Musnad Penduduk Madinah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15708
قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ وَسُرَيْجٌ قَالَا حَدَّثَنَا مُلَازِمُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَدْرٍ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَلِيٍّ حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَاهُ عَلِيَّ بْنَ شَيْبَانَ حَدَّثَهُأَنَّهُ خَرَجَ وَافِدًا إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَصَلَّيْنَا خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَحَ بِمُؤْخِرِ عَيْنَيْهِ إِلَى رَجُلٍ لَا يُقِيمُ صُلْبَهُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ فَلَمَّا انْصَرَفَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَا مَعْشَرَ الْمُسْلِمِينَ إِنَّهُ لَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا يُقِيمُ صُلْبَهُ فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ قَالَ وَرَأَى رَجُلًا يُصَلِّي خَلْفَ الصَّفِّ فَوَقَفَ حَتَّى انْصَرَفَ الرَّجُلُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَقْبِلْ صَلَاتَكَ فَلَا صَلَاةَ لِرَجُلٍ فَرْدٍ خَلْفَ الصَّفِّ قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ فَرْدًا خَلْفَ الصَّفِّحَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ الشَّقَرِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي عَمْرُو بْنُ جَابِرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَدْرٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَلِيِّ بْنِ شَيْبَانَ عَنْ أَبِيهِ فَذَكَرَهُ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا أَيُّوبُ بْنُ عُتْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَدْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَلِيِّ بْنِ شَيْبَانَ السُّحَيْمِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي فَذَكَرَهُ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdushshamad} dan {Suraij} berkata, telah menceritakan kepada kami {Mulazim bin ‘Amr} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Badr} {Abdurrahman bin ‘Ali} menceritakannya, {bapaknya, ‘Ali bin Syaiban} menceritakannya, dia berangkat sebagai utusan untuk menemui Rasulullahi saw. Dia berkata, Kami shalat di belakang Nabi saw., dengan kedua matanya secara selintas beliau melihat seorang laki-laki yang tidak menyempurnakan tulang punggungnya waktu ruku’ dan sujud. Ketika Rasulullahi saw. selesai shalat, bersabda: “Wahai kaum muslimin, tidak sah shalat bagi seseorang yang tidak menyempurnakan tulang punggungnya waktu ruku’ dan sujud”, lalu (‘Ali bin Syaiban) berkata, (Rasulullahi saw.) melihat seorang laki-laki shalat di belakang shaf dan berdiri sendiri sampai shalat selesai, maka Rasulullah saw. bersabda: “Ulangilah shalatmu, karena tidak sah shalat seseorang yang berdiri di belakang shaf sendirian.” Abdushshamad berkata dengan redaksi ‘Secara sendirian di belakang shaf.’ Telah menceritakan kepada kami {Abdushamad} berkata, telah menceritakan kepadaku {bapakku} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abu Abdullah Asy-Syaqary} berkata, telah menceritakan kepadaku {‘Amr bin Jabir bin Abdullah bin Badr} dari {Abdurrahman} dari {‘Ali bin Syaiban} dari bapaknya yang dia menyebutkan haditsnya. Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Ayyub bin ‘Utbah} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Badr} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abdurrahman bin ‘Ali bin Syaiban Asy-Suhaimi} berkata, telah menceritakan kepadaku {bapakku} lalu dia menyebutkan hadits secara lengkap.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15709
قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنِي مُلَازِمُ بْنُ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ بَدْرٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ طَلْقِ بْنِ عَلِيٍّ قَالَ قَالَلَدَغَتْنِي عَقْرَبٌ عِنْدَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَقَانِي وَمَسَحَهَا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Abdullah} berkata, telah menceritakan kepadaku {Mulazim bin ‘Amr} berkata, telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Badr} dari {Qais bin Thalq} dari {bapaknya, Talq bin ‘Ali} berkata, saya disengat kalajengking di sisi Nabiyullah saw., lalu beliau membacakanku dengan dengan doa dan mengusapnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15710
