Buruan

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Darimi | Hadits No. : 1928

أَخْبَرَنَا أَبُو الْوَلِيدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ هِشَامُ بْنُ زَيْدِ بْنِ أَنَسٍ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ أَنْفَجْنَا أَرْنَبًا وَنَحْنُ بِمَرِّ الظَّهْرَانِ فَسَعَى الْقَوْمُ فَلَغِبُوا فَأَخَذْتُهَا وَجِئْتُ بِهَا إِلَى أَبِي طَلْحَةَ فَذَبَحَهَا وَبَعَثَ بِوَرِكَيْهَا أَوْ فَخِذَيْهَا شَكَّ شُعْبَةُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبِلَهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Al Walid} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Hisyam bin Zaid bin Anas} ia berkata aku mendengar {Anas bin Malik} berkata “Kami pernah menyergap seekor kelinci ketika di Marruzh Zhahran, kemudian orang-orang berusaha menangkapnya, lalu mereka merasa letih. Kemudian aku berhasil menangkapnya, dan membawanya kepada Abu Thalhah, ia lalu menyembelihnya. Kemudian dia mengirim kedua pangkal pahanya atau dua pahanya -Syu’bah ragu dengan redaksi haditsnya- kepada Rasulullah saw., beliau pun menerimanya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1929

أَخْبَرَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا دَاوُدُ بْنُ أَبِي هِنْدٍ عَنْ عَامِرٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ صَفْوَانَ أَنَّهُ مَرَّ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِأَرْنَبَيْنِ مُعَلِّقُهُمَا فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي دَخَلْتُ غَنَمَ أَهْلِي فَاصْطَدْتُ هَذَيْنِ الْأَرْنَبَيْنِ فَلَمْ أَجِدْ حَدِيدَةً أُذَكِّيهِمَا بِهَا فَذَكَّيْتُهُمَا بِمَرْوَةٍ أَفَآكُلُ قَالَ نَعَمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Daud bin Abu Hindun} dari {‘Amir} dari {Muhammad bin Shafwan} bahwa ia melewati Nabi saw. dengan membawa dua ekor kelinci yang di gantungkan, lalu ia berkata “Wahai Rasulullah, sesungguhnya (ketika) aku mendatangi kambing keluargaku, aku berhasil menangkap dua ekor kelinci ini. Namun aku tidak mendapatkan besi untuk menyembelihnya, maka aku menyembelihnya menggunakan batu putih yang tajam, apakah aku boleh memakannya?” Beliau menjawab: “Ya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1930

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الضَّبِّ فَقَالَ لَسْتُ بِآكِلِهِ وَلَا مُحَرِّمِهِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Yusuf} dari {Sufyan} dari {Abdullah bin Dinar} dari {Ibnu Umar}, ia berkata Nabi saw. ditanya mengenai daging biawak, beliau bersabda: “Aku tidak memakannya dan tidak pula mengharamkannya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1931

أَخْبَرَنَا سَهْلُ بْنُ حَمَّادٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا الْحَكَمُ قَالَ سَمِعْتُ زَيْدَ بْنَ وَهْبٍ يُحَدِّثُ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ عَنْ ثَابِتِ بْنِ وَدِيعَةَ قَالَ أُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِضَبٍّ فَقَالَ أُمَّةٌ مُسِخَتْ وَاللَّهُ أَعْلَمُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Sahl bin Hammad} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} telah menceritakan kepada kami {Al Hakam}, ia berkata aku mendengar {Zaid bin Wahb} menceritakan dari {Al Bara` bin ‘Azib} dari {Tsabit bin Wadi’ah}, ia berkata Ketika Nabi saw. ditawari daging biawak, beliau bersabda: “Itu adalah (jelmaan) dari suatu umat yang telah diubah bentuknya, wallahu a’lam.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1932

