Udhiyah (Sembelihan)
Sunan Darimi | Hadits No. : 1863
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ وَيُسَمِّي وَيُكَبِّرُ لَقَدْ رَأَيْتُهُ يَذْبَحُهُمَا بِيَدِهِ وَاضِعًا عَلَى صِفَاحِهِمَا قَدَمَهُ قُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَهُ قَالَ نَعَمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Anas} ia berkata Rasulullah saw. berkurban dengan dua domba belang (warna putih lebih banyak dari yang hitam) dan bertanduk, beliau menyebut nama Allah dan bertakbir. Sungguh aku melihat beliau menyembelih keduanya dengan tangannya dengan meletakkan kakinya di pangkal leher domba tersebut.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1864
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي عَيَّاشٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ فِي يَوْمِ الْعِيدِ فَقَالَ حِينَ وَجَّهَهُمَا { إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ } { إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ } اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ عَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ ثُمَّ سَمَّى اللَّهَ وَكَبَّرَ وَذَبَحَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Khalid} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ishaq} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Abbas} dari {Jabir bin Abdullah}, ia berkata Rasulullah saw. berkurban dengan dua domba pada hari raya (Kurban), ketika beliau menghadapkan dua ekor domba tersebut (kea rah Kiblat), beliau mengucapkan: “INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAN WA MAA ANA MINAL MUSYRIKIIN, INNA SHALAATII WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATII LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN LAA SYARIIKA LAHU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA AWWALUL MUSLIMIIN. ALLAHUMMA INNA HADZA MINKA WA LAKA ‘AN MUHAMMAD WA UMMATIHI. (Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, secara lurus, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, dan kehidupanku serta matiku adalah milik Allah, Rabb semesta alam) Ya Allah, sesungguhnya ini adalah dari-Mu dan untuk-Mu, dari Muhammad dan ummatnya.” Kemudian beliau menyebut nama Allah dan bertakbir, setelah itu beliau menyembelihnya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1865
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ حَدَّثَنِي خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ يَزِيدَ حَدَّثَنِي سَعِيدٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي هِلَالٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يُقَلِّمْ أَظْفَارَهُ وَلَا يَحْلِقْ شَيْئًا مِنْ شَعْرِهِ فِي الْعَشْرِ الْأُوَلِ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Shalih} telah menceritakan kepadaku {Al Laits} telah menceritakan kepadaku {Khalid yaitu Ibnu Yazid} telah menceritakan kepadaku {Sa’id yaitu Ibnu Abu Hilal} dari {‘Amru bin Muslim}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Al Musayyab} bahwa {Ummu Salamah} telah mengabarkan kepadanya dari Rasulullah saw., belaiu bersabda: “Barangsiapa hendak berkurban, maka janganlah ia memotong kuku hewan kurbannya, dan mencukur bulu hwan tersebut pada sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1866
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلَا أَظْفَارِهِ شَيْئًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Ahmad} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Abdurrahman bin Humaid} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Ummu Salamah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Apabila telah masuk sepuluh hari pertama pada bulan Dzul Hijjah dan salah seorang diantara kalian hendak berkurban, maka janganlah ia memotong sebagian rambut dan kuku hwan kurbannya sedikitpun.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1867
أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ فَيْرُوزَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يُتَّقَى مِنْ الضَّحَايَا قَالَ الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَجْفَاءُ الَّتِي لَا تُنْقِي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Khalid bin Makhlad} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {‘Amru bin Al Harits} dari {‘Ubaid bin Fairuz} dari {Al Bara` bin ‘Azib}, ia berkata Rasulullah saw. ditanya mengenai apa yang perlu dihindari dari hewan kurban?” Beliau menjawab: “Yang buta sebelah matanya dan jelas kebutaannya, yang pincang dan jelas pincangnya, yang sakit dan jelas sakitnya, dan yang retak kakinya dan tidak dapat berdiri tegak.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1868
