Musnad Penduduk Madinah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15698
حَدَّثَنَا مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا رَأَيْتُمْ الْهِلَالَ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَأَتِمُّوا الْعِدَّةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} berkata telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Jabir} dari {Qais bin Thalq} dari {bapaknya} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Jika kalian melihat Hilal, maka berpuasalah. Jika kalian melihatnya lagi maka berbukalah. Jika ada mendung pada kalian maka sempurnakanlah hitungan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15699
قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ النُّعْمَانِ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيْسَ الْفَجْرُ الْمُسْتَطِيلَ فِي الْأُفُقِ وَلَكِنَّهُ الْمُعْتَرِضُ الْأَحْمَرُ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Musa} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Jabir} dari {Abdullah bin An Nu’man} dari {Qais bin Thalq} dari {bapaknya} Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: “Bukanlah dianggap fajar yang memanjang di ufuk tapi fajar adalah yang membentang merah dan cerah.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15700
قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَكُنْتُ جَالِسًا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَهُ رَجُلٌ فَقَالَ مَسِسْتُ ذَكَرِي أَوْ الرَّجُلُ يَمَسُّ ذَكَرَهُ فِي الصَّلَاةِ عَلَيْهِ الْوُضُوءُ قَالَ لَا إِنَّمَا هُوَ مِنْكَ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Musa bin Daud} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Jabir} dari {Qais bin Thalq} dari {bapaknya} berkata Aku sedang duduk bersama Nabi saw., lalu ada seorang laki-laki bertanya beliau dengan berkata “Aku telah memegang kemaluanku” ataupun ada seorang laki-laki yang memegang kemaluannya dalam shalat, apakah wajib baginya untuk berwudhu? Beliau bersabda: “Tidak, karena itu (kemaluan, pent) adalah bagian dari anggota tubuhmu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15701
قَالَ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَدْرٍ عَنْ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَوَفَدْنَا عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا وَدَّعَنَا أَمَرَنِي فَأَتَيْتُهُ بِإِدَاوَةٍ مِنْ مَاءٍ فَحَثَا مِنْهَا ثُمَّ مَجَّ فِيهَا ثَلَاثًا ثُمَّ أَوْكَأَهَا ثُمَّ قَالَ اذْهَبْ بِهَا فَانْضَحْ مَسْجِدَ قَوْمِكَ وَأْمُرْهُمْ يَرْفَعُوا بِرُءُوسِهِمْ أَنْ رَفَعَهَا اللَّهُ قُلْتُ إِنَّ الْأَرْضَ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ بَعِيدَةٌ وَإِنَّهَا تَيْبَسُ قَالَ فَإِذَا يَبِسَتْ فَمُدَّهَا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {Musa bin Daud} telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Jabir} dari {Abdullah bin Badr} dari {Thalq bin ‘Ali} berkata, kami menjadi utusan untuk menemui Nabi saw. Tatkala beliau hendak meninggalkan kami, beliau menyuruhku suatu urusan. Lalu saya membawa bejana yang berisi air, beliau mengambil dengan kedua telapak tangannya, lalu mengeluarkan dari mulutnya tiga kali, mengikatnya kembali lalu bersabda: “Bawalah ini dan basahilah masjid kaummu dan perintahkan mereka untuk mengangkat kepala mereka, niscaya Allah akan mengangkatnya. Saya berkata, bumi antara tempat anda dengan kami sangat jauh dan tanah itu sangat kering. (Rasulullah) bersabda: “Jika telah kering maka panjangkanlah!”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15702
قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَعَلَ هَذِهِ الْأَهِلَّةَ مَوَاقِيتَ لِلنَّاسِ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَتِمُّوا الْعِدَّةَ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin ‘Isa} telah mengabarkan kepada kami {Muhammad bin Jabir} dari {Qais bin Thalq} dari {bapaknya} berkata, Rasulullahi saw. bersabda: ” Allah AzzaWaJalla menjadikan ahillah (bulan sabit pada awal bulan) ini sebagai patokan waktu bagi manusia. Berpuasalah jika kalian melihatnya dan berbukalah jika kalian melihatnya, jika terjadi mendung maka sempurnakanlah hitungan tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15703
حَدَّثَنَا قُرَّانُ بْنُ تَمَّامٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جَابِرٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَتَوَضَّأُ أَحَدُنَا إِذَا مَسَّ ذَكَرَهُ فِي الصَّلَاةِ قَالَ هَلْ هُوَ إِلَّا مِنْكَ أَوْ بَضْعَةٌ مِنْكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qurrab bin Tamam} dari {Muhammad bin Jabir} dari {Qais bin Thalq} dari {bapaknya} berkata, ada seorang laki-laki yang berkata, Wahai Rasulullah, jika salah seorang dari kita memegang kemaluannya ketika shalat, apa harus berwudhu?. (Rasulullahi saw.) bersabda: “Itu hanya potongan dari tubuhmu atau secuil daging darimu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15704
قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا مُلَازِمُ بْنُ عَمْرٍو السُّحَيْمِيُّ حَدَّثَنَا جَدِّي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَدْرٍ قَالَ وَحَدَّثَنِي سِرَاجُ بْنُ عُقْبَةَ أَنَّ قَيْسَ بْنَ طَلْقٍ حَدَّثَهُمَا أَنَّ أَبَاهُ طَلْقَ بْنَ عَلِيٍّأَتَانَا فِي رَمَضَانَ وَكَانَ عِنْدَنَا حَتَّى أَمْسَى فَصَلَّى بِنَا الْقِيَامَ فِي رَمَضَانَ وَأَوْتَرَ بِنَا ثُمَّ انْحَدَرَ إِلَى مَسْجِدِ رَيْمَانَ فَصَلَّى بِهِمْ حَتَّى بَقِيَ الْوَتْرُ فَقَدَّمَ رَجُلًا فَأَوْتَرَ بِهِمْ وَقَالَ سَمِعْتُ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا وِتْرَانِ فِي لَيْلَةٍ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Mulazim bin ‘Amr As Suhaimi} telah menceritakan kepada kami {kakekku, Abdullah bin Badr}, berkata, telah menceritakan kepadaku {Siraj bin ‘Uqbah} {Qais bin Thalq} menceritakan keduanya, {bapaknya, Talq bin ‘Ali} mendatangi kami pada bulan Ramadlan. Dia menetap pada kami sampai sore, lalu beliau shalat bersama kami pada bulan Ramadlan dan melakukan shalat witir bersama kami, lalu bubar dan bersegera menuju masjid Raiman lalu shalat bersama mereka hingga hanya tersisa witir. Lalu menyuruh seorang laki-laki untuk maju dan memimpin shalat yang tersisa. Dan berkata, saya mendengar Nabiyullah bersabda: “Tidak ada dua witir dalam satu malam.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15705
قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ وَحَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَبْلَ أَنْ يُمْتَحَنَ عَنْ مُلَازِمِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنِي هَوْذَةُ بْنُ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَلِّمُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ يَسَارِهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ الْأَيْسَرِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdushshamad} dan telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Abdullah} sebelum diuji, dari {Mulazim bin ‘Amr} berkata, telah menceritakan kepadaku {Haudzah bin Qais bin Thalq} dari bapaknya {Qais bin Thalq} dari {Bapaknya} berkata, Rasulullah saw. melakukan salam (dalam shalat, pent) menghadap kanan dan kiri sehingga terlihat putihnya pipi beliau yang kiri.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15706
قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا مُلَازِمٌ قَالَ حَدَّثَنَا سِرَاجُ بْنُ عُقْبَةَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَدْرٍ وَحَدَّثَنَا يُونُسُ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَيُّوبُ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَجِئْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابُهُ يَبْنُونَ الْمَسْجِدَ قَالَ فَكَأَنَّهُ لَمْ يُعْجِبْهُ عَمَلُهُمْ قَالَ فَأَخَذْتُ الْمِسْحَاةَ فَخَلَطْتُ بِهَا الطِّينَ فَكَأَنَّهُ أَعْجَبَهُ أَخْذِي الْمِسْحَاةَ وَعَمَلِي فَقَالَ دَعُوا الْحَنَفِيَّ وَالطِّينَ فَإِنَّهُ أَضْبَطُكُمْ لِلطِّينِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdushshamad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Mulazim} berkata, telah menceritakan kepada kami {Siraj bin ‘Uqbah} dan {Abdullah bin Badr} dan telah menceritakan kepada kami {Yunus bin Muhammad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ayyub} dari {Qais bin Thalq} dari {bapaknya} berkata, Aku menemui Rasulullah saw. ketika para sahabat membangun masjid. (Thalqin) berkata, “Seakan-akan pekerjaan para sahabat tidak memuaskan bagi Rasulullahi saw.”. (Thalqin) berkata, Kontan saya mengambil sekop untuk mengaduk-aduk tanah, ternyata hal tersebut membuat beliau puas. Lalu beliau bersabda: “Biarkanlah Air kran itu bercampur pasir, karena yang demikian membuat pasir lebih kuat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15707
قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنَا مُلَازِمُ بْنُ عَمْرٍو السُّحَيْمِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا سِرَاجُ بْنُ عُقْبَةَ عَنْ عَمَّتِهِ خَلْدَةَ بِنْتِ طَلْقٍ قَالَتْ حَدَّثَنَي أَبِي طَلْقٌ أَنَّهُكَانَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَالِسًا فَجَاءَ صَحَّارُ عَبْدِ الْقَيْسِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا تَرَى فِي شَرَابٍ نَصْنَعُهُ بِأَرْضِنَا مِنْ ثِمَارِنَا فَأَعْرَضَ عَنْهُ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى سَأَلَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ حَتَّى قَامَ فَصَلَّى فَلَمَّا قَضَى صَلَاتَهُ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ سَائِلٌ عَنْ الْمُسْكِرِ لَا تَشْرَبُهُ وَلَا تَسْقِيهِ أَخَاكَ الْمُسْلِمَ فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ أَوْ كَالَّذِي يُحْلَفُ بِهِ لَا يَشْرَبُهُ رَجُلٌ ابْتِغَاءَ لَذَّةِ سُكْرِهِ فَيَسْقِيَهُ اللَّهُ الْخَمْرَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdushshamad} berkata, telah menceritakan kepada kami {Mulazim bin ‘Amr As Suhaimi} berkata, telah menceritakan kepada kami {Siraj bin ‘Uqbah} dari {bibiknya, Khaldah bin Thalq} berkata, telah menceritakan kepadaku {bapakku} Thalq, dia duduk di samping Rasulullahi saw. lalu Shahhar bin Abdul Qais datang dan berkata, Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapat anda terhadap suatu minuman yang kami buat dari buah-buahan tanah kami? (minuman yang memabukkan, pent) Maka Nabiyullah saw. berpaling darinya, sampai dia memintanya tiga kali. Lalu beliau berdiri dan melaksanakan shalat, selesai beliau melaksanakan shalat, beliau bersabda: “Siapa orang bertanya tentang masalah minuman yang memabukkan?, Janganlah kamu meminumnya dan jangan kamu memberi minuman itu kepada saudaramu semuslim, Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya (atau sebagaimana beliau bersumpah denganya), tidaklah seorang laki-laki yang menahan untuk meminum kelezatan arak kecuali Allah pasti akan menggantinya dengan arak di Hari Kiamat.”