Thalaq
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1910
حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَنَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ مَوْهَبٍ عَنْ الْقَاسِمِ عَنْ عَائِشَةَأَنَّهَا أَرَادَتْ أَنْ تَعْتِقَ مَمْلُوكَيْنِ لَهَا زَوْجٌ قَالَ فَسَأَلَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَأَمَرَهَا أَنْ تَبْدَأَ بِالرَّجُلِ قَبْلَ الْمَرْأَةِقَالَ نَصْرٌ أَخْبَرَنِي أَبُو عَلِيٍّ الْحَنَفِيُّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Zuhair bin Harb} serta {Nashr bin Ali}, Zuhair berkata telah menceritakan kepada kami {‘Ubaidullah bin Abdurrahman bin Mauhib} dari {Al Qasim} dari {Aisyah} bahwa ia ingin untuk membebaskan dua dua orang budak yang memiliki suami. Al Qasim berkata kemudian Aisyah bertanya kepada Nabi saw. mengenai hal tersebut, lalu beliau memerintahkannya agar memulai dengan seorang laki-laki sebelum yang wanita. Nashr berkata {Abu Ali Al Hanafi} telah menceritakannya dari {‘Ubaidullah}.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1911
حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍأَنَّ رَجُلًا جَاءَ مُسْلِمًا عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ جَاءَتْ امْرَأَتُهُ مُسْلِمَةً بَعْدَهُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا قَدْ كَانَتْ أَسْلَمَتْ مَعِي فَرُدَّهَا عَلَيَّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Utsman bin Abu Syaibah}, telah menceritakan kepada kami {Waki’} dari {Israil} dari {Simak} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} bahwa seorang laki-laki datang sebagai seorang muslim pada masa Nabi saw. kemudian isterinya datang sebagai seorang muslimah setelahnya. Kemudian ia berkata wahai Rasulullah, sesungguhnya ia telah masuk Islam bersamaku, maka kembalikanlah ia kapadaku.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1912
حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ أَخْبَرَنِي أَبُو أَحْمَدَ عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَأَسْلَمَتْ امْرَأَةٌ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَزَوَّجَتْ فَجَاءَ زَوْجُهَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ كُنْتُ أَسْلَمْتُ وَعَلِمَتْ بِإِسْلَامِي فَانْتَزَعَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَوْجِهَا الْآخَرِ وَرَدَّهَا إِلَى زَوْجِهَا الْأَوَّلِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Nashr bin Ali}, telah mengabarkan kepada kami {Abu Ahmad} dari {Israil} dari {Simak} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata ada seorang wanita yang telah masuk Islam pada zaman Rasulullah saw. kemudian ia menikah, suaminya datang kepada Nabi saw. berkata wahai Rasulullah, aku telah masuk Islam dan ia telah mengetahui keislamanku. Kemudian Rasulullah saw. memisahkannya dari suaminya yang lain dan mengembalikannya kepada suaminya yang pertama.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1913
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ النُّفَيْلِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا سَلَمَةُ يَعْنِي ابْنَ الْفَضْلِ ح و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا يَزِيدُ الْمَعْنَى كُلُّهُمْ عَنْ ابْنِ إِسْحَقَ عَنْ دَاوُدَ بْنِ الْحُصَيْنِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَرَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ابْنَتَهُ زَيْنَبَ عَلَى أَبِي الْعَاصِ بِالنِّكَاحِ الْأَوَّلِ لَمْ يُحْدِثْ شَيْئًا قَالَ مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرٍو فِي حَدِيثِهِ بَعْدَ سِتِّ سِنِينَ وَقَالَ الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ بَعْدَ سَنَتَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Muhammad An Nufaili}, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Salamah}, dan telah diriwayatkan dari jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin ‘Amr Ar Razi}, telah menceritakan kepada kami {Salamah yaitu Ibnu Al Fadh}, dan telah diriwayatkan dari jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Ali}, telah menceritakan kepada kami {Yazid} secara makna, dan seluruh mereka berasal dari {Ibnu Ishaq}, dari {Daud bin Al Hushain}, dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata Rasulullah saw. mengembalikan anak wanitanya yaitu Zainab kepada Abu Al ‘Ash dengan pernikahan yang pertama dan beliau tidak memperbarui sesuatupun. Muhammad bin ‘Amr berkata dalam haditsnya setelah enam tahun, sedangkan Al Hasan bin Ali berkata setelah dua tahun.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1914
