Musnad Penduduk Madinah
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15869
قَالَ حَدَّثَنَا يُونُسُ وَسُرَيْجٌ قَالَا حَدَّثَنَا فُلَيْحٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ الْأَنْصَارِيِّ ثُمَّ الْمَازِنِيِّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ
Terjemahan: (Qatadah) berkata telah menceritakan kepada kami {Yunus} dan {Suraij} berkata telah menceritakan kepada kami {Fulaih} dari {Abdullah bin Abu Bakar bin Muhammad bin ‘Amr bin Hazm} dari {‘Abbad bin Tamim} dari {Abdullah bin Zaid Al Anshari, lalu Al Mazini} Nabi saw. berwudhu dua kali, dua kali.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15870
قَالَ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنِ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ الْأَنْصَارِيِّ ثُمَّ الْمَازِنِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ وَكَانَ أَحَدَ رَهْطِهِ وَكَانَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ شَهِدَ مَعَهُ أُحُدًا قَالَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ اسْتَسْقَى لَنَا أَطَالَ الدُّعَاءَ وَأَكْثَرَ الْمَسْأَلَةَ قَالَ ثُمَّ تَحَوَّلَ إِلَى الْقِبْلَةِ وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ فَقَلَبَهُ ظَهْرًا لِبَطْنٍ وَتَحَوَّلَ النَّاسُ مَعَهُ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} berkata telah menceritakan kepada kami {bapakku} dari {Ibnu Ishaq} berkata telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abu Bakar} dari {‘Abbad bin Tamim Al Anshari Al Mazini} dari {Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim} dia adalah satu kelompoknya. Abdullah bin Zaid salah seorang sahabat Rasulullah saw. yang telah ikut dalam Perang Uhud. Berkata saya melihat Rasulullah saw. ketika memintakan hujan untuk kami, beliau memanjangkan doa dan memperbanyak permintaan. (Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim Radhiyallahu’anhu) berkata beliau berpindah ke arah kiblat dengan memindahkan juga posisi selendangnya dan membaliknya bagian atasnya ke bagian bawahnya dan orang-orang juga mengikutinya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15871
قَالَ قَرَأْتُ عَلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ : مَالِكٌ وَحَدَّثَنَا إِسْحَاقُ قَالَ حَدَّثَنِي مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ يَقُولُ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدٍ الْمَازِنِيَّ يَقُولُخَرَجَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْمُصَلَّى وَاسْتَسْقَى وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ حِينَ اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ قَالَ إِسْحَاقُ فِي حَدِيثِهِ وَبَدَأَ بِالصَّلَاةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ ثُمَّ اسْتَقْبَلَ الْقِبْلَةَ فَدَعَا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata saya membaca di hadapan {Abdurrahman}: {Malik} dan telah menceritakan kepada kami {Ishaq} berkata telah menceritakan kepadaku {Malik} dari {Abdullah bin Abu Bakar} dari {‘Abbad bin Tamim} berkata saya telah mendengar {Abdullah bin Zaid Al Mazini} berkata Rasulullah saw. keluar ke tempat shalat lalu meminta hujan dengan memindah posisi selendangnya ketika menghadap ke kiblat. {Ishaq} berkata dalam hadisnya, dan beliau memulai shalat sebelum khutbah lalu memulai khutbah dan berdo’a.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15872
