Musnad Penduduk Madinah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15668

حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ الرِّشْكِ قَالَ شُعْبَةُ قَرَأْتُهُ عَلَيْهِ قَالَ سَمِعْتُ مُعَاذَةَ الْعَدَوِيَّةَ قَالَتْ سَمِعْتُ هِشَامَ بْنَ عَامِرٍ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ مُسْلِمًا فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ فَإِنْ كَانَ تَصَارَمَا فَوْقَ ثَلَاثٍ فَإِنَّهُمَا نَاكِبَانِ عَنْ الْحَقِّ مَا دَامَا عَلَى صُرَامِهِمَا وَأَوَّلُهُمَا فَيْئًا فَسَبْقُهُ بِالْفَيْءِ كَفَّارَتُهُ فَإِنْ سَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ وَرَدَّ عَلَيْهِ سَلَامَهُ رَدَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَرَدَّ عَلَى الْآخَرِ الشَّيْطَانُ فَإِنْ مَاتَا عَلَى صُرَامِهِمَا لَمْ يَجْتَمِعَا فِي الْجَنَّةِ أَبَدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh bin ‘Ubadah} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Yazid Ar-Risyk}. Syu’bah berkata saya membacakan di hadapannya, berkata saya mendengar {Mu’adzah Al ‘Adawiyah} berkata saya mendengar {Hisyam bin ‘Amir} berkata saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya semuslim lebih dari tiga malam, jika mereka berdua saling mendiamkan lebih dari tiga malam tersebut, keduanya jauh dari kebenaran selama mereka berdua masih mendiamkan. Jika salah satu di antaranya kembali sadar dari rasa marah, maka sadarnya tersebut sebagai penebus dosanya. Jika si ‘A’ memberi salam terhadap temannya si ‘B’ namun tidak diterima, padahal si ‘A’ masih mau menjawab salamnya, maka si ‘A’ akan dijawab oleh Malaikat, dan si ‘B’ yang mendiamkan akan dijawab oleh setan. Jika mereka berdua meninggal dalam keadaan saling mendiamkan, maka mereka berdua tidak akan berkumpul di surga selama-lamanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15669

قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ يَزِيدَ الرِّشْكِ عَنْ مُعَاذَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ أَنَّهُ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَحِلُّ لِمُسْلِمٍ أَنْ يَهْجُرَ مُسْلِمًا فَوْقَ ثَلَاثِ لَيَالٍ فَإِنَّهُمَا نَاكِبَانِ عَنْ الْحَقِّ مَا دَامَا عَلَى صُرَامِهِمَا وَأَوَّلُهُمَا فَيْئًا يَكُونُ سَبْقُهُ بِالْفَيْءِ كَفَّارَةً لَهُ وَإِنْ سَلَّمَ فَلَمْ يَقْبَلْ وَرَدَّ عَلَيْهِ سَلَامَهُ رَدَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ وَرَدَّ عَلَى الْآخَرِ الشَّيْطَانُ وَإِنْ مَاتَا عَلَى صُرَامِهِمَا لَمْ يَدْخُلَا الْجَنَّةَ جَمِيعًا أَبَدًا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Yazid Ar-Risyk} dari {Mu’adzah} dari {Hisyam bin ‘Amir} dia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan muslim yang lain lebih dari tiga malam. Sesungguhnya kedua-duanya jauh dari kebenaran selama mereka berdua masih saling mendiamkan. Yang pertama-tama insyaf di antara keduanya, maka kesegeraannya berinsyaf menjadi penebus dosanya. Jika si ‘A’ mengucapkan salam terhadap temannya si ‘B’, namun si ‘B’ tidak menerimanya padahal si’A’masih mau menjawab salamnya, maka salamnya akan dijawab oleh Malaikat, dan yang lain salamnya akan dijawab oleh setan. Jika mereka berdua meninggal dalam keadaan saling mendiamkan, niscaya mereka berdua tidak akan masuk surga selamanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15670

حَدَّثَنَا بَهْزٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ قَالَ حَدَّثَنَا حُمَيْدُ بْنُ هِلَالٍ قَالَ قَالَ هِشَامُ بْنُ عَامِرٍجَاءَتْ الْأَنْصَارُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ أُحُدٍ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَصَابَنَا قَرْحٌ وَجَهْدٌ فَكَيْفَ تَأْمُرُنَا قَالَ احْفِرُوا وَأَوْسِعُوا وَاجْعَلُوا الرَّجُلَيْنِ وَالثَّلَاثَةَ فِي الْقَبْرِ قَالُوا فَأَيُّهُمْ نُقَدِّمُ قَالَ أَكْثَرَهُمْ قُرْآنًاقَالَ فَقُدِّمَ أَبِي عَامِرٌ بَيْنَ يَدَيْ رَجُلٍ أَوْ اثْنَيْنِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Bahz} berkata telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Al Mughirah} berkata telah menceritakan kepada kami {Humaid bin Al Hilal} berkata {Hisyam bin ‘Amir} berkata orang Anshar datang menemui Rasulullah saw. Pada waktu Perang Uhud, lalu mereka berkata ‘Wahai Rasulullah, kami terkena luka-luka dan kepayahan yang sangat, apa yang anda perintahkan kepada kami!, (Rasulullah saw.) bersabda: “Galilah lubang untuk kalian dan perluaslah serta kuburkanlah dua orang atau tiga orang dalam satu liang” mereka bertanya, Wahai Rasulullah, siapa yang kami dahulukan? beliau bersabda: “Yang paling banyak hafal Al-Quran.” (Hisyam bin ‘Amir) berkata lalu kami mendahulukan Abu ‘Amir sebelum seorangpun atau yang lainnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15671

قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ رَأْسَ الدَّجَّالِ مِنْ وَرَائِهِ حُبُكٌ حُبُكٌ فَمَنْ قَالَ أَنْتَ رَبِّي افْتُتِنَ وَمَنْ قَالَ كَذَبْتَ رَبِّي اللَّهُ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ فَلَا يَضُرُّهُ أَوْ قَالَ فَلَا فِتْنَةَ عَلَيْهِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Hisyam bin ‘Amir} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Rambut kepala Dajjal adalah keriting apabila terlihat dari belakang, maka barang siapa yang berkata ‘Kamu adalah tuhanku’, maka dia terfitnah olehnya, tetapi barangsiapa yang berkata ‘Engkau telah berdusta, Rabku adalah Allah, saya bertawakkal kepada-Nya, maka (Dajjal) tidak dapat memberikan bahayanya atau ia berkata dengan redaksi ‘dia tidak terkena fitnah olehnya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15672

قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ قَالَ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ قَالَ أَخْبَرَنَا هِشَامُ بْنُ عَامِرٍ قَالَقُتِلَ أَبِي يَوْمَ أُحُدٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ احْفِرُوا وَوَسِّعُوا وَأَحْسِنُوا وَادْفِنُوا الِاثْنَيْنِ وَالثَّلَاثَةَ فِي الْقَبْرِ وَقَدِّمُوا أَكْثَرَهُمْ قُرْآنًافَكَانَ أَبِي ثَالِثَ ثَلَاثَةٍ وَكَانَ أَكْثَرَهُمْ قُرْآنًا فَقُدِّمَ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menghabarkan kepada kami {Abdurrazzaq} berkata telah menceritakan kepada kami {Ma’mar} dari {Ayyub} dari {Humaid bin Al Hilal} berkata telah menghabarkan kepada kami {Hisyam bin ‘Amir} berkata Bapakku tewas dalam Perang Uhud, lalu Nabi saw. bersabda: “Galilah, perluaslah, perbaguslah, kuburkanlah dua atau tiga orang dalam satu liang. Dahulukanlah orang yang paling banyak hapalan Al-Qurannya” bapakku adalah jenazah ketiga yang datang terakhir kali, hanya dia orang yang paling banyak hapalannya maka didahulukan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15673

قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ حُمَيْدٍ عَنْ أَبِي الدَّهْمَاءِ عَنْ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ قَالَشَكَوْا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا بِهِمْ مِنْ الْقَرْحِ فَقَالَ احْفِرُوا وَأَحْسِنُوا وَأَوْسِعُوا وَادْفِنُوا الِاثْنَيْنِ وَالثَّلَاثَةَ فِي الْقَبْرِ وَقَدِّمُوا أَكْثَرَهُمْ قُرْآنًافَمَاتَ أَبِي فَقُدِّمَ بَيْنَ يَدَيْ رَجُلَيْنِ حَدَّثَنَا وَهْبُ بْنُ جَرِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي قَالَ سَمِعْتُ حُمَيْدَ بْنَ هِلَالٍ يُحَدِّثُ عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ قَالَ لَمَّا كَانَ يَوْمُ أُحُدٍ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ سَمِعْتُ جَرِيرَ بْنَ حَازِمٍ يُحَدِّثُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ وَزَادَ فِيهِ عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ وَزَادَ فِيهِ وَأَعْمِقُوا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Abdusshomad} berkata telah menceritakan kepada kami {bapakku} telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Humaid} dari {Abu Ad-Dahma’} dari {Hisyam bin ‘Amir} berkata mereka mengadu kepada Nabi saw. kesusahan yang menimpa mereka. Lalu (Rasulullah saw.) bersabda: “Galilah, perbaguslah, perluaslah dan kuburkanlah dua atau tiga orang dalam setiap lubang. Dahulukanlah orang yang paling banyak hapalan Al-Qurannya” lalu bapakku termasuk yang meninggal lalu di dahulukan daripada yang lainnya. Telah menceritakan kepada kami {Wahab bin Jarir} berkata telah menceritakan kepada kami {bapakku} berkata saya mendengar {Humaid bin Hilal} menceritakan dari {Sa’ad bin Hisyam} dari {Bapaknya, Hisyam bin ‘Amir} berkata pada saat Perang Uhud, lalu menyebutkan haditsnya, secara lengkap. (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {‘Affan} berkata saya mendengar {Jarir bin Hazim} menceritakan hadits ini, dari {Humaid bin Hilal} dan menambahkan di dalamnya dari {Sa’ad bin Hisyam} dengan tambahan, dan perdalamlah.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15674

قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ حُمَيْدٍ يَعْنِي ابْنَ هِلَالٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ الْأَنْصَارِيِّ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا بَيْنَ خَلْقِ آدَمَ إِلَى أَنْ تَقُومَ السَّاعَةُ فِتْنَةٌ أَكْبَرُ مِنْ فِتْنَةِ الدَّجَّالِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Husain bin Muhammad} berkata telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Al Mughirah} dari {Humaid} yaitu Ibnu Hilal, dari {Hisyam bin ‘Amir Al Anshori} berkata saya mendengar Nabi saw. bersabda: “Tidak ada urusan sejak diciptakannya Adam sampai Hari Kiamat yang lebih besar daripada Dajjal.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15675

قَالَ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ قَالَقَدِمَ هِشَامُ بْنُ عَامِرٍ الْبَصْرَةَ فَوَجَدَهُمْ يَتَبَايَعُونَ الذَّهَبَ فِي أُعْطِيَاتِهِمْ فَقَامَ فَقَالَ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ بَيْعِ الذَّهَبِ بِالْوَرِقِ نَسِيئَةً وَأَخْبَرَنَا أَوْ قَالَ إِنَّ ذَلِكَ هُوَ الرِّبَا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Zaid, dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} berkata {Hisyam bin ‘Amir} datang ke Basrah, lalu mendapati mereka saling berjual beli emas dalam tempat pertukaran mereka, lalu dia berdiri dan berkata Rasulullah saw. melarang juAl beli emas dengan uang secara kredit, dan telah mengabarkan kepada kami atau berkata itu adalah riba.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15676

قَالَ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ حُمَيْدِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ أَبِي الدَّهْمَاءِ عَنْ هِشَامِ بْنِ عَامِرٍ قَالَإِنَّكُمْ لَتُجَاوِزُونَ إِلَى رَهْطٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا كَانُوا أَحْصَى وَلَا أَحْفَظَ لِحَدِيثِهِ مِنِّي وَإِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا بَيْنَ آدَمَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ أَمْرٌ أَكْبَرُ مِنْ الدَّجَّالِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Abdul Malik} berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Zaid dari {Ayyub} dari {Humaid bin Hilal} dari {Abu Ad-Dahma`} dari {Hisyam bin ‘Amir} berkata kalian akan melewati beberapa orang dari sahabat Nabi saw., yang mereka lebih hafal dan lebih menjaga haditsnya dari padaku dan saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tidak ada perkara sejak diciptakannya Adam sampai Hari Kiamat yang lebih besar daripada Dajjal.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15677

قَالَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُصَيْفَةَ أَنَّ عَمْرَو بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ السُّلَمِيَّ أَخْبَرَهُ أَنَّ نَافِعَ بْنَ جُبَيْرٍ أَخْبَرَهُأَنَّ عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عُثْمَانُ وَبِي وَجَعٌ قَدْ كَادَ يُهْلِكُنِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمْسِكْ بِيَمِينِكَ سَبْعَ مَرَّاتٍ وَقُلْ أَعُوذُ بِعِزَّةِ اللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُقَالَ فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَ اللَّهُ مَا كَانَ بِي فَلَمْ أَزَلْ آمُرُ بِهِ أَهْلِي وَغَيْرَهُمْ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Rouh} berkata telah menceritakan kepada kami {Malik bin Anas} dari {Yazid bin Khushaifah} {‘Amr bin Abdullah bin Ka’ab As-Sulami} menghabarinya {Nafi’ bin Jubair} menghabarinya, {‘Utsman bin Abu Al ‘Ash} mendatangi Rasulullah saw. ‘Utsman berkata Aku merasakan sakit yang sangat sehingga aku hampir meninggal olehnya, lalu Rasulullah saw. bersabda: “Peganglah daerah yang sakit itu dengan tangan kananmu sebanyak tujuh kali dengan berdoa, ‘AUDZU BI IZZATILLAH WA QUDRATIHI MIN SYARRI MA AJIDU (Aku berlindung dari kemuliaan Allah dan Segala kemampuAn Nya, dari segala keburukan yang menimpaku) lalu saya melakukan hal itu sehingga Allah menghilangkan rasa sakit yang aku derita, sehingga aku menyuruh keluargaku dan orang lain untuk mempraktekkan doa tersebut