Musnad Penduduk Makkah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14956
حَدَّثَنَا رَوْحٌ حَدَّثَنَا سَيْفٌ قَالَ سَمِعْتُ مُجَاهِدًا يَقُولُكَانَ السَّائِبُ بْنُ أَبِي السَّائِبِ الْعَابِدِيُّ شَرِيكَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ فَجَاءَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ فَقَالَ بِأَبِي وَأُمِّي لَا تُدَارِي وَلَا تُمَارِي
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh} telah menceritakan kepada kami {Saif} berkata saya telah mendengar {Mujahid} berkata As-Sa’ib bin Abu As-Sa’ib Al ‘Abidi sekutu Rasulullah saw. pada Masa Jahiliyah, ketika Nabi saw. datang pada Fath Makkah, berkata demi bapakku dan ibuku, anda tidak suka melakukan ‘madarot’ dan tidak suka berjidal.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14957
حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ يَعْنِي أَبَا زَيْدٍ حَدَّثَنَا هِلَالٌ يَعْنِي ابْنَ خَبَّابٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ مَوْلَاهُأَنَّهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ كَانَ فِيمَنْ يَبْنِي الْكَعْبَةَ فِي الْجَاهِلِيَّةِ قَالَ وَلِي حَجَرٌ أَنَا نَحَتُّهُ بِيَدَيَّ أَعْبُدُهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَأَجِيءُ بِاللَّبَنِ الْخَاثِرِ الَّذِي أَنْفَسُهُ عَلَى نَفْسِي فَأَصُبُّهُ عَلَيْهِ فَيَجِيءُ الْكَلْبُ فَيَلْحَسُهُ ثُمَّ يَشْغَرُ فَيَبُولُ فَبَنَيْنَا حَتَّى بَلَغْنَا مَوْضِعَ الْحَجَرِ وَمَا يَرَى الْحَجَرَ أَحَدٌ فَإِذَا هُوَ وَسْطَ حِجَارَتِنَا مِثْلَ رَأْسِ الرَّجُلِ يَكَادُ يَتَرَاءَى مِنْهُ وَجْهُ الرَّجُلِ فَقَالَ بَطْنٌ مِنْ قُرَيْشٍ نَحْنُ نَضَعُهُ وَقَالَ آخَرُونَ نَحْنُ نَضَعُهُ فَقَالُوا اجْعَلُوا بَيْنَكُمْ حَكَمًا قَالُوا أَوَّلَ رَجُلٍ يَطْلُعُ مِنْ الْفَجِّ فَجَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالُوا أَتَاكُمْ الْأَمِينُ فَقَالُوا لَهُ فَوَضَعَهُ فِي ثَوْبٍ ثُمَّ دَعَا بُطُونَهُمْ فَأَخَذُوا بِنَوَاحِيهِ مَعَهُ فَوَضَعَهُ هُوَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdusshamad} telah menceritakan kepada kami {Tsabit} yaitu Abu Zaid, telah menceritakan kepada kami {Hilal} yaitu Ibnu Khabbab dari {Mujahid} dari {mantan budaknya}, menceritakan kepadanya bahwa dirinya termasuk orang yang membangun Ka’bah di Masa Jahiliyyah. Dia berkata saya memiliki batu yang saya pahat dengan tanganku dan yang saya sembah selain Allah Tabaaroka Wa Ta’ala, lalu saya membawa susu kental, yang saya hisap sendiri kemudian saya tuangkan di atas batu tersebut hingga datang seekor anjing dan menjilatinya, lalu mengangkat satu kakinya dan mengencinginya. Kami membangun Ka’bah hingga kami sampai pada tempat Hajar Aswad. Tidak ada seorang pun yang melihat Hajar aswad, walau itu ternyata berada pada tengah-tengah batu kami, sebagaimana rambut seseorang, seseolah-olah hampir wajah seorang laki-laki tersebut. Maka ada seorang kepercayaan Quraish berkata ‘Kami yang akan menaruhnya.’ Yang lainnya berkata ‘Kami yang akan menaruhnya.’ Mereka berkata ‘Bagimana kalau kita mengangkat seorang hakim.’ Mereka berkata ‘Yang meletakkannya adalah orang yang pertama kali datang dari lorong ka’bah ini’. Kemudian hari datanglah Nabi saw., mereka berkata ‘Telah datang kepada kalian orang yang dapat dipercaya’, lalu beliau meletakkan pada kainnya, lalu memanggil para tokoh mereka, mereka saling memegang ujung-ujungnya dan beliau saw. yang meletakkan di tengahnya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14958
حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُثْمَانَ بْنِ خُثَيْمٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنِ السَّائِبِ بْنِ أَبِي السَّائِبِأَنَّهُ كَانَ يُشَارِكُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَبْلَ الْإِسْلَامِ فِي التِّجَارَةِ فَلَمَّا كَانَ يَوْمُ الْفَتْحِ جَاءَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرْحَبًا بِأَخِي وَشَرِيكِي كَانَ لَا يُدَارِي وَلَا يُمَارِي يَا سَائِبُ قَدْ كُنْتَ تَعْمَلُ أَعْمَالًا فِي الْجَاهِلِيَّةِ لَا تُقْبَلُ مِنْكَ وَهِيَ الْيَوْمَ تُقْبَلُ مِنْكَ وَكَانَ ذَا سَلَفٍ وَصِلَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin ‘Utsman bin Khutsaim} dari {Mujahid} dari dari {As-Sa’ib bin Abu As-Sa’ib} dia bersekutu bersama Rasulullah saw. sebelum Islam dalam suatu jual beli. Tatkala Fathu Makkah, dia mendatangi beliau. Lalu Nabi saw. bersabda: “Selamat datang saudaraku dan sekutuku. Kamu tidak pernah melakukan madarot dan tidak hobi berdebat Wahai Sa’ib, kamu telah melakukan amalan pada Masa Jahiliyyah, yang hal itu adalah tidak diterima, namun hari ini bisa diterima. Amalan itu telah terjadi masa lalu, namun silahkan dilestarikan sekarang.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14959