قَالَ حَدَّثَنَا سُرَيْجُ بْنُ النُّعْمَانِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ الْمِصْرِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ بْنِ يَعْقُوبَ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّ حَبَّانَ بْنَ وَاسِعٍ الْأَنْصَارِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ الْمَازِنِيَّ يَذْكُرُ أَنَّهُرَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَوَضَّأَ فَمَضْمَضَ ثُمَّ اسْتَنْشَقَ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَيَدَهُ الْيُمْنَى ثَلَاثًا وَالْأُخْرَى ثَلَاثًا وَمَسَحَ رَأْسَهُ بِمَاءٍ غَيْرِ فَضْلِ يَدِهِ وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ حَتَّى أَنْقَاهُمَا
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Suraij bin An-Nu’man} berkata telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb Al Mishri} dari {‘Amr bin Al Harits bin Ya’qub Al Anshari} {Habban bin Wasi’ Al Anshari} menceritakannya telah mendengar {Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim Al Mazini} menyebutkan dia melihat Rasulullah saw. berwudhu lalu berkumur-kumur, lalu memasukkan air ke dalam hidungnya, lalu menyuci wajahnya tiga kali. Juga membersihkan tangan kanannya tiga kali dan yang lainnya tiga kali juga. Beliau mengusap kepalanya dengan air yang baru lalu membersihkan kedua kakinya sampai keduanya bersih.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15873
قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو نُعَيْمٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنِ الزُّهْرِيِّ عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ فَتَوَجَّهَ الْقِبْلَةَ يَدْعُو وَحَوَّلَ رِدَاءَهُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ جَهَرَ فِيهِمَا بِالْقِرَاءَةِقَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ إِسْحَاقَ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ وَعَتَّابٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ الْمُبَارَكِ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ قَالَ حَدَّثَنَا حَبَّانُ بْنُ وَاسِعٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ الْمَازِنِيِّ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَوَضَّأُ بِالْجُحْفَةِ فَذَكَرَ مَعْنَى حَدِيثِ حَسَنٍ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ فَمَسَحَ رَأْسَهُ بِمَاءٍ مِنْ غَيْرِ فَضْلِ يَدِهِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Abu Nua’im} berkata telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Dzi`b} dari {Az Zuhri} dari {‘Abbad bin Tamim} dari {pamannya} Rasulullah saw. keluar lalu menghadap ke kiblat berdoa dan merubah posisi selendangnya lalu shalat dua rekaat dengan mengeraskan bacaannya. (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami ‘Ali bin Ishaq berkata telah mengabarkan kepada kami Abdullah dan ‘Attab berkata telah menceritakan kepada kami Abdullah yaitu Ibnu Mubarak, berkata telah mengabarkan kepada kami Ibnu Lahi’ah berkata telah menceritakan kepada kami Habban bin Wasi’ dari Bapaknya dari Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim Al Mazini berkata saya telah melihat Rasulullah saw. berwudhu di ju’fah, lalu menyebutkan hadis Hasan, kecuali ada perkataan, lalu membasuh kepalanya dengan air baru.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15874
قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍ قَالَلَمَّا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ يَوْمَ حُنَيْنٍ مَا أَفَاءَ قَالَ قَسَمَ فِي النَّاسِ فِي الْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَلَمْ يَقْسِمْ وَلَمْ يُعْطِ الْأَنْصَارَ شَيْئًا فَكَأَنَّهُمْ وَجَدُوا إِذْ لَمْ يُصِبْهُمْ مَا أَصَابَ النَّاسَ فَخَطَبَهُمْ فَقَالَ يَا مَعْشَرَ الْأَنْصَارِ أَلَمْ أَجِدْكُمْ ضُلَّالًا فَهَدَاكُمْ اللَّهُ بِي وَكُنْتُمْ مُتَفَرِّقِينَ فَجَمَعَكُمْ اللَّهُ بِي وَعَالَةً فَأَغْنَاكُمْ اللَّهُ بِي قَالَ كُلَّمَا قَالَ شَيْئًا قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمَنُّ قَالَ مَا يَمْنَعُكُمْ أَنْ تُجِيبُونِي قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمَنُّ قَالَ لَوْ شِئْتُمْ لَقُلْتُمْ جِئْتَنَا كَذَا وَكَذَا أَمَا تَرْضَوْنَ أَنْ يَذْهَبَ النَّاسُ بِالشَّاةِ وَالْبَعِيرِ وَتَذْهَبُونَ بِرَسُولِ اللَّهِ إِلَى رِحَالِكُمْ لَوْلَا الْهِجْرَةُ لَكُنْتُ امْرَأً مِنْ الْأَنْصَارِ لَوْ سَلَكَ النَّاسُ وَادِيًا وَشِعْبًا لَسَلَكْتُ وَادِيَ الْأَنْصَارِ وَشِعْبَهُمْ الْأَنْصَارُ شِعَارٌ وَالنَّاسُ دِثَارٌ وَإِنَّكُمْ سَتَلْقَوْنَ بَعْدِي أَثَرَةً فَاصْبِرُوا حَتَّى تَلْقَوْنِي عَلَى الْحَوْضِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {‘Affan} berkata telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} telah menceritakan kepada kami {‘Amr bin Yahya} dari {‘Abbad bin Tamim} dari {Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim} berkata Ketika Allah memberikan kenikmatan atas Rasul-Nya pada Perang Hunain, (Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim Radhiyallahu’anhu) berkata lalu (Rasulullah saw.) membaginya kepada orang-orang yang baru masuk Islam dan beliau tidak membagi untuk orang-orang Anshar sedikitpun. Kontan orang-orang seakan-akan marah ketika tidak mendapatkan bagian sebagaimana orang-orang mendapatkannya, maka (Rasulullah saw.) berkhutbah kepada mereka dan bersabda: “Wahai kaum Anshar, bukankah dulu aku mendapati kalian dalam keadaan tersesat lalu Allah menunjukkan kalian dengan perantaraanku? kalian juga dahulu berpecah belah lalu Allah menpersatukan kembali dengan perantaraanku? kalian juga dulu dalam keadaan fakir lalu Allah mencukupkan kebutuhan kalian dengan perantaraanku?” (Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim Radhiyallahu’anhu) berkata maka setiap kali beliau berkata sesuatu mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lah yang kaya” (Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim Radhiyallahu’anhu) berkata lalu beliau bertanya, “Apa yang menghalangi kalian untuk memenuhi panggilanku?”. Mereka menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lah yang lebih kaya”. Beliau bersabda: “Jikalah kalian mau, kalian bisa mengatakan, anda datang kepada kami dalam keadaan begini dan begitu. Apakah kalian rela jika orang-orang pulang dengan membawa kambing dan unta, sedangkan kalian membawa Rasulullah saw. ke rumah-rumah kalian?. Kalau bukan karena Hijrah, tentulah aku bagian dari kaum Anshar. Jika orang-orang menapaki tebing dan jalan, maka tentulah aku menapaki tebing dan jalan Anshar. Orang Anshar adalah pakaian sedangkan khalayak manusia adalah selimut. Kalian akan mendapati orang-orang yang mendahulukan nafsu speninggalku, bersabarlah sampai kalian menemuiku nanti di Telaga.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15875
قَالَ حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا وُهَيْبٌ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَلَمَّا كَانَ زَمَنُ الْحَرَّةِ أَتَاهُ آتٍ فَقَالَ هَذَا ابْنُ حَنْظَلَةَ وَقَالَ عَفَّانُ مَرَّةً هَذَاكَ ابْنُ حَنْظَلَةَ يُبَايِعُ النَّاسَ قَالَ عَلَى أَيِّ شَيْءٍ يُبَايِعُهُمْ قَالَ عَلَى الْمَوْتِ قَالَ لَا أُبَايِعُ عَلَى هَذَا أَحَدًا بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {‘Affan} berkata telah menceritakan kepada kami {Wuhaib} berkata telah menceritakan kepada kami {‘Amr bin Yahya} dari {‘Abbad bin Tamim} dari {Abdullah bin Zaid} berkata tatkala pada Peristiwa Harrah, ada seorang yang datang, lalu berkata ini adalah Ibnu Hanzhalah. {‘Affan} berkata ini adalah Ibnu Hanzhalah membaiat manusia. (Abdullah bin Zaid Radhiyallahu’anhu) berkata untuk apa dia membaiat mereka?. Dia menjawab, untuk menyongsong kematian. (Abdullah bin Zaid Radhiyallahu’anhu) berkata saya tidak akan membaiat seorangpun untuk hal itu setelah Rasulullah saw.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15876
حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ الْوَلِيدِ قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدٌ يَعْنِي ابْنَ عَبْدِ اللَّهِ الْوَاسِطِيَّ الطَّحَّانَ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدِ بْنِ عَاصِمٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Khalaf bin Al Walid} berkata telah menceritakan kepada kami {Khalid} yatu Ibnu Abdullah Al Wasithi Ath-Thahan dari {‘Amr bin Yahya} dari {Bapaknya} dari {Abdullah bin Zaid bin ‘Ashim} Rasulullah saw. berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung dari satu genggam air.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15877
قَالَ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ بَحْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا الدَّرَاوَرْدِيُّ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ غَزِيَّةَ عَنْ عَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى يَسْتَسْقِي وَعَلَيْهِ خَمِيصَةٌ سَوْدَاءُ فَأَخَذَ بِأَسْفَلِهَا لِيَجْعَلَهَا أَعْلَاهَا فَثَقُلَتْ عَلَيْهِ فَقَلَبَهَا عَلَى عَاتِقِهِ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {‘Ali bin Bahr} berkata telah menceritakan kepada kami {Ad-Darawardi} dari {‘Umarah bin Ghaziyah} dari {‘Abbad bin Tamim} dari {Abdullah bin Zaid} Rasulullah saw. keluar ke tempat shalat, untuk meminta hujan dan beliau memakai pakaian yang terjahid dengan sutra atau wol yang berwarna hitam lalu beliau hendak membalik bagian bawahnya ke bagian atasnya, namun hal itu sangat memberatkannya. Lantas beliau hanya membaliknya pada pundaknya.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 15878
قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبَانُ هُوَ الْعَطَّارُ قَالَ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُأَنَّهُ شَهِدَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْمَنْحَرِ وَرَجُلًا مِنْ قُرَيْشٍ وَهُوَ يَقْسِمُ أَضَاحِيَّ فَلَمْ يُصِبْهُ مِنْهَا شَيْءٌ وَلَا صَاحِبَهُ فَحَلَقَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأْسَهُ فِي ثَوْبِهِ فَأَعْطَاهُ فَقَسَمَ مِنْهُ عَلَى رِجَالٍ وَقَلَّمَ أَظْفَارَهُ فَأَعْطَاهُ صَاحِبَهُ قَالَ فَإِنَّهُ لَعِنْدَنَا مَخْضُوبٌ بِالْحِنَّاءِ وَالْكَتَمِ يَعْنِي شَعْرَهُ
Terjemahan: (Ahmad bin Hanbal Radhiyallahu’anhu) berkata telah menceritakan kepada kami {Abdushshomad bin Abdul Warits} berkata telah menceritakan kepada kami {Aban} Al ‘Aththar, berkata telah menceritakan kepada kami {Yahya} yaitu Ibnu Abu Katsir, dari {Abu Salamah} dari {Muhammad bin Abdullah bin Zaid} {bapaknya} menceritakannya, dia melihat Rasulullah saw. di atas tempat penyembelihan dan seorang laki-laki dari Quraisy yang membagikan daging sembelihan sedangkan dia tidak mendapatkan bagian dari daging sembelihan tersebut. Begitu juga orang yang berkurban. Lalu Rasulullah saw. memotong kepala daging hewan sembelihan tersebut dan memberikannya kepada laki-laki Quraisy yang tadi membagi-bagikan daging, lalu beliau juga memotong kuku hewan sembelihan tersebut dan memberikannya kepada orang yang berkurban. lalu beliau bersabda: “Kami mendapatkan dari bagian hewan kurban itu yang terwarnai oleh pohon pacar yaitu rambutnya.”