمَكَ وَأَرُدُّ عَلَيْكَ رَدًّا خَفِيًّا لِتُكْثِرَ عَلَيْنَا مِنْ السَّلَامِ قَالَ فَانْصَرَفَ مَعَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَ لَهُ سَعْدٌ بِغُسْلٍ فَوُضِعَ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ نَاوَلَهُ أَوْ قَالَ نَاوَلُوهُ مِلْحَفَةً مَصْبُوغَةً بِزَعْفَرَانٍ وَوَرْسٍ فَاشْتَمَلَ بِهَا ثُمَّ رَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَيْهِ وَهُوَ يَقُولُ اللَّهُمَّ اجْعَلْ صَلَوَاتِكَ وَرَحْمَتَكَ عَلَى آلِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ قَالَ ثُمَّ أَصَابَ مِنْ الطَّعَامِ فَلَمَّا أَرَادَ الِانْصِرَافَ قَرَّبَ إِلَيْهِ سَعْدٌ حِمَارًا قَدْ وَطَّأَ عَلَيْهِ بِقَطِيفَةٍ فَرَكِبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ سَعْدٌ يَا قَيْسُ اصْحَبْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَيْسٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ارْكَبْ فَأَبَيْتُ ثُمَّ قَالَ إِمَّا أَنْ تَرْكَبَ وَإِمَّا أَنْ تَنْصَرِفَ قَالَ فَانْصَرَفْتُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Muslim} telah menceritakan kepada kami {Al Auza’i} berkata saya telah mendengar {Yahya bin Abu Katsir} berkata telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Abdurrahman bin As’ad bin Zurarah} dari {Qais bin Sa’d} berkata Rasulullah saw. pernah mengunjungi kami di rumah kami, bersabda: “Assalaamu ‘alaikum warohmatullah” (Qais Radhiyallahu’ahu) berkata maka Sa’d menjawabnya dengan suara pelan, lalu Rasulullah saw. mengulangi salamnya dan Sa’d juga menjawabnya dengan suara pelan, lalu dia berkata Wahai Rasulullah, saya mendengar salam anda, saya menjawabnya dengan pelan supaya anda memperbanyak salam atas kami. (Qais Radhiyallahu’ahu) berkata lalu dia pergi bersama Rasulullah saw. dan menyuruh orang untuk menyiapkan pemandian (Rasulullah saw.) hingga beliau mandi. Lalu (Saad Radhiyallahu’anhu) memberikan atau (Qais Radhiyallahu’ahu) berkata lalu mereka memberikan kepada beliau selembar selimut yang telah dilumuri dengan minyak wangi za’faron dan waros, lalu (Rasulullah saw.) memakainya. Lalu (Rasulullah saw.) mengangkat kedua tangannya dengan membaca: “Ya Allah, jadikan kesejahteraan dan rahmAt Mu atas keluarga Sa’d bin ‘Ubadah” (Qais Radhiyallahu’ahu) berkata lalu (Rasulullah saw.) menyantap makanan, tatkala beliau hendak pergi, Sa’d memberikan keledai kepadanya yang telah dilapisi pelana di atasnya, lalu Rasulullah saw. naik. Sa’d berkata Wahai Qais, temani Rasulullah saw. Qais berkata Rasulullah saw. bersabda: “Naiklah”, namun saya menolaknya. Lalu beliau bersabda: “Kamu naik atau kamu meninggalkan saya saja”, (Qais Radhiyallahu’ahu) berkata lalu saya meninggalkannya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14929

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ مُخَيْمِرَةَ عَنْ أَبِي عَمَّارٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدٍ قَالَأَمَرَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَصُومَ عَاشُورَاءَ قَبْلَ أَنْ يَنْزِلَ صِيَامُ رَمَضَانَ فَلَمَّا نَزَلَ صِيَامُ رَمَضَانَ لَمْ يَأْمُرْنَا وَلَمْ يَنْهَنَا وَنَحْنُ نَفْعَلُهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Salamah bin Kuhail} dari {Al Qasim bin mukhoimiroh} dari {Abu ‘Ammar} dari {Qais bin Sa’d} berkata Nabi saw. memerintahkan kami untuk berpuasa ‘Asyuro sebelum turun ayat tentang Puasa Ramadlan. Tatkala turun ayat tentang Puasa Ramadlan, beliau tidak menyuruh kami dan tidak juga melarang kami namun kami tetap mengerjakannya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14930

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ أَبُو عَبْدِ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ مُلَيْلٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي أُمَيَّةَأَنَّ حَبِيبَ بْنَ مَسْلَمَةَ أَتَى قَيْسَ بْنَ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ فِي الْفِتْنَةِ الْأُولَى وَهُوَ عَلَى فَرَسٍ فَأَخَّرَ عَنْ السَّرْجِ وَقَالَ ارْكَبْ فَأَبَى وَقَالَ لَهُ قَيْسُ بْنُ سَعْدٍ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ صَاحِبُ الدَّابَّةِ أَوْلَى بِصَدْرِهَا فَقَالَ لَهُ حَبِيبٌ إِنِّي لَسْتُ أَجْهَلُ مَا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنِّي أَخْشَى عَلَيْكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Yazid, Abu Abdurrahman} telah menceritakan kepada kami {Haiwah} berkata telah mengabarkan kepadaku {Abdul Aziz bin Abdul Malik bin Mulail} dari {Abdur Rahman bin Abu Umayyah} {Habib bin Maslamah} pernah mendatangi {Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah} pada zaman Fitnah Pertama dengan berkendara atas untanya, lantas dia mundur dari pelananya dan berkata (kepada Qais Radhiyallahu’ahu) naiklah. (Qais Radhiyallahu’ahu) menolak dan dia berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Pemilik kendaraan lebih berhak untuk duduk di depan”, Lalu Habib berkata kepadanya, bukannya saya tidak mengerti sabda Rasulullah saw. akan tetapi saya takut akan terjadi apa-apa padamu.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14931

حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ جَابِرٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ قَالَمَا مِنْ شَيْءٍ كَانَ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا وَقَدْ رَأَيْتُهُ إِلَّا شَيْئًا وَاحِدًا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُقَلَّسُ لَهُ يَوْمَ الْفِطْرِقَالَ جَابِرٌ هُوَ اللَّعِبُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Nadlroh} telah menceritakan kepada kami {Isro’il} dari {Jabir} dari {‘Amir} dari {Qais bin Sa’d ‘Ubadah} berkata tidak ada sesuatu yang ada pada masa Rasulullah saw. kecuali saya telah melihatnya, kecuali satu hal. Rasulullah saw., (pernah dimainkan sebuah permainan pedang dan anak panah di hadapan Rasulullah saw.) pada Hari Idul Fithri. Jabir berkata itu adalah permainan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14932

حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ مَنْصُورَ بْنَ زَاذَانَ يُحَدِّثُ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَأَنَّ أَبَاهُ دَفَعَهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْدُمُهُ فَأَتَى عَلَيَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ صَلَّيْتُ رَكْعَتَيْنِ قَالَ فَضَرَبَنِي بِرِجْلِهِ وَقَالَ أَلَا أَدُلُّكَ عَلَى بَابٍ مِنْ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ قُلْتُ بَلَى قَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Wahb bin Jarir} telah menceritakan kepada kami {bapakku} berkata saya telah mendengar {Manshur bin Zadzan} menceritakan dari {Maimun bin Abu Syabib} dari {Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah} bapaknya menyerahkan (Qais bin Sa’d Radhiyallahu’anhu) kepada Nabi saw. sebagai pembantunya. Lalu Nabi saw. datang kepadaku setelah saya shalat dua rekaat. (Qais bin Sa’d Radhiyallahu’anhu) berkata lalu (Rasulullah saw.) menendangku dengan kakinya dan bersabda: maukah kamu saya tunjukkan salah satu pintu dari pintu surga? saya menjawab, Ya. (Rasulullah saw.) bersabda: LAA HAULA WA LAA QUWWATA ILLAA BILLAAH (tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan ijin Allah).

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14933

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنِي يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ زَحْرٍ عَنْ بَكْرِ بْنِ سَوَادَةَ عَنْ قَيْسِ بْنِ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ رَبِّي تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَيَّ الْخَمْرَ وَالْكُوبَةَ وَالْقِنِّينَ وَإِيَّاكُمْ وَالْغُبَيْرَاءَ فَإِنَّهَا ثُلُثُ خَمْرِ الْعَالَمِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} berkata telah mengabarkan kepadaku {Yahya bin Ayyub} dari {‘Ubaidullah bin Zahr} dari {Bakr bin Sawadah} dari {Qais bin Sa’dengan bin ‘Ubadah} Rasulullah saw. bersabda: Robku Tabaaroka wa Ta’ala mengharamkan padaku arak, gendang dan judi. Jauhilah kalian Al ghubairo’ (arak yang terbuat dari jagung) karena itu adalah sepertiga arak di dunia.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14934

حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنِيهِ ابْنُ هُبَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ شَيْخًا مِنْ حِمْيَرَ يُحَدِّثُ أَبَا تَمِيمٍ الْجَيْشَانِيَّ أَنَّهُ سَمِعَ قَيْسَ بْنَ سَعْدِ بْنِ عُبَادَةَ الْأَنْصَارِيَّ وَهُوَ عَلَى مِصْرٍ يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ كِذْبَةً مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَضْجَعًا مِنْ النَّارِ أَوْ بَيْتًا فِي جَهَنَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} berkata telah menceritakannya kepadaku {Ibnu Hubairoh} berkata saya telah mendengar {seseorang dari Himyar} menceritakan kepada {Abu Tamim Al Jaisyani} telah mendengar {Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah Al Anshori} ketika berada di Mesir berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang berdusta sekali dengan sengaja maka bersiaplah menempati tempat tidurnya di neraka atau rumahnya di Jahannam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 14935

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ أَتَى عَطْشَانًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَلَا فَكُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَإِيَّاكُمْ وَالْغُبَيْرَاءَقَالَ هَذَا الشَّيْخُ ثُمَّ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو بَعْدَ ذَلِكَ يَقُولُ مِثْلَهُ فَلَمْ يَخْتَلِفَا إِلَّا فِي بَيْتٍ أَوْ مَضْجَعٍ
Terjemahan: Saya (Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah Radhiyallahu’anhu) telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa yang meminum arak, maka pada Hari Kiamat dalam keadaan haus. Ketahuilah setiap yang memabukkan adalah arak. Jauhilah Al Ghubaira’.” Demikian yang dikatakan syaikh tersebut, lalu saya (Qais bin Sa’d bin ‘Ubadah Radhiyallahu’anhu) telah mendengar {Abdullah bin ‘Amr} setelah itu berkata sama dengan di atas, dan keduanya tidak ada perbedaan kecuali dalam perkataan di rumah atau tempat tidur.