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ إِسْحَاقَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ مُحَمَّدَ بْنَ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ حَدَّثَهُ قَالَرَأَيْتُ السَّائِبَ يَشُمُّ ثَوْبَهُ فَقُلْتُ لَهُ مِمَّ ذَاكَ فَقَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا وُضُوءَ إِلَّا مِنْ رِيحٍ أَوْ سَمَاعٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ishaq} telah mengabarkan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Muhammad bin Abdullah bin Malik} {Muhammad bin ‘Amr bin Atho’} berkata saya melihat {As-Sa’ib} mencium bau bajunya, maka saya bertanya, kenapa itu? (As-Sa’ib Radhiyallahu’anhu) berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada wudhu kecuali karena bau angin atau terdengar suara.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14960
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ آدَمَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ عَنْ شَبِيبِ بْنِ غَرْقَدَةَ الْبَارِقِيِّ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْأَحْوَصِ عَنْ أَبِيهِ قَالَشَهِدْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ النَّاسَ فِي حَجَّةِ الْوَدَاعِ فَقَالَ أَيُّ يَوْمٍ يَوْمُكُمْ فَذَكَرَ خُطْبَتَهُ يَوْمَ النَّحْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin ‘Adam} telah menceritakan kepada kami {Abu Al Awash} dari {Syabib bin ghorqodah Al Bariqi} dari {Sulaiman bin ‘Amr bin Al Ahwash} dari {Bapaknya} berkata saya menyaksikan Rasulullah saw. berkhutbah kepada manusia pada waktu Haji Wada’, beliau bersabda: “Hari apa yang paling mulia?” lalu (Rasulullah saw.) menyebutkan dalam khutbahnya, hari penyembelihan (Yaitu Hari Idul Adha).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14961
أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا الْمُشْمَعِلُّ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ سُلَيْمٍ الْمُزَنِيُّ قَالَ سَمِعْتُ رَافِعَ بْنَ عَمْرٍو الْمُزَنِيَّ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا وَصِيفٌ يَقُولُ الْعَجْوَةُ وَالشَّجَرَةُ مِنْ الْجَنَّةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Al Musyma’il} berkata telah menceritakan kepadaku {‘Amr bin Sulaim Al Muzni} berkata saya telah mendengar {Rafi’ bin ‘Amr Al Muzani} berkata saya telah mendengar Nabi saw. bersabda ketika saya masih bujang, “Al ‘Ajwah (kurma Nabi) beserta pohonnya berasal dari surga.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14962
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا هِشَامٌ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنِي مُعَيْقِيبٌ قَالَقِيلَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْحُ فِي الْمَسْجِدِ يَعْنِي الْحَصَى قَالَ فَقَالَ إِنْ كُنْتَ لَا بُدَّ فَاعِلًا فَوَاحِدَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} berkata telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Salamah} berkata telah menceritakan kepadaku {Al Mu’aiqib} berkata ditanyakan kepada Nabi saw. tentang mengusap kerikil di masjid (ketika sedang shalat) maka beliau saw. bersabda: “Jika kamu memang harus melakukannya, cukuplah sekali.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14963
حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ بْنُ عُتْبَةَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ مُعَيْقِيبٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Ayyub bin ‘Utbah} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Salamah} dari {Al Mu’aiqib} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Celakalah orang-orang yang mata kakinya tak tersentuh air wudhu dari api neraka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14964
قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَبِي بُكَيْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنِي مُعَيْقِيبٌأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الرَّجُلِ يُسَوِّي التُّرَابَ حَيْثُ يَسْجُدُ إِنْ كُنْتَ فَاعِلًا فَوَاحِدَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Abu Bukair} berkata telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {Yahya bin Abu Katsir} dari {Abu Salamah} berkata telah menceritakan kepadaku {Al Mu’aiqib} Rasulullah saw. bersabda kepada seseorang yang meratakan tanahnya ketika hendak bersujud, “Jika kamu harus melakukannya maka lakukanlah sekali saja.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 14965
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أُمَيَّةَ عَنْ مَوْلًى لَهُمْ مُزَاحِمِ بْنِ أَبِي مُزَاحِمٍ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خَالِدِ بْنِ أُسَيْدٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ خُزَاعَةَ يُقَالُ لَهُ مُحَرِّشٌ أَوْ مُخَرِّشٌ لَمْ يُثْبِتْ سُفْيَانُ اسْمَهُأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ الْجِعْرَانَةِ لَيْلًا فَاعْتَمَرَ ثُمَّ رَجَعَ فَأَصْبَحَ كَبَائِتٍ بِهَا فَنَظَرْتُ إِلَى ظَهْرِهِ كَأَنَّهُ سَبِيكَةُ فِضَّةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Isma’il bin ‘Umayah} dari budak mereka, {Muzahim bin Abu Muzahim}, dari {Abdil Aziz bin Abdullah bin Khalid bin Usaid} dari seorang laki-laki Khuza’ah yang bernama {Muharrisy} atau Mukharrisy (Sufyan bin Uyyainah tidak pasti dalam penyebutan namanya) Nabi saw. pernah keluar dari Ji’ronah pada malam hari, lalu beliau berumrah kemudian kembali hingga beliau bermalam di Ji’ranah lalu saya melihat punggungnya yang terlihat seperti batang perak.