Udhiyah (Sembelihan)

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 1883

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ حُدُسٍ عَنْ أَبِي رَزِينٍ الْعُقَيْلِيِّ لَقِيطِ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا نَذْبَحُ فِي رَجَبٍ فَمَا تَرَى قَالَ لَا بَأْسَ بِذَلِكَ قَالَ وَكِيعٌ لَا أَدَعُهُ أَبَدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Isa} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Waki’ bin Hudus} dari {Abu Razin Al ‘Uqaili Laqith bin Amir}, ia berkata aku bertanya “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah menyembelih penyembelihan pada bulan Rajab, apa pendapat anda? Beliau bersabda: “Tidak mengapa dengan hal tersebut.” Waki’ berkata “Aku tidak akan meninggalkannya selamanya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1884

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ عَنْ حَبِيبَةَ بِنْتِ مَيْسَرَةَ بْنِ أَبِي خُثَيْمٍ عَنْ أُمِّ كُرْزٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْعَقِيقَةِ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Ibnu Juraij}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Atha`} dari {Habibah binti Maisarah bin Abu Khutsaim} dari {Ummu Kurz} dari Nabi saw. beliau bersabda mengenai aqiqah: “Untuk anak laki-laki dua kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu kambing.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1885

أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ الدَّمَ وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Hisyam} dari {Hafshah binti Sirin} dari {Salman bin ‘Amir Adh Dhabbi} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Bersama seorang anak laki-laki terdapat aqiqah, maka sembelihlah untuknya dan hilangkan gangguan darinya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1886

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ عَنْ سِبَاعِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أُمِّ كُرْزٍ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مِثْلَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amr bin ‘Aun} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {‘Ubaidullah bin Abu Yazid} dari {Siba’ bin Tsabit} dari {Ummu Kurz}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “(‘Aqiqah) untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama (umurnya) dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1887

أَخْبَرَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُدَمَّى وَكَانَ قَتَادَةُ يَصِفُ الدَّمَ فَيَقُولُ إِذَا ذُبِحَتْ الْعَقِيقَةُ تُؤْخَذُ صُوفَةٌ فَيُسْتَقْبَلُ بِهَا أَوْدَاجُ الذَّبِيحَةِ ثُمَّ تُوضَعُ عَلَى يَافُوخِ الصَّبِيِّ حَتَّى إِذَا سَالَ شَبَهُ الْخَيْطِ غُسِلَ رَأْسُهُ ثُمَّ حُلِقَ بَعْدُ قَالَ عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ وَيُسَمَّى قَالَ عَبْد اللَّهِ وَلَا أُرَاهُ وَاجِبًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Affan bin Muslim} telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Samurah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Setiap anak laki-laki tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan pada hari ketujuh dan dicukur (rambutnya) serta di alirkan darah (hewan akikah) nya (ke kepalanya).” Qatadah menjelaskan mengenai darah sembelihan tersebut, ia berkata “Apabila hewan aqiqah telah disembelih, maka diambil satu helai bulu domba kemudian urat-urat binatang yang disembelih dihadapkan kepadanya, setelah itu diletakkan pada ubun-ubun anak bayi, apabila telah mengalir seperti satu benang, maka kepalanya di cuci kemudian digundul. {‘Affan} berkata telah menceritakan kepada kami {Aban} dengan hadits ini. Ia berkata “Dan di beri nama.” Abdullah berkata aku berpendapat hal tersebut tidaklah wajib.

