Puasa

Kembali ke Menu Sebelumnya

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1989

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ حَنْبَلٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ تَوْبَةَ الْعَنْبَرِيِّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أُمِّ سَلَمَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ لَمْ يَكُنْ يَصُومُ مِنْ السَّنَةِ شَهْرًا تَامًّا إِلَّا شَعْبَانَ يَصِلُهُ بِرَمَضَانَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hanbal}, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far}, telah menceritakan kepada kami {Syu’bah}, dari {Taubah Al ‘Anbari} dari {Muhammad bin Ibrahim} dari {Abu Salamah} dari {Ummu Salamah} dari Nabi saw. bahwa ia tidak pernah berpuasa sunah satu bulan penuh kecuali Bulan Sya’ban, beliau menyambungnya dengan Ramadhan.

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1990

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالَقَدِمَ عَبَّادُ بْنُ كَثِيرٍ الْمَدِينَةَ فَمَالَ إِلَى مَجْلِسِ الْعَلَاءِ فَأَخَذَ بِيَدِهِ فَأَقَامَهُ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا انْتَصَفَ شَعْبَانُ فَلَا تَصُومُوافَقَالَ الْعَلَاءُ اللَّهُمَّ إِنَّ أَبِي حَدَّثَنِي عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ قَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ الثَّوْرِيُّ وَشِبْلُ بْنُ الْعَلَاءِ وَأَبُو عُمَيْسٍ وَزُهَيْرُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ الْعَلَاءِ قَالَ أَبُو دَاوُد وَكَانَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ لَا يُحَدِّثُ بِهِ قُلْتُ لِأَحْمَدَ لِمَ قَالَ لِأَنَّهُ كَانَ عِنْدَهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصِلُ شَعْبَانَ بِرَمَضَانَ وَقَالَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خِلَافَهُ قَالَ أَبُو دَاوُد وَلَيْسَ هَذَا عِنْدِي خِلَافُهُ وَلَمْ يَجِئْ بِهِ غَيْرُ الْعَلَاءِ عَنْ أَبِيهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id}, telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Muhammad}, ia berkata ‘Abbad bin Katsir datang ke Madinah kemudian ia datang ke Majelis Al ‘Ala` dan menggandeng tangannya dan mengajaknya berdiri, kemudian berkata ya Allah, orang ini telah menceritakan dari {ayahnya} dari {Abu Hurairah} bahwa Rasulullah saw. berkata: “Apabila telah berlalu setengah dari bulan Sya’ban, maka janganlah kalian berpuasa!” kemudian {Al ‘Ala`} berkata ya Allah, sesungguhnya {ayahku} telah menceritakan kepadaku dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw. seperti itu. Abu Daud berkata hadits tersebut diriwayatkan oleh {Ats Tsuri}, {Syibl bin Al ‘Ala`}, {Abu ‘Umais}, serta {Zuhair bin Muhammad}, dari {Al ‘Ala`}. Abu Daud berkata dan Abdurrahman tidak menceritakannya. Aku katakan kepada Ahmad mengapa ia mengatakan menurutnya bahwa Nabi saw. menyambung Sya’ban dengan Ramadhan sementara Abu Hurairah mengatakan dari Nabi saw. sesuatu yang menyelisihinya? Abu Daud berkata menurutku hal ini tidaklah menyelisihinya, dan tidak ada yang meriwayatkannya selain Al ‘Ala` dari ayahnya.