قَالَ حَدَّثَنَا رَوْحٌ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ وَعَبْدُ الْوَهَّابِ قَالَ أَخْبَرَنَا سَعِيدٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْحَسَنِ عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ سَرِيعٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ سَرِيَّةً يَوْمَ حُنَيْنٍ قَالَ رَوْحٌ فَأَتَوْا حَيًّا مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِنْ نَسَمَةٍ تُولَدُ إِلَّا عَلَى الْفِطْرَةِ حَتَّى يُعْرِبَ عَنْهَا لِسَانُهَا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {Rauh} berkata, telah menceritakan kepada kami {Sa’id} dan {Abdul Wahab} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Sa’id} dari {Qatadah} dari {Al Hasan} dari {Al Aswad bin Sari’} Rasulullahi saw. mengutus satuan kelompok perang pada Peristiwa Hunain. {Rauh} berkata, lalu mereka mendatangi salah satu desa yang ada di pedalaman Arab, lalu menyebutkan hadis secara lengkap. Beliau bersabda: “Demi yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, tidaklah ada jiwa yang dilahirkan kecuali pasti dalam keadaan fitrah sehingga lidahnya yang akan mengikrarkannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15711
قَالَ حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ مُوسَى حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ زَيْدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرَةَ عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ سَرِيعٍ قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي قَدْ مَدَحْتُ اللَّهَ بِمَدْحَةٍ وَمَدَحْتُكَ بِأُخْرَى فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَاتِ وَابْدَأْ بِمَدْحَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {Hasan bin Musa} telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} dari {‘Ali bin Zaid} dari {Abdurrahman bin Abu Bakrah} dari {Aswad bin Sari’} berkata, saya berkata, Wahai Rasulullah, saya telah memuji Allah dengan suatu pujian dan memuji anda dengan pujian yang lain. Lalu Nabi saw. bersabda: “Lakukanlah dan mulailah dengan memuji Allah AzzaWaJalla.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15712
قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ قَتَادَةَ عَنِ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ عَنِ الْأَسْوَدِ بْنِ سَرِيعٍأَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَرْبَعَةٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ رَجُلٌ أَصَمُّ لَا يَسْمَعُ شَيْئًا وَرَجُلٌ أَحْمَقُ وَرَجُلٌ هَرَمٌ وَرَجُلٌ مَاتَ فِي فَتْرَةٍ فَأَمَّا الْأَصَمُّ فَيَقُولُ رَبِّ لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَمَا أَسْمَعُ شَيْئًا وَأَمَّا الْأَحْمَقُ فَيَقُولُ رَبِّ لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَالصِّبْيَانُ يَحْذِفُونِي بِالْبَعْرِ وَأَمَّا الْهَرَمُ فَيَقُولُ رَبِّي لَقَدْ جَاءَ الْإِسْلَامُ وَمَا أَعْقِلُ شَيْئًا وَأَمَّا الَّذِي مَاتَ فِي الْفَتْرَةِ فَيَقُولُ رَبِّ مَا أَتَانِي لَكَ رَسُولٌ فَيَأْخُذُ مَوَاثِيقَهُمْ لَيُطِيعُنَّهُ فَيُرْسِلُ إِلَيْهِمْ أَنْ ادْخُلُوا النَّارَ قَالَ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ دَخَلُوهَا لَكَانَتْ عَلَيْهِمْ بَرْدًا وَسَلَامًاقَالَ حَدَّثَنَا عَلِيٌّ حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنِ الْحَسَنِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ مِثْلَ هَذَا غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ فِي آخِرِهِ فَمَنْ دَخَلَهَا كَانَتْ عَلَيْهِ بَرْدًا وَسَلَامًا وَمَنْ لَمْ يَدْخُلْهَا يُسْحَبُ إِلَيْهَا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Abdullah} telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Hisyam} berkata, telah menceritakan kepadaku {bapakku} dari {Qatadah} dari {Ahnaf bin Qais} dari {Aswad bin Sari’} Sesungguhnya Nabiyullah saw. bersabda: “Ada empat jenis orang di hari kiamat nanti: Seorang laki-laki tuli yang tidak mendengar apapun, seorang laki-laki bodoh, seorang laki-laki yang pikun, dan seorang laki-laki yang mati dalam masa-masa kevakuman (ajaran agama atau risalah kenabian tidak sempat menjumpai dirinya). Orang tuli tersebut menyampaikan alasannya, ‘Wahai Rabku, telah datang Islam hanya aku tidak mendengar apapun tentang hal itu’. Adapun orang yang bodoh beralasan, ‘Wahai Rabku, Islam telah datang, hanya anak-anak melempariku dengan kotoran unta’. Adapun yang pikun berkata, ‘Wahai Rabku, telah datang Islam hanya aku tidak bisa berfikir sama sekali’. Adapun orang yang mati dalam masa-masa kevakuman berkata, ‘Wahai Rabku, para utusan-Mu tidak mendatangiku dan mengambil janji orang-orang untuk taat kepadanya. Lantas Allah mengutus para malaikatnya untuk mengatakan ‘Masuklah kalian ke dalam neraka’. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, kalaulah mereka memasuki api tersebut, api itu akan menjadi dingin dan menyelamatkan mereka”. (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Ali} telah menceritakan kepada kami {Mu’adz bin Hisyam} berkata, telah menceritakan kepadaku {bapakku} dari {Al Hasan} dari {Abu Rafi’} dari {Abu Hurairah} sepereti di atas, kecuali dalam perkataan yang terakhirnya, ‘Barangsiapa memasuki api tersebut, api tersebut akan menjadi dingin dan menyelamatkan, dan barangsiapa tidak memasukinya, ia justru diseret untuk memasukinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15713
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا السَّرِيُّ بْنُ يَحْيَى حَدَّثَنَا الْحَسَنُ عَنْ الْأَسْوَدِ بْنِ سَرِيعٍ وَكَانَ رَجُلًا مِنْ بَنِي سَعْدٍ قَالَ وَكَانَ أَوَّلَ مَنْ قَصَّ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي الْمَسْجِدَ الْجَامِعَ قَالَغَزَوْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعَ غَزَوَاتٍ قَالَ فَتَنَاوَلَ قَوْمٌ الذُّرِّيَّةَ بَعْدَمَا قَتَلُوا الْمُقَاتِلَةَ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَلَا مَا بَالُ أَقْوَامٍ قَتَلُوا الْمُقَاتِلَةَ حَتَّى تَنَاوَلُوا الذُّرِّيَّةَ قَالَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوَلَيْسَ أَبْنَاءُ الْمُشْرِكِينَ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ خِيَارَكُمْ أَبْنَاءُ الْمُشْرِكِينَ إِنَّهَا لَيْسَتْ نَسَمَةٌ تُولَدُ إِلَّا وُلِدَتْ عَلَى الْفِطْرَةِ فَمَا تَزَالُ عَلَيْهَا حَتَّى يُبِينَ عَنْهَا لِسَانُهَا فَأَبَوَاهَا يُهَوِّدَانِهَا أَوْ يُنَصِّرَانِهَاقَالَ وَأَخْفَاهَا الْحَسَنُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata, telah menceritakan kepada kami {As Sari bin Yahya} telah menceritakan kepada kami {Al Hasan} dari {Al Aswad bin Sari’} dia adalah seorang laki-laki dari Bani Saad berkata, dan dia adalah orang yang pertama kali menceritakan Masjid Jami’ ini, ia berkata, saya berperang bersama Rasulullahi saw. sebanyak empat kali peperangan. (Al Aswad bin Sari’) berkata, lalu orang-orang menyerang anak-anak dan para wanita (rakyat sipil) setelah membunuh prajurit musuh. Kasus ini sampai kepada Rasulullahi saw., lalu beliau bersabda: “Atas dasar apa suatu kaum membunuh para prajurit hingga juga mereka bunuh rakyat sipil (anak-anak dan para wanita)?” (Al Aswad bin Sari’) berkata, lalu ada seorang laki-laki yang berkata, Wahai Rasulullah, bukankan mereka adalah anak-anak orang musyrik? (Al Aswad bin Sari’) berkata, lalu Rasulullahi saw. bersabda: “Apa alasan kalian hanya karena mereka adalah anak orang musyrik, tidak ada jiwa yang lahir yang dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah, dan akan tetap seperti itu sampai lidahnya mengikrarkannya. Lalu kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan dia Yahudi atau menjadikan Nasrani” (Al Aswad bin Sari’) berkata, Al Hasan menyembunyikannya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15714
حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ شُعْبَةَ وَبَهْزٌ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ شُعْبَةُ قَالَ قَتَادَةُ أَخْبَرَنِي قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفًا عَنْ أَبِيهِعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَوْمِ الدَّهْرِ قَالَ مَا صَامَ وَمَا أَفْطَرَ أَوْ لَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ وَقَالَ بَهْزٌ فِي حَدِيثِهِ لَا صَامَ وَلَا أَفْطَرَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Syu’bah} dan {Bahz} Nabi saw. telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Qatadah} dari {Mutharrif} dari {bapaknya} dari Nabi saw. Syu’bah berkata, Qatadah berkata, telah mengabarkan kepadaku, berkata, saya telah mendengar Mutharrif dari Bapaknya dari Nabi saw. tentang puasa dahr (puasa sepanjang masa, pent). (Rasulullahi saw.) bersabda: “Orang itu dianggap tidak berpuasa juga tidak berbuka.” Bahz berkata dalam hadisnya dengan redaksi ‘Tidak berpuasa juga tidak berbuka.’