Sunan Darimi | Hadits No. : 1888

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ خَالِدٍ الْحَذَّاءِ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ قَالَ حَفِظْتُ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اثْنَتَيْنِ قَالَ إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الْإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْحَ وَلْيُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ ثُمَّ لِيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dari {Sufyan} dari {Khalid Al Hadzdza`} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Al Asy’ats Ash Shan’ani} dari {Syaddad bin Aus}, ia berkata aku hafal dua perkara dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan berbuat baik terhadap segala sesuatu, apabila kalian membunuh maka bunuhlah dengan cara yang baik, dan apabila kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik, hendaknya salah seorang diantara kalian menajamkan mata pisaunya, dan hendaknya membuat hewan sembelihannya merasa tenang.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1889

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ امْرَأَةً كَانَتْ تَرْعَى لِآلِ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ غَنَمًا بِسَلْعٍ فَخَافَتْ عَلَى شَاةٍ مِنْهَا أَنْ تَمُوتَ فَأَخَذَتْ حَجَرًا فَذَبَحَتْهَا بِهِ وَإِنَّ ذَلِكَ ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُمْ بِأَكْلِهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} bahwa seorang wanita mengembalakan kambing milik keluarga Ka’b bin Malik di daerah Sal’ (nama lembah di Madinah), ketika ia khawatir seekor kambingnya akan mati, maka ia mengambil sebongkah batu dan menyembelihnya. Ketika hal itu diberitahukan kepada Rasulullah saw., beliau lalu memerintahkan mereka agar memakannya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1890

أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ وَعُثْمَانُ بْنُ عُمَرَ وَعَفَّانُ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي الْعُشَرَاءِ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا تَكُونُ الذَّكَاةُ إِلَّا فِي الْحَلْقِ وَاللَّبَّةِ فَقَالَ لَوْ طَعَنْتَ فِي فَخِذِهَا لَأَجْزَأَ عَنْكَ قَالَ حَمَّادٌ حَمَلْنَاهُ عَلَى الْمُتَرَدِّي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Walid}, {Utsman bin Umar} dan {‘Affan} dari {Hammad bin Salamah} dari {Abu Al ‘Usyara`} dari {bapaknya} berkata Wahai Rasulullah, bukankah penyembelihan itu kecuali hanya pada tenggorokan dan pangkal leher? Beliau menjawab: “Sekiranya kamu menusuk di bagian pahanya, itu sudah cukup bagimu.” Hammad menerangkan Kami mengategorikan hal itu jika hewan itu terperosok atau terjatuh dari tempat yang tinggi.

Sunan Darimi | Hadits No. : 1891

أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنِي الْمِنْهَالُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ سَمِعْتُ سَعِيدَ بْنَ جُبَيْرٍ يَقُولُ خَرَجْتُ مَعَ ابْنِ عُمَرَ فِي طَرِيقٍ مِنْ طُرُقِ الْمَدِينَةِ فَإِذَا غِلْمَةٌ يَرْمُونَ دَجَاجَةً فَقَالَ ابْنُ عُمَرَ مَنْ فَعَلَ هَذَا فَتَفَرَّقُوا فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَعَنَ مَنْ يُمَثِّلُ بِالْحَيَوَانِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepadaku {Al Minhal bin ‘Amru}, ia berkata aku mendengar {Sa’id bin Jubair} berkata aku keluar bersama {Ibnu Umar} lewat suatu jalan di Madinah, tiba-tiba kami bertemu dengan anak-anak yang melempari seekor ayam. Lalu Ibnu Umar berkata “Siapakah yang melakukan hal ini?” mereka pun bubar, Ibnu Umar berkata “Sesungguhnya Rasulullah saw. telah melaknat orang yang mencincang hewan.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1892

أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جَعْفَرٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ بُكَيْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ تِعْلَى عَنْ أَبِي أَيُّوبَ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ صَبْرِ الدَّابَّةِ قَالَ أَبُو أَيُّوبَ لَوْ كَانَتْ دَجَاجَةً مَا صَبَرْتُهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Abdul Hamid bin Ja’far} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Bukair bin Abdullah bin Al Asyaj} dari {Ayahnya} dari {‘Ubaid bin Ti’la} dari {Abu Ayyub Al Anshari} bahwa Rasulullah saw. melarang menjadikan hewan sabagai sasaran. Abu Ayyub berkata “Seandainya itu adalah seekor ayam, maka aku tidak akan menjadikannya sebagai sasaran (yaitu dengan mengurung hewan dan melemparinya sebagai sasaran hingga mati).”