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1991

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ أَبُو يَحْيَى الْبَزَّازُ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ سُلَيْمَانَ حَدَّثَنَا عَبَّادٌ عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْجَعِيِّ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ الْحَارِثِ الْجَدَلِيُّ مِنْ جَدِيلَةَ قَيْسٍأَنَّ أَمِيرَ مَكَّةَ خَطَبَ ثُمَّ قَالَ عَهِدَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ نَنْسُكَ لِلرُّؤْيَةِ فَإِنْ لَمْ نَرَهُ وَشَهِدَ شَاهِدَا عَدْلٍ نَسَكْنَا بِشَهَادَتِهِمَا فَسَأَلْتُ الْحُسَيْنَ بْنَ الْحَارِثِ مَنْ أَمِيرُ مَكَّةَ قَالَ لَا أَدْرِي ثُمَّ لَقِيَنِي بَعْدُ فَقَالَ هُوَ الْحَارِثُ بْنُ حَاطِبٍ أَخُو مُحَمَّدِ بْنِ حَاطِبٍ ثُمَّ قَالَ الْأَمِيرُ إِنَّ فِيكُمْ مَنْ هُوَ أَعْلَمُ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ مِنِّي وَشَهِدَ هَذَا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى رَجُلٍ قَالَ الْحُسَيْنُ فَقُلْتُ لِشَيْخٍ إِلَى جَنْبِي مَنْ هَذَا الَّذِي أَوْمَأَ إِلَيْهِ الْأَمِيرُ قَالَ هَذَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ وَصَدَقَ كَانَ أَعْلَمَ بِاللَّهِ مِنْهُ فَقَالَ بِذَلِكَ أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abdurrahim Abu Yahya Al Bazzaz}, telah menceritakan kepada kami {Sa’id bin Sulaiman}, telah menceritakan kepada kami {‘Abbad}, dari {Abu Malik Al Asyja’i}, telah menceritakan kepada kami {Husain bin Al Harits Al Jadali} yang berasal dari Jadilah Qais, bahwa Amir Mekkah telah berkhutbah, ia berkata Rasulullah saw. berwasiat kepada kami agar berkurban ketika melihat hilal, dan apabila kami tidak melihatnya dan terdapat dua orang adil yang bersaksi maka kami berkurban dengan persaksian mereka berdua. Kemudian aku bertanya kepada Al Husain bin Al Harits, siapakah Amir Mekkah tersebut? Ia berkata saya tidak tahu. Kemudian ia bertemu denganku setelah itu dan berkata ia adalah {Al Harits bin Hathib} saudara Muhammad bin Hathib. Kemudian Amir tersebut berkata sesungguhnya diantara kalian terdapat orang yang lebih mengetahui mengenai Allah dan rasulNya daripada diriku. Dan orang ini telah menyaksikan hal ini dari Rasulullah saw. Amir tersebut menunjuk dengan tangannya kepada seorang laki-laki. Al Husain berkata aku bertanya kepada orang tua yang ada di sampingku siapakah orang yang ditunjuk oleh Amir tersebut? Ia berkata orang ini adalah Abdullah bin Umar, dan Amir tersebut benar. Ia adalah orang yang lebih tahu mengenai Allah daripada dirinya. Ibnu Umar berkata demikianlah Rasulullah saw. memerintahkan kami.

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1992

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ وَخَلَفُ بْنُ هِشَامٍ الْمُقْرِئُ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ مَنْصُورٍ عَنْ رِبْعِيِّ بْنِ حِرَاشٍ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَاخْتَلَفَ النَّاسُ فِي آخِرِ يَوْمٍ مِنْ رَمَضَانَ فَقَدِمَ أَعْرَابِيَّانِ فَشَهِدَا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِاللَّهِ لَأَهَلَّا الْهِلَالَ أَمْسِ عَشِيَّةً فَأَمَرَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّاسَ أَنْ يُفْطِرُوا زَادَ خَلَفٌ فِي حَدِيثِهِ وَأَنْ يَغْدُوا إِلَى مُصَلَّاهُمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad}, serta {Khalaf bin Hisyam Al Muqri`}, mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Abu ‘Awanah} dari {Manshur} dari {Rib’i bin Hirasy} dari {seorang sahabat Nabi saw.}, ia berkata orang-orang berselisih mengenai akhir hari Ramadhan. Kemudian terdapat dua orang badui yang datang dan memberikan persaksian di hadapan Nabi saw. dengan nama Allah, sungguh mereka telah menyaksikan Hilal kemarin sore. Kemudian Rasulullah saw. memerintahkan orang-orang agar berbuka. Khalaf menambahkan dalam haditsnya dan agar mereka pergi ke lapangan.

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1993

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَكَّارِ بْنِ الرَّيَّانِ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ يَعْنِي ابْنَ أَبِي ثَوْرٍ ح و حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ يَعْنِي الْجُعْفِيَّ عَنْ زَائِدَةَ الْمَعْنَى عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنِّي رَأَيْتُ الْهِلَالَ قَالَ الْحَسَنُ فِي حَدِيثِهِ يَعْنِي رَمَضَانَ فَقَالَ أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ نَعَمْ قَالَ أَتَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ قَالَ يَا بِلَالُ أَذِّنْ فِي النَّاسِ فَلْيَصُومُوا غَدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Bakkar bin Ar Rayyan}, telah menceritakan kepada kami {Al Walid bin Abu Tsaur}, dan telah diriwayatkan dari jalur yang lain: Telah menceritakan kepada kami {Al Hasan bin Ali}, telah menceritakan kepada kami {Al Husain Al Ju’fi} dari {Zaidah} secara makna, dari {Simak}, dari {Ikrimah} dari {Ibnu Abbas}, ia berkata seorang badui telah datang kepada Nabi saw. dan berkata sesungguhnya aku telah melihat Hilal -Al Hasan dalam haditsnya mengatakan yaitu Hilal Ramadhan-, kemudian beliau berkata apakah engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah disembah kecuali Allah? Ia berkata ya. Beliau berkata apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullah? Ia berkata ya. Beliau berkata wahai Bilal, umumkan kepada orang-orang agar mereka berpuasa besok.

