Mengharap/Mengandai-Andai
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6695
حَدَّثَنَا عَبْدَانُ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ شُعْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْقُلُ مَعَنَا التُّرَابَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ وَلَقَدْ رَأَيْتُهُ وَارَى التُّرَابُ بَيَاضَ بَطْنِهِ يَقُولُ لَوْلَا أَنْتَ مَا اهْتَدَيْنَا نَحْنُ وَلَا تَصَدَّقْنَا وَلَا صَلَّيْنَا فَأَنْزِلَنْ سَكِينَةً عَلَيْنَا إِنَّ الْأُلَى وَرُبَّمَا قَالَ الْمَلَا قَدْ بَغَوْا عَلَيْنَا إِذَا أَرَادُوا فِتْنَةً أَبَيْنَا أَبَيْنَا يَرْفَعُ بِهَا صَوْتَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdan} telah mengabarkan kepada kami {Ayahku} dari {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Albara` bin ‘Azib} mengatakan Nabi saw. bersama kami memindahkan tanah pada perang Ahzab, dan aku lihat beliau menimbun tanah yang mengakibatkan kelihatan putih kedua ketiaknya, beliau mengucapkan “Kalaulah bukan karena Engkau kami tidak dapat petunjuk, tidak pula bersedekah, tidak juga shalat. Maka turunkanlah ketenangan bagi kami, Sesungguhnya sekelompok kaum –atau sepertinya Barra’ mengatakan pemuka kaum- telah sewenang-wenang terhadap kami, jika mereka ingin berbuat onar kami mengelak, kami mengelak,,, ” sambil beliau tinggikan volume suaranya.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6696
حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا أَبُو إِسْحَاقَ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ سَالِمٍ أَبِي النَّضْرِ مَوْلَى عُمَرَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِوَكَانَ كَاتِبًا لَهُ قَالَ كَتَبَ إِلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي أَوْفَى فَقَرَأْتُهُ فَإِذَا فِيهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَسَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Muhammad} telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Umar} telah menceritakan kepada kami {Abu Ishaq} dari {Musa bin Uqbah} dari {Salim abu an Nadhr}, maula Umar bin Ubaidullah yang ia sekaligus penulisnya, mengatakan, {Abdullah bin Abu Awfa} berkirim surat kepadanya dan aku membacanya, yang dalam isi suratnya tertulis Rasulullah saw. bersabda: “Jangan kalian mengharapkan bertemu musuh, dan mintalah keselamatan kepada Allah.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6697
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْقَاسِمِ بْنِ مُحَمَّدٍ قَالَ ذَكَرَ ابْنُ عَبَّاسٍالْمُتَلَاعِنَيْنِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ شَدَّادٍ أَهِيَ الَّتِي قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كُنْتُ رَاجِمًا امْرَأَةً مِنْ غَيْرِ بَيِّنَةٍ قَالَ لَا تِلْكَ امْرَأَةٌ أَعْلَنَتْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} telah menceritakan kepada kami {Abu Az Zanad} dari {Al Qashim bin Muhammad} mengatakan, {Ibnu ‘Abbas} mengisahkan perihal dua orang yang saling meli’an. Lantas Abdullah bin Syadad bertanya Itukah wanita yang dimaksudkan Rasulullah saw. dalam sabdanya “Kalaulah aku merajam seorang wanita tanpa bukti, (niscaya kurajam), ” Ibnu Abbas menjawab “tidak, justru wanita yang dirajam dengan tanpa bukti ialah jika ia secara terang-terangan mengakui perzinahannya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6698
حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ عَمْرٌو حَدَّثَنَا عَطَاءٌ قَالَأَعْتَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِالْعِشَاءِ فَخَرَجَ عُمَرُ فَقَالَ الصَّلَاةَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَقَدَ النِّسَاءُ وَالصِّبْيَانُ فَخَرَجَ وَرَأْسُهُ يَقْطُرُ يَقُولُ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي أَوْ عَلَى النَّاسِ وَقَالَ سُفْيَانُ أَيْضًا عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالصَّلَاةِ هَذِهِ السَّاعَةَقَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَخَّرَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذِهِ الصَّلَاةَ فَجَاءَ عُمَرُ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ رَقَدَ النِّسَاءُ وَالْوِلْدَانُ فَخَرَجَ وَهُوَ يَمْسَحُ الْمَاءَ عَنْ شِقِّهِ يَقُولُ إِنَّهُ لَلْوَقْتُ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي وَقَالَ عَمْرٌو حَدَّثَنَا عَطَاءٌ لَيْسَ فِيهِ ابْنُ عَبَّاسٍ أَمَّا عَمْرٌو فَقَالَ رَأْسُهُ يَقْطُرُ وَقَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ يَمْسَحُ الْمَاءَ عَنْ شِقِّهِ وَقَالَ عَمْرٌو لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي وَقَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ إِنَّهُ لَلْوَقْتُ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي وَقَالَ إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ حَدَّثَنَا مَعْنٌ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ali} telah menceritakan kepada kami {Sufyan}, {‘Amru} mengatakan, telah menceritakan kepada kami ‘ {Atho’} mengatakan, Nabi saw. menangguhkan shalat isya’ agak malam, maka Umar keluar (dari masjid) dan mengatakan ‘Mari tegakkan shalat ya Rasulullah, wanita dan anak-anak telah tidur! ‘ Nabi muncul dari kamarnya dan kepalanya meneteskan air sambil berkata: “Kalaulah tidak memberatkan umatku -atau dengan redaksi tidak memberatkan manusia -, ” sedangkan Sufyan mengatakan atas umatku – niscaya kuperintahkan kepada mereka untuk shalat dengan waktu seperti ini.” {Ibnu Juraij} mengatakan, dari {‘Atho`} dari {Ibnu ‘Abbas} menuturkan Nabi saw. menangguhkan shalat ini, maka Umar datang dan mengatakan ‘Ya Rasulullah, para wanita dan anak-anak telah tertidur’ lantas beliau muncul sedang beliau sambil mengusap air dari lambungnya sambil mengatakan “inilah waktu untuk shalat isya’, kalau saja tidak memberatkan umatku.” Dan {Amru} mengatakan telah menceritakan kepada kami {‘Atho}, dalam sanadnya tidak menyebutkan Ibnu Abbas. Amru mengatakan kepalanya meneteskan (air). sedang Ibnu Juraij mengatakan mengusap air dari lambungnya. Dan Amru mengatakan “Kalaulah tidak memberatkan atas umatku.” Sedang Ibnu Juraij mengatakan “sungguh ini adalah waktu semestinya, kalaulah tidak memberatkan umatku.” Sedang {Ibrahim bin Al Mundzir} mengatakan, telah menceritakan kepada kami {Ma’an}, telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Muslim} dari {‘Amru} dari {‘Atho`} dari {Ibnu Abbas} dari Nabi saw.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6699
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Bukair} telah menceritakan kepada kami {Al Laits} dari {Ja’far bin Rabi’ah} dari {Abdurrahman} aku mendengar {Abu Hurairah} ra., bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Kalaulah tidak memberatkan umatku, niscaya kuperintahkan mereka bersiwak.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6700
حَدَّثَنَا عَيَّاشُ بْنُ الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَوَاصَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ آخِرَ الشَّهْرِ وَوَاصَلَ أُنَاسٌ مِنْ النَّاسِ فَبَلَغَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَوْ مُدَّ بِيَ الشَّهْرُ لَوَاصَلْتُ وِصَالًا يَدَعُ الْمُتَعَمِّقُونَ تَعَمُّقَهُمْ إِنِّي لَسْتُ مِثْلَكُمْ إِنِّي أَظَلُّ يُطْعِمُنِي رَبِّي وَيَسْقِينِتَابَعَهُ سُلَيْمَانُ بْنُ مُغِيرَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Ayyasy bin Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Abdul A’la} telah menceritakan kepada kami {Humaid} dari {Tsabit} dari {Anas} ra., mengatakan Nabi saw. menyambung akhir bulan (untuk tetap berpuasa) sehingga sahabat lain menyambungnya (wishal). Berita ini sampai kepada Nabi saw., sehingga beliau bersabda “Kalaulah bulan dipanjangkan bagiku, niscaya kulakuan puasa wishal, sehingga orang-orang yang berlebihan dalam beragama meninggalkan kebiasaan berlebih-lebihannya, Sungguh aku tidak seperti kalian, Tuhanku senantiasa memberiku makan dan minum.” hadist ini diperkuat oleh {Sulaiman bin Mughirah} dari {Tsabit} dari {Anas} dari Nabi saw.
