Musnad Penduduk Madinah

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15768

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ حَفْصٍ عَنِ ابْنِ شِهَابٍ عَنِ ابْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِي طَلْحَةَ قَالَ شُعْبَةُ وَأُرَاهُ ذَكَرَهُعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ تَوَضَّئُوا مِمَّا أَنْضَجَتْ النَّارُ
Terjemahan: telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} berkata, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Abu Bakr bin Hafs} dari {Ibnu Syihab} dari {Ibnu Abu Thalhah} dari {Abu Thalhah} {Syu’bah} berkata, dan diriwayatkan dia menyebutkan dari Rasulullahi saw. bersabda: “Berwudhulah dari apa yang dimasak dengan api”.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15769

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ سُلَيْمَانَ مَوْلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِيهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ ذَاتَ يَوْمٍ وَالسُّرُورُ يُرَى فِي وَجْهِهِ فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَنَرَى السُّرُورَ فِي وَجْهِكَ فَقَالَ إِنَّهُ أَتَانِي مَلَكٌ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَمَا يُرْضِيكَ أَنَّ رَبَّكَ عَزَّ وَجَلَّ يَقُولُ إِنَّهُ لَا يُصَلِّي عَلَيْكَ أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِكَ إِلَّا صَلَّيْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا وَلَا يُسَلِّمُ عَلَيْكَ أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِكَ إِلَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا قَالَ بَلَىحَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ قَالَ قَدِمَ عَلَيْنَا سُلَيْمَانُ مَوْلَى الْحَسَنِ بْنِ عَلِيٍّ زَمَنَ الْحَجَّاجِ فَحَدَّثَنَا عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَ ذَاتَ يَوْمٍ وَالْبِشْرُ يُرَى فِي وَجْهِهِ فَذَكَرَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abu Kamil} telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Salamah, dari {Tsabit} dari {Sulaiman, budak Al Hasan bin ‘Ali} dari {‘Ubaidullah bin Abu Thalhah} dari {Bapaknya} Rasulullahi saw. suatu hari datang dan terlihat dari wajahnya sangat bahagia, lalu mereka berkata ‘Wahai Rasulullah, kami melihat kebahagiaan pada wajah anda. Lalu beliau bersabda: “Telah datang kepadaku Malaikat dan berkata, Wahai Muhammad, apakah kamu ridla jika Rabmu AzzaWaJalla berfirman ‘Tidak ada seseorangpun yang bershalawat atasmu dari umat-mu satu kali, kecuali Aku (Allah) akan memberikan rahmat baginya sepuluh kali, dan tidaklah ada yang mengucapkan salam atas kamu kecuali Aku akan menyelamatkan dia sepuluh kali?”Lalu (Rasulullahi saw.) bersabda: Ya. Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} berkata, telah menceritakan kepada kami {Hammad} telah menceritakan kepada kami {Tsabit} berkata, {Sulaiman} budak Bani Al Hasan bin ‘Ali datang kepada kami, pada masa Al Hajjaj, lalu dia menceritakan kepada kami, dari {Abdullah bin Abu Abu Thalhah} dari {Bapaknya} Nabi saw. datang pada suatu hari, dan tampak pada wajah beliau kegembiraan. Lalu menyebutkan yang sama dengan hadis yang di atas.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15770

حَدَّثَنَا عَتَّابُ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ عُقْبَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عُقْبَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَكُنْتُ أَنَا وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ وَأَبُو طَلْحَةَ جُلُوسًا فَأَكَلْنَا لَحْمًا وَخُبْزًا ثُمَّ دَعَوْتُ بِوَضُوءٍ فَقَالَا لِمَ تَتَوَضَّأُ فَقُلْتُ لِهَذَا الطَّعَامِ الَّذِي أَكَلْنَا فَقَالَا أَتَتَوَضَّأُ مِنْ الطَّيِّبَاتِ لَمْ يَتَوَضَّأْ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Attab bin Ziyad} telah menceritakan kepada kami {Abdullah} yaitu Ibnu Mubarak, telah menceritakan kepada kami {Musa bin ‘Uqbah} dari {Abdurrahman bin Zaid bin ‘Uqbah} dari {Anas bin Malik} berkata, Saya, Ubay bin Ka’ab dan {Abu Thalhah} sedang duduk-duduk lalu kami makan daging dan roti kemudian aku meminta air wudhu, maka mereka berdua (Ubay bin Kaab dan Abu Thalhah) berkata, Mengapa kamu berwudhu? Saya berkata, Aku berwudhu dikarenakan makanan yang kita makan ini. Maka mereka berdua berkata, Apakah kamu bewudhu karena makanan yang baik? sedangkan orang yang lebih baik darimu (Rasulullahi saw.) tidak melakukannya?.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15771

حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا حَرْبُ بْنُ ثَابِتٍ كَانَ يَسْكُنُ بَنِي سُلَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَقَرَأَ رَجُلٌ عِنْدَ عُمَرَ فَغَيَّرَ عَلَيْهِ فَقَالَ قَرَأْتُ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُغَيِّرْ عَلَيَّ قَالَ فَاجْتَمَعْنَا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ فَقَرَأَ الرَّجُلُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَهُ قَدْ أَحْسَنْتَ قَالَ فَكَأَنَّ عُمَرَ وَجَدَ مِنْ ذَلِكَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا عُمَرُ إِنَّ الْقُرْآنَ كُلَّهُ صَوَابٌ مَا لَمْ يُجْعَلْ عَذَابٌ مَغْفِرَةً أَوْ مَغْفِرَةٌ عَذَابًا وَقَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ مَرَّةً أُخْرَى أَبُو ثَابِتٍ مِنْ كِتَابِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdushshamad} telah menceritakan kepada kami {Harb bin Tsabit} dia tinggal pada Bani Sulaim, berkata, telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah} dari {Bapaknya} dari {kakeknya} berkata, ada seorang laki-laki membaca di hadapan ‘Umar, lalu (‘Umar) membenarkan bacaan orang tersebut. Lalu (laki-laki) tersebut berkata, saya telah membaca di hadapan Rasulullahi saw. dan beliau tidak membetulkan bacaanku. Lalu (kakek Abu Thalhah) berkata, Lalu kami berkumpul di sisi Nabi saw. dan laki-laki tersebut membaca di hadapan Nabi saw., lalu beliau berkata kepadanya, telah bagus bacaanmu. (kakek Abu Thalhah) berkata, Maka seakan-akan ‘Umar marah karena hal tersebut, lalu Nabi saw. bersabda kepadanya, “Wahai ‘Umar, Qur’an semuanya adalah benar, selama bacaan Azab tidak dibaca dengan maghfirah (ampunan) ataupun sebaliknya.” Dan {Abdushshamad} berkata pada jalan lain, dari {Abu Tsabit} dalam kitabnya.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15772

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ حَدَّثَنَا عُثْمَانُ بْنُ حَكِيمٍ قَالَ حَدَّثَنِي إِسْحَاقُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ قَالَ أَبُو طَلْحَةَكُنَّا جُلُوسًا بِالْأَفْنِيَةِ فَمَرَّ بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا لَكُمْ وَلِمَجَالِسِ الصُّعُدَاتِ اجْتَنِبُوا مَجَالِسَ الصُّعُدَاتِ قَالَ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا جَلَسْنَا لِغَيْرِ مَا بَأْسٍ نَتَذَاكَرُ وَنَتَحَدَّثُ قَالَ فَأَعْطُوا الْمَجَالِسَ حَقَّهَا قُلْنَا وَمَا حَقُّهَا قَالَ غَضُّ الْبَصَرِ وَرَدُّ السَّلَامِ وَحُسْنُ الْكَلَامِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Abdul Wahid bin Ziyad} telah menceritakan kepada kami {‘Utsman bin Hakim} berkata, telah menceritakan kepadaku {Ishaq bin Abdullah bin Abu Thalhah} berkata, telah menceritakan kepadaku {bapakku} berkata, {Abu Thalhah} berkata kami sedang duduk di teras rumah, lalu Rasulullahi saw. melewati kami dan bersabda: “Mengapa kalian duduk-duduk di jalan, jauhilah dari majlis-majlis di pinggir jalan”. (Abu Thalhah) berkata, kami berkata, Wahai Rasulullah, sesungguhnya kita duduk bukanlah untuk suatu apapun kecuali hanyalah kita saling mengingatkan dan berbincang-bincang”. (Rasulullahi saw.) bersabda: “Maka berikanlah haqnya!” kami bertanya, “Apa hak-haknya?” Beliau menjawab, “Menundukkan pandangan, menjawab salam dan berkata yang baik.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15773