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ فَيْرُوزَ قَالَ سَأَلْتُ الْبَرَاءَ عَمَّا نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْأَضَاحِيِّ فَقَالَ أَرْبَعٌ لَا يُجْزِئْنَ الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْكَسِيرُ الَّتِي لَا تُنْقِي قَالَ قُلْتُ لِلْبَرَاءِ فَإِنِّي أَكْرَهُ أَنْ يَكُونَ فِي السِّنِّ نَقْصٌ وَفِي الْأُذُنِ نَقْصٌ وَفِي الْقَرْنِ نَقْصٌ قَالَ فَمَا كَرِهْتَ فَدَعْهُ وَلَا تُحَرِّمْهُ عَلَى أَحَدٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Syu’bah} dari {Sulaiman bin Abdurrahman} dari {‘Ubaid bin Fairuz}, ia berkata saya bertanya kepada {Al Bara`} mengenai hewan kurban yang dilarang Rasulullah saw. Al Barra` menjawab Empat hal yang tidak layak (untuk dijadikan kurban), yaitu buta sebelah matanya yang jelas kebutaannya, pincang yang jelas pincangnya, sakit yang jelas sakitnya, dan cacat kakinya yang tidak memiliki dapat berdiri tegak.” ‘Ubaid bin Fairuz berkata aku katakan kepada Al Bara` “Sesungguhnya aku tidak suka bila terdapat kekurangan pada usianya, cacat pada telinganya, dan cacat pada tanduknya.” Al Barra` menjawab “Apa yang tidak kamu sukai, maka tinggalkanlah dan jangan kamu mengharamkannya kepada orang lain.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1869
أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ سَلَمَةَ بْنِ كُهَيْلٍ قَالَ سَمِعْتُ حُجَيَّةَ بْنَ عَدِيٍّ قَالَ سَمِعْتُ عَلِيًّا وَسَأَلَهُ رَجُلٌ فَقَالَ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ الْبَقَرَةُ فَقَالَ عَنْ سَبْعَةٍ قُلْتُ الْقَرْنُ قَالَ لَا يَضُرُّكَ قَالَ قُلْتُ الْعَرَجُ قَالَ إِذَا بَلَغَتْ الْمَنْسَكَ ثُمَّ قَالَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَشْرِفَ الْعَيْنَ وَالْأُذُنَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Salamah bin Kuhail}, ia berkata saya mendengar {Hujayyah bin ‘Adi} ia berkata saya mendengar {Ali} ketika ia ditanya oleh seseorang, laki-llaki itu berkata “Wahai amirul mukminin, (untuk berapa orangkah) seekor sapi?” Ali menjawab “Untuk tujuh orang.” Aku bertanya lagi “Bagaimana jika bertanduk? Ali menjawab “Tidak mengapa.” Hujayyah melanjutkan aku bertanya lagi “Bagaimana jika pincang?” Ali menjawab “Apabila telah sampai tempat penyembelihan, maka sembelihlah.” Kemudian Ali berkata “Rasulullah saw. telah memerintahkan kami agar meneliti mata dan telinganya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1870
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ عَنْ شُرَيْحِ بْنِ النُّعْمَانِ الصَّائِدِيِّ عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَسْتَشْرِفَ الْعَيْنَ وَالْأُذُنَ وَأَنْ لَا نُضَحِّيَ بِمُقَابَلَةٍ وَلَا مُدَابَرَةٍ وَلَا خَرْقَاءَ وَلَا شَرْقَاءَ فَالْمُقَابَلَةُ مَا قُطِعَ طَرَفُ أُذُنِهَا وَالْمُدَابَرَةُ مَا قُطِعَ مِنْ جَانِبِ الْأُذُنِ وَالْخَرْقَاءُ الْمَثْقُوبَةُ وَالشَّرْقَاءُ الْمَشْقُوقَةُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Musa} dari {Israil} dari {Abu Ishaq} dari {Syuraih bin An Nu’aim Ash Sha`idi} dari {Ali} radliallahu ‘anhu, ia berkata Rasulullah saw. memerintahkan kami agar memeriksa mata, dan telinga serta agar kami tidak berkurban dengan muqabalah, mudabarah, kharqa` dan syarqa`. Muqabalah adalah hewan yang ujung telingannya terpotong, mudabarah adalah hewan yang samping telingannya terpotong, kharqa` adalah hewan yang telinganya dilubangi, sedangkan syarqa` adalah hewan yang telingannya terbelah.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1871
أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ يَحْيَى عَنْ بَعْجَةَ الْجُهَنِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَ قَسَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحَايَا بَيْنَ أَصْحَابِهِ فَأَصَابَنِي جَذَعٌ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهَا صَارَتْ لِي جَذَعَةٌ فَقَالَ ضَحِّ بِهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Harun} telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Yahya} dari {Ba’jah Al Juhani} dari {‘Uqbah bin ‘Amir Al Juhani}, ia berkata Rasulullah saw. membagi-bagikan binatang kurban kepada para sahabatnya, kemudian aku mendapatkan jada’. Aku pun berkata “Wahai Rasulullah, aku hanya mendapatkan jada’!.” Beliau bersabda: “Berkurbanlah dengannya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1872
أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ حَدَّثَنِي يَزِيدُ بْنُ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَ أَعْطَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَنَمًا أَقْسِمُهَا عَلَى أَصْحَابِهِ فَقَسَمْتُهَا وَبَقِيَ مِنْهَا عَتُودٌ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ ضَحِّ بِهِ قَالَ أَبُو مُحَمَّد الْعَتُودُ الْجَذَعُ مِنْ الْمَعْزِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada {Abu Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Al Laits} telah menceritakan kepadaku {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Al Khair} dari {‘Uqbah bin ‘Amir}, ia berkata Rasulullah saw. memberiku beberapa ekor kambing yang aku bagikan kepada para sahabat beliau, setelah aku membagi-bagikan hewan kurban tersebut, ternyata masih tersisa seekor anak kambing. Lalu aku beritahukan hal itu kepada Rasulullah saw., beliau bersabda: “Berkurbanlah dengannya.” Abu Muhammad mengatakan ‘Atud adalah kambing yang berusia antara enam bulan hingga satu tahun.