Masjid

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 708

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ ابْنِ عَجْلَانَ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ تَنَاشُدِ الْأَشْعَارِ فِي الْمَسْجِدِ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Al Laits bin Sa’ad} dari {Ibnu ‘Ajlan} dari {Amr bin Syu’aib} dari {Bapaknya} dari {Kakeknya} bahwa Nabi saw. melarang melantunkan syair dalam masjid.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 709

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ قَالَمَرَّ عُمَرُ بِحَسَّانَ بْنِ ثَابِتٍ وَهُوَ يُنْشِدُ فِي الْمَسْجِدِ فَلَحَظَ إِلَيْهِ فَقَالَ قَدْ أَنْشَدْتُ وَفِيهِ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ ثُمَّ الْتَفَتَ إِلَى أَبِي هُرَيْرَةَ فَقَالَ أَسَمِعْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَجِبْ عَنِّي اللَّهُمَّ أَيِّدْهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ قَالَ اللَّهُمَّ نَعَمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az Zuhri} dari {Sa’id bin Al Musayyab} dia berkata “Umar pernah melewati Hasan bin Tsabit yang sedang membaca syair di dalam masjid, maka Umar memperingatkannya. {Hasan} berkata, Aku pernah pernah membaca syair dalam masjid padahal orang yang lebih baik daripada kamu (maksudnya nabi saw.) berada di dalam masjid tersebut. Kemudian dia menoleh kepada {Abu Hurairah} sambil berkata, ‘Apakah engkau mendengar Rasulullah saw. memohon Ya Allah, kabulkanlah untukku, kuatkanlah ia dengan Ruhul Qudus (Jibril). Maka Hasan menjawab, ‘Ya Allah, benar’.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 710

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ وَهْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحِيمِ قَالَ حَدَّثَنِي زَيْدُ بْنُ أَبِي أُنَيْسَةَ عَنْ أَبِي الزُّبَيْرِ عَنْ جَابِرٍ قَالَجَاءَ رَجُلٌ يَنْشُدُ ضَالَّةً فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا وَجَدْتَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Wahab} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Salamah} dari {Abu Abdurrahim} dia berkata telah menceritakan kepadaku {Zaid bin Abu Unaisah} dari {Abu Zubair} dari {Jabir} dia berkata, “Seorang laki-laki datang dengan mengumumkan barang yang hilang di masjid, lalu Rasulullah saw. bersabda kepadanya, “Kiranya engkau tidak menemukannya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 711

أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ وَمُحَمَّدُ بْنُ مَنْصُورٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ قَالَ قُلْتُ لِعَمْرٍو أَسَمِعْتَ جَابِرًا يَقُولُمَرَّ رَجُلٌ بِسِهَامٍ فِي الْمَسْجِدِ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خُذْ بِنِصَالِهَا قَالَ نَعَمْ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Abdullah bin Muhammad bin Abdurrahman} dan {Muhammad bin Manshur} keduanya berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dia berkata “Aku berkata kepada {Amru}.”Apakah engkau mendengar {Jabir} berkata, “Ada seorang laki-laki lewat di masjid yang membawa anak panah, lalu Rasulullah saw. menegurnya, “Tolong pegang kepala panahnya! ‘ dia menjawab, ‘Ya’.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 712

أَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ قَالَ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ قَالَدَخَلْتُ أَنَا وَعَلْقَمَةُ عَلَى عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ فَقَالَ لَنَا أَصَلَّى هَؤُلَاءِ قُلْنَا لَا قَالَ قُومُوا فَصَلُّوا فَذَهَبْنَا لِنَقُومَ خَلْفَهُ فَجَعَلَ أَحَدَنَا عَنْ يَمِينِهِ وَالْآخَرَ عَنْ شِمَالِهِ فَصَلَّى بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلَا إِقَامَةٍ فَجَعَلَ إِذَا رَكَعَ شَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِهِ وَجَعَلَهَا بَيْنَ رُكْبَتَيْهِ وَقَالَ هَكَذَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَأَخْبَرَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَنْبَأَنَا النَّضْرُ قَالَ أَنْبَأَنَا شُعْبَةُ عَنْ سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ وَالْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ فَذَكَرَ نَحْوَهُ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dia berkata telah memberitakan kepada kami {Isa bin Yunus} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Al A’masy} dari {Ibrahim} dari {Al Aswad} dia berkata “Aku dan {Alqamah} pernah datang kepada {Abdullah bin Mas’ud}, lalu dia berkata kepada kami, ‘Apakah kalian telah shalat? ‘ Kami menjawab, ‘Belum’. la berkata lagi, ‘Berdirilah dan shalatlah’. Lalu kami shalat di belakangnya, dan beliau menjadikan salah seorang dari kami di samping kanannya dan yang lain disamping kirinya. Kemudian ia shalat tanpa adzan dan iqamah. Setelah ia shalat, maka ia menjalin jari jemari tangannya dan meletakkannya di antara dua lututnya. Ia lalu berkata, ‘Beginilah dahulu Rasulullah saw. melakukannya.” Telah mengabarkan kepada kami {Ishaq bin Ibrahim} dia berkata telah memberitakan kepada kami {An-Nadlar} dia berkata Telah memberitakan kepada kami {Syu’bah} dari {Sulaiman} dia berkata “Saya mendengar {Ibrahim} dari {AlQamah} dan {Al Aswad} dari {Abdullah} dia menyebutkan seperti Hadis diatas.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 713

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِأَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُسْتَلْقِيًا فِي الْمَسْجِدِ وَاضِعًا إِحْدَى رِجْلَيْهِ عَلَى الْأُخْرَى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dari {Malik} dari {Ibnu Syihab} dari {Abad bin Tamim} dari {Pamannya} bahwa dia pernah melihat Rasulullah saw. telentang di masjid dengan meletakkan salah satu kakinya di alas kaki yang lain.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 714

أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنِي نَافِعٌ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّهُ كَانَ يَنَامُ وَهُوَ شَابٌّ عَزْبٌ لَا أَهْلَ لَهُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي مَسْجِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Ubaidullah bin Sa’id} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {‘Ubaidullah} dia berkata Telah mengabarkan kepadaku {Nafi’} dari {Ibnu Umar} bahwa ia pernah tidur di dalam masjid dia pemuda lajang yang belum mempunyai istri. Pada masa Rasulullah saw. ia tidur di masjid Nabi saw.

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 715

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْبُصَاقُ فِي الْمَسْجِدِ خَطِيئَةٌ وَكَفَّارَتُهَا دَفْنُهَا
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Qatadah} dari {Anas bin Malik}, dia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Meludah di dalam masjid merupakan suatu kesalahan, dan kafaratnya (tebusannya) adalah menimbunnya.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 716

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ عَنْ مَالِكٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى بُصَاقًا فِي جِدَارِ الْقِبْلَةِ فَحَكَّهُ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَى النَّاسِ فَقَالَ إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَلَا يَبْصُقَنَّ قِبَلَ وَجْهِهِ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قِبَلَ وَجْهِهِ إِذَا صَلَّى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dari {Malik} dari {Nafi’} dari {Ibnu Umar} bahwa Rasulullah saw. melihat ludah di tembok arah kiblat, maka beliau mengeroknya kemudian menghadap manusia dan berkata, “Apabila salah seorang dari kalian shalat, jangan meludah/berdahak di hadapannya, sesungguhnya Allah Azza wa Jalla berada di arah wajahnya ketika ia shalat.”

Sunan An Nasa’i | Hadits No. : 717

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى نُخَامَةً فِي قِبْلَةِ الْمَسْجِدِ فَحَكَّهَا بِحَصَاةٍ وَنَهَى أَنْ يَبْصُقَ الرَّجُلُ بَيْنَ يَدَيْهِ أَوْ عَنْ يَمِينِهِ وَقَالَ يَبْصُقُ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمِهِ الْيُسْرَى
Terjemahan: Telah mengabarkan kepada kami {Qutaibah} dia berkata telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Az-Zuhri} dari {Humaid bin Abdurrahman} dari {Abu Sa’id Al Khurdri} bahwa Nabi saw. melihat dahak di tembok bagian arah kiblat masjid, maka beliau mengeroknya dengan batu kecil dan melarang untuk meludah di depan atau di samping kanannya. Beliau bersabda, “Hendaklah ia meludah ke arah kiri atau bawah telapak kaki kirinya.”