Udhiyah (Sembelihan)
Sunan Darimi | Hadits No. : 1878
أَخْبَرَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَمْزَةَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْوَلِيدِ الزَّبِيدِيُّ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ حَدَّثَنِي أَبِي أَنَّهُ سَمِعَ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ بِمِنًى أَصْلِحْ لَنَا مِنْ هَذَا اللَّحْمِ فَأَصْلَحْتُ لَهُ مِنْهُ فَلَمْ يَزَلْ يَأْكُلُ مِنْهُ حَتَّى بَلَغْنَا الْمَدِينَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Marwan bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Hamzah} telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Al Walid Az Zabidi} dari {Abdurrahman bin Jubair bin Nufair} telah menceritakan kepadaku {Ayahku} bahwa ia mendengar {Tsauban} bekas budak Rasulullah saw., ia berkata Rasulullah saw. bersabda kepadaku, sementara kami berada di Mina: “Simpanlah sebagian daging ini sebagai perbekalan.” Kemudian aku pun menyimpan sebagian dari daging tersebut sebagai bekal. Dan beliau masih memakan sebagian dari daging tersebut hingga kami tiba di Madinah.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1879
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ قَالَ سَمِعْتُ عَطَاءً قَالَ سَمِعْتُ جَابِرًا يَقُولُ إِنْ كُنَّا لَنَتَزَوَّدُ مِنْ مَكَّةَ إِلَى الْمَدِينَةِ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَبُو مُحَمَّد يَعْنِي لُحُومَ الْأَضَاحِيِّ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin Ar Rabi’} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {‘Amru bin Dinar}, ia berkata aku mendengar {Atha`} berkata aku mendengar {Jabir} berkata “Pada masa Rasulullah saw., kami biasa membawa bekal dari Makkah menuju Madinah.” Abu Muhammad berkata “Yaitu (membawa bekal) daging binatang kurban.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1880
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ مَنْصُورٍ وَزُبَيْدٍ عَنْ الشَّعْبِيِّ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ أَنَّ أَبَا بُرْدَةَ بْنَ نِيَارٍ ضَحَّى قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلَمَّا صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَاهُ فَذَكَرَ لَهُ مَا فَعَلَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا شَاتُكَ شَاةُ لَحْمٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عِنْدِي عَنَاقٌ لِي جَذَعَةٌ مِنْ الْمَعْزِ هِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ شَاتَيْنِ قَالَ فَضَحِّ بِهَا وَلَا تُجْزِئُ عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ قَالَ أَبُو مُحَمَّد قُرِئَ عَلَى مُحَمَّدٍ عَنْ سُفْيَانَ وَمَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلَاةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ أَجْزَأَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Manshur} dan {Zubaid} dari {Asy Sya’bi} dari {Al Bara` bin ‘Azib} bahwa Abu Burdah bin Niyar telah berkurban sebelum melakukan shalat (iedul Adha), Seusai shalat, Nabi saw. memanggilnya, Abu Burdah pun memberitahukan apa yang telah ia lakukan. Lantas Rasulullah saw. bersabda kepadanya: “Sesungguhnya kambingmu hanya berupa daging biasa (bukan daging kurban).” Abu Burdah berkata “Wahai Rasulullah, aku masih memiliki anak kambing betina, yaitu jada’ yang lebih aku sukai daripada dua ekor kambing.” Beliau bersabda: “Berkurbanlah dengannya, namun kambing tersebut tidak layak lagi bagi seorangpun setelahmu.” Abu Muhammad berkata telah di bacakan kepada Muhammad dari Sufyan “Barangsiapa menyembelih binatang kurban setelah shalat (iedul adha), yaitu saat imam berkhutbah, maka hal itu sah baginya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1881
حَدَّثَنَا أَبُو عَلِيٍّ الْحَنَفِيُّ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ عَنْ بُشَيْرِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ بْنِ نِيَارٍ أَنَّ رَجُلًا ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يَنْصَرِفَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَمَرَهُ أَنْ يُعِيدَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Ali Al Hanafi} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Yahya bin Sa’id} dari {Busyair bin Yasar} dari {Abu Burdah bin Niyar} bahwa seorang laki-laki menyembelih kurban sebelum Nabi saw. shalat (ied), kemudian beliau memerintahkannya supaya mengulang (kurbannya).”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1882
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا فَرَعَ وَلَا عَتِيرَةَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Isa} telah menceritakan kepada kami {Ibnu ‘Uyainah} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dari {Abu Hurairah}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada fara’ dan tidak ada ‘atirah.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1883
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ حُدُسٍ عَنْ أَبِي رَزِينٍ الْعُقَيْلِيِّ لَقِيطِ بْنِ عَامِرٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا كُنَّا نَذْبَحُ فِي رَجَبٍ فَمَا تَرَى قَالَ لَا بَأْسَ بِذَلِكَ قَالَ وَكِيعٌ لَا أَدَعُهُ أَبَدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Isa} telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Waki’ bin Hudus} dari {Abu Razin Al ‘Uqaili Laqith bin Amir}, ia berkata aku bertanya “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami telah menyembelih penyembelihan pada bulan Rajab, apa pendapat anda? Beliau bersabda: “Tidak mengapa dengan hal tersebut.” Waki’ berkata “Aku tidak akan meninggalkannya selamanya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1884
أَخْبَرَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ عَنْ حَبِيبَةَ بِنْتِ مَيْسَرَةَ بْنِ أَبِي خُثَيْمٍ عَنْ أُمِّ كُرْزٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فِي الْعَقِيقَةِ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu ‘Ashim} dari {Ibnu Juraij}, ia berkata telah mengabarkan kepadaku {‘Atha`} dari {Habibah binti Maisarah bin Abu Khutsaim} dari {Ummu Kurz} dari Nabi saw. beliau bersabda mengenai aqiqah: “Untuk anak laki-laki dua kambing yang sama dan untuk anak perempuan satu kambing.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1885
أَخْبَرَنَا سَعِيدُ بْنُ عَامِرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَةٌ فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ الدَّمَ وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sa’id bin ‘Amir} dari {Hisyam} dari {Hafshah binti Sirin} dari {Salman bin ‘Amir Adh Dhabbi} bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Bersama seorang anak laki-laki terdapat aqiqah, maka sembelihlah untuknya dan hilangkan gangguan darinya.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1886
حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ عَوْنٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي يَزِيدَ عَنْ سِبَاعِ بْنِ ثَابِتٍ عَنْ أُمِّ كُرْزٍ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ مِثْلَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amr bin ‘Aun} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {‘Ubaidullah bin Abu Yazid} dari {Siba’ bin Tsabit} dari {Ummu Kurz}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “(‘Aqiqah) untuk anak laki-laki dua ekor kambing yang sama (umurnya) dan untuk anak perempuan satu ekor kambing.”
Sunan Darimi | Hadits No. : 1887
أَخْبَرَنَا عَفَّانُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا هَمَّامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ الْحَسَنِ عَنْ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كُلُّ غُلَامٍ رَهِينَةٌ بِعَقِيقَتِهِ يُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ سَابِعِهِ وَيُحْلَقُ وَيُدَمَّى وَكَانَ قَتَادَةُ يَصِفُ الدَّمَ فَيَقُولُ إِذَا ذُبِحَتْ الْعَقِيقَةُ تُؤْخَذُ صُوفَةٌ فَيُسْتَقْبَلُ بِهَا أَوْدَاجُ الذَّبِيحَةِ ثُمَّ تُوضَعُ عَلَى يَافُوخِ الصَّبِيِّ حَتَّى إِذَا سَالَ شَبَهُ الْخَيْطِ غُسِلَ رَأْسُهُ ثُمَّ حُلِقَ بَعْدُ قَالَ عَفَّانُ حَدَّثَنَا أَبَانُ بِهَذَا الْحَدِيثِ قَالَ وَيُسَمَّى قَالَ عَبْد اللَّهِ وَلَا أُرَاهُ وَاجِبًا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Affan bin Muslim} telah menceritakan kepada kami {Hammam} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Samurah} dari Nabi saw. beliau bersabda: “Setiap anak laki-laki tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan pada hari ketujuh dan dicukur (rambutnya) serta di alirkan darah (hewan akikah) nya (ke kepalanya).” Qatadah menjelaskan mengenai darah sembelihan tersebut, ia berkata “Apabila hewan aqiqah telah disembelih, maka diambil satu helai bulu domba kemudian urat-urat binatang yang disembelih dihadapkan kepadanya, setelah itu diletakkan pada ubun-ubun anak bayi, apabila telah mengalir seperti satu benang, maka kepalanya di cuci kemudian digundul. {‘Affan} berkata telah menceritakan kepada kami {Aban} dengan hadits ini. Ia berkata “Dan di beri nama.” Abdullah berkata aku berpendapat hal tersebut tidaklah wajib.