Musnad Penduduk Madinah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15598
قَالَ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ عُدُسٍ عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَحِكَ رَبُّنَا مِنْ قُنُوطِ عَبْدِهِ وَقُرْبِ غَيْرِهِ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَيَضْحَكُ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ نَعَمْ قَالَ لَنْ نَعْدَمَ مِنْ رَبٍّ يَضْحَكُ خَيْرًا
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} berkata telah mengabarkan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Waki’ bin ‘Udus} dari {pamannya, Abu Razin} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Rabb kita tertawa terhadap hamba-Nya yang berputus asa karena sadar dirinya lemah dan membutuhkan pertolongan”. (Abu Razin) berkata saya bertanya, “Wahai Rasulullah, Apakah Rabb AzzaWaJalla tertawa?” Rasulullah bersabda: “Ya”. (Rasulullah saw.) bersabda: “Selama Rab kita tertawa, kita tidak kehilangan kebaikan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15599
حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ عُدُسٍ عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ كَانَ رَبُّنَا عَزَّ وَجَلَّ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ خَلْقَهُ قَالَ كَانَ فِي عَمَاءٍ مَا تَحْتَهُ هَوَاءٌ وَمَا فَوْقَهُ هَوَاءٌ ثُمَّ خَلَقَ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} telah mengabarkan kepada kami {Hammad bin Salamah} dari {Ya’la bin ‘Atho`} dari {Waki’ bin ‘Udus} dari {pamannya, Abu Razin} berkata saya berkata “Wahai Rasulullah, di mana Rab kita AzzaWaJalla sebelum mencipta makhluq-Nya?”, beliau berkata “Dia berada di awan yang bagian bawah dan atasnya adalah ruang udara kemudian Dia menciptakan Arsy-Nya di atas air”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15600
قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ عُدُسٍ عَنْ أَبِي رَزِينٍ عَمِّهِ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيْنَ أُمِّي قَالَ أُمُّكَ فِي النَّارِ قَالَ قُلْتُ فَأَيْنَ مَنْ مَضَى مِنْ أَهْلِكَ قَالَ أَمَا تَرْضَى أَنْ تَكُونَ أُمُّكَ مَعَ أُمِّيقَالَ أَبِي الصَّوَابُ حُدُسٌ
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Waki’ bin ‘Udus} dari {Abu Razin, pamannya} berkata saya bertanya, “Wahai Rasulullah di manakah ibuku? Beliau menjawab, “Dia di neraka” (Abu Razin) berkata saya berkata “Lalu di manakah nasib keluarga engkau yang telah meninggal?” Beliau bersabda: “Tidakkah engkau puas bahwa ibumu bersama ibuku?” (Kata Ahmad) berkata Bapakku berkata yang benar adalah Waki’ bin Hudus bukan Waki’ bin ‘Udus.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15601
قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي النُّعْمَانُ بْنُ سَالِمٍ قَالَ سَمِعْتُ عَمْرَو بْنَ أَوْسٍ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِي رَزِينٍ أَنَّهُ قَالَيَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أَبِي شَيْخٌ كَبِيرٌ لَا يَسْتَطِيعُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ وَلَا الظَّعْنَ قَالَ حُجَّ عَنْ أَبِيكَ وَاعْتَمِرْ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {‘Affan} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata telah menghabarkan kepadaku {An Nu’man bin Salim} berkata saya mendengar {‘Amr bin Aus} menceritakan dari {Abu Razin} dia berkata Wahai Rasulullah, bapakku orang yang sudah tua, tidak mampu untuk berhaji dan umrah atau naik kendaraan. (Rasulullah saw.) bersabda: “Berhajilah dan umrahlah untuk menggantikan bapakmu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15602
قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ أَبِي رَزِينٍ لَقِيطٍ عَنْ عَمِّهِ رَفَعَهُ قَالَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ أَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ أَشُكُّ أَنَّهُ قَالَ رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ عَلَى رِجْلِ طَائِرٍ مَا لَمْ يُخْبِرْ بِهَا فَإِذَا أَخْبَرَ بِهَا وَقَعَتْ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah menghabarkan kepada kami {Sufyan} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Abu Razin, Laqith} dari {Pamannya} dengan memarfukkannya, berkata Nabi bersabda: “Mimpi seorang mukmin adalah bagian dari empat puluh bagian kenabian”, saya ragu dia berkata mimpi seorang mukmin adalah sebuah misteri selama belum dikabarkannya. Jika dikabarkan maka akan terjadi.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15603