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6701
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ وَقَالَ اللَّيْثُ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ خَالِدٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ الْمُسَيَّبِ أَخْبَرَهُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْوِصَالِ قَالُوا فَإِنَّكَ تُوَاصِلُ قَالَ أَيُّكُمْ مِثْلِي إِنِّي أَبِيتُ يُطْعِمُنِي رَبِّي وَيَسْقِينِ فَلَمَّا أَبَوْا أَنْ يَنْتَهُوا وَاصَلَ بِهِمْ يَوْمًا ثُمَّ يَوْمًا ثُمَّ رَأَوْا الْهِلَالَ فَقَالَ لَوْ تَأَخَّرَ لَزِدْتُكُمْ كَالْمُنَكِّلِ لَهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Yaman} telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} dari {Az Zuhri} dan {Al Laits} berkata telah menceritakan kepadaku {Abdurrahman bin Khalid} dari {Ibn Syihab} bahwasanya {Sa’id bin Musayyab} mengabarkan kepadanya, bahwa {Abu Hurairah} berkata, “Rasulullah saw. melarang puasa wishal, Para sahabat mengemukakan alasan, “Anda sendiri puasa wishal ya Rasulullah!” Nabi menjawab: “Siapa di antara kalian yang bisa sepertiku, sungguh tuhanku selalu memberiku makan dan minum.” Tatkala para sahabat enggan menghentikan wishalnya, beliau menyambung puasanya bersama mereka hari demi hari, kemudian mereka melihat hilal (bulan sabit), lantas Nabi berkata: “Jika bulan itu terlambat, niscaya kutambah lagi puasanya, ” seolah-olah beliau ingin menghukum para sahabatnya.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6702
حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ حَدَّثَنَا أَشْعَثُ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ يَزِيدَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الْجَدْرِ أَمِنَ الْبَيْتِ هُوَ قَالَ نَعَمْ قُلْتُ فَمَا لَهُمْ لَمْ يُدْخِلُوهُ فِي الْبَيْتِ قَالَ إِنَّ قَوْمَكِ قَصَّرَتْ بِهِمْ النَّفَقَةُ قُلْتُ فَمَا شَأْنُ بَابِهِ مُرْتَفِعًا قَالَ فَعَلَ ذَاكِ قَوْمُكِ لِيُدْخِلُوا مَنْ شَاءُوا وَيَمْنَعُوا مَنْ شَاءُوا وَلَوْلَا أَنَّ قَوْمَكِ حَدِيثٌ عَهْدُهُمْ بِالْجَاهِلِيَّةِ فَأَخَافُ أَنْ تُنْكِرَ قُلُوبُهُمْ أَنْ أُدْخِلَ الْجَدْرَ فِي الْبَيْتِ وَأَنْ أَلْصِقْ بَابَهُ فِي الْأَرْضِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Abul Ahwash} telah menceritakan kepada kami {Asy’ats} dari {Al Aswad bin Yazid} dari {‘Aisyah} berkata, “Aku bertanya Nabi saw. tentang Hijir Ismail, apakah termasuk baitullah?” Nabi menjawab: “Ya.” Aku bertanya, “Mengapa para sahabat tidak memasukkannya dalam baitullah?” Nabi menjawab: “Kaummu dahulu kekurangan dana renovasi.” Aku bertanya, “Lantas bagaimana pintunya ditinggikan?” Nabi menjawab: “Kaummu melakukan yang sedemikian untuk memasukkan siapa saja yang dikehendakinya, dan melarang siapa saja yang dikehendaki, kalaulah bukan karena kaummu yang baru saja masuk Islam sehingga aku khawatir hati mereka menolak, niscaya kumasukkan Hijir Ismail dalam Ka’bah, dan kuratakan pintunya dengan tanah.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6703
حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ حَدَّثَنَا أَبُو الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْلَا الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنْ الْأَنْصَارِ وَلَوْ سَلَكَ النَّاسُ وَادِيًا وَسَلَكَتْ الْأَنْصَارُ وَادِيًا أَوْ شِعْبًا لَسَلَكْتُ وَادِيَ الْأَنْصَارِ أَوْ شِعْبَ الْأَنْصَارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abul Yaman} telah mengabarkan kepada kami {Syu’aib} telah menceritakan kepada kami {Abuz Zinad} dari {Al A’raj} dari {Abu Hurairah} berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Kalaulah bukan karena hijrah, maka aku adalah seorang Anshar, kalaulah manusia mengarungi lembah dan Anshar mengarungi lembah lain atau lereng gunung, niscaya aku mengarungi lembah Anshar atau lereng gunung Anshar.”
Sahih Bukhari | Hadits No. : 6704
حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْلَا الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنْ الْأَنْصَارِ وَلَوْ سَلَكَ النَّاسُ وَادِيًا أَوْ شِعْبًا لَسَلَكْتُ وَادِيَ الْأَنْصَارِ وَشِعْبَهَاتَابَعَهُ أَبُو التَّيَّاحِ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الشِّعْبِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} dari {‘Amru bin Yahya} dari {‘Abbad bin Tamim} dari {‘Abdullah bin Zaid} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Kalaulah bukan karena hijrah, niscaya aku menjadi orang Anhsar, dan kalaulah manusia menempuh sebuah lembah atau lereng gunung, niscaya aku mengarungi lembah Anshar atau lereng gunungnya.” Hadis ini diperkuat oleh {Abu Thayyah} dari {Anas} dari Nabi saw.