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15715
قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ مُطَرِّفِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَجُلًا انْتَهَى إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ وَقَالَ وَكِيعٌ مَرَّةً انْتَهَى إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقْرَأُ{ أَلْهَاكُمْ التَّكَاثُرُ حَتَّى زُرْتُمْ الْمَقَابِرَ }قَالَ يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي وَهَلْ لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {Waki’} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Qatadah} dari {Mutharrif bin Abdullah} dari {bapaknya}, ada seorang laki-laki yang menemui Rasulullahi saw. lalu berkata. –Sedang Waki’ berkata dengan redaksi menemui Nabi saw. bukan Rasulullah–, dan beliau membaca, ALHAAKUMUT TAKAATSUR HATTAA ZURTUMUL MAQAABIR, ‘Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu, Sampai kamu masuk ke dalam kubur’ Lalu beliau bersabda: “Anak Adam berkata, ‘aduhai hartaku, aduhai hartaku’, padahal tidak ada harta yang menjadi milikmu melainkan yang kau makan lantas menjadi musnah, atau apa yang kamu pakai lalu menjadi kusut atau yang kamu sedekahkan lalu harta tersebut habis.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15716
قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ وَحَجَّاجٌ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَانْتَهَيْتُ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ يَقُولُ أَلْهَاكُمْ التَّكَاثُرُ يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِي مَالِي وَمَا لَكَ مِنْ مَالِكَ إِلَّا مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dan {Hajjaj} berkata, telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} berkata, saya telah mendengar {Qatadah} menceritakan dari {Mutharrif} dari {Bapaknya} berkata, saya menemui Rasulullahi saw., waktu itu beliau sedang membaca ALHAKUMUT TAKATSUR, ‘Bermegah-megahan Telah melalaikan kamu’, Anak Adam berkata, ‘Aduhai hartaku, aduhai hartaku’, padahal tidak ada harta yang menjadi milikmu kecuali yang kamu makan lalu menjadi musnah, atau yang kamu pakai lalu menjadi kusut atau yang kamu sedekahkan lalu harta tersebut di beri pahala atasnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15717
حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ مُطَرِّفَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الشِّخِّيرِ يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ قَالَجَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَنْتَ سَيِّدُ قُرَيْشٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ السَّيِّدُ اللَّهُ قَالَ أَنْتَ أَفْضَلُهَا فِيهَا قَوْلًا وَأَعْظَمُهَا فِيهَا طَوْلًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَقُلْ أَحَدُكُمْ بِقَوْلِهِ وَلَا يَسْتَجِرُّهُ الشَّيْطَانُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} telah menceritakan kepadaku {Syu’bah} berkata, saya telah mendengar {Qatadah} berkata, saya telah mendengar {Mutharrif bin Abdullah bin Asy-Syikhir} menceritakan dari {Bapaknya} berkata, Datang seorang laki-laki kepada Nabi saw. lalu berkata ‘Engkaulah tuan Quraisy, Lalu Nabi saw. bersabda: “Sesungguhnya hakekat Tuan adalah Allah” lalu laki-laki tersebut berkata, “engkau adalah oang yang paling utama perkataannya di antara mereka dan yang paling agung kemampuannya” Rasulullahi saw. bersabda: “Hendaklah kalian hati-hati dalam perkataannya (berkata sewajarnya dengan tidak berlebihan), jangan sampai disesatkan oleh setan.”