قَالَ حَدَّثَنَا بَهْزٌ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ حُدَسٍ عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ الْعُقَيْلِيِّ أَنَّهُ قَالَيَا رَسُولَ اللَّهِ أَكُلُّنَا يَرَى رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَا آيَةُ ذَلِكَ فِي خَلْقِهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَيْسَ كُلُّكُمْ يَنْظُرُ إِلَى الْقَمَرِ مُخْلِيًا بِهِ قَالَ بَلَى قَالَ فَاللَّهُ أَعْظَمُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى وَمَا آيَةُ ذَلِكَ فِي خَلْقِهِ قَالَ أَمَا مَرَرْتَ بِوَادِي أَهْلِكَ مَحْلًا قَالَ بَلَى قَالَ أَمَا مَرَرْتَ بِهِ يَهْتَزُّ خَضِرًا قَالَ قُلْتُ بَلَى قَالَ ثُمَّ مَرَرْتَ بِهِ مَحْلًا قَالَ بَلَى قَالَ فَكَذَلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى وَذَلِكَ آيَتُهُ فِي خَلْقِهِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Bahz} berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Salamah} berkata telah menghabarkan kepada kami {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Waki’ bin Hudas} dari {pamannya, Abu Razin Al ‘Uqaili} dia berkata Wahai Rasulullah, apakah semua dari kita melihat Rabb kita pada Hari Kiamat? dan apa buktinya bagi makhluq-Nya? Rasulullah saw. bersabda: “Apakah kalian dapat melihat bulan dengan mata telanjang kalian? (Abu Razin) berkata Ya. (Rasulullah saw.) bersabda: “Allah lebih Agung.” (Abu Razin) berkata saya bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana Allah menghidupkan orang yang mati, apa bukti tersebut bagi makhluq-Nya? maka (Rasulullah saw.) menjawab, “Apakah kalian pernah mengetahui suatu bukit yang tandus nan gersang?” (Abu Razin) berkata “Ya.” Lalu (Rasulullah saw.) bersabda: “Kemudian tumbuh dengan berbagai macam hehijauan lalu kembali gersang dan mati?” (Abu Razin) berkata Ya. Lalu beliau bersabda: “Lalu kamu melewati sudah gersang?.” (Abu Razin) berkata Ya. Rasulullah saw. bersabda: “Begitulah Allah menghidupkan sesuatu yang mati, dan itulah buktinya atas makhluq-Nya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15604
قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ حُدُسٍ عَنْ أَبِي رَزِينٍ عَمِّهِ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى فَقَالَ أَمَا مَرَرْتَ بِالْوَادِي مُمْحِلًا ثُمَّ تَمُرُّ بِهِ خَضِرًا قَالَ شُعْبَةُ قَالَهُ أَكْثَرَ مِنْ مَرَّتَيْنِ كَذَلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Waki’ bin Hudus} dari {Abu Razin, pamannya} berkata saya berkata Wahai Rasulullah, bagaimana Allah menghidupkan makhluq yang sudah mati?. Lalu (Rasulullah saw.) bersabda: “Bagaimana jika kalian melewati suatu bukit yang sangat tandus lalu kalian melewatinya dalam keadaan yang sangat subur?.” Syu’bah berkata beliau mengatakannya lebih dari dua kali, demikianlah Allah menghidupkan makhluq yang mati.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15605
قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ أَبِي رَزِينٍ الْعُقَيْلِيِّ قَالَأَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى قَالَ أَمَا مَرَرْتَ بِأَرْضٍ مِنْ أَرْضِكَ مُجْدِبَةٍ ثُمَّ مَرَرْتَ بِهَا مُخْصَبَةً قَالَ نَعَمْ قَالَ كَذَلِكَ النُّشُورُ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْإِيمَانُ قَالَ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَأَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْكَ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ تُحْرَقَ بِالنَّارِ أَحَبُّ إِلَيْكَ مِنْ أَنْ تُشْرِكَ بِاللَّهِ وَأَنْ تُحِبَّ غَيْرَ ذِي نَسَبٍ لَا تُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فَإِذَا كُنْتَ كَذَلِكَ فَقَدْ دَخَلَ حُبُّ الْإِيمَانِ فِي قَلْبِكَ كَمَا دَخَلَ حُبُّ الْمَاءِ لِلظَّمْآنِ فِي الْيَوْمِ الْقَائِظِ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ لِي بِأَنْ أَعْلَمَ أَنِّي مُؤْمِنٌ قَالَ مَا مِنْ أُمَّتِي أَوْ هَذِهِ الْأُمَّةِ عَبْدٌ يَعْمَلُ حَسَنَةً فَيَعْلَمُ أَنَّهَا حَسَنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَازِيهِ بِهَا خَيْرًا وَلَا يَعْمَلُ سَيِّئَةً فَيَعْلَمُ أَنَّهَا سَيِّئَةٌ وَاسْتَغْفَرَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ مِنْهَا وَيَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يَغْفِرُ إِلَّا هُوَ إِلَّا وَهُوَ مُؤْمِنٌ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Ishaq} berkata telah menghabarkan kepada kami {Abdullah} yaitu Ibnu Al Mubarak, berkata telah menghabarkan kepada kami {Abdurrahman bin Yazid bin Jabir} dari {Sulaiman bin Musa} dari {Abu Razin Al ‘Uqaili} berkata saya menemui Rasulullah saw. lalu saya berkata Wahai Rasulullah, bagaimana Allah menghidupkan orang yang mati, apa bukti tersebut bagi makhluq-Nya? (Rasulullah saw.) menjawab, “Apa kalian pernah melewati suatu tanah yang tandus lalu kalian melewatinya dalam keadaan subur?” (Abu Razin) berkata “Ya.” Lalu (Rasulullah saw.) bersabda: “Begitulah fenomena kebangkitan.” (Abu Razin) berkata Wahai Rasulullah, apakah iman itu? Beliau bersabda: “Kamu bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang hak selain Allah, Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya. Allah dan Rasul-Nya lebih kamu sukai daripada selainnya. Ia dibakar dengan neraka lebih dia sukai daripada menyekutukan Allah. Kamu mencintai orang yang tidak punya kekerabatan denganmu, kamu tidak mencintainya kecuali hanya karena Allah AzzaWaJalla. Jika kamu seperti itu, kecintaan kepada iman telah masuk dalam hatimu, sebagaimana masuknya air kepada orang yang haus pada hari yang sangat panas. Saya bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana saya mengetahui bahwa saya adalah seorang mukmin?. Beliau bersabda: “Tidaklah dari umatku, atau dari umat ini seorang hamba yang mengerjakan kebaikan, lalu dia mengetahui bahwa hal itu adalah kebaikan, ia sadar bahwa Allah AzzaWaJalla akan membalasnya dengan kebaikan, dia tidak melakukan kejelekan dan dia mengetahui bahwa itu adalah kejelekan, lalu dia meminta ampunan kepada Allah AzzaWaJalla, dan dia sadar bahwa tidak ada yang mengampuni selain Dia kecuali orang yang mukmin.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15606
قَالَ حَدَّثَنَا بَهْزٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ أَخْبَرَنِي يَعْلَى بْنُ عَطَاءٍ قَالَ سَمِعْتُ وَكِيعَ بْنَ حُدُسٍ يُحَدِّثُ عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ رُؤْيَا الْمُسْلِمِ جُزْءٌ مِنْ أَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنْ النُّبُوَّةِ وَهِيَ عَلَى رِجْلِ طَائِرٍ مَا لَمْ يُحَدِّثْ بِهَا فَإِذَا حَدَّثَ بِهَا وَقَعَتْ قَالَ أَظُنُّهُ قَالَ لَا يُحَدِّثُ بِهَا إِلَّا حَبِيبًا أَوْ لَبِيبًا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Bahz} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} berkata telah menghabarkan kepadaku {Ya’la bin ‘Atha`} berkata saya mendengar {Waki’ bin Hudus} dari {Pamannya, Abu Razin} Rasulullah saw. bersabda: “Mimpi seorang muslim adalah bagian dari empat puluh kenabian, dan hal itu merupakan sebuah misteri selama belum diceritakannya. Jika dia menceritakannya maka akan terjadi.” (Abu Razin) berkata setahu saya beliau mengatakan ‘Janganlah kamu menceritakannya kecuali kepada orang yang dia sukai atau kepada orang yang berakal.’
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15607
قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ وَابْنُ جَعْفَرٍ قَالَا حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَعْلَى بْنِ عَطَاءٍ عَنْ وَكِيعِ بْنِ حُدُسٍ عَنْ عَمِّهِ أَبِي رَزِينٍ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى فَقَالَ أَمَا مَرَرْتَ بِوَادٍ مُمْحِلٍ ثُمَّ مَرَرْتَ بِهِ خَصِيبًا قَالَ ابْنُ جَعْفَرٍ ثُمَّ تَمُرُّ بِهِ خَضِرًا قَالَ قُلْتُ بَلَى قَالَ كَذَلِكَ يُحْيِي اللَّهُ الْمَوْتَى
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman} dan {Ibnu Ja’far} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ya’la bin ‘Atha`} dari {Waki’ bin Hudus} dari {pamannya, Abu Razin} berkata saya berkata Wahai Rasulullah, bagaimana Allah menghidupkan orang yang mati?. Lalu beliau bersabda: “Apakah kalian pernah mengetahui suatu bukit yang tandus lalu kamu melewatinya sudah dalam keadaan subur?” Ibnu Ja’far berkata kemudian kamu melewatinya dalam keadaan hijau?. (Abu Razin) berkata saya berkata Ya. Beliau bersabda: “Begitulah Allah menghidupkan orang mati.”