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ ح و حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ بَقِيَّةَ أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ حُمَيْضَةَ بْنِ الشَّمَرْدَلِ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ مُسَدَّدٌ ابْنِ عُمَيْرَةَ وَقَالَ وَهْبٌ الْأَسَدِيِّ قَالَأَسْلَمْتُ وَعِنْدِي ثَمَانُ نِسْوَةٍ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اخْتَرْ مِنْهُنَّ أَرْبَعًاقَالَ أَبُو دَاوُد و حَدَّثَنَا بِهِ أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ بِهَذَا الْحَدِيثِ فَقَالَ قَيْسُ بْنُ الْحَارِثِ مَكَانَ الْحَارِثِ بْنِ قَيْسٍ قَالَ أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ هَذَا هُوَ الصَّوَابُ يَعْنِي قَيْسَ بْنَ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ قَاضِي الْكُوفَةِ عَنْ عِيسَى بْنِ الْمُخْتَارِ عَنْ ابْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ حُمَيْضَةَ بْنِ الشَّمَرْدَلِ عَنْ قَيْسِ بْنِ الْحَارِثِ بِمَعْنَاهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad}, telah menceritakan kepada kami {Husyaim}, telah diriwayatkan dari jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami {Wahb bin Baqiyyah}, telah mengabarkan kepada kami {Husyaim} dari {Ibnu Abu Laila} dari {Humaidhah bin Asy Syamardal}, dari {Al Harits bin Qais}, ia berkata Musaddad bin ‘Umairah, dan telah berkata Wahb Al Asadi aku masuk Islam delapan, kemudian aku menceritakannya kepada Nabi saw. Nabi saw. bersabda: “Pilihlah empat orang diantara mereka.” Abu Daud berkata dan {Ahmad bin Ibrahim} telah menceritakannya kepada kami, telah menceritakan kepada kami {Husyaim} dengan hadits ini, telah berkata {Qais bin Al Harits} -sebagai ganti Al Harits bin Qais, Ahmad bin Ibrahim berkata inilah yang benar, yaitu bernama Qais bin Al Harits, telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Ibrahim}, telah menceritakan kepada kami {Bakr bin Abdurrahman} seorang hakim di Kufah, dari {Isa bin Al Mukhtar} dari {Ibnu Abu Laila}, dari {Humaishah bin Aisyah Syamardal} dari {Qais bin Al Harits} dengan maknanya.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1915
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ يَحْيَى بْنَ أَيُّوبَ يُحَدِّثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي وَهْبٍ الْجَيْشَانِيِّ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ فَيْرُوزَ عَنْ أَبِيهِ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَسْلَمْتُ وَتَحْتِي أُخْتَانِ قَالَ طَلِّقْ أَيَّتَهُمَا شِئْتَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Ma’in}, telah menceritakan kepada kami {Wahb bin Jarir} dari {ayahnya}, ia berkata saya mendengar {Yahya bin Ayyub}, menceritakan dari {Yazid bin Abu Habib}, dari {Abu Wahb Al Jaisyani}, dari {Adh Dhahhak bin Fairuz} dari {ayahnya}, ia berkata aku katakan wahai Rasulullah, sesungguhnya aku telah masuk Islam, dan aku memiliki dua orang isteri yang bersaudara. Beliau berkata ceraikan siapa diantara keduanya yang engkau kehendaki.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1916
حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى الرَّازِيُّ أَخْبَرَنَا عِيسَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي رَافِعِ بْنِ سِنَانٍأَنَّهُ أَسْلَمَ وَأَبَتْ امْرَأَتُهُ أَنْ تُسْلِمَ فَأَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَتْ ابْنَتِي وَهِيَ فَطِيمٌ أَوْ شَبَهُهُ وَقَالَ رَافِعٌ ابْنَتِي قَالَ لَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اقْعُدْ نَاحِيَةً وَقَالَ لَهَا اقْعُدِي نَاحِيَةً قَالَ وَأَقْعَدَ الصَّبِيَّةَ بَيْنَهُمَا ثُمَّ قَالَ ادْعُوَاهَا فَمَالَتْ الصَّبِيَّةُ إِلَى أُمِّهَا فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ اهْدِهَا فَمَالَتْ الصَّبِيَّةُ إِلَى أَبِيهَا فَأَخَذَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibrahim bin Musa Ar Razi}, telah mengabarkan kepadaku {Isa}, telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid bin Ja’far}, telah mengabarkan kepadaku {ayahku}, dari {kakekku yaitu Rafi’ bin Sinan}, bahwa ia telah masuk Islam sedangkan isterinya menolak untuk masuk Islam. Kemudian wanita tersebut datang kepada Nabi saw. dan berkata anak wanitaku ia masih menyusu -atau yang serupa dengannya. Rafi’ berkata ia adalah anak wanitaku. Beliau berkata kepada wanita tersebut duduklah di pojok. Dan mendudukkan anak kecil tersebut diantara mereka berdua, kemudian beliau berkata panggillah ia. Kemudian anak tersebut menuju kepada ibunya. Lalu Nabi saw. berdoa: “Ya Allah, berilah dia petunjuk!” kemudian anak tersebut menuju kepada ayahnya. kemudian Rafi’ bin Sinan membawa anak tersebut.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1917
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ الْقَعْنَبِيُّ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ سَهْلَ بْنَ سَعْدٍ السَّاعِدِيَّ أَخْبَرَهُأَنَّ عُوَيْمِرَ بْنَ أَشْقَرَ الْعَجْلَانِيَّ جَاءَ إِلَى عَاصِمِ بْنِ عَدِيٍّ فَقَالَ لَهُ يَا عَاصِمُ أَرَأَيْتَ رَجُلًا وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلًا أَيَقْتُلُهُ فَتَقْتُلُونَهُ أَمْ كَيْفَ يَفْعَلُ سَلْ لِي يَا عَاصِمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَسَأَلَ عَاصِمٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسَائِلَ وَعَابَهَا حَتَّى كَبُرَ عَلَى عَاصِمٍ مَا سَمِعَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا رَجَعَ عَاصِمٌ إِلَى أَهْلِهِ جَاءَهُ عُوَيْمِرٌ فَقَالَ لَهُ يَا عَاصِمُ مَاذَا قَالَ لَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ عَاصِمٌ لَمْ تَأْتِنِي بِخَيْرٍ قَدْ كَرِهَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَسْأَلَةَ الَّتِي سَأَلْتُهُ عَنْهَا فَقَالَ عُوَيْمِرٌ وَاللَّهِ لَا أَنْتَهِي حَتَّى أَسْأَلَهُ عَنْهَا فَأَقْبَلَ عُوَيْمِرٌ حَتَّى أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ وَسْطَ النَّاسِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ رَجُلًا وَجَدَ مَعَ امْرَأَتِهِ رَجُلًا أَيَقْتُلُهُ فَتَقْتُلُونَهُ أَمْ كَيْفَ يَفْعَلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ أُنْزِلَ فِيكَ وَفِي صَاحِبَتِكَ قُرْآنٌ فَاذْهَبْ فَأْتِ بِهَا قَالَ سَهْلٌ فَتَلَاعَنَا وَأَنَا مَعَ النَّاسِ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا فَرَغَا قَالَ عُوَيْمِرٌ كَذَبْتُ عَلَيْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَمْسَكْتُهَا فَطَلَّقَهَا عُوَيْمِرٌ ثَلَاثًا قَبْلَ أَنْ يَأْمُرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ فَكَانَتْ تِلْكَ سُنَّةُ الْمُتَلَاعِنَيْنِحَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِسْحَقَ حَدَّثَنِي عَبَّاسُ بْنُ سَهْلٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِعَاصِمِ بْنِ عَدِيٍّ أَمْسِكْ الْمَرْأَةَ عِنْدَكَ حَتَّى تَلِدَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ قَالَ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ حَضَرْتُ لِعَانَهُمَا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ سَنَةً وَسَاقَ الْحَدِيثَ قَالَ فِيهِ ثُمَّ خَرَجَتْ حَامِلًا فَكَانَ الْوَلَدُ يُدْعَى إِلَى أُمِّهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Maslamah Al Qa’nabi} dari {Malik} dari {Ibnu Syihab} bahwa {Sahl bin Sa’d As Sa’idi} telah mengabarkan kepadanya bahwa ‘Uwaimir bin Asyqar Al ‘Ajlani telah datang kepada ‘Ashim bin ‘Adi, ia berkata kepadanya wahai ‘Ashim, bagaimana pendapatmu apabila seorang laki-laki mendapati seorang laki-laki bersama dengan isterinya. Apakah boleh ia membunuhnya