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَجَّاجٍ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ قَالَ أَخْبَرَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ فَذَكَرَ حَدِيثًا قَالَ وَحَدَّثَنِي لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سُلَيْمِ بْنِ زَيْدٍ مَوْلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ سَمِعَ إِسْمَاعِيلَ بْنَ بَشِيرٍ مَوْلَى بَنِي مَغَالَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ وَأَبَا طَلْحَةَ بْنَ سَهْلٍ الْأَنْصَارِيَّيْنِ يَقُولَانِقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا عِنْدَ مَوْطِنٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْطِنٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hajjaj} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Abdullah} yaitu Ibnu Mubarak berkata, telah mengabarkan kepada kami {Laits bin Sa’ad} lalu dia menyebutkan suatu hadits, berkata, dan telah menceritakan kepadaku Laits bin Sa’ad berkata, telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Sulaim bin Zaid} budak Rasulullahi saw. telah mendengar {Ismail bin Basyir} Budak Bani Maghalah berkata, Aku mendengar {Jabir bin Abdullah} dan {Abu Thalhah bin Sahl Al Anshary} berkata, Rasulullahi saw. bersabda: “Barangsiapa yang menghina seorang muslim dalam suatu urusan yang dia direndahkan kehormatannya dan diremehkan harga dirinya kecuali Allah AzzaWaJalla pasti akan menghinakannya dalam suatu urusan yang dia membutuhkan bantuan. Maka barangsiapa yang menolong seorang muslim yang dia direndahkan kehormatan dan diremehkan harga dirinya, kecuali Allah pasti akan menolongnya dalam suatu urusan yang dia membutuhkan pertolongan”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15774

حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ سَلَمَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا سُهَيْلُ بْنُ أَبِي صَالِحٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي طَلْحَةَ الْأَنْصَارِيِّأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَا تَدْخُلُ بَيْتًا فِيهِ كَلْبٌ وَلَا صُورَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Affan} telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Salamah, berkata, telah mengabarkan kepada kami {Suhail bin Abu Shalih} dari {Sa’id bin Yasar} dari {Abu Thalhah Al Anshari} Rasulullahi saw. bersabda: ” Malaikat tidak akan memasuki rumah yang terdapat anjing maupun gambar.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15775

حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا زَكَرِيَّا بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ نَافِعِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ وَكَانَتْ لَهُ صُحْبَةٌ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Rauh bin ‘Ubadah} berkata, telah mengabarkan kepada kami {Zakariya bin Ishaq} berkata, telah menceritakan kepada kami {‘Amr bin Dinar} dari {Nafi’ bin Jubair bin Muth’im} dari {Abu Syuraih Al Khuza’i}, dia berkata, Aku mendengar Rasulullahi saw. bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah dia memuliakan tamunya. Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaklah ia berbuat baik kepada tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15776

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ بْنُ جَعْفَرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ وَجَائِزَتُهُ يَوْمٌ وَلَيْلَةٌ وَلَا يَحِلُّ لِلرَّجُلِ أَنْ يُقِيمَ عِنْدَ أَحَدٍ حَتَّى يُؤْثِمَهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَكَيْفَ يُؤْثِمُهُ قَالَ يُقِيمُ عِنْدَهُ وَلَيْسَ لَهُ شَيْءٌ يَقْرِيهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Abdul Hamid bin Ja’far} dari {Sa’id bin Abu Sa’id Al Maqburi} dari {Abu Syuraih Al Khuza’i} berkata, Rasulullahi saw. bersabda: “Hak jamuan bertamu itu selama tiga hari, sedang yang wajar adalah sehari semalam, dan tidak halal bagi seseorang untuk tinggal pada seseorang sampai dia menjadikan dia berdosa”. Mereka bertanya, Wahai Rasulullah, bagaimana dia membuat dosa terhadapnya?. Beliau bersabda: “Dia tinggal bersama seseorang dan seseorang itu tidak memiliki apapun untuk menjamunya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 15777

حَدَّثَنَا حَجَّاجٌ وَرَوْحٌ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْكَعْبِيِّ وَقَالَ رَوْحٌ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ وَاللَّهِ لَا يُؤْمِنُ قَالَهَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ قَالُوا وَمَا ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْجَارُ لَا يَأْمَنُ الْجَارُ بَوَائِقَهُ قَالُوا وَمَا بَوَائِقُهُ قَالَ شَرُّهُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hajjaj} dan {Rauh} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Sa’id Al Maqburi} dari {Abu Syuraih Al Ka’b’i} dan {Rauh} berkata, dari {Abu Hurairah} Nabi saw. bersabda: “Demi Allah tidaklah beriman seseorang, Demi Allah tidaklah beriman seseorang, Demi Allah tidaklah beriman seseorang” beliau mengulanginya tiga kali. Mereka bertanya, “Apakah hal tersebut wahai Rasulullah?” (Rasulullahi saw.) menjawab, “Yaitu seorang tetangga yang tidak merasa nyaman dengan tetangganya karena cobaan yang dia terima”, lalu mereka berkata, Apakah cobaan tersebut? Beliau bersabda: “Keburukannya”.