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1994

حَدَّثَنِي مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ عَنْ عِكْرِمَةَأَنَّهُمْ شَكُّوا فِي هِلَالِ رَمَضَانَ مَرَّةً فَأَرَادُوا أَنْ لَا يَقُومُوا وَلَا يَصُومُوا فَجَاءَ أَعْرَابِيٌّ مِنْ الْحَرَّةِ فَشَهِدَ أَنَّهُ رَأَى الْهِلَالَ فَأُتِيَ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ أَتَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنِّي رَسُولُ اللَّهِ قَالَ نَعَمْ وَشَهِدَ أَنَّهُ رَأَى الْهِلَالَ فَأَمَرَ بِلَالًا فَنَادَى فِي النَّاسِ أَنْ يَقُومُوا وَأَنْ يَصُومُواقَالَ أَبُو دَاوُد رَوَاهُ جَمَاعَةٌ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ عِكْرِمَةَ مُرْسَلًا وَلَمْ يَذْكُرْ الْقِيَامَ أَحَدٌ إِلَّا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Isma’il}, telah menceritakan kepada kami {Hammad} dari {Simak bin Harb} dari {Ikrimah} bahwa mereka pada suatu kali merasa ragu mengenai hilal Ramadhan, kemudian mereka berkeinginan untuk tidak melakukan shalat malam dan tidak berpuasa. Lalu terdapat seorang badui datang dari Al Harrah dan bersaksi bahwa ia telah melihat Hilal, kemudian ia dihadapkan kepada Nabi saw. Beliau berkata: “Apakah engkau bersaksi bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah dan aku adalah Rasulullah?” Orang tersebut berkata ya. Dan ia bersaksi bahwa dia telah melihat Hilal, lalu beliau memerintahkan Bilal agar mengumumkan diantara manusia agar mereka melakukan shalat malam dan berpuasa. Abu Daud berkata hadits tersebut diriwayatkan oleh sekelompok orang dari Simak, dari Ikrimah secara mursal, dan tidak ada seorangpun yang menyebutkan “shalat malam” kecuali Hammad bin Salamah.

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1995

حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ السَّمْرَقَنْدِيُّ وَأَنَا لِحَدِيثِهِ أَتْقَنُ قَالَا حَدَّثَنَا مَرْوَانُ هُوَ ابْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ وَهْبٍ عَنْ يَحْيَى بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ أَبِي بَكْرِ بْنِ نَافِعٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَتَرَاءَى النَّاسُ الْهِلَالَ فَأَخْبَرْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنِّي رَأَيْتُهُ فَصَامَهُ وَأَمَرَ النَّاسَ بِصِيَامِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mahmud bin Khalid} serta {Abdullah bin Abdurrahman As Samarqandi}, dan aku lebih yakin kepada haditsnya, mereka berkata telah menceritakan kepada kami {Marwan bin Muhammad} dari {Abdullah bin Wahb} dari {Yahya bin Abdullah bin Salim} dari {Abu Bakr bin Nafi’} dari {ayahnya} dari {Ibnu Umar}, ia berkata orang-orang berusaha untuk melihat hilal, kemudian aku beritahukan kepada Rasulullah saw. bahwa aku telah melihatnya. Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan orang-orang agar berpuasa.

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1996

حَدَّثَنَا مُسَدَّدٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مُوسَى بْنِ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي قَيْسٍ مَوْلَى عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فَصْلَ مَا بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musaddad} telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Al Mubarak}, dari {Musa bin Ali Rabah}, dari {ayahnya} dari {Abu Qais} mantan budak ‘Amr bin Al ‘Ash, dari {‘Amr bin Al ‘Ash}, ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya pembeda antara puasa kita dan puasa ahli kitab adalah makan sahur.”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1997

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ النَّاقِدُ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ خَالِدٍ الْخَيَّاطُ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ عَنْ يُونُسَ بْنِ سَيْفٍ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي رُهْمٍ عَنْ الْعِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ قَالَدَعَانِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى السَّحُورِ فِي رَمَضَانَ فَقَالَ هَلُمَّ إِلَى الْغَدَاءِ الْمُبَارَكِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {‘Amr bin Muhammad An Naqid}, telah menceritakan kepada kami {Hammad bin Khalid Al Khayyath}, telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Yunus bin Saif}, dari {Al Harits bin Ziyad} dari {Abu Ruhm} dari {Al ‘Irbadh bin Sariyah}, ia berkata Rasulullah saw. mengundangku untuk makan sahur pada Bulan Ramadhan, beliau berkata “Kemarilah untuk makan siang yang mendapat berkah!”

Sunan Abu Dawud | Hadits No. : 1998

حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ الْحُسَيْنِ بْنِ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي الْوَزِيرِ أَبُو الْمُطَرِّفِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُوسَى عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Umar bin Al Husain bin Ibrahim}, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Al Wazir Abu Al Mutharrif}, telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Musa} dari {Sa’id Al Maqburi} dari {Abu Hurairah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Sebaik-baik (makanan) sahur bagi seorang mukmin adalah kurma.”