hingga orang-orang akan membunuhnya atau bagaimana ia berbuat? Tanyakan hal tersebut kepada Rasulullah saw. wahai ‘Ashim! Kemudian ‘Ashim bertanya kepada Rasulullah saw., dan beliau tidak menyukai masalah-masalah tersebut, dan mencelanya, hingga terasa berat bagi ‘Ashim apa yang ia dengar dari Rasulullah saw. Kemudian tatkala ‘Ashim kembali kepada keluarganya datanglah ‘Uwaimir kepadanya dan berkata wahai ‘Ashim, apa yang dikatakan Rasulullah saw. kepadamu? Kemudian ‘Ashim berkata kepada ‘Uwaimir engkau tidak datang kepadaku dengan kebaikan, sungguh Rasulullah saw. tidak menyukai permasalahan yang aku tanyakan. Kemudian ‘Uwaimir berkata demi Allah, saya tidak akan berhenti hingga menanyakannya kepada Rasulullah saw. Kemudian ‘Uwaimir datang kepada Rasulullah saw. yang sedang berada di tengah orang-orang. Kemudian ia berkata wahai Rasulullah, bagaimana pendapat anda mengenai seorang laki-laki yang mendapati seorang laki-laki bersama dengan isterinya, apakah ia membunuhnya sehingga orang-orang membunuhnya atau bagaimana ia harus berbuat? Kemudian Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh telah turun wahyu mengenaimu dan isterimu. Pergi dan bawalah dia.” {Sahl} berkata kemudian mereka berdua saling melaknat, dan saya bersama orang-orang yang lain berada di sisi Rasulullah saw. Kemudian tatkala ‘Uwaimir selesai, ia berkata wahai Rasulullah, saya telah berdusta apabila saya menahannya. Kemudian ia menceraikan isterinya sebanyak tiga kali talak sebelum Rasulullah saw. memerintahkannya. Ibnu Syihab berkata maka itulah sunah orang-orang yang saling melakukan laknat. Telah menceritakan kepada kami {Abdul ‘Aziz bin Yahya}, telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Salamah} dari {Muhammad bin Ishaq}, telah menceritakan kepadaku {Abbas bin Sahl} dari {ayahnya} bahwa Nabi saw. berkata kepada ‘Ashim bin Adi: “Tahanlah wanita tersebut padamu hingga ia melahirkan!” telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Shalih}, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} dari {Sahl bin Sa’d As Sa’idi}, ia berkata aku menyaksikan li’an mereka berdua di sisi Nabi saw. sementara umurku lima belas tahun. Dan ia menyebutkan hadits tersebut, padanya ia mengatakan kemudian ia keluar dalam keadaan hamil, dan anaknya dinisbatkan kepada ibunya.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1918
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ الْوَرَكَانِيُّ أَخْبَرَنَا إِبْرَاهِيمُ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍفِي خَبَرِ الْمُتَلَاعِنَيْنِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبْصِرُوهَا فَإِنْ جَاءَتْ بِهِ أَدْعَجَ الْعَيْنَيْنِ عَظِيمَ الْأَلْيَتَيْنِ فَلَا أُرَاهُ إِلَّا قَدْ صَدَقَ وَإِنْ جَاءَتْ بِهِ أُحَيْمِرَ كَأَنَّهُ وَحَرَةٌ فَلَا أُرَاهُ إِلَّا كَاذِبًا قَالَ فَجَاءَتْ بِهِ عَلَى النَّعْتِ الْمَكْرُوهِحَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ الدِّمَشْقِيُّ حَدَّثَنَا الْفِرْيَابِيُّ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ بِهَذَا الْخَبَرِ قَالَ فَكَانَ يُدْعَى يَعْنِي الْوَلَدَ لِأُمِّهِ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ عِيَاضِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الْفِهْرِيِّ وَغَيْرِهِ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ فِي هَذَا الْخَبَرِ قَالَ فَطَلَّقَهَا ثَلَاثَ تَطْلِيقَاتٍ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنْفَذَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ مَا صُنِعَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُنَّةٌ قَالَ سَهْلٌ حَضَرْتُ هَذَا عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَضَتْ السُّنَّةُ بَعْدُ فِي الْمُتَلَاعِنَيْنِ أَنْ يُفَرَّقَ بَيْنَهُمَا ثُمَّ لَا يَجْتَمِعَانِ أَبَدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far Al Waraki}, telah mengabarkan kepada kami {Ibrahim bin Sa’d}, dari {Az Zuhri} dari {Sahl bin Sa’d} mengenai hadits dua orang yang saling