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ حَدَّثَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَنَّهُ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبُو أُمَامَةَ بْنُ سَهْلِ بْنِ حُنَيْفٍ الْأَنْصَارِيُّ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ أَخْبَرَهُ أَنَّ خَالِدَ بْنَ الْوَلِيدِ الَّذِي يُقَالُ لَهُ سَيْفُ اللَّهِ أَخْبَرَهُ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهِيَ خَالَتُهُ وَخَالَةُ ابْنِ عَبَّاسٍ فَوَجَدَ عِنْدَهَا ضَبًّا مَحْنُوذًا قَدِمَتْ بِهِ أُخْتُهَا حُفَيْدَةُ بِنْتُ الْحَارِثِ مِنْ نَجْدٍ فَقَدَّمَتْ الضَّبَّ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَكَانَ قَلَّ مَا يُقَدِّمُ يَدَهُ لِطَعَامٍ حَتَّى يُحَدَّثَ بِهِ وَيُسَمَّى لَهُ فَأَهْوَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ إِلَى الضَّبِّ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْ نِسْوَةِ الْحُضُورِ أَخْبِرْنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قَدَّمْتُنَّ لَهُ قُلْنَ هَذَا الضَّبُّ فَرَفَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَدَهُ فَقَالَ خَالِدُ بْنُ الْوَلِيدِ أَتُحَرِّمُ الضَّبَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ أُرَاهُ لَا وَلَكِنَّهُ لَمْ يَكُنْ بِأَرْضِ قَوْمِي فَأَجِدُنِي أَعَافُهُ قَالَ خَالِدٌ فَاجْتَرَرْتُهُ فَأَكَلْتُهُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ فَلَمْ يَنْهَنِي
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Shalih} telah menceritakan kepadaku {Al Laits} telah menceritakan kepadaku {Yunus} dari {Ibnu Syihab} bahwa ia berkata telah mengabarkan kepadaku {Abu Umamah bin Sahl bin Hunaif Al Anshari} bahwa {Abdullah bin Abbas} telah mengabarkan kepadanya, bahwa {Khalid bin Al Walid} yang dijuluki pedang Allah telah mengabarkan kepadanya, bahwa ia pernah menemui Maimunah isteri Nabi bersama Rasulullah saw. -Maimunah adalah bibinya dan juga bibi Ibnu Abbas- Kemudian dia mendapatkan biawak panggang, daging biawak itu hasil pemberian dari saudara perempuannya yang bernama Hufaidah binti Al Harits dari Najed. Kemudian Maimunah menghidangkan daging biawak tersebut kepada Rasulullah saw. Dan jarang sekali beliau mengulurkan tangan untuk mengambil makanan kecuali nama makanan tersebut diberitahukan terlebih dahulu, Rasulullah saw. lalu mengulurkan tangannya untuk mengambil daging biawak tersebut, maka seorang wanita yang ikut hadir berkata “Beritahukanlah kepada Rasulullah saw. mengenai sesuatu yang telah kalian hidangkan kepada beliau.” Mereka lalu mengatakan “Ini adalah daging biawak.” Rasulullah saw. pun mengangkat tangannya, lalu Khalid bin Al Walid berkata “Apakah anda mengharamkan daging biawak wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Tidak, akan tetapi ia tidak ada di negeri kaumku, hingga diriku merasa jijik.” Khalid berkata “Kemudian aku menarik daging biawak itu dan memakannya, sementara Rasulullah saw. hanya melihatku dan tidak melarang.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1933

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْمَجِيدِ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ أَسْلَمَ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ أَحْسَبُهُ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي وَاقِدٍ اللَّيْثِيِّ قَالَ قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَدِينَةَ وَالنَّاسُ يَجُبُّونَ أَسْنِمَةَ الْإِبِلِ وَأَلْيَاتِ الْغَنَمِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا قُطِعَ مِنْ بَهِيمَةٍ وَهِيَ حَيَّةٌ فَهُوَ مَيْتَةٌ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {‘Ubaidullah bin Abdul Majid} telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin Abdullah bin Dinar} telah menceritakan kepada kami {Zaid bin Aslam}, -Abdurrahman mengatakan akuu menyangka- dari {‘Atha` bin Yasar} dari {Abu Waqid Al Laitsi} ia berkata “Setibanya Rasulullah saw. di Madinah, orang-orang memotong punuk-punuk unta dan pantat kambing. Maka Rasulullah saw. bersabda: “Apa yang dipotong dari hewan, sementara hewan tersebut masih hidup, maka potongan tersebut adalah bangkai.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1918

أَخْبَرَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَيْدِ الْكَلْبِ فَقَالَ مَا أَمْسَكَ عَلَيْكَ فَكُلْ فَإِنَّ أَخْذَهُ ذَكَاتُهُ وَإِنْ وَجَدْتَ مَعَهُ كَلْبًا فَخَشِيتَ أَنْ يَكُونَ قَدْ أَخَذَهُ مَعَهُ وَقَدْ قَتَلَهُ فَلَا تَأْكُلْهُ فَإِنَّكَ إِنَّمَا ذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ عَلَى كَلْبِكَ وَلَمْ تَذْكُرْهُ عَلَى غَيْرِهِ أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ حَاتِمٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَيْدِ الْمِعْرَاضِ فَذَكَرَ مِثْلَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ya’la bin ‘Ubaid} telah menceritakan kepada kami {Zakariya} dari {‘Amir} dari {‘Adi bin Hatim}, ia berkata aku bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai buruan anjing. Beliau bersabda: “Makanlah buruan yang di tangkap oleh anjingmu, sebab tangkapannya adalah penyembelihan bagi hewan tersebut secara syar’I, Dan apabila kamu mendapati bersamanya anjing yang lain dan kamu khawatir anjing yang lain menangkap dan membunuh buruan bersama anjingmu, maka janganlah kamu memakannya, sebab kamu hanya menyebut nama Allah pada anjingmu saja dan tidak menyebut untuk yang lain.” Telah mengabarkan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Zakariya} dari {‘Amir} dari {‘Adi bin Hatim}, ia berkata aku bertanya kepada Rasulullah saw. mengenai buruan yang terkena anak panah pada bagian yang tumpul (bukan bagian yang tajam), lalu perawi menyebutkan redaksi hadits yang sama.

Sunan Darimi | Hadits No. : 1919

أَخْبَرَنَا أَبُو نُعَيْمٍ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ اقْتَنَى كَلْبًا إِلَّا كَلْبَ صَيْدٍ أَوْ مَاشِيَةٍ نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطَانِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abu Nu’aim} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Abdullah bin Dinar} dari {Ibnu Umar}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa memelihara anjing kecuali anjing pemburu, atau penjaga ternak, maka pahalanya akan berkurang dua Qirath setiap harinya.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1920

حَدَّثَنَا الْحَكَمُ بْنُ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُصَيْفَةَ عَنْ السَّائِبِ بْنِ يَزِيدَ أَنَّهُ سَمِعَ سُفْيَانَ بْنَ أَبِي زُهَيْرٍ يُحَدِّثُ نَاسًا مَعَهُ عِنْدَ بَابِ الْمَسْجِدِ فَقَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ اقْتَنَى كَلْبًا لَا يُغْنِي عَنْهُ زَرْعًا وَلَا ضَرْعًا نَقَصَ مِنْ عَمَلِهِ كُلَّ يَوْمٍ قِيرَاطٌ قَالُوا أَنْتَ سَمِعْتَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِي وَرَبِّ هَذَا الْمَسْجِدِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Hakam bin Al Mubarak} telah menceritakan kepada kami {Malik} dari {Yazid bin Khushaifah} dari {As Sa`ib bin Yazid} bahwa ia mendengar {Sufyan bin Abu Zuhair} bercerita kepada orang-orang yang bersamanya di depan pintu masjid, ia berkata aku mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa memelihara anjing yang tidak di gunakan untuk menjaga tanaman atau (menjaga) binatang ternak, maka pahalanya akan berkurang setiap hari satu qirath.” Mereka bertanya “Apakah anda mendengar hadits ini dari Rasulullah saw.?” Sufyan menjawab “Ya, demi Rabb pemilik masjid ini.”

Sunan Darimi | Hadits No. : 1921

أَخْبَرَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي التَّيَّاحِ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُغَفَّلٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ بِقَتْلِ الْكِلَابِ ثُمَّ قَالَ مَا بَالِي وَلِلْكِلَابِ ثُمَّ رَخَّصَ فِي كَلْبِ الزَّرْعِ وَكَلْبِ الصَّيْدِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Wahb bin Jarir} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu At Tayyah} dari {Mutharrif} dari {Abdullah bin Mughaffal} bahwa Nabi saw. memerintahkan untuk membunuh seluruh anjing, lalu beliau bersabda: “Aku tidak memiliki urusan dengan anjing-anjing itu.” kemudian beliau memberi keringanan pada anjing penjaga tanaman dan anjing untuk berburu.