Thalaq
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1901
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مَعْمَرٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ عَبْدُ الْمَلِكِ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا أَبُو عَمْرٍو السَّدُوسِيُّ الْمَدِينِيُّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ سَهْلٍ كَانَتْ عِنْدَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسِ بْنِ شَمَّاسٍ فَضَرَبَهَا فَكَسَرَ بَعْضَهَا فَأَتَتْ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ الصُّبْحِ فَاشْتَكَتْهُ إِلَيْهِ فَدَعَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَابِتًا فَقَالَ خُذْ بَعْضَ مَالِهَا وَفَارِقْهَا فَقَالَ وَيَصْلُحُ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَإِنِّي أَصْدَقْتُهَا حَدِيقَتَيْنِ وَهُمَا بِيَدِهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذْهُمَا وَفَارِقْهَا فَفَعَلَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ma’mar}, telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Amir Abdul Malik bin ‘Amr}, telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Amr As Sadusi Al Madini}, dari {Abdullah bin Abu Bakr bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm} dari {‘Amrah} dari {Aisyah} bahwa Habibah binti Sahl pernah berada di di sisi Tsabit bin Qais bin Syammas, kemudian ia memukulnya dan melukai sebagian tubuhnya. Lalu Habibah datang kepada Rasulullah saw. setelah shalat Subuh dan mengadu kepadanya. Maka Nabi saw. memanggil Tsabit dan berkata: “Ambillah sebagian hartanya dan ceraikan dia!” Kemudian Tsabit berkata apakah hal tersebut boleh wahai Rasulullah? Beliau berkata: “Ya.” Kemudian ia berkata sesungguhnya saya telah memberinya mahar dua kebun, dan keduanya ada di tangannya. Nabi saw. bersabda: “Ambillah keduanya dan ceraikan dia!” kemudian Tsabit melakukan hal tersebut.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1902
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ الْبَزَّازُ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ الْقَطَّانُ حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ امْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ اخْتَلَعَتْ مِنْهُ فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِدَّتَهَا حَيْضَةًقَالَ أَبُو دَاوُد وَهَذَا الْحَدِيثُ رَوَاهُ عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرْسَلًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdurrahim Al Bazzar}, telah menceritakan kepada kami {Ali bin Bahr Al Qaththan}, telah menceritakan kepada kami {Hisyam bin Yusuf} dari {Ma’mar} dari {‘Amr bin Muslim} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} bahwa isteri Tsabit bin Qais meminta khulu’ darinya. Kemudian Nabi menjadikan iddahnya adalah satu kali haid. Abu Daud berkata dan hadits ini diriwayatkan oleh {Abdurrazzaq} dari {Ma’mar} dari {‘Amr bin Muslim} dari {Ikrimah} dari Nabi saw. secara mursal.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1903
حَدَّثَنَا الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَعِدَّةُ الْمُخْتَلِعَةِ حَيْضَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Qa’nabi}, dari {Malik} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar}, ia berkata orang yang meminta khulu’ ‘iddahnya adalah satu kali haid.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1904
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ مُغِيثًا كَانَ عَبْدًا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اشْفَعْ لِي إِلَيْهَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا بَرِيرَةُ اتَّقِي اللَّهَ فَإِنَّهُ زَوْجُكِ وَأَبُو وَلَدِكِ فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتَأْمُرُنِي بِذَلِكَ قَالَ لَا إِنَّمَا أَنَا شَافِعٌ فَكَانَ دُمُوعُهُ تَسِيلُ عَلَى خَدِّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلْعَبَّاسِ أَلَا تَعْجَبُ مِنْ حُبِّ مُغِيثٍ بَرِيرَةَ وَبُغْضِهَا إِيَّاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il}, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Khalid Al Hadzdza`} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} bahwa Mughits adalah seorang budak, kemudian ia berkata wahai Rasulullah, bantulah aku berbicara kepadanya! Kemudian Rasulullah saw. berkata: “Wahai Barirah, bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya ia adalah suamimu, dan ayah anakmu.” Barirah berkata wahai Rasulullah, apakah engkau memerintahkanku untuk melakukan hal tersebut? Beliau berkata: “Tidak, sesungguhnya aku adalah perantara.” Sementara air mata Mughits mengalir ke pipinya. Kemudian Rasulullah saw. berkata kepada Ibnu Abbas: “Tidakkah engkau kagum kepada kecintaan Mughits kepada Barirah, dan kebencian Barirah kepadanya?”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1905
