Musnad Penduduk Madinah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15528
قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تُحَرِّمُ مِنْ الرَّضَاعِ الْمَصَّةُ وَالْمَصَّتَانِ
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Hisyam} berkata telah mengabarkan kepadaku {bapakku} dari {Abdullah bin Zubair} Nabi saw. bersabda: “Tidaklah menjadi mahram dari sepersusuan jika hanya karena satu atau dua kali sedotan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15529
حَدَّثَنَا عَارِمٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ قَالَ حَدَّثَنَا مُصْعَبُ بْنُ ثَابِتٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَامِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ أَبِيهِ قَالَقَدِمَتْ قُتَيْلَةُ ابْنَةُ عَبْدِ الْعُزَّى بْنِ عَبْدِ أَسْعَدَ مِنْ بَنِي مَالِكِ بْنِ حَسَلٍ عَلَى ابْنَتِهَا أَسْمَاءَ ابْنَةِ أَبِي بَكْرٍ بِهَدَايَا ضِبَابٍ وَأَقِطٍ وَسَمْنٍ وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فَأَبَتْ أَسْمَاءُ أَنْ تَقْبَلَ هَدِيَّتَهَا وَتُدْخِلَهَا بَيْتَهَا فَسَأَلَتْ عَائِشَةُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ{ لَا يَنْهَاكُمْ اللَّهُ عَنْ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ }إِلَى آخِرِ الْآيَةِ فَأَمَرَهَا أَنْ تَقْبَلَ هَدِيَّتَهَا وَأَنْ تُدْخِلَهَا بَيْتَهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Arim} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Al Mubarak} berkata telah menceritakan kepada kami {Mush’ab bin Tsabit} dengan telah menceritakan kepada kami {‘Amir bin Abdullah bin Az Zubair} dari {Bapaknya} berkata Qutailah anak perempuan Abdul ‘Uzza bin Abd As’ad dari Bani Malik bin Hasal mendatangi putrinya Asma binti Abu Bakar dengan membawa hadiah beberapa biawak, susu kering dan mentega yang ketika itu dia masih dalam keadaan musyrik. Asma` menolak menerima hadiah tersebut atau memasukkan tamu tersebut ke rumahnya. Lalu ‘Aisyah bertanya kepada Nabi saw., lantas Allah AzzaWaJalla menurunkan, ‘Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu Karena agama’ sampai akhir ayat, lalu memerintahkan kepada (Asma’) untuk menerima hadiahnya dan memasukkannya ke rumah.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15530
قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنِ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنِ ابْنِ الزُّبَيْرِ قَالَإِنَّ الَّذِي قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا سِوَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ حَتَّى أَلْقَاهُ لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ جَعَلَ الْجَدَّ أَبًا
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ibnu Juraij} dari {Ibnu Abu Mulaikah} dari {Ibnu Az Zubair} berkata yang dimaksud Rasulullah saw. dengan sabdanya, “Jika saya boleh mengambil kekasih selain Allah AzzaWaJalla sampai saya bertemu dengAn Nya niscaya saya akan mengambil Abu Bakar’, adalah seseorang yang menjadikan kakek sebagai bapak.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15531
قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِكُلِّ نَبِيٍّ حَوَارِيٌّ وَحَوَارِيَّ الزُّبَيْرُ وَابْنُ عَمَّتِيقَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى وَوَكِيعٌ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ مُرْسَلٌ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَرْبٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ مُرْسَلٌ لَيْسَ فِيهِ ابْنُ الزُّبَيْرِ
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Yunus} berkata telah menceritakan kepadaku {Hammad} yaitu Ibnu Zaid dari {Hisyam bin ‘Urwah} dari {Bapaknya} dari {Abdullah bin Zubair} Nabi saw. bersabda: “Setiap Nabi mempunyai penolong dan penolong dari ummatku adalah Zubair” dan anak pamanku berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} dan {Waki’} dari {Hisyam bin ‘Urwah} secara mursal, berkata telah menceritakan kepada kami {Sulaiman bin Harb} berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} secara mursal dan dalam jalur periwayatannya tidak ada nama Ibnu Zubair.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15532
قَالَ حَدَّثَنَا هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ وَحَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَخَاصَمَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ الزُّبَيْرَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي شِرَاجِ الْحَرَّةِ الَّتِي يَسْقُونَ بِهَا النَّخْلَ فَقَالَ الْأَنْصَارِيُّ لِلزُّبَيْرِ سَرِّحْ الْمَاءَ فَأَبَى فَكَلَّمَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْقِ يَا زُبَيْرُ ثُمَّ أَرْسِلْ إِلَى جَارِكَ فَغَضِبَ الْأَنْصَارِيُّ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنْ كَانَ ابْنَ عَمَّتِكَ فَتَلَوَّنَ وَجْهُهُ ثُمَّ قَالَ احْبِسْ الْمَاءَ حَتَّى يَبْلُغَ إِلَى الْجُدُرِقَالَ الزُّبَيْرُ وَاللَّهِ إِنِّي لَأَحْسِبُ هَذِهِ الْآيَةَ نَزَلَتْ فِي ذَلِكَ{ فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ إِلَى قَوْلِهِ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا }
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Hasyim bin Al Qasim} berkata telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} berkata dan telah menceritakan kepadaku {Ibnu Syihab} dari {‘Urwah bin Az Zubair} dari {Abdullah bin Az Zubair} berkata seorang laki-laki Anshar datang mempersengketakan Zubair kepada Rasulullah saw. tentang permasalah aliran air yang mengairi kebun kurma. Orang Anshar tersebut berkata kepada Zubair, “Biarkan air itu mengalir apa adanya.” Zubair menolaknya, lalu dia (orang Anshar) mempersoalkan pengaduannya kepada Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: “Airilah kebunmu Wahai Zubair, setelah itu kau alirkan kepada tetanggamu”, lalu lelaki Anshar marah, dan berkata “Wahai Rasulullah, apakah cara ini hanya karena dia adalah anak dari bibimu?” Lalu berubahlah wajah (Rasulullah saw.) dan beliau bersabda: “Wahai Zubair, tahanlah air sampai ke pagar perkebunan” Az Zubair berkata demi Allah, sungguh aku beranggapan bahwa kasus ini turun berkaitan masalah ayat, ‘Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan’ sampai pada firmannya ‘Dan mereka menerima dengan sepenuhnya’
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15533
قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا حَبِيبٌ الْمُعَلِّمُ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ مِنْ الْمَسَاجِدِ إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلَاةٌ فِي الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ صَلَاةٍ فِي هَذَا
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Yunus} berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad} yaitu Ibnu Zaid berkata telah menceritakan kepada kami {Habib Al Mu’allim} dari {‘Atho`} dari {Abdullah bin Ibnu Az Zubair} berkata Rasulullah bersabda: “Shalat di masjidku ini, lebih utama dari seribu shalat di masjid lain, kecuali di Masjidil Haram, dan shalat di Masjid Haram lebih utama seratus derajat dari shalat di masjidku ini.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15534
قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ وَعَفَّانُ قَالَا حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ عَفَّانُ فِي حَدِيثِهِ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ الْبُنَانِيُّ وَقَالَ يُونُسُ عَنْ ثَابِتٍ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ قَالَ عَفَّانُ يَخْطُبُنَا وَقَالَ يُونُسُ وَهُوَ يَخْطُبُ يَقُولُقَالَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَبِسَ الْحَرِيرَ فِي الدُّنْيَا لَمْ يَلْبَسْهُ فِي الْآخِرَةِ
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Yunus} dan {‘Affan} berkata telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Zaid} {‘Affan} berkata dalam hadisnya, telah menceritakan kepada kami {Tsabit Al Bunani} dan {Yunus} berkata dari {Tsabit} berkata saya mendengar {Ibnu Zubair}, {‘Affan} berkata dengan redaksi ‘Saya mendengar Ibnu Zubair telah berkhutbah kepada kita, {Yunus} berkata dengan redaksi ‘Saat dia berkhutbah dengan mengatakan’ Nabi Muhammad saw. bersabda: “Barangsiapa yang memakai sutra di dunia maka tidak akan memakainya di akhirat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15535
قَالَ حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ قَالَ حَدَّثَنَا ثُوَيْرٌ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ الزُّبَيْرِ يَقُولُهَذَا يَوْمُ عَاشُورَاءَ فَصُومُوا فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صُومُوهُ
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Al Aswad bin ‘Amir} berkata telah menceritakan kepada kami {Isra`il} berkata telah menceritakan kepada kami {Tsuwair} berkata Aku mendengar {Ibnu Zubair} berkata Ini adalah Hari Asyura, berpuasalah kalian, Rasulullah saw. bersabda: “Berpuasalah pada hari itu.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15536
قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنِ ابْنِ الزُّبَيْرِ قَالَإِنَّ الَّذِي قَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا خَلِيلًا سِوَى اللَّهِ حَتَّى أَلْقَاهُ لَاتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ جَعَلَ الْجَدَّ أَبًا
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ibnu Juraij} dari {Ibnu Abu Mulaikah} dari {Ibnu Az Zubair} berkata yang dimaksud dalam sabda Rasulullah saw. kepada mereka, “Kalau saja saya diperbolehkan mengambil kekasih selain Allah sampai saya bertemu dengAn Nya, maka saya akan mengambil Abu Bakar”, adalah seseorang yang menjadikan kakek sebagai sebagai bapak.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15537
قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ أَبِيهِ عَنِ ابْنِ الزُّبَيْرِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُحَرِّمُ الْمَصَّةُ وَالْمَصَّتَانِ
Terjemahan: (Ahmad bin hanbal) berkata telah menceritakan kepada kami {Waki’} dan {Hisyam} dari {Bapaknya} dari berkata {Ibnu Zubair} berkata Rasulullah saw. bersabda: “Tidak menjadi haram (seseorang dinikahi) hanya karena satu kali menghisap dan atau dua kali”.