melaknat, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Lihatlah dia, apabila ia melahirkan anak yang bermata hitam, berpantat besar, maka aku tidak melihat selain ia (suaminya) telah jujur, dan apabila ia melahirkan anak yang berwarna kemerahan seperti wabarah (hewan sejenis tokek) maka aku tidak melihat selain ia telah berdusta.” Sahl bin Sa’d berkata kemudian wanita tersebut melahirkan dengan cirri yang tidak disenangi. Telah menceritakan kepada kami {Mahmud bin Khalid Ad Dimasyqi}, telah menceritakan kepada kami {Al Firyabi} dari {Al Auza’i} dari {Az Zuhri} dari {Sahl bin Sa’d As Sa’idi} dengan hadits ini. Ia berkata maka anak tersebut dipanggil anak ibunya. Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin ‘Amr bin As Sarh}, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} dari {‘Iyadh bin Abdullah Al Fihri} dan yang lainnya, dari {Ibnu Syihab} dari {Sahl bin Sa’d} dalam hadits ini. Ia berkata kemudian ia mencerainya tiga kali di sisi Rasulullah saw. Dan Rasulullah saw. menjalankannya, dan apa yang dilakukan di sisi Nabi saw. adalah sunah. Sahl berkata aku menyaksikan hal ini di sisi Rasulullah saw. sehingga berlangsunglah sunah setelah itu mengenai orang yang saling melaknat dengan dipisahkannya diantara mereka berdua, kemudian mereka tidak akan tidak berkumpul selamanya.
Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1919
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ وَوَهْبُ بْنُ بَيَانٍ وَأَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ السَّرْحِ وَعَمْرُو بْنُ عُثْمَانَ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ مُسَدَّدٌ قَالَشَهِدْتُ الْمُتَلَاعِنَيْنِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَا ابْنُ خَمْسَ عَشْرَةَ فَفَرَّقَ بَيْنَهُمَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ تَلَاعَنَا وَتَمَّ حَدِيثُ مُسَدَّدٍ وَقَالَ الْآخَرُونَ إِنَّهُ شَهِدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَّقَ بَيْنَ الْمُتَلَاعِنَيْنِ فَقَالَ الرَّجُلُ كَذَبْتُ عَلَيْهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَمْسَكْتُهَا لَمْ يَقُلْ بَعْضُهُمْ عَلَيْهَاقَالَ أَبُو دَاوُد لَمْ يُتَابِعْ ابْنَ عُيَيْنَةَ أَحَدٌ عَلَى أَنَّهُ فَرَّقَ بَيْنَ الْمُتَلَاعِنَيْنِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ الْعَتَكِيُّ حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ فِي هَذَا الْحَدِيثِ وَكَانَتْ حَامِلًا فَأَنْكَرَ حَمْلَهَا فَكَانَ ابْنُهَا يُدْعَى إِلَيْهَا ثُمَّ جَرَتْ السُّنَّةُ فِي الْمِيرَاثِ أَنْ يَرِثَهَا وَتَرِثَ مِنْهُ مَا فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad}, {Wahb bin Bayan}, dan {Ahmad bin ‘Amr bin As Sarh}, serta {‘Amr bin Utsman}, mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Sahl bin Sa’d}, ia berkata Musaddad berkata aku menyaksikan dua orang yang saling melaknat pada zaman Rasulullah saw. sementara aku adalah orang yang berumur lima belas. Kemudian Rasulullah saw. memisahkan diantara mereka berdua ketika mereka saling melaknat. Dan selesailah hadits Musaddad, sementara yang lain mengatakan sesungguhnya ia menyaksikan Nabi saw. memisahkan antara kedua orang yang saling melaknat, kemudian orang laki-laki yang saling melakukan laknat berkata saya berdusta terhadapnya wahai Rasulullah, apabila saya menahannya. Dan sebagian mereka tidak mengatakan terhadapnya. Abu Daud berkata tidak ada seorang pun yang menyetujui Ibnu ‘Uyainah bahwa beliau memisahkan antara kedua orang yang saling melaknat. Telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Daud Al ‘Ataki}, telah menceritakan kepada kami {Fulaih} dari {Az Zuhri} dari {Sahl bin Sa’d} dalam hadits ini dan wanita tersebut telah hamil, kemudian suaminya mengingkari janin yang ia kandung, dan anak wanita tersebut dinisbatkan kepadanya. Kemudian berlakulah sunah dalam hal warisan, bahwa anak tersebut mewarisinya dan wanita tersebut mewarisi anak itu sesuai yang telah Allah ‘azza wajalla tetapkan.