Shalatnya Musafir dan Penjelasan Tentang Qashar
Sahih Muslim | Hadits No. : 1239
و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ وَعَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمْ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Yahya}, katanya aku menyetorkan hapalan kepada {Malik} dari {Nafi’} dan {Abdullah bin Dinar} dari {Ibnu Umar}, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw. tentang shalat malam, maka Rasulullah saw. bersabda: “Shalat malam dua-dua, jika salah seorang diantara kalian khawatir tibanya waktu shalat subuh, maka shalat witirlah satu raka’at.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 1240
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا عَمْرٌو عَنْ طَاوُسٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ ح و حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَلَاةِ اللَّيْلِ فَقَالَ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِرَكْعَةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} dan {‘Amru An Naqid} dan {Zuhair bin Harb} kata {Zuhair} telah menceritakan kepada kami {Sufyan bin ‘Uyainah} dari {Zuhri} dari {Salim} dari {Ayahnya} ia mendengar Nabi saw. bersabda, (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Abbad} dan lafadz miliknya, telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {‘Amru} dari {Thawus} dari {Ibnu Umar}, (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami {Az Zuhri} dari {Salim} dari {Ayahnya} bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw. tentang shalat malam, beliau menjawab: “Dua-dua, jika engkau khawatir tiba waktu shalat subuh, maka witirlah satu rakaat.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 1241
و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرٌو أَنَّ ابْنَ شِهَابٍ حَدَّثَهُ أَنَّ سَالِمَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ وَحُمَيْدَ بْنَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ حَدَّثَاهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ أَنَّهُ قَالَقَامَ رَجُلٌ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ صَلَاةُ اللَّيْلِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خِفْتَ الصُّبْحَ فَأَوْتِرْ بِوَاحِدَةٍ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Harmalah bin Yahya} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahab} telah mengabarkan kepadaku {‘Amru} bahwa {Ibnu Syihab}, telah menceritakannya kepadanya, bahwa {Salim bin Abdullah bin Umar} dan {Humaid bin Abdurrahman bin ‘Auf}, keduanya menceritakan kepadanya dari {Abdullah bin Umar bin Khattab}, dia mengatakan “Seorang laki-laki berdiri dan berkata “Wahai Rasulullah, Bagaimanakah tata cara shalat malam?” Beliau menjawab: “Shalat malam dua-dua, jika kamu khawatir tiba awaktu subuh, maka witirlah sekali (satu raka’at).”
Sahih Muslim | Hadits No. : 1242
و حَدَّثَنِي أَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ وَبُدَيْلٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَأَنَّ رَجُلًا سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ السَّائِلِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ صَلَاةُ اللَّيْلِ قَالَ مَثْنَى مَثْنَى فَإِذَا خَشِيتَ الصُّبْحَ فَصَلِّ رَكْعَةً وَاجْعَلْ آخِرَ صَلَاتِكَ وِتْرًا ثُمَّ سَأَلَهُ رَجُلٌ عَلَى رَأْسِ الْحَوْلِ وَأَنَا بِذَلِكَ الْمَكَانِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَا أَدْرِي هُوَ ذَلِكَ الرَّجُلُ أَوْ رَجُلٌ آخَرُ فَقَالَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَو حَدَّثَنِي أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ وَبُدَيْلٌ وَعِمْرَانُ بْنُ حُدَيْرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْغُبَرِيُّ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ وَالزُّبَيْرُ بْنُ الْخِرِّيتِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ سَأَلَ رَجُلٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَا بِمِثْلِهِ وَلَيْسَ فِي حَدِيثِهِمَا ثُمَّ سَأَلَهُ رَجُلٌ عَلَى رَأْسِ الْحَوْلِ وَمَا بَعْدَهُ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Abu Rabi’ Az Zarani} telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dan {Budail} dari {Abdullah bin Syaqiq} dari {Abdullah bin Umar}, bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw., ketika itu aku berada diantara beliau dan penanya “Wahai Rasulullah, bagaimanakah tata cara shalat malam?” Beliau menjawab: “Dua-dua, jika kamu khawatir tiba waktu shalat subuh, maka (witirlah) satu rakaat, dan jadikanlah akhir shalatmu witir.” Tidak beberapa lama, seorang laki-laki yang telah mengakhiri masa berkabungnya bertanya kepada beliau, ketika itu aku masih disisi Rasulullah saw. Aku tidak tahu, apakah yang bertanya laki-laki tadi ataukah laki-laki lain, dia bertanya kepada beliau seperti sebelumnya.” Dan telah menceritakan kepadaku {Abu Kamil} telah menceritakan kepadaku {Hammad} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dan {Budail} dan {‘Imran bin Hudair} dari {Abdullah bin Syaqiq} dari {Ibnu Umar}, (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Ubaid Al Ghubari} dan telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dan {Zubair bin Khirrit} dari {Abdullah bin Syaqiq} dari {Ibnu Umar} katanya “Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw.…” lantas keduanya menyebutkan hadits semisalnya, dan dalam hadis keduanya tak ada kalimat “Kemudian seorang laki-laki yang telah mengakhiri masa berkabungnya bertanya kepada beliau.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 1243
و حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَسُرَيْجُ بْنُ يُونُسَ وَأَبُو كُرَيْبٍ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ أَبِي زَائِدَةَ قَالَ هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ أَخْبَرَنِي عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَادِرُوا الصُّبْحَ بِالْوِتْرِ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Harun bin Ma’ruf} dan {Suraij bin Yunus} dan {Abu Kuraib} semuanya dari {Ibnu Abu Za`idah} telah mengabarkan kepadaku {Ashim Al Ahwal} dari {Abdullah bin Syaqiq} dari {Ibnu Umar} bahwa Nabi saw. bersabda “Dahuluilah subuh kalian dengan (shalat) witr.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 1244
و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ رُمْحٍ أَخْبَرَنَا اللَّيْثُ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ ابْنَ عُمَرَ قَالَمَنْ صَلَّى مِنْ اللَّيْلِ فَلْيَجْعَلْ آخِرَ صَلَاتِهِ وِتْرًا فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ بِذَلِكَ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Said} telah menceritakan kepada kami {Laits}, (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami {Ibn Rumh} telah mengabarkan kepada kami {Al Laits} dari {Nafi’} bahwa {Ibnu Umar} berkata “Barangsiapa mengerjakan shalat malam, hendaknya ia menjadikan akhir shalatnya witir, sebab Rasulullah saw. menyuruh yang demikian.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 1245
و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ الْمُثَنَّى قَالَا حَدَّثَنَا يَحْيَى كُلُّهُمْ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Abu Bakar bin Abu Syaibah} telah menceritakan kepada kami {Abu Usamah}, (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami {Ibn Numair} telah menceritakan kepada kami {ayahku}, (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepadaku {Zuhair bin Harb} dan {Ibnu Al Mutsanna} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya}, semuanya dari {‘Ubaidullah}, dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Jadikanlah akhir shalat malam kalian dengan witir.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 1246
و حَدَّثَنِي هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ أَنَّ ابْنَ عُمَرَكَانَ يَقُولُ مَنْ صَلَّى مِنْ اللَّيْلِ فَلْيَجْعَلْ آخِرَ صَلَاتِهِ وِتْرًا قَبْلَ الصُّبْحِ كَذَلِكَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُهُمْ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepadaku {Harun bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Hajjaj bin Muhammad} katanya {Ibn Juraij} mengatakan telah mengabarkan kepadaku {Nafi’} bahwa {Ibnu Umar} mengatakan “Barangsiapa shalat malam, hendaknya ia menjadikan akhir shalatnya adalah witir sebelum (tiba waktu) subuh, demikianlah Rasulullah saw. memerintahkan para sahabat.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 1247
حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو مِجْلَزٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْوِتْرُ رَكْعَةٌ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Syaiban bin Farukh} telah menceritakan kepada kami {Abdul Warits} dari {Abu Tayyah} katanya telah menceritakan kepadaku {Abu Mijlaz} dari {Ibnu Umar} katanya Rasulullah saw. bersabda: ” Witir adalah satu rakaat yang dilakukan di akhir malam.”
Sahih Muslim | Hadits No. : 1248
و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَ ابْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يُحَدِّثُعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الْوِتْرُ رَكْعَةٌ مِنْ آخِرِ اللَّيْلِ
Terjemahan: Dan telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Al Mutsanna} dan {Ibnu Basyar}, kata {Ibnul Mutsanna} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Abu Mijlaz} katanya Aku mendengar {Ibnu Umar} menceritakan dari Nabi saw., beliau bersabda: “Witir adalah satu rakaat yang dilakukan di akhir malam.”