Udhiyah (Sembelihan)
Sunan Darimi | Hadits No. : 1913
أَخْبَرَنَا يَعْلَى حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ بَحِيرٍ عَنْ ضِرَارِ بْنِ الْأَزْوَرِ قَالَ أَهْدَيْتُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِقْحَةً فَأَمَرَنِي أَنْ أَحْلُبَهَا فَحَلَبْتُهَا فَجَهَدْتُ فِي حَلْبِهَا فَقَالَ دَعْ دَاعِيَ اللَّبَنِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’la} telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Ya’qub bin Bahir} dari {Dhirar bin Al Azwar}, ia berkata aku memberi hadiah kepada Rasulullah saw. seekor unta yang memiliki banyak air susu dan hampir melahirkan. Kemudian beliau memerintahkan agar saya memerahnya, akupun memerahnya dan bersungguh-sungguh dalam memerahnya. Lalu beliau bersabda: “Sisakanlah sedikit susu pada kantongnya, jangan kamu perah semuanya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1914
أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ خَالِدٍ الْقَارِظِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عُثْمَانَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ قَتْلِ الضِّفْدَعِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Abdul Majid} telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Sa’id bin Khalid Al Qarizhi} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Abdurrahman bin Utsman} bahwa Rasulullah saw. melarang untuk membunuh katak.
Sunan Darimi | Hadits No. : 1915
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قَتْلِ أَرْبَعَةٍ مِنْ الدَّوَابِّ النَّمْلَةِ وَالنَّحْلَةِ وَالْهُدْهُدِ وَالصُّرَدِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yahya} telah menceritakan kepada kami {Abdurrazaq} telah mengabarkan kepada kami {Ma’mar} dari {Az Zuhri} dari {‘Ubaidullah bin Abdullah bin ‘Utbah} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata Rasulullah saw. melarang membunuh empat jenis binatang, yaitu semut, lebah, burung Hudhud dan burung Shurad.
Sunan Darimi | Hadits No. : 1916
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ عَبْدِ الْحَمِيدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ شَيْبَةَ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أُمِّ شَرِيكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِ الْأَوْزَاغِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Ibnu Juraij} dari {Abdul Hamid bin Jubair bin Syaibah} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Ummu Syarik} bahwa Nabi saw. merintahkan untuk membunuh tokek.
Sunan Darimi | Hadits No. : 1917
حَدَّثَنَا أَبُو زَيْدٍ سَعِيدُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ الدَّسْتَوَائِيُّ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الْمُجَثَّمَةِ وَعَنْ لَبَنِ الْجَلَّالَةِ وَأَنْ يُشْرَبَ مِنْ فِي السِّقَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Zaid Sa’id bin Ar Rabi’} telah menceritakan kepada kami {Hisyam Ad Dastawa`i} dari {Qatadah} dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas} bahwa Rasulullah saw. melarang mengurung hewan untuk dijadikan sasaran hingga mati, (meminum) susu hewan pemakan kotoran, serta meminum (langsung) dari mulut geriba.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1863
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَ ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ وَيُسَمِّي وَيُكَبِّرُ لَقَدْ رَأَيْتُهُ يَذْبَحُهُمَا بِيَدِهِ وَاضِعًا عَلَى صِفَاحِهِمَا قَدَمَهُ قُلْتُ أَنْتَ سَمِعْتَهُ قَالَ نَعَمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Anas} ia berkata Rasulullah saw. berkurban dengan dua domba belang (warna putih lebih banyak dari yang hitam) dan bertanduk, beliau menyebut nama Allah dan bertakbir. Sungguh aku melihat beliau menyembelih keduanya dengan tangannya dengan meletakkan kakinya di pangkal leher domba tersebut.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1864
أَخْبَرَنَا أَحْمَدُ بْنُ خَالِدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي عَيَّاشٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ فِي يَوْمِ الْعِيدِ فَقَالَ حِينَ وَجَّهَهُمَا { إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنْ الْمُشْرِكِينَ } { إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ } اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ عَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ ثُمَّ سَمَّى اللَّهَ وَكَبَّرَ وَذَبَحَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ahmad bin Khalid} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ishaq} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Abbas} dari {Jabir bin Abdullah}, ia berkata Rasulullah saw. berkurban dengan dua domba pada hari raya (Kurban), ketika beliau menghadapkan dua ekor domba tersebut (kea rah Kiblat), beliau mengucapkan: “INNII WAJJAHTU WAJHIYA LILLADZII FATHARAS SAMAAWAATI WAL ARDHA HANIIFAN WA MAA ANA MINAL MUSYRIKIIN, INNA SHALAATII WA NUSUKII WA MAHYAAYA WA MAMAATII LILLAAHI RABBIL ‘AALAMIIN LAA SYARIIKA LAHU WA BIDZAALIKA UMIRTU WA ANA AWWALUL MUSLIMIIN. ALLAHUMMA INNA HADZA MINKA WA LAKA ‘AN MUHAMMAD WA UMMATIHI. (Aku hadapkan wajahku kepada Dzat yang telah menciptakan langit dan bumi, secara lurus, dan aku bukan termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, dan kehidupanku serta matiku adalah milik Allah, Rabb semesta alam) Ya Allah, sesungguhnya ini adalah dari-Mu dan untuk-Mu, dari Muhammad dan ummatnya.” Kemudian beliau menyebut nama Allah dan bertakbir, setelah itu beliau menyembelihnya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1865
أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ حَدَّثَنِي خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ يَزِيدَ حَدَّثَنِي سَعِيدٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي هِلَالٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُسْلِمٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ الْمُسَيَّبِ أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ أَخْبَرَتْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يُقَلِّمْ أَظْفَارَهُ وَلَا يَحْلِقْ شَيْئًا مِنْ شَعْرِهِ فِي الْعَشْرِ الْأُوَلِ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Shalih} telah menceritakan kepadaku {Al Laits} telah menceritakan kepadaku {Khalid yaitu Ibnu Yazid} telah menceritakan kepadaku {Sa’id yaitu Ibnu Abu Hilal} dari {‘Amru bin Muslim}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Ibnu Al Musayyab} bahwa {Ummu Salamah} telah mengabarkan kepadanya dari Rasulullah saw., belaiu bersabda: “Barangsiapa hendak berkurban, maka janganlah ia memotong kuku hewan kurbannya, dan mencukur bulu hwan tersebut pada sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1866
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَحْمَدَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا دَخَلَتْ الْعَشْرُ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ فَلَا يَمَسَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلَا أَظْفَارِهِ شَيْئًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Ahmad} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepadaku {Abdurrahman bin Humaid} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Ummu Salamah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Apabila telah masuk sepuluh hari pertama pada bulan Dzul Hijjah dan salah seorang diantara kalian hendak berkurban, maka janganlah ia memotong sebagian rambut dan kuku hwan kurbannya sedikitpun.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1867
أَخْبَرَنَا خَالِدُ بْنُ مَخْلَدٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ عَنْ عُبَيْدِ بْنِ فَيْرُوزَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يُتَّقَى مِنْ الضَّحَايَا قَالَ الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَجْفَاءُ الَّتِي لَا تُنْقِي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Khalid bin Makhlad} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {‘Amru bin Al Harits} dari {‘Ubaid bin Fairuz} dari {Al Bara` bin ‘Azib}, ia berkata Rasulullah saw. ditanya mengenai apa yang perlu dihindari dari hewan kurban?” Beliau menjawab: “Yang buta sebelah matanya dan jelas kebutaannya, yang pincang dan jelas pincangnya, yang sakit dan jelas sakitnya, dan yang retak kakinya dan tidak dapat berdiri tegak.”