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ زَوْجَ بَرِيرَةَ كَانَ عَبْدًا أَسْوَدَ يُسَمَّى مُغِيثًا فَخَيَّرَهَا يَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَمَرَهَا أَنْ تَعْتَدَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah}, telah menceritakan kepada kami {‘Affan}, telah menceritakan kepada kami {Hammam}, dari {Qatadah} dari {Ikrimah}, dari {Ibnu Abbas} bahwa suami Barirah adalah seorang budak yang hitam yang bernama Mughits, kemudian Nabi saw. memberikan pilihan kepada Barirah, dan memerintahkannya agar ber’iddah.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1906
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَفِي قِصَّةِ بَرِيرَةَ قَالَتْ كَانَ زَوْجُهَا عَبْدًا فَخَيَّرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاخْتَارَتْ نَفْسَهَا وَلَوْ كَانَ حُرًّا لَمْ يُخَيِّرْهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah}, telah menceritakan kepada kami {Jarir} dari {Hisyam bin Urwah}, dari {ayahnya} dari {Aisyah} mengenai kisah Barirah, ia berkata suaminya adalah seorang budak. Kemudian Rasulullah saw. memberikan pilihan kepadanya, lalu ia memilih dirinya, dan seandainya Mughits adalah orang yang merdeka, maka beliau tidak akan memberikan pilihan kepadanya.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1907
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِيٍّ وَالْوَلِيدُ بْنُ عُقْبَةَ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ بَرِيرَةَ خَيَّرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ زَوْجُهَا عَبْدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah}, telah menceritakan kepada kami {Husain bin Ali} serta {Al Walid bin ‘Uqbah} dari {Zaidah} dari {Simak} dari {Abdurrahman bin Al Qasim} dari {ayahnya} dari {Aisyah} bahwa Barirah diberikan pilihan kepada oleh Rasulullah saw., dan suaminya adalah seorang budak.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1908
حَدَّثَنَا ابْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ زَوْجَ بَرِيرَةَ كَانَ حُرًّا حِينَ أُعْتِقَتْ وَأَنَّهَا خُيِّرَتْ فَقَالَتْ مَا أُحِبُّ أَنْ أَكُونَ مَعَهُ وَأَنَّ لِي كَذَا وَكَذَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Katsir}, telah mengabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} dari {Ibrahim} dari {Al Aswad} dari {Aisyah} bahwa suami Barirah adalah orang yang merdeka ketika Barirah dibebaskan, dan ia diberi pilihak kemudian mengatakan aku tidak suka tinggal bersamanya, dan aku memiliki demikian dan demikian.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1909
حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ يَحْيَى الْحَرَّانِيُّ حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ وَعَنْ أَبَانَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ وَعَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّ بَرِيرَةَ أُعْتِقَتْ وَهِيَ عِنْدَ مُغِيثٍ عَبْدٍ لِآلِ أَبِي أَحْمَدَ فَخَيَّرَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ لَهَا إِنْ قَرِبَكِ فَلَا خِيَارَ لَكِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Yahya Al Harrani}, telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Salamah} dari {Muhammad bin Ishaq} dari {Abu Ja’far} dari {Aban bin Shalih} dari {Mujahid} dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {ayahnya} dari {Aisyah} bahwa Barirah telah dibebaskan sementara ia adalah isteri Mughits, seorang budak keluarga Abu Ahmad. Kemudian Rasulullah saw. diberikan pilihan kepada Barirah, dan beliau berkata kepadanya: “Apabila ia mendekatimu, maka engkau tidak memiliki hak untuk memilih.”
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1910
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَنَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَوْهَبٍ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّهَا أَرَادَتْ أَنْ تَعْتِقَ مَمْلُوكَيْنِ لَهَا زَوْجٌ قَالَ فَسَأَلَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَأَمَرَهَا أَنْ تَبْدَأَ بِالرَّجُلِ قَبْلَ الْمَرْأَةِقَالَ نَصْرٌ أَخْبَرَنِي أَبُو عَلِيٍّ الْحَنَفِيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin Harb} serta {Nashr bin Ali}, Zuhair berkata telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Abdurrahman bin Mauhib} dari {Al Qasim} dari {Aisyah} bahwa ia ingin untuk membebaskan dua dua orang budak yang memiliki suami. Al Qasim berkata kemudian Aisyah bertanya kepada Nabi saw. mengenai hal tersebut, lalu beliau memerintahkannya agar memulai dengan seorang laki-laki sebelum yang wanita. Nashr berkata {Abu Ali Al Hanafi} telah menceritakannya dari {‘Ubaidullah}.